Episode 11 Cari Gara-gara

Beberapa saat kemudian, semuanya sudah melakukan hukuman masing-masing.

"Pergi ganti baju kalian, habis itu langsung tidur," ucap Mayor Rendi.

"Iya, Bang," sahut semuanya serempak.

Semuanya kembali ke kamar masing-masing, sedangkan Mayor Rendi kembali masuk ke ruangan kerjanya menyiapkan agenda untuk besok.

***

Keesokan harinya....

Bapak Wibowo dan Mayor Rendi sudah berpenampilan rapi, pagi ini Bapak Wibowo akan ikut main golf terlebih dahulu bersama teman-temannya. Baru setelah itu beliau berlanjut menghadiri acara dari sahabatnya. Itu hanya acara pernikahan dari anak sahabatnya jadi semua anaknya tidak perlu ikut semua.

"Kalian harus ingat tugas kalian semua, awas saja kalau Abang dan Bapak pulang semuanya belum beres," ancam Mayor Rendi.

"Siap, laksanakan!" sahut semuanya serempak.

Bapak Wibowo dan Mayor Rendi pun segera berangkat, sedangkan Rezki dan yang lainnya masih asyik sarapan.

"Pasti Abang sama Bapak pulang malam, nanti mobil Abang mau aku pakai dulu sebentar," ucap Rafka.

"Enggak, jangan macam-macam kamu Rafka," sahut Rezki.

"Iya, jangan cari penyakit," timpal Agam.

"Hanya sebentar doang, lagian Abang gak bakalan tahu kok baru habis itu aku cuci mobilnya," ucap Rafka dengan santai.

"Memangnya Mas mau ke mana? kan ada mobil Mas ngapain pakai mobil Abang," ucap Chika.

"Mobil Mas kan lagi di bengkel di servis," sahut Rafka.

"Pakai mobil aku aja atau mobil Mas Rezki," sahut Agam.

"Ogah, masa mau ngedate pakai mobil Jeep mana mau Helen di bawa pakai mobil kaya gitu memangnya kita mau out bond apa," sahut Rafka.

"Tapi lebih baik jangan Raf, ngeri kita kalau ketahuan Abang. Kamu tahu sendiri kan tahu kalau Abang paling gak suka jika barang-barangnya di pakai oleh orang lain," ucap Rezki khawatir.

"Mas jangan nyari gara-gara, nanti kita semua dapat hukuman lagi," ucap Chika.

"Kalian tenang saja, Abang gak bakalan tahu kecuali jika di antara kalian ada pengkhianat yang ngadu sama Abang. Lagipula aku cuma sebentar kok, siang juga pulang," sahut Rafka santai.

"Pokoknya kalau sampai Abang tahu, jangan bawa-bawa kita dalam urusanmu," kesal Rezki.

"Oke, aku gak bakalan melibatkan kalian," sahut Rafka dengan santainya.

Rafka segera mandi dan bersiap-siap, dia pacaran dengan Helen baru 3 bulan. "Aku pergi dulu, ya!" teriak Rafka.

"Jangan lama-lama," ucap Agam.

"Siap."

Rafka pun pergi menggunakan mobil Mayor Rendi dan ketiga saudaranya merasa sangat khawatir karena mereka tahu jika Rafka orangnya sedikit ceroboh. Sepeninggalnya Rafka, semuanya mulai mengerjakan tugas yang diberikan oleh Mayor Rendi. Agam membersihkan kandang kuda dibantu oleh Sasa, Rezki membersihkan kolam berenang, dan Chika memberi makan ikan dan burung peliharaan Mayor Rendi.

"Wih, si Rossi makin gagah saja. Kamu belum olahraga kan Rossi, sebelum kamu mandi mending kita olahraga dulu," ucap Agam.

Agam mulai menaiki tubuh Rossi. "Sa, aku bawa Rossi olahraga dulu," ucap Agam.

"Siap, Mas."

Agam pun mulai menunggangi kuda kesayangan Rafka itu dan awalnya terlihat biasa-biasa saja. Baru saja mulai pemanasan, Agam langsung memacu Rossi supaya berlari lebih kencang lagi, Agam terus memukul Rossi supaya berlari hingga Rossi pun marah dan berlari sangat kencang. Agam mulai panik, dia mencoba menghentikan Rossi namun Rossi terlanjur marah.

"Astaga Rossi, berhenti kamu!" teriak Agam.

"Ya Allah, kenapa kudanya berlari sangat kencang," ucap Sasa panik.

Rossi terus berlari, hingga dia pun kelelahan dan tidak kuat melompat pada saat ada palang kayu. Kaki Rossi tersandung, hingga akhirnya Rossi dan Agam pun terjatuh berguling-guling di tanah.

"Ya Allah, Mas Agam!" teriak Sasa.

Sasa dan beberapa orang yang dipercaya mengurus kuda langsung berlari menghampiri Agam. Sasa melihat keadaan Agam, sedangkan orang-orang membatu Rossi untuk berdiri dan membawanya kembali masuk kandang.

"Mas tidak apa-apa?" tanya Sasa panik.

"Tidak apa-apa, hanya siku dan lutut aku berdarah Sa," sahut Agam.

"Ya sudah, aku bantu dan aku obati Mas Agam di dalam saja," ucap Sasa sembari memapah Agam.

Rezki dan Chika kaget melihat Agam dipapah oleh Sasa. "Loh, Mas Agam kenapa?" tanya Chika panik.

"Jatuh dari atas kuda," sahut Sasa.

"Lah, kok bisa? kamu pakai si Rossi?" tanya Rezki.

"Iya," sahut Agam singkat.

Sasa pun datang dengan membawa kotak obat-obatan dan mulai mengobati luka Agam. "Astaga, si Rossi itu gak mau ditunggangi sama yang lain, dia hanya ingin ditunggangi sama si Rafka saja," ucap Rezki.

"Heem, Mas Agam ada-ada saja. Sudah tahu si Rossi itu cinta mati sama Mas Rafka dan gak mau disentuh sama sembarang orang," timpal Chika.

"Ya, kali aja sekarang si Rossi sudah baik gitu makanya aku coba nunggangi dia," sahut Agam.

"Terus, bagaimana dengan si Rossi, apa dia baik-baik saja? jangan bilang dia terluka, bisa-bisa perang Dunia ketiga kalau sampai Rossi terluka," ucap Rezki.

"Entahlah, tapi kayanya dia baik-baik saja kok," sahut Rafka.

Semuanya kembali melanjutkan pekerjaan masing-masing, hingga akhirnya menjelang siang semuanya sudah selesai. Ketiganya melepas lelah di ruangan biasa. "Ini, aku buatkan jus jeruk untuk kalian." Sasa membawakan tiga gelas jus jeruk.

"Wah, terima kasih, Kak," ucap Chika.

"Sama-sama." Sasa seperti biasa duduk di bawah, dia tidak mau ikut duduk di atas sofa walaupun semuanya sudah menyuruh Sasa supaya tidak duduk di bawah.

"Selamat siang, semuanya!" ucap Rafka.

"Bagaimana, apa tugasnya sudah selesai?" tanya Rafka.

"Sudah lah," sahut Agam.

"Kandang kuda sudah sangat bersih kan? jangan sampai kandang Rossi ada kotor sedikit pun," ucap Rafka.

"Lihat saja sendiri," sahut Agam.

"Loh, siku sama lutut kamu kenapa?" tanya Rafka.

Agam langsung pucat, dia melirik Rezki dan Chika berharap mereka akan membantu menjawab. "Ah, tidak apa-apa tadi aku terpeleset saat membersihkan kolam renang," dusta Agam.

"Oh, kalau begitu aku mau melihat Rossi dulu soalnya sejak pagi belum aku ajak jalan-jalan," ucap Rafka.

Semuanya tampak panik. "Mampus kamu Agam, kalau sampai dia tahu tadi peliharaannya jatuh bisa-bisa ngamuk dia," ucap Rezki.

Rafka melangkahkan kakinya ke kandang Rossi, dia melihat Rossi sedang rebahan di dalam kandangnya. "Lah, kok rebahan sih? ini bukan jam tidur, bro," ucap Rafka.

Rafka mulai masuk dan menarik Rossi untuk berdiri, namun ada yang aneh karena Rossi lagi-lagi terjatuh dan seakan-akan tidak mau berdiri. "Ayo berdiri Bro." Rafka terus mengajak Rossi untuk berdiri tapi lagi-lagi Rossi terjatuh.

"Kok aneh, ada apa ya?" gumam Rafka.

Rafka mulai memeriksa keadaan Rossi, hingga beberapa saat kemudian, Rafka terkejut dengan bercak darah dekat kaki Rossi. Rafka mulai memeriksanya, seketika Rafka membelalakkan matanya saat melihat kaki Rossi terluka dan berdarah.

"Astaga, kamu kenapa?"

Terpopuler

Comments

꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂

꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂

rafka dan agam siap " perang ini si agam juga udah tau rossy nya hanya mau sama agam malah di naikin

2024-07-18

1

ᴄʜɪᴀ

ᴄʜɪᴀ

rafka jangan ngeyel saudara mu sudah mewanti wanti loh

2024-07-12

1

ꪶꫝNOVI HI

ꪶꫝNOVI HI

giliran rafka yg ngamuk🤣🤣

2024-05-17

1

lihat semua
Episodes

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!