2 HARI YANG LALU
MALAM HARI
Disebuah ruang tamu, perkumpulan keluarga besar dari keluarga Brittania dan
keluarga Dalbert.
Mereka sedang membahas pertunangan
kedua anak cucu mereka yang akan batal sebentar lagi.
Keluarga Dalbert menolak karena ada beberapa alasan yang pertama nyonya keluarga Dalbert yaitu ibu Alaska mempercayakan Alaska untuk menjaga sang tunangannya, yang kedua mereka juga menyuruh Alaska untuk memutuskan pacar backstreetnya didepan semua keluarga.
Tetapi sebelum itu terjadi aku berdiri menentang saat keluarga Dalbert menyuruh Alaska memutuskan pacar backstreet nya.
Kalau itu terjadi pertunangan ini akan
dilanjutkan.
Mikayla dan ibunya ada dikamar walaupun ibu Mikayla sudah menikah dan masuk ke
keluarga ini, mereka tidak boleh duduk saat keluarga besar berkumpul kecuali saat sang kakek nenek si kembar
mengizinkannya.
"Aku gak setuju!"
"Eliza, om tau kalau kamu sakit hati tetapi om mohon jangan membatalkan pertunangan kamu dengan Alaska"ucap ayah Alaska.
"Tetapi om dia sudah berselingkuh dariku saat pesta pertunangannya digelar, hati
wanita mana yang tidak sakit hati saat tunangannya berselingkuh darinya selama
satu tahun lebih!"ujarku dengan nada sendu.
"Ya om tau kalau kamu sakit hati melihat anak om berselingkuh dibelakang kamu,
tetapi om minta tolong untuk pertahankan pertunangan ini sampai kalian menikah yah! Pertunangan kalian sampai menjelang pernikahan adalah permintaan terakhir istri om"
Ayah Alaska berlutut didepan Eliza memohon untuk tidak membatalkan pertunangan gadis didepannya dan anaknya.
Alan ayah Alaska adalah seorang duda beranak dua.
Istrinya sudah meninggal sejak melahirkan sang putrinya, Alan tetap menyayangi putrinya dan menjaganya.
Istrinya mengidap penyakit jantung setelah kandungan istrinya sudah hampir melahirkan baru ketahuan.
Setelah melahirkan putrinya, istrinya masih tetap hidup tetapi bisa bertahan 1 bulan saja.
"Pah ayo bangun jangan berlutut biar Alaska saja yang berlutut papa"
Alaska membantu ayahnya berdiri tetapi ditepis oleh ayahnya.
"Kamu sangat memalukan keluarga, Alaska! Bisa bisanya kamu berselingkuh dari tunangan kamu selama ini, Alaska. Papa malu punya anak kayak kamu!"
"Maaf pah, Alaska salah."
"Tidak, pertunangan ini harus dibatalkan!"tegasku tidak mau dibantah.
"Lagi pula aku tidak mencintainya lagi setelah dia mengkhianati ku."
"Eliza gue mohon jangan batalkan pertunangannya! gue janji akan putusin Mikayla kalau lo mau lihat ketulusan
gue kita bisa langsung menikah"ucap Alaska.
"Bagus juga, kalau gitu kita atur aja tanggal pernikahan kalian kalau bisa Minggu depan"ucap Ayah Alaska.
'Cih mereka ini!!!'
"Tidak ada pernikahan maupun pertunangan!"ucapku.
"Alaska kamu ingatkan perkataan yang aku bilang dulu"
Alaska mengingatnya kembali dan mengangguk.
"Aku akan bilang kepada keluarga kita, tenang aja disini aku yang akan menjadi korban tetapi jika kamu menolak jangan salahkan aku membuat kamu menjadi korban."
"Kamu setuju dengan batalnya pertunangan ini atau-"
Alaska sedikit merinding dengan seringai yang keluar dari bibir Eliza entah apa yang
dia rencanakannya, dia tetap tidak mau batalnya pertunangannya.
Alaska tau kalau dia egois tetapi dia tidak mau Eliza pergi darinya entah kapan rasanya mulai muncul, perasaan ini bukan untuk Mikayla Sahsa tetapi untuk Elizabeth Annabelle Britania.
"Gue gak perduli apa yang lo rencanakan tetapi gue tetap kukuh tidak akan membatalkan pertunangan kita!"tegas
Alaska.
