"Kalau kamu tidak mencintaiku bilang saja tetapi jangan berselingkuh dariku. Aku pasti akan mengatakan pada keluarga besar kita untuk membatalkan pertunangannya"ucapku masih berusaha mengeluarkan air mata yang sepertinya sudah mau habis.
"Gue setuju mending lo bilang aja sama Eliza kalau lo gak mau tunangan sama dia,
gak usah pakai cara selingkuh segala"ucap pria berdiri menyetujuiku.
"Benar. Jijik gue melihat cowok berselingkuh"ucap salah satu cewek yang
sepertinya juga sering menjadi korban.
"Itu juga untuk si cewek yang siapa namanya Mika...Mikayla nah itu, jangan
menjadi pelakor seperti pria cuma satu doang didunia"ucap kakak kantin dengan nada sinis.
"Cih gue pikir Mikayla yang nantinya menjadi Queen ILXDS, sekarang gue gak sudi kalau cewek pelakor menjadi Queen.
Cocoknya menjadi Queen pelakor. "
Mikayla berdiri tidak terima dengan pernyataan dan hinaan dari para murid bahkan guru juga ikut mengkritiknya.
"Bukan aku yang menjadi pelakor, tapi Eliza yang mencuri pacarku. Harusnya Alaska menjadi milikku karena sebelum Eliza dan Alaska bertunangan, aku sudah lebih dulu berpacaran dengannya"
"Tetapi Mikayla, aku tidak pernah merebut pacar kamu sama sekali. Kamu juga harus tau pertunanganku dengan Alaska sudah berjalan lima tahun saat umurku baru
menginjak 12 tahun dan Alaska berumur 13 tahun."
"Alaska pergi keluar negeri untuk menemani ibunya yang sedang sakit selama tiga tahun lamanya dan pulang setelah berumur 16 tahun, kami baru menggelar pesta pertunangan saat aku berumur 16 tahun. Dan kamu baru menjalin hubungan dengannya selama satu tahun lebih, jadi aku atau kamu yang merebut Alaska?"jelasku mengingat isi novel.
Susah tau mengingat jalan ceritanya setelah banyak novel karya orang lain bersarang di otaknya.
"Gak, ini bohong."
"Kalau tidak percaya, tanya saja sama pacar kamu dia tau semuanya kok."
"Oh iya kalau ingin tau apa yang terjadi disini coba tanya mereka mereka ini"
Aku meninggalkan kantin yang sebentar lagi akan ribut gara-gara yang barusan.
'Keadaan berbalik'
*****
ROOFTOP
Aku berbaring diatas semen sambil meminum soda yang sudah aku bawa dan melihat langit yang masih terang benderang.
"Huft aku lelah dengan semua ini, kenapa aku yang harus melakukan transmigrasi? Bagaimana keadaan keluargaku yang disana, Daddy, mommy, kak Rayhan, dan kak Bella? Apa aku bisa kembali ke duniaku dulu?"
Banyak pertanyaan saat diriku ini memasuki kedalam tubuh Eliza dan tanpa sadar aku tertidur.
Dan juga tanpa disadarinya ada seorang pria masuk memandang wajahnya yang cantik saat aku sedang tertidur.
"Cantik"Gumam pria itu tanpa bosan menunggu gadis yang sedang tidur dengan tangan gadis itu menjadi bantalnya.
Dua Jam Kemudian
Pria itu masih menunggu Eliza terbangun sambil menunggu pria itu mengerjakan tugasnya menggunakan tab yang dia bawa.
Sedangkan gadis ditunggunya sedang menatap tajam seseorang yang mirip
dengannya.
Melihat sekeliling yang serba putih tidak ada pintu atau jendela sama sekali, putih
dari atas, bawah, kiri, kanan.
Disampingnya orang itu juga mirip dengannya, astaga apa ini kembar tiga?
Tidak...
tidak pakaian yang digunakannya sangat lain aku menggunakan pakaian casual anak kuliahan seperti sebelum aku mengalami kecelakaan, sedangkan kedua perempuan itu menggunakan dress putih
bersih panjang.
Eliza dan Elina yah sekarang mereka berdua berhadapan denganku dengan wajah milik yang dulu, Elisabeth Veronica Louie.
Aku menatap tajam Eliza yang bergandengan dengan Elina.
Aku akan memakinya karena membuatku harus menyelesaikan masalahnya sedangkan dia malah meninggalkan tubuhnya yang masih banyak masalah dan lagi dia menggangguku menjalankan rencanaku.
Wajah yang aku rindukan walau tidak punya cermin untuk melihat wajahnya tetapi aku bisa merasakannya kalau ini wajahku.
Aku memang cantik tetapi jika dibandingkan kedua perempuan didepannya jelas sedikit berbeda.
