"Jadi jawabanku benar semua?"
Miss Jihan menggangguk.
"Jadi sekarang sampai seterusnya saya boleh tidur dijam pelajaran Miss kan?"
Miss Jihan kembali mengganguk lagi dengan pasrah dan nantinya dia akan menahan emosi saat melihat muridnya tidur dijam pelajarannya.
Sedangkanku tentu saja kembali tidur setelah melihat jam masih setengah jam lagi waktu Miss Jihan di kelasnya dan akan diganti dengan guru mata pelajaran lain.
*****
"Woi Eliza bangun"
Jessica mengucang gungkan tubuh
Eliza dengan kasar hingga membuatku terbangun.
"Apaan sih kamu? Suka amat ganggu orang tidur"protesku karena tidurku terganggu gara gara Jessica.
"Lo itu yah dari jam Miss Jihan sampai Mr Rossy tidur terus. "
"Yah kan apa salahnya aku tidur lagian Mr Rossy tidak datang juga"
Aku bersiap untuk tidur lagi tapi tanganku ditarik oleh Jessica.
Aku yang masih mengumpulkan nyawa
menatap kesal Jessica yang menarikku sampai ke kantin, tetapi aku pasrah karena sekarang perutku juga lapar setelah dari pagi sampai sekarang belum ada makanan
yang masuk ke perutnya.
Kantin sekolah ini hanya memiliki satu saja walaupun begitu kantin ini sangat luas memakan satu lantai full, banyak stand makanan dan minuman yang menggoda disini.
Apakah harganya makanannya mahal? Tidak juga karena ada beberapa makanan
yang terjangkau tapi ada beberapa juga yang makanannya mahal.
Aku mendaratkan bokongku duduk di samping Karen, katanya mejanya ini memang khusus untuk aku, Jessica dan Karen.
Aku membuka Instagram, aku bersyukur sekali pemilik tubuh tidak memposting sesuatu yang norak seperti yang pernah aku baca di novel dan drama drama.
Yah walaupun banyak komentar jelek tentangku di setiap caption atau
postingannya, aku mengangkat bahuku acuh.
Karen datang membawa makanan kami bertiga, kami memakan makanan kami
dengan tenang tapi ada canda gurau didalamnya sampai sesuatu yang basah tumpah mengenai seragam sekolahku.
Aku menatap kesal gadis berkuncir dua itu.
"Maaf gue gak sengaja."
Gadis itu menutup mulutnya tapi aku melihat jelas kalau gadis itu sengaja melakukannya.
"Apa maksud lo Flower?"Karen mendorong gadis itu.
Namanya Flower Cyra sahabat protagonis wanita yang suka mencari masalah dengan Elizabeth dengan alasan dia gak
suka sahabatnya di bully dan juga Flower iri dengan kekayaan Elizabeth.
"Kan gue bilang tadi GUE GAK SENGAJA." Flower mendorong balik Karen.
"Lo pikir kita gak tau kalau lo itu sengaja cari masalah dengan Eliza"ucap Jessica ikut mendorong Flower dengan sedikit kasar.
"Kan gue udah bilang kalau gue itu gak sengaja."
"Lo-"
"Gak apa apa"potongku mengambil jus jeruk milikku.
"Nah teman lo aja gak apa apa kok lo yang mar.... AKHHH!"
Aku menumpahkan jus jeruk dari kepalanya dengan seringai menatap Flower,
"Ups sorry gak sengaja"
Aku menepuk tepuk tanganku pergi dari kantin.
"Eh tunggu Eliza!"Jessica dan Karen berlari mengejar temannya sudah meninggalkan kantin.
Kantin yang tadi senyap melihat drama didepan matanya menjadi berisik dengan bisik bisik mereka tentang Elizabeth dan Flower.
Biasanya Elizabeth akan diam saja ditempat karena di meja lain ada si kembar dan gengnya yang selalu duduk di sana, tapi sekarang gadis itu berani melawannya didepan si kembar dan gengnya.
"Kamu gak apa apa, Flo?"tanya gadis cantik dengan nada polos dan manis didengar.
"Yah gue gak apa apa kok, Mikayla"jawab Flower tersenyum tipis menatap sahabatnya.
"Ayo aku temanin kamu bersihkan noda di seragam kamu"ajak Mikayla membawa
Flower ke toilet.
Sedangkan di meja lain, mereka berenam tercengang melihat gadis yang selalu diam tidak berani melawan saat ada didekat mereka sekarang apa yang mereka lihat? Seorang Elizabeth Annabelle Spectre berani melawan mereka.
"Jujur itu Elizabeth Annabelle Britania adik kalian bukan sih?"tanya Vincent.
"Gue gak tau"jawab si kembar.
"Jika benar itu Elizabeth adik kalian, wow gue sangat terkejut dengan perubahannya
yang sangat keren dan wajahnya makin cantik jika gue lihat"ucap Calvin.
"Nah benar itu. Alaska jika lo gak mau tunangan lo mending batalin aja, terus Eliza gue mau ajak dia pacaran dan lo bisa leluasa pergi bareng pacar backstreet lo itu"Vincent menyetujui perkataan Calvin.
Alaska diam hanyut dalam pikirannya mendengar perkataan Vincent.
Entah mengapa ia tidak nyaman setelah mendengarnya.
Untuk menjawab semua itu, sepertinya Alaska harus menemui seseorang yang masih terikat hubungan dengannya.
*****
"Eliza gue taruh seragam lo didepan pintu yah! Gue mau ke ruang guru dulu ambil buku"ucap Jessica dengan sedikit teriak.
"Okey thanks."
Aku keluar dari dari toilet dengan seragamku yang baru dibeli oleh Jessica.
Aku membasuh wajahku sedikit mengoles liptint.
Aku keluar dari toilet wanita ingin kembali
ke kelas karena jam pelajaran sudah di mulai dan aku menyuruh Karen bilang sama guru kalau aku sedikit terlambat masuk.
Langkahku terhenti mendengar suara desahan seseorang tapi pelan.
Aku melirik gudang di belakang sekolah untuk kembali ke kelasnya aku harus berjalan
melewati gudang itu.
Awalnya aku terlalu malas dan tidak perduli dengan itu dan kembali berjalan lagi, tetapi desahan dengan nama membuatku memberhentikan langkahku.
Aku memutar arahku melangkah pelan ke gudang, mempertajam pendengaranku
mendengarnya kembali.
"Ahh- Alaska stop ahh-"
"Sayang tolong tahan sebentar!"
"Al tolong jangan membuangnya diluar."
"Aku ingin mengandung anakmu"
"Ahhh I love you sayang!"
"Maaf Kayla, aku belum bisa karena statusku masih seorang tunangan Eliza dan aku tidak ingin kamu di cap pelakor dan wanita hamil diluar nikah"
"Sayang tolong sabar aku akan menyakinkan kedua orangtuaku untuk
membatalkan pertunanganku dengan Eliza"
"Baiklah."
*****
Aku merinding mendengarnya tapi aku bahagia melihat rekaman suara di handphone ku, jadi sekarang aku bisa memutuskan pertunangan mereka.
Tapi sebelum itu aku harus membuat salinan untuk jaga jaga.
Aku meninggalkan gudang kembali menuju kelas, mengetuk pintu yang terbuka melihat guru sejarah yang
bernama Mr Hakim.
"Dari mana saja kamu Eliza?"tanya Mr Hakim menaruh kapur di meja.
"Toilet Mr."
"Izin ke toilet hampir setengah jam"sindir Mr Hakim menunjuk jam digital di dinding.
Aku hanya bisa tersenyum menatap Mr Hakim.
"Udah sana duduk."
*****
Malam hari Aku membuka mataku dengan marah melempar bantal ke pintu, suara gedoran pintu kamarku membuatku
terbangun dengan sangat marah karena baru saja aku tertidur setelah mengerjakan
tugas yang diberikan tadi di sekolah ternyata sangat banyak apalagi tugas kelompok dengan waktu pengumpulan besok hari, tinggal bagianku saja yang
belum selesai.
"Bisa gak jangan menggangguku tidur?"tanyaku dengan marah menatap kedua manusia berdiri didepannya.
"Maaf nona tadi saya mengetuk pintu tapi nona belum buka jadi saya memanggil Kak Melvin"ucap Mikayla menampilkan senyum polosnya kepadaku.
"Ini bukan salah Mikayla tapi salah lo yang gak bangun bangun saat Mikayla bangunin
lo sampai tangannya merah"
Melvin mengelus tangan Mikayla yang sedikit merah. Aku memutar bola mataku malas melihatnya,
"To the point aja deh, Jadi ada apa kalian menggedor kamarku?"
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments