Brum Brum
Geng Sky turun dari motor membuat gaya yang membuat para murid terpesona dan ada juga yang pingsan.
Selain terpesona ada juga yang iri dengan seorang perempuan berdiri ditengah tengah geng Sky.
Masih ingatkan geng Sky?
Geng si kembar dan temannya yang diketuai oleh Alaska Brylee Dalbert.
Perempuan yang berada ditengah tengah
mereka tak lain tak bukan si Mikayla Sahsa dengan wajah polos dan manis membuat para siswa kagum melihatnya tapi kalau bagi para siswi mereka menatap benci Mikayla karena menurut mereka wajah polos itu polos polos bangsat.
Sedangkan disisi lain Eliza dan kedua sahabatnya memiliki geng mereka sendiri yang diketuai oleh Eliza dan nama gengnya adalah Redmoon.
Selain itu disekolah ini ada yang nama KING and QUEEN.
King and Queen disekolah ini sebentar lagi harus turun dari julukannya menggantikan King and Queen yang baru, begitu juga dengan anggota kesiswaan yang jabatannya harus diganti dengan orang baru.
Siapakah yang akan mendapat julukan King ILXDS and Queen ILXDS?
Yang pasti bukan Elizabeth Annabelle
Britania yang sekarang atau yang palsu karena mendapat julukan itu dan menjadi anggota kesiswaan akan membuatnya sangat malas dan merepotkannya.
"OMG my ayang Alaska!"
"Kalian setuju gak kalau nanti kak Alaska yang menjadi King ILXDS?"
"Oh tentu saja, kami akan memberikan suara supaya kak Alaska yang menjadi King ILXDS!"
"Terus Queennya siapa?"
"Ayang bebep Mikayla dong yang pasti!"
"Nah itu gue setuju, bro"
Dan banyak lagi komentar yang masuk ke telinga geng Sky maupun geng Redmoon.
Mereka hampir menabrak karena kelas mereka berlawanan.
Karen 11 IPS 1, Mikayla dan Vincent berada dikelas 11 IPA 1, si kembar 12 IPA 2, Alaska 12 IPA 1 dan Calvin 12 IPS 1.
"Jalan itu pakai mata!"ujar Calvin.
"Hei dimana mana itu jalan itu pakai kaki bukan pakai mata juga jangan kebanyakan gaya kalau mau jalan!"ucap Jessica menatap tajam Calvin.
Yah memang diakui kalau mereka jalan sambil tebar pesona hingga mereka hampir saja menabrak tubuh ketiga cewek.
Tapi mereka tetap saja gak mau disalahkan yang ada nanti reputasinya hancur.
"Lo yang salah! kenapa jalan itu gak lihat lihat?"
"Kita dari tadi jalan ke kelas dengan tenang yah, kalian yang jalan tapi gak lihat lihat!"protes Jessica.
Aku memutar bola mataku malas melihat perdebatan mereka memilih jalan terlebih
dahulu ingin cepat cepat tidur di mejanya.
Aku kesal sama si pemilik tubuh kenapa gak mau kerjain tugasnya sebelum dia mati sih?
Akhirnya kemarin aku bergadang menyelesaikan tugas bahasa inggris yang
ternyata masih banyak yang belum selesai.
"Hei Eliza jangan tinggalin kita!"
Karen dan Jessica berlari kecil mengejar temannya.
"Lo sadar gak kalau Eliza jadi berubah?"tanya Vincent.
"Maksudnya Eliza kayak power rangers gitu bisa berubah?"
"Maksud gue itu sikapnya bego!"
"Memangnya kenapa sikap Eliza? perasaan sama aja gitu menurut gue"ucap Calvin.
"Masa lo gak rasain. Nih yah dulukan si Eliza selalu caper sama kakaknya dan
tunangannya bahkan sampai bikin ulah disekolah untuk menarik perhatian kalian
bertiga. Tapi sekarang sifatnya berubah tatapannya saat gue perhatiin selalu malas dan jengah terus juga dia gak caper atau buat ulah setelah bangun dari koma nya"jelas Vincent.
Penjelasan Vincent membuat teman temannya mengganguk mengerti.
Alaska terdiam menatap punggung tunangannya yang menghilang masuk kedalam lift bersama kedua sahabatnya.
Ada rasa yang membuatnya tidak nyaman melihat sikap acuh, dingin, dan tatapan malas setiap melewatinya.
Tetapi pikiran itu segera dia tepis karena ada sebuah tangan halus yang menggenggam tangannya.
Alaska melirik perempuan yang menggenggam tangannya Alaska mencium punggung tangan Mikayla kekasih backstreet nya.
Hubungan keduanya sudah berjalan satu setengah tahun setelah Alaska menerima pertunangannya dengan Eliza.
Entah apa yang membuatnya harus menjerat dua perempuan sekaligus dalam
hidupnya, tetapi yang pasti Alaska tidak mencintai tunangannya dia hanya menerima itu karena sang ibu menyuruhnya saat detik detik nafas terakhirnya.
*****
"Baik sekarang kalian kumpulkan tugas science yang Miss suruh!"pinta miss Rina.
"Jess memang ada tugas yah?"ucapku dengan suara pelan.
Jessica mengangguk, "Ya, memang lo gak tau apa?"
Aku menggelengkan kepalaku.
Jelas aku aja gak tau sama sekali tentang Elizabeth Annabelle Britania karena di
novel hanya ada kisah romansa Alaska dan Mikayla yang hubungannya diganggu oleh antagonis.
Hidup antagonis tidak diceritakan secara
detailnya.
"Siapa yang tidak mengumpulkan tugas?"tanya Miss Rina dengan nada tegas.
Sebagai murid yang baik, aku mengangkat tanganku.
Miss Rina menyuruhku keluar membersihkan gudang di belakang sekolah.
Dan disinilah aku berada, gudang dibelakang sekolah.
Aku membuka pintu gudangnya ternyata oh ternyata disana ada sepasang kekasih atau bukan sedang berpelukan.
Aku mengumpat di balik tembok kayu, toh gudang ini masih bersih.
"Lagi?"
"Gila sekolah apa ini sampai mata dan telingaku harus mendengar dan melihat hal hal seperti ini apalagi ini yang kedua kalinya. Kali ini siapa nama pasangan kekasih itu? Ah aku ingat ini suara sih
temannya Mikayla itu."
Seketika aku menyeringai kecil, aku mengeluarkan handphone ku memfoto dan memvideokan mereka.
Setelah itu aku keluar dari gudang menuju kantin sekolah memesan mie ayam dan jus
mangga.
Tak lama kemudian lonceng istirahat berbunyi, para murid menuju kantin termasuk Karen dan Jessica yang mencari sosok temannya itu.
"Enak yah lo ke kantin gak ajak ajak kita!"
Aku melirik malas kembali membaringkan kepalaku ke meja dan mulai memejamkan
mata mengabaikan suara berisik di kantin yang sangat ramai sejak kedatangan Alaska dan lainnya.
"Eliza lo kok tidur terus sih?"protes Jessica yang mulai kesal melihat sahabatnya selalu tidur dimana mana.
Jessica kesal dengan Eliza yang tidak menjawab sama sekali mengabaikannya dan memilih tidur.
Karen menggelengkan kepalanya melihat kekesalan Jessica memilih memakan
makanannya sudah datang.
Sedangkan di meja lain yang diduduki oleh Alaska dan lainnya, mereka memakan
makanan mereka sambil menatap perempuan yang sedang tidur tenang
mengabaikan suara berisik kantin.
"Gila tuh Eliza bisa tidur dengan suara berisik kantin. Gue aja biasanya selalu
terganggu dengan suara yang mengganggu gue"salut Calvin.
"Kan udah gue bilang kalau Eliza itu sekarang kayaknya malas dan mulai tidak perduli dengan sekitarnya"ucap Vincent memakan baksonya.
"Woi lihat tuh geng Sisca sepertinya akan cari masalah lagi dengan mereka!"ucap
Calvin menunjuk segerombolan cewek mendekati meja Eliza dan kedua temannya.
"Kalian gak akan bantu adik lo atau tunangan lo?"tanya Calvin menunjuk si kembar dan Alaska.
"Buat apa bantuin nanti juga sama kayak dulu Eliza pasti akan ngalah untuk mencari perhatian kita!"ujar Melvin mengangkat bahu acuh.
"Ada temannya"ucap Alaska dengan tatapan datar melihat meja Eliza.
"Melvin, Alaska gak boleh kayak gitu mau gimanapun Eliza adik kandung kamu
Melvin dan tunangan Alaska"ucap Mikayla dengan lembut memperingati mereka.
"Tapi Kayla disana ada Jessica dan Karen yang akan membantu Eliza"ucap Alaska mengelus kepala Mikayla dengan lembut.
"Apa kalian lupa kalau Eliza pasti melarang kedua temannya untuk membantu?"tanya
Calvin menatap Marvin yang tampak diam.
Marvin yang sadar akan tatapan Calvin, "Gue akan kesana kalau keadaan sudah parah"ucapnya tidak mengalihkan pandangan ke meja Eliza yang sudah terbangun karena gerbakan meja yang sangat keras dan kuah panas soto milik Karen yang disiram mengenai tubuh Eliza.
***
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 44 Episodes
Comments