Malam Pertama (21++)

Liu Feng sendiri masih bingung mengapa Klan Liu bisa dihancurkan oleh Klan Zhu yang kini tampak biasa saja, namun di sisi lain Liu Feng juga memikirkan beberapa hal tentang harta milik Klan Liu yang dibagikan kepada beberapa keluarga. Sepertinya upaya penghancuran Klan Liu sebelumnya melibatkan beberapa keluarga lainnya.

"Setelah ada waktu luang aku akan memikirkannya" gumam Liu Feng dalam hatinya.

Saat ini ia ingin fokus pada pernikahannya terlebih dahulu, meski ia akan menjadi menantu yang menumpang namun ia tidak menjadikan hal tersebut sebagai masalah. Justru dengan demikian ia bisa bersembunyi dalam setiap melakukan kegiatannya. Liu Feng yakin jika gurunya memiliki niat lain dengan mengangkatnya menjadi murid, bahkan mengikatnya pada keluarga Fang.

Di malam harinya, Liu Feng berkultivasi seperti biasa dan tidak ada tanda-tanda kedatangan keluarga Ming untuk membalas dendam atas kekalahannya tadi sore. Liu Feng tidak ingin ada sesuatu hal yang buruk menjelang hari pernikahannya, apalagi jika itu datang dari Shiao Ling yang merupakan mantan tunangannya.

Malam pun berlalu dengan senyap, hingga sinar matahari datang menandakan saat pernikahan pun tiba. Liu Feng pagi-pagi sekali sudah bersiap dan menggunakan pakaian yang sebelumnya sudah disediakan oleh keluarga Fang,begitu juga dengan Fang Yin tampak sangat cantik dengan gaun pengantin berwarna merah dengan beberapa hiasan dan rajutan tambahan.

Seluruh anggota keluarga Fang hadir, tamu undangan pun berdatangan sesuai dengan tempat yang sudah di atur. Ekspresi wajah Fang Yin terlihat datar saat berdiri di depan altar, ia tidak tersenyum atau pun menoleh ke arah Liu Feng.

Detik berikutnya, dia menarik napas dalam-dalam lalu berkata dengan tegas pada Liu Feng.

“Meskipun kita adalah suami istri namun aku tidak pernah mencintaimu, kuharap kamu bisa mengerti akan hal itu”

Saat ini Fang Yin melirik ke arah Liu Feng, dalam sekilas ia merasakan kekecewaan yang melintas di dalam sorotan matanya. Kemudian ia melengkungkan bibirnya, sejenak ia berusaha menstabilkan emosinya lalu mencoba tersenyum kembali ke arah para tamu yang datang untuk memberikan ucapan selamat.

Dari awal hingga akhir acara Liu Feng tidak mempedulikan reaksi Fang Yin yang sudah menjadi istrinya tersebut, sebagai menantu yang berada di keluarga Fang ia tidak berharap banyak kecuali menjalankan beberapa hal dan menjalankan baktinya sebagai murid.

Adapun masalah kehidupannya, ia sudah melewati banyak hal dan ia ingin mengikuti jejak gurunya untuk mengejar sesuatu yang saat ini mulai ia cari lebih dalam. Untuk hal lainnya ia hanya menjalankannya saja dengan santai, adapun terkait istrinya ia akan tetap menjadi seorang suami yang baik.

Setelah acara pernikahan selesai Liu Feng memasuki kamar yang sama dengan Fang Yin, ada aroma wewangian yang begitu khas saat dirinya melangkah ke kamar yang cukup luas tersebut.

"Kamu tidur di sana.." ucap Fang Yin sambil menunjuk ke sudut bagian kamar.

"Apakah kau sekejam itu pada suamimu sendiri?" ucap Liu Feng seolah merasa teraniaya.

"Sudah, jangan banyak bicara.." Fang Yin mendengus kecil lalu mengeluarkan sebuah kasur kecil.

"Jangan berpikiran aneh-aneh, meski kita sudah menikah jangan berharap kau bisa melakukan lebih" ucap Fang Yin dengan nada ketus.

