"Aku harus menghindari pria ini"ucapku dengan yakin.
*****
Keesokan harinya aku bangun melirik alarm yang ada di nakas yang menunjukkan pukul 6 pagi.
Menurutku itu masih sangat awal jadi aku
memutuskan untuk tidur lagi, tetapi aku baru tersadar kalau sekarang ini bukan dunianya dan lagi aku sekarang masih anak sekolahan bukan anak kuliahan.
Aku terburu buru masuk kedalam kamar mandi, selesai melakukan mandi aku keluar memakai pakaian sekolah putih
abu abu yang lengannya ada logo sekolahnya.
Aku mengoles liptint tipis saja supaya bibirku tidak pucat.
Aku keluar dari turun menggunakan tangan karena menurutku jika menggunakan lift akan lama.
Aku melirik si keluarga brengsek eh salah
maksudnya keluarga Elizabeth yang asli, mereka sedang memakan sarapan bersama satu anggota keluarga Elizabeth
yang baru yah tak lain tak bukan Mikayla.
Aku tidak perduli dengan aktivitas makan
itu, aku melewati mereka dengan tatapan malas.
"Eliza."
Aku membalikan tubuhku melihat si pak tua yang merupakan ayah dari Elizabeth.
Aku menatap malas mereka yang sedang menatapku.
Bisakah mereka tidak memanggilku, aku sangat ingin pergi dari rumah sialan ini.
"Kamu tidak sarapan?"
Cih baru sekarang pedulinya, Kemana saja pak tua selama ini sampai membuat kedua anaknya meninggal.
"Gak"jawabku dengan nada dingin.
"Aku dengar kalau kamu amnesia. Apa kamu masih ingat siapa aku?"tanya Andika lagi.
"Gak"
Aku bisa melihat raut kecewanya dari wajah pak tua itu.
Wajahnya memang masih muda dan cukup tampan, tapi jika dilihat masih lebih tampan Daddyku yang ada di dunia nyata.
Ngomong ngomong tentang dunia nyata, aku merindukan keluargaku.
Bagaimana keadaan mereka saat tau aku tiada lagi disana? Apakah mereka sedih tanpa aku disana?
"Eliza aku Daddy kamu."
"Oh."
"Nona apa anda tidak senang dengan tuan Andika?"tanya Mikayla masuk kedalam obrolan keluarga.
"Kata Jessica, aku memiliki seorang ayah tapi sifatnya sangat bukan mencerminkan seorang ayah yang melindungi PUTRINYA bukan melindungi ORANG LUAR"
Aku menekan kata kata yang membuat pak tua itu merasa bersalah eh sepertinya bukan pak tua doang yang merasa bersalah tapi ada dua orang juga menunduk merasa bersalah.
"Aku pergi"
Aku mengambil kunci motor yang ada di atas meja makan, aku gak perduli itu milik siapa yang penting aku bisa berangkat sekolah tanpa perlu berjalan
kaki ataupun naik bus.
"Eh itu kunci motor gue"ucap Melvin.
"PINJAM"
"Tapi-"
"Udahlah biarkan Eliza memakai motor kamu. Nanti daddy belikan yang baru"potong Andika.
"iya Dad"
*****
INTERNASIONAL LX DIAMOND SCHOOL
CRITTT....
Aku melepaskan helm yang ada di kepala menatap malas mereka sedang menatapku dengan tatapan terkejut.
Aku mulai mencari kelas Eliza 11 IPA 3, jujur aku bingung kenapa Eliza bisa masuk ke kelas IPA bukan IPS padahal nilai ulangan Eliza nilainya sangat buruk.
Akhirnya ketemu juga 11 IPA 3, aku masuk melirik teman sekelasku yang terkejut
denganku.
Tentu aku tau apa yang membuat mereka terkejut.
Penampilanku yang berbeda dari biasanya Elizabeth yang asli selalu memakai kemeja
sekolah yang di ikat sedikit menampilkan pusarnya dan roknya yang bisa diukur dua
jengkal melihat pakaian sekolahnya Elizabeth yang asli mataku langsung sakit
melihatnya.
Aku duduk di kursiku, menaruh tas diatas meja dan kepalaku ada diatasnya, setelah itu apa yang aku lakukan? Tentu saja tidur.
Jessica yang duduk disampingku hanya
menatapku kembali melihat layar sentuh itu.
Tak lama kemudian guru masuk menenteng buku pelajaran.
Disekolah ini memanggil guru wanita dengan sebutan Miss sedangkan guru pria dipanggil Mr.
"Good morning."
"Good morning, miss Jihan"balas mereka.
Selesai Miss Jihan menjelaskan materi dia menulis dua soal di papan tulis menggunakan kapur.
"Baik, silahkan yang mau maju mengerjakan soal didepan."
Mereka melirik temannya tapi dijawab dengan gelengan kepala, soal didepan itu sangat sulit apalagi soal no dua karena itu belum sama sekali dijelaskan.
"Miss, Eliza tidur!"ucap seorang perempuan menunjuk Eliza yang sedang tidur.
Jessica menepuk pelan pundak sahabatnya melihat Miss Jihan sedang berjalan kearahnya.
Tapi bukannya bangun, sahabatnya malah menyuruhnya untuk tidak mengganggunya tidur.
Jessica menghela nafas melihat Miss
Jihan sudah berada disampingnya.
"Eliza bangun kamu."ucap Miss Jihan dengan nada biasa tapi tegas.
"Diamlah Jess jangan menggangguku tidur"sahutku yang aku pikir suara itu adalah Jessica.
Para penghuni kelas menarik nafasnya melihat Miss Jihan mukanya sudah merah padam karena marah, termasuk Jessica yang pasrah sahabatnya akan dimarahi dan dihukum.
"ELIZABETH ANNABELLE BRITANIA!" Teriak Miss Jihan membuatku terbangun
karena teriakan Miss Jihan yang membuatku pengang.
Aku menatap malas dan kesal pada perempuan yang pastinya dia adalah guru
disekolah ini.
Aku melirik papan tulis yang ada dua soal
matematika wajib disana, sekarang aku tau guru ini adalah Miss Jihan yang namanya ada masuk di dalam novel walaupun cuma sedikit tapi keberadaan Miss Jihan juga berpengaruh dinovel karena Miss Jihan adalah mata mata dari sekolah musuh 'Internasional Megantara School'.
Tetapi saat pertemuan tanpa embel embel guru dan murid, Miss Jihan dan Mikayla bertemu saat Elizabeth yang asli
mengganggu Mikayla menggunakan para preman.
Miss Jihan membantu Mikayla dan sejak saat itu Miss Jihan mendukung Mikayla dan membela Mikayla saat Elizabeth
melakukan hal yang buruk kepadanya.
"Kenapa kamu tertidur dijam pelajaran saya, ELIZABETH ANNABELLE
BRITANIA?"
Miss Jihan menatap tajam Eliza.
"Aku ngantuk."
Miss Jihan dan semuanya melotot tak percaya mendengar jawaban dari Elizabeth.
Padahal gadis itu tidak pernah membantah perkataannya karena jika gadis itu membantah perkataannya dia bisa mengadukannya kepada ayah Elizabeth.
Tentu saja gadis itu takut dengan hal itu dan memilih menuruti perintahnya.
"Baik kamu saya hukum. Kerjakan soal didepan papan tulis dengan benar, jika salah kamu harus keliling lapangan
sebanyak 25 kali"ucap Miss Jihan.
"Oke. Jika saya benar Miss harus memperbolehkan saya tidur didalam kelas Miss"ucapku.
"Baik."
Aku memutar bola mataku dengan malas sesekali menguap, aku berdiri melangkah mengambil kapur yang ada dimeja menulis jawaban kedua soal itu.
"Pasti jawabannya salah dan pastinya akan lari, keliling lapangan lagi. "
"Benar, sudah bodoh masih saja tidur didalam kelas. Pasti gagal tuh Eliza karena soal soal didepan itu sangat sulit dan satunya belum diberi penjelasan.
"Done."
Aku melempar kapur itu dimeja kembali duduk ditempatnya, mengabaikan mereka yang berbisik yang tidak tidak tentangku.
Aku menyender melipat tanganku didada menatap Miss Jihan yang terkejut melihat
jawabanku.
Miss Jihan terkejut melihat jawaban Eliza semuanya jawaban benar bahkan cara
caranya itu sangat simpel yang saat itu dia pelajari saat masa masa di bangku kuliah.
"Miss bagaimana apakah jawaban si bodoh itu salah semua?"tanya salah satu siswa yang di nametag tertulis nama Bara.
"Lo masih aja nanya, Bara. Lo lupa kalau si bodoh itu tidak pernah benar dalam mata
pelajaran manapun"sinis siswi bernama Rina.
Dan banyak bisik bisik tentang Elizabeth yang mereka sudah pastikan jawaban yang Elizabeth itu salah.
"Shut up!"Miss Jihan menenangkan kelasnya yang mulai berisik.
Sekarang kelasnya menjadi tenang seperti
sebelumnya.
"Elizabeth"panggil Miss jihan.
Aku menaikkan alisku tanpa menjawab panggilan dari Miss Jihan.
Miss Jihan berdehem untuk menghilangkan canggung.
"Apa ini benar benar jawaban kamu?"tanyanya.
Aku mengernyit mendengar pertanyaan dari Miss Jihan, padahal jelas jelas mereka melihatku menulis jawaban dari soal soal yang dibuat Miss Jihan.
Apa mata mereka buta atau rabun jadi tidak bisa melihatku menulis itu?
"Ya."
"Kamu gak ada buka handphone atau apapun untuk menjawab soal soal ini?"
"Apa maksud Miss? Maksudnya aku curang? Apa kalian gak lihat aku menulis
jawaban di papan itu tanpa melihat apapun?"ucapku dengan kesal.
"Bukan begitu, tapi jawaban ini benar semua tapi cara cara ini dan rumusnya itu biasanya diberikan oleh dosen supaya lebih cepat menghitungnya"
"Apa telingaku gak salah dengarkan kalau Miss Jihan bilang jawaban si bodoh itu
benar semua ?"
"Sibodoh menjadi pintar".
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments
Hana
semangat thor, next
2024-11-04
0