"Gue tau gue egois, tetapi biarkan gue tetap berdiri disamping lo. Lo bebas pukul
gue, hina gue, ngomong kotor ke gue, yang penting gue tetap bersama Lo"
Kata kata yang indah membuat para penghuni rumah menatap Alaska dengan tatapan tidak nyangka termasuk Mikayla yang berdiri menatap sekumpul keluarga besar dari lantai dua.
Tetapi ada satu orang yang tidak tergoda dengan kata kata Alaska, dia menatap malas Alaska yang masih tetap kukuh tidak mau membatalkan pertunangan mereka.
Cih terpaksa dirinya mengeluarkan senjata terakhir.
Aku menyuruh salah satu pelayan untuk mengambil laptopku, aku memberikan kunci kamar kepadanya.
Tak lama kemudian, pelayan turun membawa laptop milikku.
Aku mengeluarkan flashdisk, membuka data dan memasukkan kode keamanan
yang sudah aku pasang berlapis lapis supaya Eliza yang asli tidak menghapus datanya lagi.
Mereka memandangku dengan takjub, jari lentikku menari nari atas keyboard membuka kode keamanan dengan cepat.
"Done"
Video ditampilkan terlihat sepasang remaja tengah memandu kasih dengan latar belakang disebuah gudang sekolahan. (Bab 5)
Satu kata yang aku lihat raut wajah mereka, terkejut dengan video yang aku
tampilkan.
"Bagaimana? Aku gak mau menjalin hubungan dengan seorang pria yang sudah melakukan hubungan suami-isteri karena nantinya ada yang mengaku h-a-m-i-l"ucapku.
PLAKK
"BAJINGAN KAMU ALASKA!!"
"Tenang Alan jangan emosi dulu"
Ayah Eliza menenangkan ayah Alaska yang tengah emosi dengan Alaska.
"Alaska apa benar kamu melakukannya?"tanya ayah Eliza dengan lembut tetapi tegas.
Alaska mengangguk.
PLAKK
BRUKK
"ALASKA!"
Kali ini bukan ayah Alaska yang melakukannya tetapi Marvin dan Melvin yang emosi Alaska mengaku kalau sudah
melakukan itu dengan Mikayla dan mengkhianati adik kandungnya.
Tunggu adik? Marvin memang sudah tidak membenci Eliza tetapi Melvin walaupun masih membenci Eliza dia tidak bisa diam saja melihat adiknya dikhianati oleh pria yang mereka hormati sebagai ketua geng.
Aku sedikit terkejut melihat Melvin yang ikut membuat Alaska babak belur, tidak aneh melihat Marvin yang marah karena adiknya dikhianati karena aku sudah sering melihat tatapan bersalah dan ingin minta maaf tetapi ada gengsi di dalam dada Marvin.
Sedangkan Melvin? Aku tidak bisa membayangkannya dia selalu mencari masalah denganku maupun saat Eliza
yang asli dan membencinya.
'Memang yah hubungan darah itu lebih kental dan tidak bisa berbohong, tetapi aku bukanlah Eliza yang bahagia melihat kedua kakaknya membelanya. It is impossible.'
'Hubunganku dengan mereka cukup sampai disini, aku tidak bahagia dan senang melihat ayah Eliza dan kedua kakaknya menyayangiku. Karena sekarang aku adalah Elisabeth Veronica Louie, dunia yang aku tinggali sekarang sama dengan dunia yang dulu aku tingali.'
'Aku bebas'
"Alan aku minta maaf aku akan membatalkan pertunangan Eliza dengan putramu, tetapi tenang aja hubungan besan kita akan tetap terjalin"ucap ayah Eliza.
"Maksudnya?"
"Kamu sudah lihat sendirikan, putramu dan
Mikayla melakukan itu. Jadi kita nikahkan saja mereka karena aku takut kalau Mikayla hamil diluar nikah"
"Tapi Andika-"
"Kamu gak maukan kalau putramu akan mendapat skandal yang menghamili putri
tiriku?"tanya ayah Eliza.
"Baiklah"putus ayah Alaska dengan pasrah.
Sedangkan Alaska? Dia hanya diam menunduk dengan wajah memar.
Dia tidak berani menatap tunangannya ralat sekarang mereka adalah mantan.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments