Malam pun tiba, rombongan Bapak Wibowo dan Mayor Rendi sampai di rumah Palapa. "Bapak langsung istirahat saja, karena besok pagi agenda Bapak sangat padat," ucap Mayor Rendi.
"Iya, kamu juga istirahat Bang, selama ini Abang sudah terlalu sibuk ikut dengan Bapak jangan banyak bergadang," sahut Bapak Wibowo.
"Siap, laksanakan!"
Bapak Wibowo pun segera masuk ke dalam rumah di temani Paspampres. Mayor Rendi membawa tas yang biasa dia bawa jika bepergian dengan Bapak. Pada saat dia berjalan hendak masuk rumah, tidak sengaja dia melihat ke arah mobilnya yang sudah bersih mengkilat itu.
"Loh kok mobilku baret sih?" Mayor Rendi melihat sisi body mobilnya ada sedikit goresan.
Seketika wajah Mayor Rendi berubah masam, dengan cepat dia masuk ke dalam rumah. Dia mengirim pesan kepada adik-adiknya di grup WA, supaya mereka semua segera turun.
"Ada apa lagi ini?" gumam Rezki setelah melihat pesan Abangnya.
"Mampus, pasti Abang sadar dengan mobilnya," batin Rafka panik.
"Ah elah, pasti aku bakalan di sidang nih," batin Agam.
"It's show time," ucap Chika.
Keempat adiknya segera turun ke bawah, dilihatnya Mayor Rendi duduk di kursi dengan mata yang terpejam. Keempat adiknya duduk dengan perasaan was-was dan khawatir. Perlahan mata Mayor Rendi terbuka dan menatap keempatnya satu persatu.
"Siapa yang tadi memakai mobil Abang?" tanya Mayor Rendi penuh intimidasi.
Rafka langsung memejamkan matanya, padahal itu lecet sedikit dan berharap Abangnya tidak akan menyadarinya. Namun dugaannya salah, dia lupa kalau dia mempunyai kakak seorang tentara. Dengan ragu-ragu, Rafka pun mengangkat tangannya.
"Aku, Bang," sahut Rafka.
"Siapa yang mengizinkanmu untuk memakai mobil Abang? Abang hanya memerintahkanmu untuk mencucinya saja," geram Mayor Rendi.
"Maaf, Bang. Aku salah," sahut Rafka dengan menundukkan kepalanya.
Mayor Rendi mengepalkan tangannya, dia memang sangat marah namun dia tidak akan memukul adiknya itu. "Wajah kamu dan Agam kenapa?" tanya Mayor Rendi kembali.
"Mereka berkelahi, Bang," sahut Rezki.
Mayor Rendi mengerutkan keningnya. "Berkelahi karena apa?" tanyanya kembali.
Rezki pun segera menceritakan semuanya kepada Mayor Rendi, lagi-lagi Mayor Rendi hanya bisa memejamkan matanya dan memijat keningnya yang tiba-tiba terasa berdenyut itu. Mayor Rendi bangkit dari duduknya lalu pergi begitu saja meninggalkan adik-adiknya yang terlihat bingung.
"Hayo loh, Abang marah besar itu," ucap Chika.
Mayor Rendi masuk ke dalam kamarnya lalu menjatuhkan tubuhnya di atas tempat tidur, tatapannya lurus ke langit-langit kamar. Entah apa yang sedang dia pikirkan, yang jelas dia terlihat sangat lelah dan banyak pikiran.
***
Keesokan harinya...
Pagi-pagi sekali semuanya sudah rapi dengan baju dinas masing-masing, hari senin adalah hari paling sibuk untuk semuanya. Selama sarapan, tidak ada yang bicara sama sekali suasana menjadi canggung akibat kejadian tadi malam. Bapak Wibowo pun turun dan ikut sarapan bersama.
"Rafka, Agam, wajah kalian kenapa?" tanya Bapak Wibowo.
"Mereka ingin menjadi jagoan makanya berkelahi," sahut Mayor Rendi dingin.
"Apa, berkelahi? kok bisa?" tanya Bapak Wibowo kembali.
Tidak ada yang berani menjawab, jangankan untuk menjawab, menatap mata Bapaknya saja mereka tidak berani. "Intinya, mereka sudah melakukan hal yang seharusnya tidak mereka lakukan. Mereka tidak mengindahkan apa yang namanya perintah, maka dari itu mereka saling menyalahkan dan tidak mau disalahkan," sahut Mayor Rendi kembali.
"Maafkan Rafka, Pak," ucap Rafka menyesal.
"Maafkan Agam juga," sambung Agam.
"Kalian adalah harta berharga yang Bapak punya, tolong jangan seperti ini. Bapak memang tidak bisa menemani kalian setiap hari, terutama Chika dan Bapak meminta kepada kalian untuk selalu menjaga Chika karena untuk ke depannya kalian yang akan mengganti Bapak untuk menjadi penjaga Chika. Kalian harus bisa saling menjaga satu sama lain, Bapak tidak mau kalian sampai berseteru apalagi sesama saudara dan itu akan membuat hati Bapak sakit," jelas Bapak Wibowo memberikan nasehat.
Chika bangkit dari duduknya dan langsung memeluk Bapak Wibowo. "Bapak jangan bicara seperti itu, Chika gak mau Bapak sedih," ucap Chika dengan mata yang berkaca-kaca.
"Kakak-kakak kamu yang sudah membuat Bapak sedih, Bapak masih hidup saja bisa-bisanya mereka berkelahi dengan saudara sendiri bagaimana kalau nanti Bapak sudah tidak ada, bisa-bisa mereka saling bunuh," sahut Bapak Wibowo.
Ucapan Bapak membuat semua anak-anaknya sedih dan menyesal tapi tidak bisa dipungkiri kalau Rafka masih menyimpan amarah kepada Agam. Dia tidak bisa terima jika Rossi terluka seperti itu. Begitu juga dengan Mayor Rendi yang merasa kesal kepada Rafka karena sudah membuat mobil pribadinya tergores.
"Maafkan kami, Pak. Kami belum bisa menjadi anak yang baik," ucap Rezki.
Bapak Wibowo tidak berkata apa-apa, sebenarnya dia tahu apa yang sudah terjadi maka dari itu, ia membiarkan anak-anaknya untuk memikirkan salah mereka masing-masing. Setelah sarapan, mereka pun segera bertolak menuju gedung putih. Suasana menjadi canggung, keempatnya tidak mau bicara dan saling sapa satu sama lain.
Sementara itu, di sebuah mobil seorang pria bermata sipit dan berkulit putih itu baru saja sampai di Negara Zambrud. Dia melihat foto yang saat ini dia pegang. "Di mana kamu sekarang, Sasa," batin pria itu.
Pria itu tidak lain dan tidak bukan adalah Mr.Chen dari Negara Formoza dan merupakan mantan majikan Sasa. Mr.Chen sudah terlalu sangat terobsesi kepada Sasa, dia sampai jauh-jauh menyusul ke Negara asal Sasa saking terobsesinya. Dia mendapat informasi dari seseorang kalau Sasa pergi ke kedutaan negaranya dan sudah dipastikan jika Sasa kembali ke negara asalnya.
"Sebenarnya siapa yang sudah membantu Sasa lolos dari saya? saya yakin kalau benar Sasa kembali ke sini, pasti Sasa dibantu oleh orang yang bukan sembarangan. Karena mana mungkin dia bisa kembali, sedangkan semua identitas dia saya yang pegang," batin Mr.Chen.
Mr.Chen memutuskan untuk menginap di sebuah hotel dan dia akan menetap di Negara Zambrud sampai dia bisa menemukan Sasa. Pokoknya dia tidak akan kembali jika tidak bisa bersama Sasa. Beruntung selama bekerja dengan Mr.Chen, Sasa merubah penampilannya dan mudah-mudahan Mr.Chen tidak akan mengenali Sasa yang sekarang.
"Woi, kenapa melamun saja?" ucap Jimmy mengagetkan Sasa.
"Ah, Mas Jimmy. Gak ada apa-apa kok, Mas," sahut Sasa.
"Bohong, pasti ada yang sedang kamu sembunyikan, ya? soalnya terlihat sekali dari wajah kamu," ucap Jimmy.
"Idih sotoy," sahut Sasa dengan tawanya.
Jimmy pun ikut tertawa, sedangkan Sasa pura-pura tertawa juga. Sebenarnya Sasa tidak enak hati, entah apa yang akan terjadi tapi Sasa berharap dia baik-baik saja.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 41 Episodes
Comments
꧁❧❤️⃟Wᵃf ʜꙷɪᷧɑⷮɑͧтᷡʰᵉᵉʳᵅ❦꧂
benar sesama saudara jangan saling berantem karena bagaimana pun di saat kita membutuhkan bantuan saudara lah yg pertama kita minta bantuan
sasa sudah mendapatkan firasat nih karena gelisah
2024-07-18
1
ᴄʜɪᴀ
walah mantan majikan sasa sampai menyusul ke negara asal sasa bahaya dong sasa kalo sampai ketahuan
2024-07-14
1
Aghisty Shanchy💫
yuhhhuuu aku Pawangnya Mayor Datang nihh😍😍😍
2024-05-20
1