Bab 2. Selingkuhan Juno

Hati Indira seakan diremas-remas, rasanya sangat menyakitkan, dia hancur sehancur-hancurnya melihat suaminya bercumbu dengan wanita lain dirumah yang ditempatinya dengan sang suami. Bahkan telinganya mendengar hal yang teramat sakit, yang mana mereka mengatakan tentang bayi.

'Apa maksudnya? Siapa wanita itu? Kenapa mereka mengatakan soal bayi? Mas Juno, dia... berselingkuh? Teganya dia melakukan ini padaku?' ucap Indira dalam hatinya.

Tak tahan lagi dengan rasa sakit didadanya, air matanya meluruh deras tanpa dia minta dan tanpa ia inginkan. Turun dengan deras begitu saja, tubuhnya mendadak lemas dan tanpa sengaja dia mendorong pintu kamar itu hingga pintunya terbuka lebar.

BRAK!

BRUGH!

Tubuh Indira jatuh terduduk, bersamaan dengan pintu yang terbuka itu. Sontak saja Juno dan Sheila terkejut mendengar suara pintu yang terbuka itu dan melihat Indira terduduk di sana.

"Ya Allah, kakiku lemas," gumam Indira lirih, kakinya lemas, hatinya remuk redam dihantam oleh fakta yang menyakitkan.

"Indira! Kamu ngapain di sana?" tanya Juno dengan suara yang meninggi, bahkan tidak ada rasa bersalah sama sekali di dalam raut wajahnya.

Sheila juga terlihat datar saat melihat Indira masih terduduk di sana, dia sama sekali tidak menunjukkan rasa sungkan apalagi rasa malu dihadapan Indira yang merupakan istri sah dari kekasihnya.

Juno turun dari atas ranjang dalam keadaan telanjang dada dan dia hanya memakai celana saja, dia pun menghampiri Indira yang masih duduk di sana.

"Indira! Kamu tuli ya? Aku tanya ngapain kamu disini? Ganggu aja tau nggak!" ujar Juno yang semakin menyakiti hati Indira, tapi tampaknya lelaki itu sama sekali tidak perduli dengan perasaannya.

Indira pun berusaha bangkit, meskipun saat ini kakinya terasa lemas. Belum lagi dengan morning sickness yang kadang selalu dia alami akhir-akhir ini, hingga tubuhnya menjadi semakin lemas.

"Indira!" bentak Juno kesal karena Indira diam saja.

Wanita itu sudah berhasil berdiri, dia mencoba untuk tegak didepan suaminya. Tubuhnya gemetar, menahan air mata yang akan mengalir.

"Mas, apa-apaan ini? Apa yang kamu lakukan dengan wanita ini? Kenapa kamu dan dia...kenapa kalian tidur bersama?" teriak Indira dengan kekesalan yang membuncah didalam hatinya.

Bukan jawaban, maupun penjelasan yang didapatkan oleh Indira. Melainkan kemarahan Juno padanya dan seolah-olah dia yang salah disini.

"Memangnya kenapa? Apa yang salah dengan semua ini? Kenapa kamu marah dan meninggikan suaramu padaku, Indira!" bentak lelaki itu tepat didepan wajahnya. Jelas-jelas Juno juga melihat rasa sakit didalam mata Indira, tapi dia sama sekali tidak peduli.

"Kamu tanya apa yang salah? Kenapa aku marah? Karena aku istri kamu Mas! Apa salah bila seorang istri marah, ketika melihat suaminya sedang bercumbu dengan wanita lain?" cecar Indira dengan suara terisak, yang membuat Juno muak mendengarnya.

"Kamu kenapa sih Indira? Aku kan sudah bilang, kalau kamu hanya istri diatas kertas. Tapi kamu menganggap dirimu seolah-olah adalah istriku yang sesungguhnya. Kenapa kamu nggak sadar diri, Indira?" kata Juno dengan kesal, dia mendengus dan tak habis pikir dengan Indira yang berani-beraninya bicara seperti ini kepadanya.

"Istri diatas kertas tetaplah istri Mas! Aku berhak bertanya siapa wanita itu dan apa hubungan kalian!" seru Indira seraya menunjuk ke arah Sheila yang masih berbaring diatas ranjang dengan tubuh polosnya yang ditutupi oleh selimut.

Sontak saja mata Juno melotot ke arah Indira yang semakin membuat hati wanita itu berdenyut nyeri.

"Kamu nggak berhak tau. Lebih baik kamu keluar saja dari sini, kamu hanya menganggu." Lelaki itu mengusir Indira, ia menganggap wanita itu sebagai penganggu.

Juno mendorong-dorong tubuh Indira agar keluar dari kamarnya. Disisi lain, Sheila sudah bangkit dari tempat tidurnya sambil memakai kain tipis ditubuhnya.

"Mas, kamu harus jelasin dulu sama aku. Siapa wanita itu dan hubungan kalian!" ujar Indira yang enggan pergi dari sana, sebelum Juno memberikan penjelasannya.

'Meskipun aku sudah tahu jawabannya, tapi aku ingin mendengarnya langsung dari bibirmu, Mas' batin Indira dengan perasaan sesak yang kian menyiksanya.

"Sayang, udahlah! Kamu jelasin aja apa hubungan kita. Toh dua bulan lagi, kalian akan bercerai kan?" kata Sheila seraya menyentuh lengan Juno dengan lembut. Dia menatap Juno dengan manja, Juno balas menatapnya dengan lembut, penuh perasaan. Bahkan lelaki itu tersenyum cuma-cuma pada wanita itu.

Sedangkan Indira semakin sakit saat melihatnya. Sebab selama dua tahun ini, Indira tidak pernah melihat tatapan Juno sehangat itu dan senyumnya lembut kepadanya. Sekarang dia melihatnya, tapi semua tatapan dan senyuman hangat itu ditujukan kepada wanita lain.

'Benar, dua bulan lagi pernikahanku dan wanita ini akan berakhir. Jadi untuk apa aku merahasiakannya lagi' batin Juno.

Dua bulan lagi pernikahan mereka akan berakhir, sesuai dengan surat kesepakatan yang dia buat sebelumnya. Dialah yang memaksa Indira menandatangani kontrak pernikahan itu, bukan karena Indira yang mau.

"Dia pacarku. Aku kan pernah bilang sama kamu, tentang pacarku yang sekolah diluar negeri. Sekarang dia sudah kembali, kami menjalin hubungan dan seperti apa yang kamu tahu selanjutnya...setelah kita resmi bercerai, aku akan menikah dengannya."

Deg!

Begitu mudahnya Juno mengatakan kata cerai pada Indira. Tanpa memikirkan perasaan wanita itu yang sudah jelas-jelas mencintainya.

"A-apa wanita ini sedang mengandung anakmu?" tanya Indira dengan suara yang bergetar.

"Jadi kamu sudah dengar semuanya? Ya, seperti yang kamu dengar. Sheila memang sedang mengandung anak kami," ucap Juno sambil mengusap perut datar Sheila, dia berkata dengan bangga tanpa peduli pada hati yang dia sakiti.

Mendengar kebenaran dari bibir suaminya, membuat Indira terdiam terpaku. Lidahnya mendadak kelu, tanpa sadar dia melihat ke arah perut Sheila yang masih datar dan mengingat bayi yang saat ini juga ada di rahimnya. Bagaimana nasibnya nanti?

'Seharusnya aku tahu sejak awal, kalau kamu hanya menganggap pernikahan kita adalah pernikahan kontrak tanpa ada perasaan didalamnya. Lalu kenapa harus ada benihmu didalam rahimku, Mas?'

"Kamu sudah dengar kan, penjelasan dariku. Sekarang pergi!" usir Juno sambil mendorong Indira dengan kasar. Lalu dia pun menutup pintu itu dengan keras, tepat didepan wajah Indira.

"Astaghfirullahaladzim..." lirih Indira sambil mengusap dadanya yang terasa sesak. Buliran hangat kesedihan yang menyiratkan betapa hancur hatinya, terus mengalir deras.

Dia melangkahkan kakinya menuju ke kamarnya sendiri, karena selama ini ia dan Juno tidur di kamar yang terpisah. Kecuali ada kakek Juno atau keluarga Juno yang datang, barulah mereka tidur satu kamar. Itupun Indira harus tidur di sofa.

Sementara itu, Sheila dan Juno kembali bermesraan didalam kamar. Mereka tertawa bahagia, sedangkan Indira berada dikamarnya, tengah meratapi nasib.

Lama terdiam dalam kesedihan, sebuah telpon membuat Indira terpaksa harus mengangkatnya. Karena telpon itu berasal dari orang yang tidak bisa dia tolak.

"Apa? Kakek masuk rumah sakit!"

****

Hai guys jangan lupa dong dukungan vote, like ,komen atau gift dari kalian agar author semangat menulis 😍😍

Terpopuler

Comments

Ranny

Ranny

sudah pergi saja tinggalin suami egois kayak gitu

2024-12-21

0

Alanna Th

Alanna Th

smoga indira tegar n tdk balik pd juno

2025-03-30

0

Ranny

Ranny

sialan suami durjana gak ada akhlaknya 🤦🏻‍♀️

2024-12-21

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Hamil dan Harapan
2 Bab 2. Selingkuhan Juno
3 Bab 3. Mana suamimu?
4 Bab 4. Aku hamil
5 Bab 5. Istri Sah rasa orang ketiga
6 Bab 6. Indira Kabur?
7 Bab 7. Habisi dia!
8 Bab 8. Sakit yang akan membekas
9 Bab 9. Masih hidup
10 Bab 10. Memulai Hidup Baru
11 Bab 11. Setelah 5 tahun..
12 Bab 12. Perjalanan Bisnis
13 Bab 13. Pertemuan Juno dan Devan
14 Bab 14. Tidak punya papa
15 Bab 15. Mas Juno?
16 Bab 16. Pertemuan mencengangkan
17 Bab 17. Devan Anakku?
18 Bab 18. Perdebatan panas!
19 Bab 19. Sheila selingkuh?
20 Bab 20. Punya dua istri?
21 Bab 21. Jangan usir Papa!
22 Bab 22. Kamu akan menyesal!
23 Bab 23. Mantan suami?
24 Bab 24. Kembali Rumah Papa!
25 Bab 25. Devan nggak butuh Papa
26 Bab 26. Kecurigaan Indira
27 Bab 27. Setan Pelakor!
28 Bab 28. Rencana Indira
29 Bab 29. Pengakuan Juno
30 Bab 30. Pulang ke Jakarta?
31 Bab 31. Bukti nyata perselingkuhan
32 Bab 32. Kamu sudah sadar Juno?
33 Bab 33. Sedikit penyesalan
34 Bab 34. Tercengang!
35 Bab 35. TALAK
36 Bab 36. Kehancuran Pelakor
37 Bab 37. Indira Dikta
38 Bab 38. Semudah itu menyesal?
39 Bab 39. Kita sudah selesai, Mas!
40 Bab 40. Penyesalan
41 Bab 41. Kambuh
42 Bab 42. Tak mau cerai
43 Bab 43. Tetap bercerai!
44 Bab 44. Niat baik Bu Lusi dan Jenny
45 Bab 45. Usaha Juno
46 Bab 46. Ingat masa lalu
47 Bab 47. Mereka siapa?
48 Bab 48. Berkas-berkas perceraian?
49 Bab 49. Maling teriak maling!
50 Bab 50. Mempermalukan Pelakor
51 Bab 51. Keceplosan
52 Bab 52. Surat Cerai
53 Bab 53. Kehilangan hak untuk cemburu
54 Bab 54. Cerai
55 Bab 55. Hidup Baru
56 Bab 56. Dikta CEO
57 Bab 57. Mengejar Indira
58 Bab 58. Insiden Vio dan Devan
59 Bab 59. Kekecewaan Devan
60 Bab 60. Vio anak siapa?
61 Bab 61. Aku bukan ayahnya
62 Bab 62. Devan Tantrum
63 Bab 63. Kamu nggak nanyain aku?
64 Bab 64. Akhir si Pelakor
65 Bab 65. Sheila bundir?
66 Bab 66. Jatuh ke pelukannya
67 Bab 67. Kasus pembunuhan
68 Bab 68. Sabar satu bulan lagi
69 Bab 69. Akhir
70 Bab 70. Membujuk Juno
71 Bab 71. Aku harap kamu bahagia
72 Ektra Chapter 1
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Bab 1. Hamil dan Harapan
2
Bab 2. Selingkuhan Juno
3
Bab 3. Mana suamimu?
4
Bab 4. Aku hamil
5
Bab 5. Istri Sah rasa orang ketiga
6
Bab 6. Indira Kabur?
7
Bab 7. Habisi dia!
8
Bab 8. Sakit yang akan membekas
9
Bab 9. Masih hidup
10
Bab 10. Memulai Hidup Baru
11
Bab 11. Setelah 5 tahun..
12
Bab 12. Perjalanan Bisnis
13
Bab 13. Pertemuan Juno dan Devan
14
Bab 14. Tidak punya papa
15
Bab 15. Mas Juno?
16
Bab 16. Pertemuan mencengangkan
17
Bab 17. Devan Anakku?
18
Bab 18. Perdebatan panas!
19
Bab 19. Sheila selingkuh?
20
Bab 20. Punya dua istri?
21
Bab 21. Jangan usir Papa!
22
Bab 22. Kamu akan menyesal!
23
Bab 23. Mantan suami?
24
Bab 24. Kembali Rumah Papa!
25
Bab 25. Devan nggak butuh Papa
26
Bab 26. Kecurigaan Indira
27
Bab 27. Setan Pelakor!
28
Bab 28. Rencana Indira
29
Bab 29. Pengakuan Juno
30
Bab 30. Pulang ke Jakarta?
31
Bab 31. Bukti nyata perselingkuhan
32
Bab 32. Kamu sudah sadar Juno?
33
Bab 33. Sedikit penyesalan
34
Bab 34. Tercengang!
35
Bab 35. TALAK
36
Bab 36. Kehancuran Pelakor
37
Bab 37. Indira Dikta
38
Bab 38. Semudah itu menyesal?
39
Bab 39. Kita sudah selesai, Mas!
40
Bab 40. Penyesalan
41
Bab 41. Kambuh
42
Bab 42. Tak mau cerai
43
Bab 43. Tetap bercerai!
44
Bab 44. Niat baik Bu Lusi dan Jenny
45
Bab 45. Usaha Juno
46
Bab 46. Ingat masa lalu
47
Bab 47. Mereka siapa?
48
Bab 48. Berkas-berkas perceraian?
49
Bab 49. Maling teriak maling!
50
Bab 50. Mempermalukan Pelakor
51
Bab 51. Keceplosan
52
Bab 52. Surat Cerai
53
Bab 53. Kehilangan hak untuk cemburu
54
Bab 54. Cerai
55
Bab 55. Hidup Baru
56
Bab 56. Dikta CEO
57
Bab 57. Mengejar Indira
58
Bab 58. Insiden Vio dan Devan
59
Bab 59. Kekecewaan Devan
60
Bab 60. Vio anak siapa?
61
Bab 61. Aku bukan ayahnya
62
Bab 62. Devan Tantrum
63
Bab 63. Kamu nggak nanyain aku?
64
Bab 64. Akhir si Pelakor
65
Bab 65. Sheila bundir?
66
Bab 66. Jatuh ke pelukannya
67
Bab 67. Kasus pembunuhan
68
Bab 68. Sabar satu bulan lagi
69
Bab 69. Akhir
70
Bab 70. Membujuk Juno
71
Bab 71. Aku harap kamu bahagia
72
Ektra Chapter 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!