Episode 4 Kepolosan Sasa

Akhirnya Sasa pun mengerjakan apa yang bisa dia kerjakan. Satu persatu mulai menempati meja makan, dan chef pun sudah menyiapkan sarapan untuk semuanya. Terakhir Mayor Rendi menuruni anak tangga sembari mengotak-atik ponselnya.

"Busyet, pria yang satu ini auranya beda banget," batin Sasa.

"Sasa, kamu sudah sarapan?" tanya Rafka.

"Belum Mas, nanti saja," sahut Sasa.

"Kak, sarapan bareng kita saja, sini!" ajak Chika.

"Ah, gak usah Nona, nanti saja." Sasa terlihat merasa tidak canggung.

"Jangan panggil Nona, panggil Chika saja." Chika berbicara sembari tersenyum.

Sasa melirik ke arah Mayor Rendi, dia masih saja sibuk dengan ponselnya padahal yang lain sudah mulai melahap sarapan masing-masing.

"Mas-masku, nanti Chika pulang agak telat ya, soalnya mau kerja kelompok dulu," ucap Chika.

"Ke mana?" Rezki, Rafka, Agam, dan Mayor Rendi bertanya bersamaan membuat Sasa sedikit kaget.

"Cie-cie, nanyanya barengan," ledek Chika.

"Pulang jam berapa?" tanya Rezki.

"Sama siapa saja?" tanya Rafka.

"Kerja kelompoknya di mana?" tanya Agam.

"Jangan macam-macam, kerja kelompok di rumah saja jangan buat kerjaan Abang tambah banyak," tegas Mayor Rendi.

"Astaga, yang tiga banyak pertanyaan dan yang satu langsung ke intinya. Ayolah, Chika juga butuh hiburan bosen kalau harus di rumah terus," rengek Chika.

"Dek, kamu itu harus tahu posisi. Sekarang posisi kamu anak siapa? pasti setiap gerak-gerik kamu akan tersorot, jangan macam-macam Dek, kamu harus bisa jaga nama baik Bapak," ucap Rezki.

"Lah, Chika gak pernah macam-macam kok, orang setiap hari dijaga sama Paspampres juga mana bisa Chika macam-macam," sahut Chika.

"Pokoknya diam saja di rumah, pulang kuliah langsung pulang tidak ada bantahan!" tegas Mayor Rendi.

"Ih, Abang nyebelin banget jadi orang. Bang, jangan ketus-ketus gitu, pantas saja semua wanita menjauhi Abang soalnya wajah Abang sangat menyeramkan," kesal Chika.

Mayor Rendi menyeruput kopinya sembari matanya tidak lepas dari ponsel. Dia sama sekali tidak mendengarkan ocehan adik bungsunya itu. Begitu pun dengan ketiga kakaknya yang lainnya memilih diam karena menurut mereka ucapan Mayor Rendi adalah sebuah keputusan yang tidak bisa dibantah sama seperti dengan Bapak mereka.

Sasa menghampiri Chika. "Maaf, memangnya kalian siapanya Bapak Presiden? kok sepertinya kalian dekat banget dengan beliau?" tanya Sasa polos.

Seketika semuanya terdiam dan saling tatap satu sama lain sedangkan Chika terlihat menahan tawanya. "Astaga Kak, kakak tidak tahu siapa kita? padahal saat ini Mayor Rendi sedang viral di mana-mana, Mas-mas yang lain juga sedang jadi sorotan media," ucap Chika tidak percaya.

"Kamu tinggal di belahan dunia mana Sasa?" tanya Agam dengan tawanya.

Sasa menggaruk kepalanya yang tidak gatal sembari tersenyum canggung. "Maaf, soalnya aku gak tahu berita bahkan Bapak Presiden saja baru tahu kemarin," sahut Sasa malu.

"Ternyata ada juga manusia yang tidak mengenal Mayor Rendi, tapi bagus juga sih kakak jangan ikut-ikutan jadi cegil soalnya buang-buang waktu mengidolakan manusia kutub seperti Abang Rendi, gak ada faedahnya," ledek Sasa.

"Cegil itu apa?" tanya Sasa.

"Cegil itu sebutan fans untuk Mayor Rendi, singkatan dari cewek gila karena fans Mayor Rendi itu pada gila, bahkan banyak sekali yang menghalu pacaran atau menikah dengan Mayor Rendi, foto Mayor saja banyak yang ngedit," jelas Chika.

"Owalah, kok bisa ya, sampai segitunya? padahal kalau aku, jangankan mengidolakan Mayor, lihat tatapannya saja aku sudah merinding," ucap Sasa.

"Memangnya kamu pikir aku ini setan, pakai merinding segala," ucap Mayor Rendi dingin.

"Maaf, Yor," sahut Sasa dengan menundukkan kepalanya.

"Yor?" ucap Mayor Rendi dengan mengerutkan keningnya.

"Kan Mayor, jadi biar lebih singkat aku panggil Yor saja," sahut Sasa dengan polosnya.

Seketika Chika dan ketiga saudara laki-laki Mayor Rendi tertawa terbahak-bahak melihat kepolosan Sasa.

"Jangan ketawa, cepat habiskan sarapannya Abang tunggu di mobil 5 menit kalau lebih dari 5 menit, Abang jalan sendiri!" tegas Mayor Rendi.

Ketiga saudara laki-lakinya dengan cepat menghabiskan sarapannya, lalu mereka pun bangkit dari duduk mereka dan segera menyusul Mayor Rendi. Agam menepuk pundak Sasa. "Pertahankan kelucuanmu, Sasa," ucap Agam.

Mereka berempat pun segera pergi menuju gedung putih, begitu pun dengan Chika yang sudah siap-siap akan pergi ke kampus. "Coba kakak lihat di ponsel, siapa Mayor Rendi nanti kakak akan tahu juga siapa kami," seru Chika dengan senyumannya.

"Aku gak punya ponsel, Chika," sahut Sasa.

"Uhuk, uhuk." Chika tersedak mendengar ucapan Sasa.

"Demi apa kakak gak punya ponsel? tahun 2024 masa gak punya ponsel?" ucap Chika dengan wajah tidak percaya.

"Ceritanya panjang, nanti aku ceritain sama kamu," sahut Sasa.

"Tunggu di sini, aku punya sesuatu buat kakak." Chika segera berlari menuju kamarnya.

Tidak lama kemudian, Chika pun kembali. "Ini, kakak pakai saja ponsel aku. Walaupun ponsel bekas tapi masih bagus kok dan masih bisa digunakan." Chika memberikan sebuah ponsel kepada Sasa.

"Ini seriusan buat aku?" tanya Sasa tidak percaya.

"Iya, pakai saja. Nanti aku suruh orang untuk membelikan kartu ponselnya, kakak bisa kan cara masukin kartunya?" Chika memastikan kepada Sasa.

"Bisa, soalnya dulu sempat punya ponsel jadi kalau cuma masang kartu, aku bisa," sahut Sasa.

"Oke, kalau begitu aku berangkat kuliah dulu. Dan ini nomor aku, jadi kakak nanti langsung hubungi aku, ya." Chika memberikan nomor ponselnya kepada Sasa.

"Baiklah. Sekali lagi terima kasih ya, Chika."

"It's oke, tidak masalah. Aku berangkat dulu."

Chika pun berangkat ke kampus dengan dikawal oleh Paspampres. Sedangkan Sasa segera membantu membereskan bekas sarapan mereka. Seperti yang dikatakan Chika, tidak lama kemudian seorang ajudan memberikan kartu buat ponsel.

"Terima kasih, Pak," ucap Sasa.

"Sama-sama."

Setelah selesai mengerjakan pekerjaan, Sasa pun langsung masuk ke dalam kamarnya dan segera memasukan kartu ponsel itu. Setelah aktif, Sasa langsung mencari mengenai Mayor Rendi dan benar saja saat ini Mayor Rendi memang sedang viral. Seketika Sasa membelalakkan matanya, bahkan saat ini Sasa menutup mulutnya.

"Astaga, ternyata mereka anak-anaknya Bapak Presiden," gumam Sasa kaget.

Sasa merasa sangat penasaran, dia pun terus mencari tahu mengenai keluarga Presiden. Terutama mengenai Mayor Rendi yang memang sedang sangat viral saat ini.

"Kalau di foto memang terlihat tampan dan berkharisma tapi kalau melihat aslinya kok sangat menyeramkan sih," gumam Sasa.

Sasa tidak habis pikir, memang benar apa yang dikatakan Chika kalau fans Mayor Rendi sangatlah bar-bar dan mengerikan sampai-sampai Sasa bergidik ngeri melihatnya. Tapi Rezki, Rafka, dan Agam pun tidak kalah banyak fansnya tapi tetap saja fans Mayor Rendi sangat banyak.

Terpopuler

Comments

𖤍ᴹᴿˢ᭄°Riyantiʰⁱᵃᵗ 🦋ιиɑ͜͡✦ᴳ᯳ᷢ

𖤍ᴹᴿˢ᭄°Riyantiʰⁱᵃᵗ 🦋ιиɑ͜͡✦ᴳ᯳ᷢ

aku tau cegil juga karena baca ini Sasa, berarti kita sama ya 🤣 kurang pergaulan kita 🤭

2024-07-07

4

❤️⃟Wᵃf🧸🍒🍾⃝ͩɴᷞαͧуᷠαͣ❣️ 📴

❤️⃟Wᵃf🧸🍒🍾⃝ͩɴᷞαͧуᷠαͣ❣️ 📴

emang kayak gitu sa, asli sama foto emang berbeda tapi kalau kamu udah kenal lebih dekat pasti kamu gak bakal bilang menyeramkan lagi 🤣🤣🤣 pasti bakal bilang tampan sekali 🤭

2024-07-06

1

❤️⃟Wᵃf🧸🍒🍾⃝ͩɴᷞαͧуᷠαͣ❣️ 📴

❤️⃟Wᵃf🧸🍒🍾⃝ͩɴᷞαͧуᷠαͣ❣️ 📴

wkwkwk sasa polos amat iya masa gak tau kalau mereka itu anaknya presiden 🤭,

2024-07-06

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!