Ilustrasi Fang Yin
Mendengar perkataan Liu Feng barusan, Fang Yin mendengus dingin.
"Dasar orang tidak tahu malu" gumamnya pelan.
Liu Feng tentu mengetahui keengganan di hati Fang Yin, ia pun merasakan hal yang sama pada mulanya. Namun menyaksikan sikap Patriark Fang Dongcheng ia tidak bisa mengabaikan keinginan lelaki pemimpin keluarga Fang tersebut.
"Aku tahu jika Nona Fang Yin memiliki keraguan terhadap diriku, namun itu akan menjadi tugasku untuk meyakinkan dirinya. Selebihnya aku juga tidak memaksakan perasaan orang lain terhadap ku, andai kan bukan karena guruku maka aku juga bukan apa-apa" Liu Feng berkata dengan serius, ia tetap akan menjadi suami yang baik untuk Fang Yin.
Mendengar ini Fang Dongcheng kemudian tersenyum, lalu memandang ke arah Fang Yin dengan tatapan dalam. Dalam pandangannya tersebut tersirat sebuah keinginan yang hendak ia sampaikan kepada cucunya tersebut.
Setelah beberapa saat, Fang Yin tidak lagi bereaksi seperti sebelumnya. Ia menundukkan kepalanya dan ada kesedihan di hatinya yang terdalam, ia wanita yang memegang prinsip kehidupan yang kuat. Terutama dalam hal percintaan, ia jelas tidak mudah jatuh cinta dan tidak ingin salah dalam memilih suami.
"Liu Feng, mulai hari ini kamu adalah menantu di keluarga Fang. Untuk pesta pernikahan kalian akan dilakukan pada esok hari" ucap Patriark Fang Dongcheng menyampaikan pernyataan sikap.
Seluruh keluarga inti yang baru saja selesai melakukan jamuan makan siang itu mengangguk bersama, tidak ada satupun yang menolak termasuk Fang Yin.
Liu Feng menatap Fang Yin, dalam hatinya ia mengatakan jika wanita ini memiliki prinsip dan memiliki watak yang keras. Di sisi lain ia juga menilai jika wanita yang menjadi istrinya tersebut memiliki kepribadian yang mulia terhadap keberlangsungan Klan Fang, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah wanita tersebut memiliki kecantikan di atas rata-rata.
"Guru, sepertinya keseharian ku akan sama seperti awal memasuki Dunia Kehampaan" gumam Liu Feng di dalam hatinya.
Liu Feng tentu masih ingat saat dinginnya malam menusuk tulang, hal itu pula yang menggambarkan sikap Fang Yin kepadanya.
Setelah para keluarga inti membubarkan diri, tampak Patriark Fang Dongcheng ingin berbicara dengan Liu Feng secara pribadi.
"Feng'er, aku ingin berbicara berdua dengan mu" kata kepala keluarga dengan mengubah panggilannya.
"Baik kakek" jawab Liu Feng menyesuaikan panggilannya.
Ia dan Fang Yin sudah sah menjadi suami istri, hanya tinggal perayaan saja dan meneruskan pencatatan ke pemerintahan setempat untuk mengurus legalitasnya.
Fang Dongcheng lalu mengajak cucu menantunya tersebut menuju sebuah ruangan pribadi yang selama ini jarang dimasuki oleh orang lain.
"Ada yang ingin kutanyakan padamu" ucap Fang Dongcheng sesaat setelah Liu Feng duduk.
"Hal ini berhubungan dengan dirimu, dari tadi kau menyebutkan dua orang yang berbeda. Lelaki tua dan juga gurumu, apakah mereka merupakan orang yang sama?" tanya Fang Dongcheng dengan serius.
Liu Feng menghela napas lega, ia baru menyadari jika dia baru saja mengatakan hal tersebut saat jamuan makan siang tadi. Ia juga tidak menyangka jika kepala keluarga Fang adalah orang yang sangat teliti terhadap hal-hal yang sederhana.
"Benar, mereka adalah orang yang sama" ucap Liu Feng dengan jujur.
"Bagaimana rupa orang yang kamu maksud itu?" tanya Fang Dongcheng semakin penasaran.
"Kakek, bisakah kakek menyimpan rahasia ini?" tanya Liu Feng dengan ekspresi serius.
Jika itu orang lain maka Liu Feng tidak akan berkata seperti ini, gurunya sudah berpesan untuk tidak mengatakan tentang identitasnya. Namun di depan kakek dari istrinya tersebut ia juga tidak bisa mengelak, namun untuk hal tertentu Liu Feng tetap menahannya.
"Baiklah, aku bersumpah untuk menjaga rahasia ini" Fang Dongcheng tidak ragu untuk bersumpah, ia yakin jika leluhur keluarganya tidak mungkin sembarang mengirim orang.
"Guruku bernama Fang Yuan, tidak banyak yang bisa aku katakan selain penampilannya seperti pengemis tua" ucap Liu Feng singkat.
Namun beda halnya dengan Fang Dongcheng, perkataan Liu Feng barusan seperti petir yang menyambar di siang bolong. Lelaki tua berpakaian pengemis itulah memang sosok misterius yang menemuinya dua puluh tahun lalu, hari ketika Fang Yin dilahirkan.
Membayangkan peristiwa itu tubuh tua Fang Dongcheng gemetar, ia menyadari jika Liu Feng adalah memang orang pilihan. Sedangkan nama Fang Yuan sendiri memang betul nama leluhur keluarga Fang yang dikabarkan memiliki keahlian yang sangat luar biasa.
"Jika begitu, maka kekuatan mu sendiri sudah di tingkat apa?" tanya Patriark Fang Dongcheng dengan tatapan rumit.
Liu Feng yang terbiasa menggunakan teknik kultivasi Aura Mendalam itu memang tidak terlihat seperti pada kultivator pada umumnya. Tingkatan kultivasinya seperti berada pada jurang yang sangat dalam dan gelap, sehingga kultivator biasa tidak akan bisa menyelaminya.
Di depan Patriark Fang Dongcheng, Liu Feng tidak lagi menyembunyikan kekuatannya. Ia tahu jika kakeknya ini akan menjadi pegangannya di keluarga Fang, jadi tidak ada salahnya jika ia menunjukkannya pada orang ini.
Aura pendekar tingkat Suci tingkat menengah menyebar ke udara, fluktuasi udara di dalamnya menjadi beberapa kali lebih berat dari batas yang bisa diterima oleh Fang Dongcheng.
Sebagai Patriark keluarga Fang, ia memiliki tingkat kultivasi Pendekar Suci tahap awal. Namun merasakan tekanan energi dari Liu Feng jelas ia mengetahui jika pemuda tersebut memiliki kekuatan di atasnya.
"Cukup.." ucap Patriark Fang Dongcheng dengan napas tersengal-sengal.
"Maaf kakek.." ucap Liu Feng dengan tulus, ia hanya melepas beberapa detik saja namun telah membuat reaksi Fang Dongcheng kesulitan bernapas.
"Dengan kekuatan mu seperti itu, kamu bisa melakukan banyak hal. Keluarga Fang benar-benar sangat beruntung dan aku berjanji akan menjaga rahasia mu dengan baik" ucap Patriark Fang Dongcheng dengan tatapan mata berbinar-binar.
Perasaannya benar, jika Liu Feng memang bukan orang biasa. Terlebih dengan sikapnya yang selalu merendah, membuat Fang Dongcheng merasa jika cucunya benar-benar akan mendapatkan anugerah yang tidak pernah ia pikirkan.
"Entah apa yang telah terjadi di kehidupan sebelumnya, aku rasa para Dewa telah mengirimkan hadiah yang luar biasa bagi keluarga ku" gumam Fang Dongcheng dalam hati.
"Kakek, sebagai hadiah pernikahan maka aku akan memberikannya sekarang. Tapi tolong tetap jaga apa yang kita bicarakan kali ini" ucap Liu Feng menyampaikan permintaannya dengan sopan.
Berbarengan dengan hal itu, Liu Feng segera mengeluarkan tumpukan emas batangan dan beberapa harta lainnya. Benda-benda tersebut terlalu banyak di dalam cincin penyimpanannya, jadi ia berencana mengeluarkannya sedikit untuk keluarga gurunya tersebut.
Apa yang menurut Liu Feng sedikit, tentu berbeda dengan reaksi Patriark Fang Dongcheng. Matanya membulat sempurna saat melihat tumpukan emas dan perak yang begitu banyak. Bahkan dengan harta sebanyak itu dapat membangun keluarga Fang selama tujuh turunan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 82 Episodes
Comments
Aprilianti Ainun
Ikut menyimak tor, alur ceritanya asik🙏
2024-11-24
0
Cahaya Sidrap
lanjut thor up
2025-02-16
0
Agunk Putra
kenapa ga membangun orang tua terlebih dahulu ya
2024-10-28
0