Liu Feng tersenyum masam, wanita yang dinikahinya tersebut benar-benar sangat menarik. Meski dingin namun ia juga masih memberikan sebuah kasur untuk alasnya tidur.

"Baiklah, setidaknya ini lebih baik daripada tidur di tempat kediaman ku yang lama" gumam Liu Feng sambil merebahkan tubuhnya.

Di dekat Fang Yin ia tidak bisa berkultivasi dengan posisi duduk, namun untungnya teknik Aura Mendalam bisa digunakan pada berbagai posisi jadi Liu Feng tidak merasa kesulitan.

Di sisi lain, Fang Yin tetap acuh tak acuh memandang ke arah Liu Feng yang kini sudah beristirahat di dalam kamarnya. Ia yang kini berstatus sebagai seorang istri tidak tahu bagaimana harus bersikap, hanya dengan sikap dinginnya tersebut ia berharap jika Liu Feng akan merasa bosan dan menceraikan dirinya.

Keesokan paginya…

Setelah bangun dari tidurnya, Liu Feng melipat kasurnya dan melihat jika istrinya masih berbaring di atas tempat tidurnya dengan selimut hangat yang membungkus tubuh indahnya. Meskipun keduanya suami istri, Liu Feng benar-benar merasa tidak ada perbedaan dengan dirinya yang selama ini berstatus lajang. Hanya saja ia tidur ditemani dengan seorang wanita cantik, ditambah aroma kamar yang begitu wangi tercium di hidungnya.

Liu Feng menghargai keinginan istrinya untuk tidak disentuh, ia juga tidak ingin orang lain melihat perbedaan yang terjadi diantara mereka meski keduanya sudah menikah. Setidaknya Liu Feng harus bersikap baik di hadapan keluarga inti Klan Fang. Bagi Liu Feng sendiri, sikap dingin istrinya memancing jiwa penaklukan di dalam hatinya.

"Seorang wanita yang mudah ditaklukkan bukankah itu tidak terlalu menarik? Sebaliknya semakin sulit ia ditaklukkan maka bukankah akan semakin nikmat?" gumam Liu Feng di dalam hati.

Hari pertama di keluarga Fang ia jalani dengan sarapan pagi dan jalan-jalan di sekitar kediaman keluarga Fang yang cukup luas. Ia tidak memiliki kegiatan lain dan sesekali hanya menyaksikan istrinya yang sedang berlatih.

"Apakah kau tidak ada kegiatan lain selain memperhatikan ku" ucap Fang Yin dengan nada ketus.

"Melihat keindahan sepertimu di sepanjang hari adalah kegiatan yang paling menyenangkan di dalam hidup ku" jawab Liu Feng dengan santai.

"Dasar tidak tahu malu.." ucap Fang Yin sambil mendengus kesal.

Ia merasa jika suaminya itu benar-benar memalukan dan juga merusak semangatnya untuk bertarung.

Liu Feng tersenyum usil, lalu pergi meninggalkan halaman tempat istrinya berlatih. Ia ingin berjalan-jalan sore dan melepas penatnya akibat menghadapi seorang wanita yang kini akan menemani hari-harinya tersebut.

Dengan berjalan santai, ia menelusuri jalan menuju pusat keramaian. Di beberapa tempat memang terlihat lebih ramai dari biasanya, membuat Liu Feng sedikit tertarik untuk mengetahui perkembangan yang terjadi.

Di sebuah rumah makan yang cukup besar, Liu Feng duduk dan memesan makanan. Ia sengaja memilih lokasi yang dekat dengan kumpulan para pemuda yang tampak seumuran dengan dirinya. Bahkan beberapa orang lainnya tampak sedikit lebih dewasa.

"Apakah kalian sudah mendaftarkan diri menjadi pasukan keamanan Kota?" tanya salah seorang pemuda kepada rekan-rekannya.

"Sudah, dua hari lagi akan dimulai dan semua pendaftar akan dikumpulkan di rumah tuan Kota" jawab pemuda lainnya dengan penuh semangat.

"Sepertinya keluarga Xie benar-benar sedang dalam kesulitan" timpal yang lainnya.

"Sepertinya demikian, namun tetap saja perekrutan prajurit kali ini akan mendapatkan perhatian khusus setelah serangan dari dua kerajaan berakhir"

Seorang pemuda berkata dengan penuh tekad namun di sisi lain ia juga merasakan kepiluan yang cukup dalam atas kondisi yang menimpa Kota Xi'an. Kota yang selalu damai dengan pengaturan yang ketat dari Tuan Kota Xie Haoran, kini sedang dilanda bencana perebutan wilayah kekuasaan dari orang-orang yang tamak.

Terpopuler

Comments

Luo Zan Thian

Luo Zan Thian

setuju..!!!
Wanita murahan, tidak layak mendampingi MC

2025-02-18

0

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

next thor

2025-02-16

0

tiga benua

tiga benua

trus( 21++) td maksudnya apa y...

2024-12-30

0

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ucapan Pengemis Tua
3 Dunia Kehampaan
4 Kultivasi Aura Mendalam
5 Masa Lalu Liu Feng
6 Tetangga Yang Baik Hati
7 Memberi Pelajaran
8 Kecemasan Tuan Kota
9 Keluarga Fang
10 Reaksi Fang Yin
11 Hadiah Dari Liu Feng
12 Masih Memaafkan
13 Malam Pertama (21++)
14 Mendaftar Menjadi Relawan
15 Putri Tuan Kota Xie Shuang
16 Tiba Di Kota Shaanxi
17 Informasi Warisan Kultivator Keabadian
18 Bertemu Keluarga
19 Permintaan Liu Feng
20 Pangeran Ma Shihao
21 Membunuh Pangeran Ma Shihao
22 Menyamarkan Identitas
23 Sesuatu Yang Terlewat
24 Akar Roh Kayu
25 Memecahkan Formasi
26 Memasuki Reruntuhan Makam Kuno
27 Pedang Kelas Surgawi
28 Kebodohan Liu Feng
29 Membentuk Dantian
30 Jurus Tebasan Iblis
31 Menghancurkan Formasi Perlindungan
32 Keluar Dari Makam Kuno
33 Menghadapi Pendekar Kerajaan Ma
34 Kehebatan Jurus Pamungkas Liu Feng
35 Mendapatkan Sikap Hormat
36 Kembali Pulang
37 Membayar Hutang
38 Mengunjungi Feng Xiaoya
39 Masalah Datang Lagi
40 Mengobati Nyonya Feng
41 Kemarahan Klan Lei
42 Keterkejutan
43 Kondisi Fang Yin
44 Mengundang Kematian
45 Sikap Bodoh
46 Menyelamatkan Feng Xiaoya
47 Kecemasan Keluarga Yun
48 Berkunjung Ke Kediaman Liu Feng
49 Semangat Bertarung Xie Shuang
50 Hewan Iblis Tingkat Ke Tujuh
51 Kemarahan Raja Ma Kun
52 Menyerap Inti Hewan Spiritual
53 Memasuki Wilayah Kerajaan Ma
54 Pilihan Sulit Fang Yin
55 Kecemasan Liu Feng
56 Mulai Menyadari Sesuatu Yang Luar Biasa
57 Serangan Pembuka
58 Membunuh Bawahan Raja Ma Kun
59 Kartu Truf Raja Ma Kun
60 Pertempuran Melawan Leluhur Keluarga Ma
61 Teknik Formasi Jaring Kematian
62 Mendominasi Pertarungan
63 Penyesalan Fang Yin
64 Kebahagiaan Sepasang Suami Istri
65 Wanita Yang Menggemaskan
66 Tingkah Aneh Xie Shuang
67 Semalam Di Kota Fuzhou
68 Peran Istri Yang Mendominasi
69 Memulai Pertemuan
70 Kegelisahan Raja Lin Dan
71 Bertemu Adik Ipar
72 Siasat Raja Lin Dan
73 Kecurigaan Pendekar Pelindung Klan Xie
74 Keterangan Fang Zitao
75 Perbincangan Di Saat Tenang
76 Ancaman Yang Mengintai
77 Kemarahan Tuan Kota Xie Haoran
78 Dimulainya Peperangan
79 Kemunculan Liu Feng
80 Aku Juga Bisa Menghancurkannya Kembali
81 Bertemu Fang Yuan Kembali
82 Menjadi Penguasa (TAMAT) SEASON 1
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Prolog
2
Ucapan Pengemis Tua
3
Dunia Kehampaan
4
Kultivasi Aura Mendalam
5
Masa Lalu Liu Feng
6
Tetangga Yang Baik Hati
7
Memberi Pelajaran
8
Kecemasan Tuan Kota
9
Keluarga Fang
10
Reaksi Fang Yin
11
Hadiah Dari Liu Feng
12
Masih Memaafkan
13
Malam Pertama (21++)
14
Mendaftar Menjadi Relawan
15
Putri Tuan Kota Xie Shuang
16
Tiba Di Kota Shaanxi
17
Informasi Warisan Kultivator Keabadian
18
Bertemu Keluarga
19
Permintaan Liu Feng
20
Pangeran Ma Shihao
21
Membunuh Pangeran Ma Shihao
22
Menyamarkan Identitas
23
Sesuatu Yang Terlewat
24
Akar Roh Kayu
25
Memecahkan Formasi
26
Memasuki Reruntuhan Makam Kuno
27
Pedang Kelas Surgawi
28
Kebodohan Liu Feng
29
Membentuk Dantian
30
Jurus Tebasan Iblis
31
Menghancurkan Formasi Perlindungan
32
Keluar Dari Makam Kuno
33
Menghadapi Pendekar Kerajaan Ma
34
Kehebatan Jurus Pamungkas Liu Feng
35
Mendapatkan Sikap Hormat
36
Kembali Pulang
37
Membayar Hutang
38
Mengunjungi Feng Xiaoya
39
Masalah Datang Lagi
40
Mengobati Nyonya Feng
41
Kemarahan Klan Lei
42
Keterkejutan
43
Kondisi Fang Yin
44
Mengundang Kematian
45
Sikap Bodoh
46
Menyelamatkan Feng Xiaoya
47
Kecemasan Keluarga Yun
48
Berkunjung Ke Kediaman Liu Feng
49
Semangat Bertarung Xie Shuang
50
Hewan Iblis Tingkat Ke Tujuh
51
Kemarahan Raja Ma Kun
52
Menyerap Inti Hewan Spiritual
53
Memasuki Wilayah Kerajaan Ma
54
Pilihan Sulit Fang Yin
55
Kecemasan Liu Feng
56
Mulai Menyadari Sesuatu Yang Luar Biasa
57
Serangan Pembuka
58
Membunuh Bawahan Raja Ma Kun
59
Kartu Truf Raja Ma Kun
60
Pertempuran Melawan Leluhur Keluarga Ma
61
Teknik Formasi Jaring Kematian
62
Mendominasi Pertarungan
63
Penyesalan Fang Yin
64
Kebahagiaan Sepasang Suami Istri
65
Wanita Yang Menggemaskan
66
Tingkah Aneh Xie Shuang
67
Semalam Di Kota Fuzhou
68
Peran Istri Yang Mendominasi
69
Memulai Pertemuan
70
Kegelisahan Raja Lin Dan
71
Bertemu Adik Ipar
72
Siasat Raja Lin Dan
73
Kecurigaan Pendekar Pelindung Klan Xie
74
Keterangan Fang Zitao
75
Perbincangan Di Saat Tenang
76
Ancaman Yang Mengintai
77
Kemarahan Tuan Kota Xie Haoran
78
Dimulainya Peperangan
79
Kemunculan Liu Feng
80
Aku Juga Bisa Menghancurkannya Kembali
81
Bertemu Fang Yuan Kembali
82
Menjadi Penguasa (TAMAT) SEASON 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!