Kecemasan Tuan Kota

Wanita tua yang melihat pemandangan di depan matanya pun terkejut, ia tidak menyangka jika Liu Feng berani melawan orang-orang yang dikirim oleh keluarga Ming. Sebelumnya ia mengenal Liu Feng sebagai pemuda yang pendiam dan selalu sibuk bekerja keras, ia tidak menyangka jika hari ini Liu Feng sangat berbeda dengan sosok yang ia kenalnya dulu. Apalagi dengan mata tuanya tersebut ia baru menyadari jika tubuh Liu Feng pun sudah tidak kurus seperti dulu, kini Liu Feng juga terlihat tampan dengan balutan pakaian yang lebih rapi dan bersih.

Beberapa orang lainnya juga tampak terkejut dengan perubahan Liu Feng, sebagai kawasan yang padat penduduk kejadian seperti tadi tidak luput dari perhatian beberapa orang di sekitarnya.

"Sejak kapan ia memiliki keterampilan beladiri?" tanya seorang pemuda yang berada tidak jauh dari tempat tinggal Liu Feng.

"Sepertinya Liu Feng memang menguasai beladiri, meski ia belum menggunakan tenaga dalam tetapi kemampuan bela dirinya cukup bagus" timpal yang lainnya mengira Liu Feng seorang seniman beladiri.

"Benar, ia bisa beladiri. Namun sayang sekali bisa beladiri saja tidak cukup untuk menghadapi para pendekar keluarga Ming" ucap yang lainnya mencoba membaca situasi.

"Bibi, aku akan pergi terlebih dahulu. Mulai sekarang bibi tidak usah bekerja keras lagi, sebagai gantinya bibi cukup membantuku untuk merawat tempat tinggal ku" ucap Liu Feng kepada wanita tua yang selalu mengkhawatirkannya.

Sesaat setelah berkata demikian, Liu Feng mengeluarkan seratus lima puluh keping perak yang sudah ia persiapkan sebelumnya. Harga ini ia ukur dengan penghasilan hariannya selama satu bulan di rumah makan.

"Ini terlalu banyak.." ucap wanita itu yang kembali tercengang.

Liu Feng tidak hanya bisa ilmu beladiri tetapi juga memiliki uang yang banyak. Ia curiga jika kepergian Liu Feng sebelumnya berhubungan dengan perubahannya kali ini, namun wanita tua itu tidak berani mempertanyakan urusan pribadi orang lain.

"Itu untuk satu bulan, jika masih kurang maka katakan saja" ucap Liu Feng dengan santai.

"Cukup.. Ini sudah lebih dari cukup" jawab wanita tua itu dengan rasa bahagia.

Di sisi lain, Liu Feng menyadari jika dirinya akan jarang kembali ke tempat tinggalnya. Oleh karenanya ia butuh orang lain untuk membersikan dan merawatnya dengan baik, terlebih lagi Liu Feng juga merasa kasihan dengan wanita tua yang seringkali mendapatkan bayaran yang tidak sesuai dengan tenaga yang ia keluarkan.

Istana Tuan Kota..

Pada saat ini Tuan Kota Xi'an yang bernama Xie Haoran tengah menerima laporan dari Kepala keamanan.

"Apa? Bagaimana mereka bisa lebih cepat memasuki wilayah kita?" tanya Xie Haoran kepada Kepala keamanan yang masih saudara satu Klan.

"Kerajaan Ma di wilayah Selatan telah bekerjasama dengan Kerajaan Lin di sebelah Barat. Mereka tidak lagi bermusuhan melainkan telah membuat kesepakatan untuk menguasai wilayah Tengah" jawab Xie Yuantai menjelaskan situasi terbarunya.

Xie Haoran dan juga wakilnya Xie Qingyao terdiam, meski keduanya merupakan pendekar terhebat dari Klan Xie namun untuk menghadapi dua kekuatan sekaligus bukanlah perkara yang mudah.

Xie Haoran tampak cemas, ia lalu berdiri dan mondar-mandir di depan para petinggi Kota Xi'an yang ikut hadir dalam pertemuan itu.

"Mereka benar-benar sudah kelewatan, aku tidak mungkin selalu merekrut prajurit dan membebani masyarakat dengan pajak yang selalu bertambah. Apakah diantara kalian ada ide?" tanya Xie Haoran sambil menatap ke arah bawahannya yang kebanyakan berasal dari Klan Xie.

Menyikapi pertanyaan dari Xie Haoran, mereka hanya terdiam. Mereka tidak seperti Xie Haoran yang selalu memiliki ide cemerlang pada saat genting seperti sekarang.

"Bagaimana jika kita mengadakan sayembara untuk memunculkan para kultivator yang mau berjuang tanpa pamrih melawan pasukan Kerajaan Ma dan sekutunya Kerajaan Lin" Xie Qingyao memberikan usul.

Mata Xie Haoran berbinar, pemikiran ini hampir sama dengan yang ia pikirkan sebelumnya. Bahkan ia juga sempat berpikiran untuk mendapatkan menantu terbaik guna menjadi penolong masyarakat Ibukota Xi'an.

"Itu ide yang sangat bagus, apakah diantara kalian masih ada yang mau menambahkan atau ingin memberikan masukan yang lain" ucap Tuan Kota tersebut dengan serius, tatapannya menyapu ke beberapa orang yang tampak putus asa.

"Setidaknya kita membutuhkan sepuluh orang pemenang, namun pemenang utama akan mendapatkan hadiah yang menarik" ujar salah seorang pejabat lainnya memberikan usul.

"Saudara Haoran, kurasa untuk melakukan sayembara kurang begitu tepat untuk situasi seperti sekarang ini" ucap Xie Yuantai.

"Apakah kamu punya usul lain?" tanya Xie Haoran dengan serius.

"Karena kita membutuhkan kultivator yang sukarela untuk berperang maka sebaiknya kita gunakan sistem perekrutan terbuka saja. Kita hanya perlu menerapkan batas minimal kultivasi yang dimiliki setiap pendaftar, dengan demikian kita bisa lebih banyak memiliki peluang karena diantara mereka tidak ada yang terluka karena pertarungan saat berkompetisi. Untuk hadiahnya sendiri, akan diberikan kepada mereka yang berprestasi di medan pertempuran dengan menorehkan hasil yang memuaskan" ucap Kepala keamanan Kota Xi'an tersebut.

Mendengar masukan dari Xie Yuantai, tuan Kota tampak mengangguk setuju. Namun sebelum mengambil keputusan ia menatap ke arah Xie Qingyao untuk meminta pendapatnya.

"Ide yang sangat bagus, aku setuju saja" ucap Wakil tuan Kota, Xie Qingyao sambil mengangguk.

"Baiklah jika begitu, segera buat pengumuman di seluruh Kota agar para kultivator bisa mendaftarkan diri secepatnya. Namun jangan lupa, hanya mereka yang memiliki kekuatan Pendekar Raja dan ke atasnya saja yang boleh mendaftar" ucap Xie Haoran memberi perintah.

"Baik jika begitu" ucap Xie Yuantai dengan penuh semangat.

Sebagai Kepala Keamanan yang setara dengan Panglima perang, Xie Yuantai sangat terbebani dengan tugasnya yang akhir-akhir ini semakin berat. Ia sudah banyak kehilangan pasukan serta komandan pasukan terbaiknya, sehingga ia sangat berharap dengan perekrutan terbuka ini dapat menambah semangat pasukannya dan juga dapat membalikkan keadaan sekaligus.

Setelah pertemuan itu selesai, Xie Yuantai segera menyebarkan pengumuman tentang perekrutan terbuka untuk bergabung menjadi pasukan pertahanan Ibukota. Pengumuman ini ditempel di seluruh pusat Kota yang menjadi bagian administratif Kota Xi'an.

Beberapa keluarga besar di masing-masing Kota menyikapinya dengan beraneka ragam, ada yang menyatakan kesediaannya untuk bergabung dan ada juga yang menahan diri. Mereka yang menahan diri pada umumnya adalah orang-orang yang berasal dari Klan yang tidak menyukai Klan Xie dalam memimpin wilayah Ibukota Xi'an.

Di lain pihak, Klan Fang menyikapinya dengan antusias. Termasuk Fang Yin, wanita yang sudah dijodohkan dengan Liu Feng tersebut juga terlihat antusias saat mendengar berita tersebut. Sebagai kultivator berbakat di keluarga Fang, ia ingin sekali bergabung untuk menjadi pemimpin pasukan wanita yang terkenal dan dapat mengangkat nama Klan Fang menjadi terkenal di Ibukota Xi'an.

Terpopuler

Comments

Cahaya Sidrap

Cahaya Sidrap

up lanjut thor

2025-02-16

0

Mul Philips

Mul Philips

mntaap perang ayo bntai bntaaaiii

2024-09-19

1

Ahmad R Laros

Ahmad R Laros

perang ini thor mc bisa ikut gak

2024-07-18

1

lihat semua
Episodes
1 Prolog
2 Ucapan Pengemis Tua
3 Dunia Kehampaan
4 Kultivasi Aura Mendalam
5 Masa Lalu Liu Feng
6 Tetangga Yang Baik Hati
7 Memberi Pelajaran
8 Kecemasan Tuan Kota
9 Keluarga Fang
10 Reaksi Fang Yin
11 Hadiah Dari Liu Feng
12 Masih Memaafkan
13 Malam Pertama (21++)
14 Mendaftar Menjadi Relawan
15 Putri Tuan Kota Xie Shuang
16 Tiba Di Kota Shaanxi
17 Informasi Warisan Kultivator Keabadian
18 Bertemu Keluarga
19 Permintaan Liu Feng
20 Pangeran Ma Shihao
21 Membunuh Pangeran Ma Shihao
22 Menyamarkan Identitas
23 Sesuatu Yang Terlewat
24 Akar Roh Kayu
25 Memecahkan Formasi
26 Memasuki Reruntuhan Makam Kuno
27 Pedang Kelas Surgawi
28 Kebodohan Liu Feng
29 Membentuk Dantian
30 Jurus Tebasan Iblis
31 Menghancurkan Formasi Perlindungan
32 Keluar Dari Makam Kuno
33 Menghadapi Pendekar Kerajaan Ma
34 Kehebatan Jurus Pamungkas Liu Feng
35 Mendapatkan Sikap Hormat
36 Kembali Pulang
37 Membayar Hutang
38 Mengunjungi Feng Xiaoya
39 Masalah Datang Lagi
40 Mengobati Nyonya Feng
41 Kemarahan Klan Lei
42 Keterkejutan
43 Kondisi Fang Yin
44 Mengundang Kematian
45 Sikap Bodoh
46 Menyelamatkan Feng Xiaoya
47 Kecemasan Keluarga Yun
48 Berkunjung Ke Kediaman Liu Feng
49 Semangat Bertarung Xie Shuang
50 Hewan Iblis Tingkat Ke Tujuh
51 Kemarahan Raja Ma Kun
52 Menyerap Inti Hewan Spiritual
53 Memasuki Wilayah Kerajaan Ma
54 Pilihan Sulit Fang Yin
55 Kecemasan Liu Feng
56 Mulai Menyadari Sesuatu Yang Luar Biasa
57 Serangan Pembuka
58 Membunuh Bawahan Raja Ma Kun
59 Kartu Truf Raja Ma Kun
60 Pertempuran Melawan Leluhur Keluarga Ma
61 Teknik Formasi Jaring Kematian
62 Mendominasi Pertarungan
63 Penyesalan Fang Yin
64 Kebahagiaan Sepasang Suami Istri
65 Wanita Yang Menggemaskan
66 Tingkah Aneh Xie Shuang
67 Semalam Di Kota Fuzhou
68 Peran Istri Yang Mendominasi
69 Memulai Pertemuan
70 Kegelisahan Raja Lin Dan
71 Bertemu Adik Ipar
72 Siasat Raja Lin Dan
73 Kecurigaan Pendekar Pelindung Klan Xie
74 Keterangan Fang Zitao
75 Perbincangan Di Saat Tenang
76 Ancaman Yang Mengintai
77 Kemarahan Tuan Kota Xie Haoran
78 Dimulainya Peperangan
79 Kemunculan Liu Feng
80 Aku Juga Bisa Menghancurkannya Kembali
81 Bertemu Fang Yuan Kembali
82 Menjadi Penguasa (TAMAT) SEASON 1
Episodes

Updated 82 Episodes

1
Prolog
2
Ucapan Pengemis Tua
3
Dunia Kehampaan
4
Kultivasi Aura Mendalam
5
Masa Lalu Liu Feng
6
Tetangga Yang Baik Hati
7
Memberi Pelajaran
8
Kecemasan Tuan Kota
9
Keluarga Fang
10
Reaksi Fang Yin
11
Hadiah Dari Liu Feng
12
Masih Memaafkan
13
Malam Pertama (21++)
14
Mendaftar Menjadi Relawan
15
Putri Tuan Kota Xie Shuang
16
Tiba Di Kota Shaanxi
17
Informasi Warisan Kultivator Keabadian
18
Bertemu Keluarga
19
Permintaan Liu Feng
20
Pangeran Ma Shihao
21
Membunuh Pangeran Ma Shihao
22
Menyamarkan Identitas
23
Sesuatu Yang Terlewat
24
Akar Roh Kayu
25
Memecahkan Formasi
26
Memasuki Reruntuhan Makam Kuno
27
Pedang Kelas Surgawi
28
Kebodohan Liu Feng
29
Membentuk Dantian
30
Jurus Tebasan Iblis
31
Menghancurkan Formasi Perlindungan
32
Keluar Dari Makam Kuno
33
Menghadapi Pendekar Kerajaan Ma
34
Kehebatan Jurus Pamungkas Liu Feng
35
Mendapatkan Sikap Hormat
36
Kembali Pulang
37
Membayar Hutang
38
Mengunjungi Feng Xiaoya
39
Masalah Datang Lagi
40
Mengobati Nyonya Feng
41
Kemarahan Klan Lei
42
Keterkejutan
43
Kondisi Fang Yin
44
Mengundang Kematian
45
Sikap Bodoh
46
Menyelamatkan Feng Xiaoya
47
Kecemasan Keluarga Yun
48
Berkunjung Ke Kediaman Liu Feng
49
Semangat Bertarung Xie Shuang
50
Hewan Iblis Tingkat Ke Tujuh
51
Kemarahan Raja Ma Kun
52
Menyerap Inti Hewan Spiritual
53
Memasuki Wilayah Kerajaan Ma
54
Pilihan Sulit Fang Yin
55
Kecemasan Liu Feng
56
Mulai Menyadari Sesuatu Yang Luar Biasa
57
Serangan Pembuka
58
Membunuh Bawahan Raja Ma Kun
59
Kartu Truf Raja Ma Kun
60
Pertempuran Melawan Leluhur Keluarga Ma
61
Teknik Formasi Jaring Kematian
62
Mendominasi Pertarungan
63
Penyesalan Fang Yin
64
Kebahagiaan Sepasang Suami Istri
65
Wanita Yang Menggemaskan
66
Tingkah Aneh Xie Shuang
67
Semalam Di Kota Fuzhou
68
Peran Istri Yang Mendominasi
69
Memulai Pertemuan
70
Kegelisahan Raja Lin Dan
71
Bertemu Adik Ipar
72
Siasat Raja Lin Dan
73
Kecurigaan Pendekar Pelindung Klan Xie
74
Keterangan Fang Zitao
75
Perbincangan Di Saat Tenang
76
Ancaman Yang Mengintai
77
Kemarahan Tuan Kota Xie Haoran
78
Dimulainya Peperangan
79
Kemunculan Liu Feng
80
Aku Juga Bisa Menghancurkannya Kembali
81
Bertemu Fang Yuan Kembali
82
Menjadi Penguasa (TAMAT) SEASON 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!