BRAKKK
"Apa maksud lo menggebrak meja orang, Hah?"
Jessica berdiri menatap tajam segerombol para cewek yang make up-nya tebal.
"Lo mending diam kita gak ada masalah sama lo, tapi sama dia!"Sisca yang memimpin kelima cewek yang ada dibelakangnya, menunjuk seorang gadis yang tidak terganggu sama sekali sama suara berisik dan gerbakan nya.
Sisca naik pitam mengambil mangkok yang berisi soto yang masih dalam keadaan panas karena masih baru, Sisca melempar kuah soto ke tubuh gadis yang sedang tidur.
Terus apa yang terjadi?
Tentu saja aksi dari siraman soto milik Karen yang melakukannya Si Sisca, membuatku terbangun merasa panas di tanganku dan basah.
Untunglah tadi aku tidurnya menghadap jendela jadi kuah panas soto tidak mengenai wajah cantikku.
Aku melihat tanganku yang melepuh, seragam yang sudah menjadi kuning.
Aku menatap kesal dan marah kepada si
pelaku yang membuatku menjadi seperti ini.
"Ngapain lo ambil makanan gue terus siram ke tubuh Eliza, HAH??"Karen tidak terima melihat tangan Eliza yang sudah melepuh.
"Lihat tangan Eliza yang sudah melepuh gara gara lo pada!"
Jessica juga melakukan hal yang sama seperti Karen yang marah tidak terima
temannya dipelakukan seperti itu.
"Siapa suruh berani dia tidur saat gue ingin main main dengannya?"
"Jangan lo sakiti Eliza, sialan!!"
Jessica ingin maju saat Sisca ingin menampar Eliza tetapi ada tamparan yang mengenai wajahnya.
PLAKK
"Jangan ikut campur, jalang!"
Chika teman Sisca satu circle, menahan dan menampar Jessica.
"Anjing sialan!"Jessica yang gak tahan menampar balik Chika.
PLAKK
Begitu juga dengan Karen yang ditahan oleh teman Sisca dan mereka memulai perkelahian yang membuat wajah mereka ada memar.
"Hei bitch! Suruh teman lo berhenti mukulin teman gue!"Sisca menepuk pelan pipi korban siriman sotonya.
KRAKKK
"AKHHHH!"
Aku memutar lengan tangan perempuan yang entah siapa namanya yang memegang pipinya.
Ingat di kehidupan sebelumnya sebagai Elisabeth Veronica Louie bisa melakukan apa saja termasuk memukul orang jika aku mau, karena keluarga Louie termasuk keluarga yang terkenal dan memiliki musuh yang banyak membuat anggota keluarganya harus bisa bela diri minimal memiliki sabuk hitam dan
menggunakan senjata api.
"Aku gak ada cari masalah sama kamu."
Aku masih menekan tangannya.
"Akhh-sakit!"
Sisca memukul Eliza untuk minta dilepaskan.
Sisca juga merasa merinding melihat tatapan tajam dari Eliza.
"Jawab dulu pertanyaanku baru aku lepaskan."
"Baik...baiklah!"
"Kenapa kamu menggangguku tidur? Kamu tau peribahasa ini jangan mengganggu kucing tidur"
Jujur Sisca semakin merinding dan takut dengan tatapan Eliza yang semakin tajam dan marah bahkan rasa sakit ditangannya yang rasanya seperti mau patah saja sekarang tidak berasa karena rasa takutnya mengalahkan rasa sakit.
Sisca memang membenci Eliza karena bisa selalu mendekati geng Sky karena
statusnya sebagai adik kandung dari si kembar, tapi yang paling Sisca benci adalah Mikayla Sahsa perempuan yang selalu mengintil geng Sky kemanapun
berada.
Sisca pernah membully Mikayla, tetapi para cowok itu selalu membela Mikayla yang pada akhirnya Sisca dihukum dan diskors selama satu bulan.
Sisca yang kesal melampiaskan rasa
kekesalannya kepada adik si kembar didepan mereka karena jika Sisca melakukan dibelakang mereka, Eliza pasti
akan melawannya.
KRAKKK
"AKHHHH"
Para penghuni kantin ngilu melihat aksi Eliza yang kembali memutar lengan tangan Sisca.
Mereka tidak berani memakan makanannya karena ada aura mencekam yang mereka rasakan.
"Kenapa kamu diam? Aku menyuruhmu jawab bukan diam!"
"Aku bisa membuat tangan kamu tidak bisa kembali bergerak lagi, kamu mau?" Aku menatap geram perempuan itu karena tidak menjawab pertanyaannya membuatnya menunggu.
"Tidak, gue tidak mau!"Sisca menggelengkan kepalanya.
Aku melepaskan lengan tangan Sisca secara kasar kembali duduk dengan kaki bersilang menatap Sisca yang berlutut didepannya.
Aku menghela nafasku sebenarnya aku malas untuk melakukannya tetapi aku juga malas melihat tatapan benci saat di rumah dan disekolah, setidaknya aku harus mengubah tatapan itu menjadi tatapan yang membuatku merasa nyaman.
"Gue membenci lo karena lo bisa dekat dengan geng Sky karena status lo sebagai adik dari kak Marvin dan kak Melvin. Gue mengganggu lo tiap hari karena gue bebas para kakak lo tidak ada yang turun tangan
membela lo seperti anak pelayan di rumah lo itu"jelas Sisca menunduk kepala tidak
berani bertatapan dengan pemilik mata hazel.
"Jadi kamu iri karena aku lahir di keluarga Britania menjadi adik darisi kembar?"
"Ya."
"Kamu ingin menjadi anggota keluarga Britannia?"
"Hah? apa?"
Beo Sisca yang tidak paham maksud dari
pertanyaan Eliza.
"Kalau kamu ingin banget menjadi adik si kembar itu dan dekat dengan gengnya, aku
akan memberikan hak aku ke kamu secara free!"
"Eh Eliza lo udah gila kah?"protes Karen yang duduk disamping Jessica sambil
mengompres memar diwajahnya.
"Kamu bisa menjadi adik mereka termasuk menjadi tunangan Alaska"
Lanjutku tidak mempedulikan Karen dan
Jessica yang menatapku aneh.
"Hahaha sorry Eliza gue sekarang gak minat menjadi lo karena gue gak mau
diperlakukan kayak lo saat gue menjadi lo"
Sisca menolak tawaran Eliza.
"Bukannya kamu tadi bilang iri sama aku?"
"Gue memang iri sama lo tapi gue gak mau menjadi lo karena gue tau bagaimana
mereka perlakukan lo selama ini"ucap Sisca.
Aku bangkit berdiri keluar dari kantin mengambil seragam cadangan di loker, mengganti seragam yang terkena siraman
kuah soto dengan yang baru.
"Sepertinya aku harus mandi, rambut dan badanku bau kuah soto.
*****
Aku keluar dari toilet melangkah kearah kelasnya yang sudah mulai pelajaran sudah sepuluh menit yang lalu.
Jessica sudah memberitahu pada guru mata pelajaran kalau Eliza akan terlambat masuk.
Baru saja ingin mengetuk pintu, tanganku ditarik oleh seorang pria.
Aku meringis karena tangan yang dipegang dan ditariknya itu tangan yang terkena kuah soto.
"Sakit bodoh!"
Seorang pria paruh baya keluar dari kelas menatap kedua murid yang ada didepan kelasnya, "Ada apa ini? Alaska ngapain kamu disini sana kembali ke kelas kamu!"pinta Mr Rossy.
"Maaf Mr, saya hanya ingin membawa Eliza ke UKS karena tangannya melepuh."
"Tangan Eliza melepuh?"
Mr Rossy melihat lengan tangan siswi perempuannya yang sudah memerah dan
melepuh.
"Yaudah sana kalian ke UKS"
Mr Rossy masuk kembali kedalam kelas.
Aku melepaskan genggaman tangan Alaska, "Sakit bego! Gila kamu!"
"Sorry."
"Buat apa kamu disini?"
"Lo tuli dengan ucapan gue yang baru beberapa detik yang lalu"
"Aku tau kamu mau membawaku ke UKS, tapi buat apa kamu melakukannya? Biasanya juga jika aku terluka bahkan bunuh diri aja, kamu gak perduli kan? Daripada mengurusku mending urus aja tuh kekasih rahasia mu itu, aku bisa jalan sendiri ke UKS gak perlu di temani."
Aku meninggalkan Alaska yang berdiri mematung mendengar perkataannya.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments