"Ayo jalan, Mayor," ucap Sasa.
Seketika para wanita dengan berbagai umur berlarian hendak menghampiri Mayor tapi dengan sigap Sasa, sopir, dan ajudan menghadang mereka.
"Hai, kalau fans yang santai dong jangan rusuh!" teriak Sasa.
"Kita mau foto, Mbak!" teriak salah satu perempuan.
"Maaf ya, Mbak, untuk saat ini Mayor sedang tidak mau di foto dulu jadi diharapkan kalian mengerti," sahut Sasa.
"Satu kali saja Mbak, please."
"Astaga, ngeyel banget sih nih orang," batin Sasa dengan kesalnya.
Sasa pun segera menyuruh Mayor Rendi untuk berjalan cepat supaya langsung masuk ke tempat gym. Tapi pada saat Mayor berjalan, entah dari mana seorang ibu-ibu datang dan mencubit pipi Mayor Rendi membuat Mayor Rendi kaget dan terlihat sekali wajah dia merasa sangat kesal. Begitu pun dengan Sasa yang merasa geram karena sudah kecolongan.
"Astagfirullah, ini Mayor Bu bukan Cipung ngapain cubit-cubit segala!" geram Sasa.
"Habisnya Mayor Rendi ngegemesin sih," sahut Ibu-ibu itu.
"Sana lari Yor, mereka biar aku yang urus," ucap Sasa.
"Kamu yakin?" tanya Mayor Rendi.
"Yakin, sudah sana masuk nanti aku nyusul," sahut Sasa.
Ajudan Mayor Rendi pun segera mendorong tubuh Mayor supaya segera pergi, sedangkan Sasa dan sopir pribadi Mayor berusaha menghalau para wanita gila itu. "Astaga, benar apa yang dikatakan Mas Rafka, mereka sangat menyeramkan," batin Sasa.
Sasa yang mencoba menghalau malah terkena cakaran dan grauk dari para fans Mayor Rendi bahkan sekarang keadaan Sasa mulai acak-acakan dengan rambut yang tidak karuan. Si sopir meminta bantuan sekuriti dan tidak membutuhkan waktu lama, sekuriti pun berhasil menyuruh fans Mayor Rendi untuk bubar. Walaupun pada kenyataannya mereka tidak benar-benat bubar karena mereka masih ingin menunggu Mayor Rendi keluar dari gym itu.
"Busyet, fansmu ganas sekali, Yor." Sasa masuk ke dalam tempat gym dengan napas yang ngos-ngosan.
Mayor Rendi yang sudah mulai ngegym hanya melirik sedikit ke arah Sasa, Lagi-lagi Mayor Rendi menahan senyumannya melihat penampilan Sasa yang tak karuan itu. Sasa melihat kalau Mayor Rendi sedang menahan senyumannya membuat Sasa sedikit kesal.
"Kalau mau ketawa, ketawa aja Yor jangan ditahan nanti jadi penyakit kalau ditahan," sindir Sasa.
"Apaan sih, siapa juga yang mau ketawa," ketus Mayor Rendi.
"Alah, sudah kelihatan tadi kalau Mayor menahan tawa. Puas kayanya lihat aku acak-acakan seperti ini," kesal Sasa.
"Dari pada kamu marah-marah seperti itu mendingan ikut ngegym," ucap Mayor Rendi.
"Ogah, ngapain capek-capek ngegym tangan aku pada perih ini akibat keganasan para cegilmu," kesal Sasa.
Sasa duduk di selonjoran di depan kaca sembari memainkan ponselnya dan lagi-lagi seperti itu saja bisa membuat Mayor tersenyum. Sementara itu di rumah Palapa, Chika dan ketiga Masnya sedang santai-santai di tempat biasa. Mereka sibuk dengan ponsel masing-masing, hingga Chika merasa terkejut melihat video Abangnya dan Sasa.
"Buset, kasihan Kak Sasa," celetuk Chika.
"Kenapa Dek? ada apa dengan Sasa?" tanya Rezki panik.
"Banyak banget video Abang sama Kak Sasa di tempat gym, bahkan sampai fyp pula," sahut Chika.
"Video apaan?" tanya Rafka.
"Lihat saja sendiri." Chika memberikan ponselnya kepada Mas-masnya.
"Astaga, video call Dek, tanyain si Sasa gak kenapa-napa kan?" ucap Agam.
"Oke, aku video call Kak Sasa."
Chika pun dengan cepat menghubungi Sasa dan ketiga Masnya ikut memastikan. "Lah, Chika video call nih," gumam Sasa.
Sasa langsung mengangkat telepon dan sedikit menjauhkannya. Terlihat Chika dan ketiga Masnya berdesakan di layar ponsel.
"Sa, kamu gak apa-apa kan? kamu gak dikejar-kejar cegilnya Bang Rendi kan?" tanya Agam panik.
"Enggak kok Mas, cuma dicubit, cakar, dan grauk saja. Tuh lihat tangan aku akibat keganasan mereka." Sasa memperlihatkan tangannya yang terluka akibat cakaran.
"Sudah ku duga," ucap Rafka.
"Sa, nanti kalau pulang jangan lupa bilang sama Abang beli betadine sama plester dulu," ucap Agam.
"Gak usah, di sini betadine sama plester banyak, daripada gak kepakai untung kamu luka-luka jadi bisa kepakai tuh betadine sama plesternya," ledek Rezki.
"Ya Allah, jahat banget Mas Rezki," sahut Sasa dengan wajah sedihnya.
"Tapi Kak Sasa hebat loh, bisa menghalau para cegilnya Bang Rendi. Padahal cegil Bang Rendi itu kebanyakan Emak-emak, tahu kan Emak-emak itu adalah ras terkuat di muka bumi ini," ucap Chika.
"Kamu tangguh banget Sa, aku saja ogah disuruh ngadepin cegilnya Abang terlalu menyeramkan," sambung Rafka.
"Terpaksa Mas, kalau tidak dituruti justru aku yang semakin tersiksa," bisik Sasa.
"Oh, jadi kamu terpaksa ikut denganku?" ucap Mayor Rendi dengan dinginnya.
"Tuh kan, sudah dulu ya Mas, Mayor sudah marah," ucap Sasa.
Sasa pun dengan cepat mematikan video callnya lalu menghampiri Mayor. "Siap, salah."
Sasa hendak push up namun Mayor Rendi melarangnya. "Kali ini jangan push up, ikuti saja aku," ucap Mayor Rendi.
Sasa dengan terpaksa harus mengikuti gym, Mayor Rendi melihat kalau tangan Sasa ada bekas cakaran. "Nanti pulangnya mampir apotek, obati luka di tanganmu," ucap Mayor Rendi dingin.
"Tidak usah Yor, kata Mas Rezki di rumah banyak betadine sama plester daripada tidak terpakai mending aku saja yang pakai," sahut Sasa.
Mayor Rendi tersenyum tipis, lalu dia pun melanjutkan ngegym. Tidak lama kemudian, pintu gym terbuka, Sasa otomatis menoleh dan berapa terkejutnya dia saat melihat siapa orang yang masuk itu. "Mr.Chen," batin Sasa ketakutan.
Sasa dengan cepat menghampiri Mayor Rendi dan berdiri di samping Mayor dengan tubuh yang bergetar. "Kamu kenapa?" tanya Mayor Rendi bingung.
"Yor, tolong halangi aku, itu ada mantan majikan aku, aku takut dia mengenaliku," bisik Sasa dengan bibir yang bergetar.
Mayor Rendi menoleh ke belakang, dan terlihat pria bermata sipit itu ingin melakukan gym juga di sana. Mr.Chen menoleh juga dan melihat ke arah Sasa, namun dia tidak melihat wajah Sasa dengan jelas karena Sasa tertutup topi yang dia gunakan juga. Tapi Mr.Chen merasa kenal dengan Sasa dan terus memperhatikan Sasa.
Mayor Rendi mengetahui itu, dia pun merangkul pundak Sasa membuat Sasa terkejut. "Jangan menoleh ke belakang, ayo keluar," ucap Mayor Rendi.
Sasa pun keluar bersama Mayor Rendi, Mr.Chen masih saja melihat ke arah Sasa karena merasa curiga. "Itu seperti Sasa," batin Mr.Chen.
Pada saat bekerja dengan Mr.Chen, Sasa memang merubah penampilannya tapi akhir-akhir ini Mr.Chen tahu kalau Sasa menipunya dan dia sudah tahu wajah asli Sasa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂
wah wah ini kalau Mr. Chen tau itu sasa bisa " dia ngikutin
2024-07-18
1
ᴄʜɪᴀ
waduh sasa sekarang dalam bahaya nih
2024-07-14
1
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
edan ganas nya para fans mayor terkesan lebay banget sampe anarkis gitu ...
waduh ada mantan majikan Sasa ....jadi masalah nih
2024-05-24
1