Aku sekarang no tiga jika dibandingkan dengan mereka berdua.
"Kau Eliza?"
Dia mengangguk.
"Woi Eliza! kamu seenaknya ninggalin tubuh kamu yang masih banyak masalah kepadaku, setidaknya kalau ingin memberikan tubuh itu yang ikhlas dan bebas dari masalah kamu itu. Ini malah aku yang harus selesaiin masalah kamu yang buanyak itu. Nanti aku depresot gimana?"
Dia tersenyum, "Maaf Elisa, aku harus menyelesaikan masalahku, aku juga yang
mengganggu kamu saat ingin membatalkan pertunanganku dengan Alaska."
"Oke aku maafkan, tetapi sekarang tolong balikan aku tubuhku yang dulu!"
"Maaf aku tidak bisa melakukannya, tubuhmu sudah dikuburkan karena kecelakaan itu,"
"What? Apa kamu bilang tubuhku sudah meninggal?"
Ingin rasanya menangisi tubuhnya tetapi apalah dayanya sekarang air matanya tidak keluar sama sekali walau sudah dipaksa.
Dia mengangguk, "Kali ini aku akan memberikan tubuhmu sepenuhnya dan aku tidak akan mengganggumu lagi karena aku sudah memiliki keluargaku disini"Eliza yang asli mengandeng tangan Elina dan tiba tiba Elena ibu dari kedua kembar itu memeluk tubuh kedua saudari kembar.
Aku yang melihat itu tersentuh, Eliza yang asli sudah tenang disini tanpa penderitaan
dan tangisan saat masih didunianya.
Tetapi tetap saja aku masih sedikit kesal dengannya.
"Aku tau kamu masih marah denganku, aku minta maaf Elisa. Tetapi ada yang
harus kamu ketahui tentang dunia ini, ini bukan dunia yang kamu pikirkan tetapi dunia yang kamu tinggali selama ini."
"Apa maksudnya?"
"Sepertinya waktuku untuk bertemu denganmu sudah habis, tolong jaga keluargaku karena ada hal yang lebih
berbahaya dari anaknya Bu Mila."
Eliza yang asli, Elina dan serta Elena -ibu mereka menghilang dengan senyuman
manis dan teduh menatapnya.
"Tunggu kamu belum bilang sama sekali maksud dari perkataanmu itu tentang dunia yang aku tinggali."
Ah sial Eliza itu! Main pergi aja
*****
Aku membuka mataku merenggangkan ototku yang kaku karena tiduran di lantai.
Sadar ada tatapan menyelidik dari belakangnya, melihat siapa pemilik tatapan itu, Xavier Archie Leonhard. Entah apa yang membuatnya menatapku.
"Kenapa kamu ada disini?"
"Cih dasar sok dingin. Sejak kapan kamu ada disini?"tanyaku lagi.
Pria itu tidak menjawab pertanyaan,
memang dasar manusia kaku.
"Kamu akan membatalkan pertunangan dengan keluarga Dalbert?"
"Kenapa kamu bertanya padaku sebelum kamu menjawab pertanyaanku?"tatapan dingin lagi dan lagi menatapku.
Cih nih cowok menanyakan tentang
pertunanganku, gila kah?
"Ya, aku akan membatalkan pertunangan. Kenapa ada masalah?"
Aku bangkit berdiri menepuk rokku yang berdebu.
"Kalau gitu laksanakan perjanjian yang dilakukan yang dilakukan nyokap kita."
Aku menatap bingung, Maksudmu tentang
pernikahan?"tanyaku yang konek dengan perkataannymen Xavier mengangguk.
Aku tersenyum kecil, "Maaf aku tidak mau menikah."
"Kenapa?"tanyanya dengan nada sedikit kecewa atas jawaban dariku.
"Karena aku malas."
Aku berlari kecil turun meninggalkan Xavier sendirian tersenyum tipis dengan jawabanku tadi.
"Elizabeth Annabelle Britania, cari tau siapa dia."
Xavier mematikan panggilan.
"You mine."
*****
Sekarang jam pelajaran sudah dimulai, percumakan kalau aku masuk terus dihukum mending sekarang aku bolos,
hehehe.
Nafasku juga tersengal gara gara berlari menuruni tangga sungguh kejam sekolah ini tidak menyediakan lift, katanya supaya murid semakin sehat. Cih sehat dari mana mati iya.
"Kak aku pesan milk tea ya"
"Oke, lo bolos yah?"tanya kak Anita anak ibu kantin.
"Hehe sekali sekali bolos gak apa apalah." Aku mengambil milk tea dan memberikan uangnya.
"Apa sekali sekali lo kan sudah sering bolos disini."
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments