Bab 20

REDMOND GIRLS

Karen_15

Jadikan hari ini kita pergi ke bar untuk merayakan ultahnya si Risya?

Jess_ica_Marsha

Gas lah soalnya udah lama gue gak ke bar.

Risya_imut

Jadi, nanti gue traktir datang aja ke bar BLACK GOLD milik paman gue.

Karen_15

Serius itu milik paman lo? Bar itu bukannya bar milik keluarga Nellie yah?

Risya_imut

Paman gue itu.

Jess_ica_Marsha

@Eliza lo ikut kan?

Eliza_*

Ya, nanti aku jemput pakai mobil.

Jess_ica_Marsha

Oke sip lah gue tunggu. Setelah pertandingan basket kemarin, Risya dan aku menjadi teman dan aku mengenalkan Risya kepada Jessica dan Karen. Gaya dan suara Risya membuat kita bertiga menjadi akrab dan akhirnya Risya gabung kedalam geng kami.

Aku turun memakai tanktop berwarna hitam, jaket dan denim mini skirt.

Ah aku lupa kalau hari ini keluarga Dalbert datang untuk membicarakan pertunangan

Alaska dan Mikayla yang terjadi satu Minggu lagi.

Aku melewati mereka yang menatapku apalagi pria yang berada ditempat duduk

keluarga Dalbert yang menatapku seperti ingin memakanku saja.

"Eliza, mau kemana kamu?"tanya ayah Eliza.

"Keluar"

"Eliza..."ucapannya menggantung punggung putrinya sudah tidak terlihat lagi dan bunyi suara mobil keluar dari pekarangan mansion.

*****

Aku memencet bel, pintu terbuka terlihat seorang pelayan.

Pelayan itu menyuruhnya masuk karena

Jessica masih siap siap jadi aku disuruh menunggunya.

Aku menatap malas beberapa pria yang menatapku.

Ada tiga pria disana dengan beberapa kancing terbuka terlihat otot sixpack disela sela kemeja mereka.

"Woi jangan menatap sahabat gue seperti itu, setan!"

Jessica turun menatap tajam ketiga pria itu.

"Lo mau kemana?"tanya Elang sang ketua osis disekolah sekaligus sepupu Jessica.

"Kepo amat lo!"

"Ayo El kita pergi!"

Rangkul Jessica dipundak Eliza.

"Jess, kemana?"tanya Xavier dengan suara bariton nan dingin.

"Bar"jawab Jessica cuek.

Jujur Jessica takut dengan nada dingin sang kakak keluar tetapi dia tutupi rasa takutnya dengan nada cueknya.

Xavier berdiri mengambil kunci mobilnya.

Jessica dan kedua teman Xavier menatap

pria itu bingung.

"Mau kemana lo?"tanya Elang.

"Bar"

"Hah?"

Beo mereka termasuk aku.

"Ngapain lo ke bar, kak?"tanya Jessica dengan bingung.

"Mau gue kasih tau mommy atau gue ikut kalian ke bar?"Ancam Xavier.

Jessica bergidik ngeri mendengar kata mommy, Mommynya tidak memperbolehkan dirinya untuk masuk kedalam tempat terlarang itu.

Tetapi Jessica cukup sering masuk kesana bersama Karen dan Eliza saat belum dirasuki oleh Elisa, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Xavier sang kakak.

"Iya iya, terserah lo!"

Jessica menatap jengkel sang kakak yang selalu mengancamnya.

"Eh kok gitu Jess?"

Protesku tidak mau bersama malaikat mautnya itu.

"Gak apa apa yah El, sekali aja!"Mohon Jessica.

"Oke"

*****

"Ini tempatnya?"tanya Hendra salah satu teman Xavier.

"Ya."

"Guys!"Suara cempreng Karen menyapa mereka.

"Kalian lama sekali datangnya?"Protes Karen.

"Terus kenapa mereka datang?"Karen menujuk para pria yang berada dibelakang Eliza dan Jessica.

"Mereka mau ikut"jawab Jessica dengan kesal.

"Risya, gak apa apa kan kakak gue dan temannya ikut merayakan ultah lo?"tanya

Jessica kepada Risya.

"Gak apa apa kok, gue kaya"ucap Risya dengan bangga.

Sedangkan mereka hanya memutar bola mata menatap malas Risya yang bangga.

Mereka bertujuh masuk kedalam bar, bau alkohol menyebar, ada yang lagi berhubungan intim disalah satu tempat duduk.

Menjijikan!!

Mereka melangkah masuk ke ruangan yang sudah dipesan oleh Risya, VIP.

Banyak botol alkohol dan wine serta beberapa hidangan makanan diatas meja itu.

"Bagaimana jika bermain true or dare?"tanya Jessica yang mengeluarkan idenya.

Mereka mengangguk menyetujui ide Jessica.

Jessica mengeluarkan smartphone yang bisa menjadi tab, membuka salah satu

aplikasi spinner wheel.

Mengambil beberapa botol alkohol yang tingkat mabuknya menengah.

"Kalau gak mau jawab atau melakukannya harus minum satu gelas alkohol!"Dijawab anggukan dari mereka.

"Oke, gue akan spin"jessica menekannya, dia dan lainnya menatap serius setiap

putaran yang akan berhenti disatu nama, nama itu adalah....

ELIZA

"Haha hey lo pertama!"Seru Karen dengan tawa jahatnya.

"Jadi true atau dare?"tanya Jessica.

"true"

"oke, siapa yang mau ngajuin pertanyaan untuk eliza?"

"gue gue"ucap Karen dengan sangat bersemangat.

"Siapa pemilik hati lo sekarang?"tanya Karen yang disambut sorakan para pria

kecuali Xavier.

"Gak ada"jawabku dengan malas.

"Hah? Masa gak ada sih?"Karen terlihat sedikit kecewa dengan jawabanku.

"Gak ada."

Jessica spin lagi dan jatuh kepada Karen.

"True atau dare?"

"True."

"Siapa mantan terindah lo?"

"Hah?"

Karen memilih minum satu gelas alkohol

meminumnya hingga tandas.

Jessica spin lagi dan kali jatuh kepada pria tampan dan dingin disana, Xavier.

"Kak lo harus pilih dare gue mau tau!"ucap Jessica ngotot ingin kakaknya memilih dare atau tantangan, Jessica sudah banyak pilihan tantangan di otaknya itu.

"Hm."

"Cium bibir salah satu wanita yang ada di bar ini yang lo tertarik"ucap Jessica.

"Woah Jess itu sangat gila"salut Karen menepuk pundak Jessica.

Aku menatap malas mereka apalagi suara berisik dari luar mengganggunya, sekarang aku ingin pulang kerumah untuk istirahat malam ini.

CUP

Aku tercengang dengan kecupan hangat dari seorang Xavier, ini adalah first kissnya.

Bibir yang sedikit basah ulah Xavier, aku menatap tajam pria itu yang beraninya

menciumnya didepan para temannya.

"Daebak! dari sekian banyaknya wanita di bar ini, dia memilih Eliza? Kak lo tertarik

dengan sahabat gue?"tanya Jessica kepada kakaknya yang dingin itu.

"Membosankan"

Xavier pergi meninggalkan mereka begitu juga denganku yang pergi berlalu setelah mengucapkan selamat ulang tahun kepada Riysa dan menyuruh salah satu teman Xavier untuk mengantar Jessica pulang.

*****

"Dari mana aja kamu, Eliza? Ini sudah tengah malam kamu baru pulang?"

Ayah Eliza menatap putrinya.

"Bau alkohol? Kamu mabuk?"

Sekali lagi ayah Eliza mengendus bau pakaian putrinya itu.

"Aku gak mabuk"

Risih dengan ayahnya yang mengendusnya.

"Terus kenapa ada bau alkohol dipakaian kamu?"tanya ayah Eliza masih mencoba bersabar.

"Habis dari bar terus ada orang yang gak sengaja tumpahi alkohol dipakaianku"jawabku dengan mata mengantuk.

"Ngapain kamu ke bar? Habis ngapain kamu disana, Hah?"ucap ayah Eliza menaikkan satu oktafnya.

"Apaan sih Daddy nanya aku mulu?"

"Lihat foto ini yang dikirimkan oleh salah satu teman Mika yang bekerja disana sebagai bartender"

Ayah Eliza menunjukkan satu foto yang

dimana dirinya duduk dipangkuan seorang pria.

"KAMU NGEJALANG, ELIZA?"

"Dad itu memang aku tetapi aku memang hanya jatuh dan tumpahan alkohol itu juga

mengenai pakaianku, memang posisinya terlihat seperti itu karena pria itu langsung

menarik tanganku dan jatuh dipangkuannya tetapi aku langsung menamparnya"jelasku yang memikirkan siapa yang memberikan foto itu kepada ayahnya.

"Kamu jangan bohong, Eliza?"

"Terserah daddy jika mengganggap aku berbohong atau tidak, yang penting aku

sudah kasih penjelasannya. Lagi pula daddy dari dulu juga tidak percaya sama aku dan Elina yang selalu keluar masuk ruang BK bahkan pernah masuk ke kantor polisi"

***

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!