Episode 19 Kakak Posesif

Chika kembali melihat ponselnya. "Tenang Mas, ini ada lagi. Ini temanya Frozen, lucu banget," ucap Chika antusias.

Chika pun kembali mengirimkan foto cake yang ke dua kepada Mas-masnya dan Abangnya.

(gambar diambil dari Google)

"Nah, itu gambarnya princes Elsa yang frozen itu, lucu kan?" ucap Chika.

Mayor Rendi yang sedang menyeruput kopinya sampai menyembur ke wajah Sasa membuat Sasa kaget. "Astaga, kok wajah aku disembur sih, Yor?" kesal Sasa.

"Ah, maaf-maaf gak sengaja," sahut Mayor Rendi.

Sasa pun akhirnya pergi dan masuk ke dalam kamarnya untuk mengganti bajunya dan mencuci wajahnya yang terkena semburan kopi.

"Itu princes Elsa atau banci perempatan, Dek? Ya Allah, ngeri banget wajahnya," ucap Agam.

"Sebenarnya mama teman kamu itu beneran jualan cake, Dek?" tanya Mayor Rendi tidak percaya.

"Ya, beneran lah Bang kan aku tidak pernah diajarin untuk bohong. Tunggu, ada satu lagi aku kirim," ucap Chika.

(gambar diambil dari Google)

"Ya Allah, maafkan hamba jika hamba banyak melakukan dosa dan khilaf. Kuatkan hamba ya, Allah kenapa aku bisa mempunyai adik begini," ucap Rafka dengan mengusap wajahnya.

"Jadi Mamas Rafka mau yang mana nih? atau mau tiga-tiganya saja? kapan lagi bisa dibayarin sama Abang," ucap Chika dengan senyumannya.

"Buruan Raf, kesempatan tidak datang dua kali itu penawaran menarik," goda Rezki dengan tawanya.

"Kalau aku jadi Mas Rafka, sikat saja," ledek Agam.

"Sepertinya beli satu saja dulu, nanti kalau rasanya enak, kita beli lagi. Gak apa-apa, kan?" ucap Mayor Rendi.

"Gak apa-apa lah Bang, itung-itung aku bisa bantuin mama teman aku," sahut Chika.

"Buruan pilih, Mas," ledek Agam cekikikan.

"Ya Allah, pilihan yang sulit. Tapi kalau maksa mau beli, Aku pilih yang Minion saja lebih masuk akal," sahut Rafka lemah.

"Loh, kamu merasa terpaksa?" tanya Mayor Rendi.

"Mas tidak bersyukur sekali jadi manusia," timpal Agam.

Sedangkan Rezki hanya bisa ngakak sembari memegang perutnya yang terasa sakit itu.

"Yakin, Mamas cuma mau pesan satu?" tanya Chika.

"Hai bocil, Mas tahu ya, isi kepala kamu," kesal Rafka.

"Ih, kok Mas Rafka kasar banget sih ngomongnya," ucap Chika.

"Sabar Raf, kan lagi ulang tahun," ucap Rezki.

Rafka memukul wajah Rezki dengan bantal. "Mas kayanya bahagia sekali, aku disakiti seperti ini," kesal Rafka.

"Ya sudah pesan satu saja, bayarnya bisa transfer kan?" tanya Mayor Rendi.

"Bisa dong," sahut Chika.

Mayor Rendi pun segera membayar cake itu. "Sudah ya, Dek. Abang mau ke kamar dulu," ucap Mayor Rendi.

"Oke, terima kasih Abang tampan," sahut Chika dengan bahagianya.

Rezki dan Agam tidak henti-hentinya tertawa, sedangkan Rafka tampak sangat frustasi. Bagaimana tidak, adiknya mau belikan cake yang bentuknya seperti buatan anak TK sungguh diluar nalar.

***

Malam pun tiba...

Sasa sedang melihat-lihat ponselnya di pinggir kolam renang sembari cekikikan.

"Astaga, aku kira kuntilanak malam-malam cekikikan di pinggir kolam," ucap Agam dengan menghampiri Sasa.

"Yaelah Mas Agam, masa suara merdu kaya gini dibilang kuntilanak," sahut Sasa.

"Lagi ngapain kamu?" tanya Agam sembari duduk di samping Sasa.

"Ini Mas, aku sedang lihat video-video lucu bikin ngakak," sahut Sasa.

"Lah, si Agam lagi ngapain sama si Sasa di tempat gelap," ucap Rafka.

"Ayo kita samperin, takutnya terjadi hal-hal yang tidak diinginkan," sahut Rezki.

Keduanya berlari. "Hayo kalian lagi ngapain?" ledek Rafka.

"Kita lagi ngobrol saja," sahut Agam.

"Yakin, cuma ngobrol saja?" goda Rezki.

"Memangnya Mas berharap aku ngapain sama Sasa? saling jorokin ke kolam renang gitu," sahut Agam polos.

"Bukan itu maksud kita," ucap Rafka.

"Terus apa?" tanya Agam.

"Ah, sudahlah lupakan saja," sahut Rafka.

"Chika ke mana? tumben dia gak sama kamu Sa?" tanya Rezki.

"Tadi katanya ngantuk, mau tidur," sahut Sasa.

"Oh iya, Sa, kita belum tahu nomor kamu, minta dong kali aja suatu saat butuh sama kamu," ucap Rafka.

"Boleh Mas, ini Mas lihat saja," ucap Sasa dengan menyerahkan ponselnya kepada Rafka.

Rafka awalnya mau menulis nomor Sasa, namun ada sesuatu yang menarik untuk dia lihat. Rafka melihat status WA Chika, di sana terlihat Chika memposting sebuah foto laki-laki dengan caption "stay in my heart forever". Rafka merasa bingung karena dari kemarin tidak ada postingan adiknya itu padahal sudah jelas-jelas Chika posting itu baru setengah jam yang lalu.

"Lah, kok di aku gak ada story si bocil," ucap Rafka.

"Ada apa?" tanya Rezki.

"Lihat deh, ini story Chika setengah jam yang lalu tapi di aku gak ada dia buat story," ucap Rafka dengan memperlihatkan ponsel Sasa kepada Rezki dan Agam.

Rezki dan Agam segera mengecek ponsel masing-masing dan ternyata di mereka pun tidak ada story Chika. "Ah elah, ini namanya dia memblokir nomor kita supaya tidak bisa melihat storynya," ucap Agam.

"Raf, telepon dia suruh turun ke sini," perintah Rezki.

"Baik, Mas." Baru saja Rafka ingin menghubungi Chika, tiba-tiba Chika pun datang.

"Halo semuanya, kalian lagi ngapain? kok gak ajak aku sih?" ucap Chika dengan suara cemprengnya.

"Astagfirullah bocil, bukanya rajin belajar malah pacaran," kesal Rafka.

"Maksud Mamas apa?" tanya Chika bingung.

Agam mengambil ponsel Sasa dan memperlihatkannya kepada Chika. "Ini cowok yang kemarin pakai motor ninja merah itu kan?" tanya Agam.

"Kenapa story WA kamu tidak ada di kita? apa kamu memblokir kita semua?" tanya Rezki penuh penekanan.

"Wah, parah kamu, Dek," sambung Agam.

"Orang dia cuma teman aku kok," sahut Chika menundukkan kepalanya.

"Mana ada teman, kaya gitu," ucap Agam.

"Ada apa ini?" tanya Mayor Rendi yang tiba-tiba sudah berada di sana.

"Ini Bang, coba lihat ini," ucap Rafka memberikan ponsel Sasa kepada Mayor Rendi.

"Lah, kok di ponsel Abang gak ada?" ucap Mayor Rendi.

"Justru itu Bang, di ponsel kita juga gak ada. Sudah jelas ini Adek memblokir nomor kita biar dia bisa bebas bikin status cowoknya," sahut Rezki.

"Oh gitu, kamu sudah mulai berani ya, Dek," ucap Mayor Rendi dingin.

"Kalau dilihat-lihat dari tampangnya ini anak tengil juga, Lama-lama Mas sikat juga nih anak," ucap Rafka.

"Kompor banget si Mas, orang aku sama dia cuma temenan kok," kesal Chika.

"Alasan saja kamu, Dek. Teman apaan, captionnya sweet kaya gitu," sahut Agam.

"Orang mana dia, Dek? Mas ingin silaturahmi sama dia," ucap Rezki.

"Minggu bawa ke sini, mau Abang ajak sparing kalau dia berhasil mengalahkan Abang, Abang akan izinin dia temenan sama kamu," tegas Mayor Rendi.

"Hayo loh," ledek Rezki.

"Pelan-pelan Bang, jangan langsung di ulti seperti itu," ucap Agam.

"Minimal ajakin latihan gabungan pasukan dulu Bang," timpal Rafka.

"Kalau bisa selesai dalam satu kali tindakan, kenapa harus lama-lama," sahut Mayor Rendi.

"Orang seperti itu harus segera dibumi hanguskan," ucap Rezki.

"Ih, ini semua gara-gara Mamas kompor banget sih jadi orang, jadi merepet ke mana-mana kan akhirnya," kesal Chika.

"Mulai hari ini jangan coba-coba blokir nomor kita lagi, dan jangan ada akun cadangan. Ini perintah, paham kamu!" tegas Mayor Rendi.

"Paham, Bang," lirih Chika.

Chika hanya bisa menekuk wajahnya, sedangkan Sasa merasa bersalah kepada Chika karena kakak-kakak Chika tahu itu dari ponselnya.

Terpopuler

Comments

꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂

꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂

kalau aku di suruh milih juga milih minion itu yg paling enak di liat

2024-07-19

1

ᴄʜɪᴀ

ᴄʜɪᴀ

chika berani banget sih blokir nomor Abang nya semua 🤦🤭

2024-07-14

1

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔

agak mendingan sih yang Minion mah 🤣

nah loh Chika ketauan deh 🤭

2024-05-31

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!