Jealous Kazio
Callista Wijaya
YES, YES, YES.
Callista Wijaya
GUE MEMANG COG!
Callista Wijaya
Baru kali ini gue senang datang bulan.
Lisa berteriak senang saat melihat bercak darah di celana dalamnya. Ia girang bukan main. Saking senangnya perempuan itu berteriak kencang pagi-pagi buta tanpa menghiraukan perkataan tetangganya yang lain.
Callista Wijaya
Heh, ini gue harus fotoin atau gimana sebagai bukti?
Callista Wijaya
Ah masa bodo. Gue bilang aja.
Callista Wijaya
Haha, sialan.
Lisa tertawa namun sedetik kemudian ia memegang perutnya yang sakit. Perempuan itu meringis pelan.
Callista Wijaya
Aduh, gara-gara banyak ketawa jadi sakit kan.
Lisa melirik nakas mejanya, menatap jam weker yang menunjukkan jam 6 setengah menit.
Callista Wijaya
Sial, bisa-bisanya gue telat kalo gini.
Lantas ia berlari menuju kamar mandi guna untuk membersihkan dirinya.
Tepatnya di kediaman Ganendra.
Kazio menatap layar ponselnya dengan ekspresi sulit. Matanya tertuju pada tanggal yang tertera. Apakah Lisa datang bulan? pikirnya.
Memikirkan taruhan mereka berdua, Kazio jadi menyesal. Sialan. Lisa sedari awal menjebaknya agar mereka tak lagi berhubungan tapi dia malah dengan bodohnya setuju-setuju saja.
Kazio Ganendra
Heh, kamu pikir semudah itu hm?
Kazio Ganendra
Saya punya banyak cara untuk naklukin kamu. Sekalipun pakai cara kasar dan memaksa.
Kazio menyeringai dingin.
Ia menyeruput kopi buatan pelayan. Pria itu mulai membaca koran dan hanyut dalam berita-berita di dalamnya.
Genevieve Ganendra
Morning dad.
Genevieve datang dengan seragam sekolah lengkapnya. Ia mengecup pipi sang ayah sekilas lalu menduduki kursi di sebelah pria itu.
Kazio Ganendra
Morning too, darl.
Kazio Ganendra
How you're night?
Genevieve Ganendra
Kayak biasa gak ada yang spesial.
Kazio Ganendra
Kamu mimpi buruk?
Genevieve Ganendra
Bukan tapi ya gitu sepi aja dad. Gak ada yang nemenin.
Kazio Ganendra
Ya udah kamu tidur sama daddy aja.
Genevieve melotot. Ia menggeleng kepalanya keras.
Genevieve Ganendra
Big no dad. Apa kata Lisa kalo aku yang udah gede masih tidur sama daddy.
Genevieve Ganendra
Pasti tu anak bakal ngejek.
Genevieve Ganendra
Iya dong.
Genevieve Ganendra
Aa, seandainya Om Keenan mau nemenin. Aku pasti bahagia, bisa meluk, bisa itu..
Genevieve menggantung kalimatnya, ia menyengir melihat wajah Kazio yang nampak masam?
Genevieve Ganendra
Hehehe, bercanda dad.
Kazio Ganendra
Alah, sok kamu. Padahal pengen banget dalam hati.
Genevieve Ganendra
Kan daddy udah setuju.
Kazio Ganendra
Iya tapi jangan maksa dong.
What? Eh? Ni orang benar-benar sinting deh kayaknya.
Genevieve Ganendra
Lah jambu? Yang bener aja? Rugi dong.
Genevieve menggeleng. Ia mulai menyantap makanan tanpa memperdulikan Kazio lagi.
Kazio Ganendra
Daddy yang anter kamu ke sekolah.
Genevieve Ganendra
Hah? Kok mendadak? Biasanya Om Keenan yang nganterin.
Kazio Ganendra
Gak papa. Sekali daddy mau modusin calon mommy kamu.
Kazio menaik turunkan alisnya. Genevieve menatap ayahnya dengan pandangan agak aneh? Sumpah, ini beneran daddynya kan?
Kemana raut datar dan nada dingin itu? Kenapa Daddy seperti kulkas rusak. Ya, walaupun mereka dekat seperti keluarga harmonis lainnya, pria didepannya ini sangat mempertahankan gengsinya. Terus wajahnya itu datar seperti tembok dan nadanya itu bisa kapan saja membuat tubuhnya mati membeku.
Seperti ini sifat asli pria itu. Dia akan memastikan hal ini dengan bertanya pada Keenan nanti.
Genevieve Ganendra
Iyain aja.
Lisa menutup pintu kosannya. Ia berjalan ke arah gerbang gedung tersebut tapi langkah dihentikan dengan panggilan seseorang di belakangnya.
Segera, Lisa menghentikan langkahnya, memandang Dewa yang kini berlari ke arahnya sembari menenteng kantong kertas.
Sadewa Abigail
Ya ampun, kakak pikir kakak gak sempet ketemu kamu lagi hari ini.
Ujarnya dengan nafas ngos-ngosan. Kosan pria ada disebelah kosan perempuan. Letaknya hampri satu tempat.
Callista Wijaya
Ah, maaf kak.
Dewa tersenyum seraya menyerahkan kantong yang dipegangnya pada Lisa. Lisa menerimanya dengan ekspresi tidak enak.
Callista Wijaya
Kayaknya Cal ngerepotin kak Dewa lagi deh.
Cal adalah nama panggilan yang disematkan oleh Dewa pada Lisa. Jadi setiap Lisa mengobrol dengan pria itu ia akan memanggil dirinya sebagai Cal.
Sadewa Abigail
Gak papa kok. Lagian tadi kak masaknya kebanyakan jadi sekalian aja kak kasih ke kamu.
Sadewa Abigail
Kamu belum sarapan kan?
Callista Wijaya
Itu.. nanti di kantin.
Sadewa Abigail
Kak udah nyediain sarapan sama makan siang. Nanti di makan ya cantik.
Dewa tersenyum lebar seraya mengusap kepala Lisa lembut penuh perhatian. Pemandangan itu tak luput dari pandangan Kazio. Ia mengepalkan tangannya erat, meremas stir mobilnya kuat.
Kazio Ganendra
Dasar bocah bangsat!
Kazio Ganendra
Bocah bau kencur, syalan! Ngapain kamu megang-megang calon saya kayak gitu.
Kazio Ganendra
Bajing! Dasar pembinor.
Kazio Ganendra
Liat saja apa yang bakal saya lakuin ke kamu.
Kazio mendumel. Genevieve yang melihat itu hanya memutar bola matanya malas. Disamperin kek apa gitu, pikirnya.
Genevieve Ganendra
Cih, si tua ini malah cemburu.
Genevieve mencibir dalam hati.
Genevieve Ganendra
Lagian kalo gak suka kenapa gak di samperin sih dad? Kayak di novel-novel gitu.
Kazio Ganendra
Kamu pikir ini dunia novel?
Genevieve Ganendra
Ya siapa tau aja kan?
Genevieve Ganendra
Samperin dong dad. Gak gentle banget sih jadi cowok.
Genevieve Ganendra
Itu daddy mau liat mereka mesra-mesraan kek pasangan kekasih gitu di sini? Mulut tetangga gak bisa boong dad.
Genevieve Ganendra
Siapa tau aja mereka malah dicocokin, gimana?
Kazio termakan provokasi dari Genevieve. Pria itu turun dari mobil lalu berjalan ke arah Lisa dan Dewa yang berjalan bersama.
Callista Wijaya
Makasih ya kak.
Callista Wijaya
Maaf banget. Cal udah ngerepotin kak Dewa selama ini.
Sadewa Abigail
Gue seneng kok direpotin sama lo.
Callista Wijaya
Hah? Kakak ngomong sesuatu?
Kedua manusia berbeda gender itu menatap Kazio dengan pandangan berbeda-beda.
Kazio menatap cowok di samping Lisa tajam, rautnya datar dengan rahang mengeras yang kentara.
Sadewa Abigail
Kamu kenal?
Callista Wijaya
Iya, dia om Kazio. Ayahnya sahabat Cal.
Dewa tersenyum. Ia mengulurkan tangannya ke arah Kazio seraya berkata—
Sadewa Abigail
Halo om, nama saya Dewa. Seneng bisa berkenalan dengan om.
Perempatan siku muncul di jidat Kazio. Apa katanya? Om? Gundulmu om. Dasar bocah sialan, pikir Kazio kesel.
Kazio Ganendra
Saya bukan om kamu.
Ucap Kazio sinis. Ia menggandeng tangan Lisa lalu membawa wanitanya pergi begitu saja tanpa pamitan.
Callista Wijaya
Apa sih om? Gak boleh gitu, gak sopan.
Callista Wijaya
Duluan ya Kak.
Lisa berteriak, menoleh kebelakang menatap Dewa tak enak. Aish, gara-gara pria di depannya ini. Dia tidak sempat berpamitan dengan Dewa secara benar dan sopan.
Callista Wijaya
Kak Dewa udah baik gitu malah di seriusin.
Kazio Ganendra
Siapa yang mau seriusin cowok jablay kayak dia.
Kazio Ganendra
Kamu tuh aneh banget.
Kazio Ganendra
Udah masuk sana.
Kazio Ganendra
Saya gak mau bicara sama kamu.
Ketusnya seraya mendorong tubuh Lisa masuk ke kursi samping kemudi. Genevieve cekikan mendengar ucapan daddy-nya itu.
Genevieve Ganendra
Alah, udah kek bocil aja bokap gue.
Callista Wijaya
Iss, pelan-pelan om!
Kazio Ganendra
Masuk!!
[Dingin]
Comments
nia98
bucin syekaliee/Facepalm//Facepalm//Facepalm/
2025-02-07
0
Anonymous
Guys, kalian sadar gak sih nama si kazio itu mirip kapten kaizo
2024-05-24
1
Desi Ratna anjani
sering update ya Thor😍😍
2024-05-24
0