Bab 12. Perjalanan Bisnis

Sheila panik, begitu dia melihat suaminya berada di dapur dan memergokinya sedang mencubit putrinya sendiri. Bahkan Viola, putri mereka sampai menghancurkan barang-barang yang ada di dapur, karena emosinya.

"Sheila! Kamu apa-apaan sih? Kamu cubit anak kita?" tanya Juno dengan kesal, tapi meskipun Juno sedang kesal pada Sheila, dia sama sekali tidak meninggikan suaranya. Terutama didepan Viola, karena dia tahu hal tersebut bisa mengganggu perkembangan psikologis Viola.

"Sa-sayang maaf, habisnya aku kesel sama Viola yang tiba-tiba ngancurin barang-barang yang ada di dapur," jelas Sheila.

"Aku nggak tiba-tiba nganculin balang balang didapul! Aku kan pengen ikut-"

Sheila langsung membekap mulut putrinya, sebelum gadis kecil itu berbicara lebih banyak. "Iya-iya, nanti mama beliin kamu eskrim. Tapi, kamunya jangan marah-marah sama mama ya sayang?" ucap Sheila sambil tersenyum canggung.

Viola langsung mendelik tajam kepada ibunya, padahal itu bukan kejadian sebenarnya. Tapi Sheila berbohong.

"Awas kamu kalau ngomong macam sama papa kamu. Nanti mama nggak akan ajakin lagi kamu ke time zone," bisik Sheila pada putrinya itu mengancam. Sontak saja Viola langsung terkejut dengan ancaman ibunya. Dia tidak mau sampai tidak diajak lagi ke time zone.

"Oh, jadi kamu marah-marah sama mama kamu. Karena pengen eskrim?" tanya Juno lembut, berbeda dengan sikap Sheila yang terkadang kasar dan suka marah-marah pada putrinya.

"I-iya, Viola mau ecim Pa," cicit gadis kecil itu sambil menundukkan kepalanya.

Juno tersenyum, lalu dia mengusap pipi gadis kecilnya itu dengan lembut. "Kalau kamu mau dibelikan eskrim, jangan pakai marah-marah begini ya sayang. Nggak baik. Pasti mama dan papa juga beliin buat Vio," ucap Juno lembut. Sedangkan Sheila masih terlihat kesal pada Viola.

"Iya Pa."

"Jangan diulangi ya sayangnya Papa." Juno mengecup pipi Viola yang tadi dicubit oleh Sheila itu. "Masih sakit nggak sayang?"

Viola menggelengkan kepalanya.

"Ya udah, kamu siap-siap sama bi Darsih. Kan mau sekolah."

"Oce Papa!"

Gadis kecil itu pun pergi menemui pembantu rumah tangga, sekaligus wanita yang mengasuhnya. Kini di dapur itu hanya ada Sheila dan Juno.

"Shei, aku nggak suka kamu main kekerasan sama Viola. Anak kita masih kecil, kamu seharusnya tidak berbuat seperti itu!" Juno berusaha untuk menegur istrinya dengan cara baik-baik.

"Maaf sayang, tadi aku kebawa emosi. Tapi, aku janji... aku nggak bakal ngelakuin itu lagi,"ucap Sheila sambil memeluk suaminya dengan manja. Hanya dengan rayuan dan rengekan saja, Juno selalu takluk oleh Sheila.

"Jangan diulangi, Shei. Aku nggak mau kamu nyakitin Putri kita," kata Juno sambil mengusap punggung Sheila dengan lembut.

'Putri kita? Juno Juno...dia bukan putrimu' kata Sheila dalam hatinya.

"Iya sayang. Aku janji, tadi aku cuma kebawa emosi aja."

Juno mencoba memahami itu, dia pun melepaskan pelukannya pada Sheila. Lalu dia melihat penampilan Sheila yang sudah rapi dari atas sampai ke bawah. Bahkan wajahnya sudah dirias.

"Sayang. Kamu kok udah rapi? Mau kemana pagi-pagi gini?" tanya Juno pada istrinya itu.

"Aku mau pemotretan ke Bali hari ini, sayang." Sheila tersenyum saat menjelaskannya. Sedangkan Juno tampak terkejut, karena dia belum mengetahui tentang hal ini.

"Kamu mau ke Bali? Kok aku nggak tahu sih? Kamu belum bilang apa-apa sama aku, Sayang."

"Iya sayang, aku emang belum bilang apa-apa sama kamu. Soalnya pemotretannya juga dadakan," jelas Sheila yang membuat Juno harus menahan kesal dan dia kecewa karena Sheila selalu seperti ini.

"Sayang, maafin aku ya. Jangan marah! Aku disana cuma seminggu kok," ucap Sheila yang lagi-lagi merayunya.

"Shei, kalau bisa aku ingin kamu berhenti jadi model dan fokus untuk hamil anak kedua kita. Apa uangku selama ini belum cukup untuk memenuhi kebutuhan kamu? Aku rasa, uangnya aku berikan sudah lebih dari cukup," ujar Juno dengan tegas. Itulah yang diinginkan Juno selama ini dari Sheila.

Sheila langsung menunjukkan reaksi tidak suka dan penolakan terhadap perkataan Juno. Pria itu ingin dia berhenti menjadi model dan fokus menjadi ibu rumah tangga, juga hamil untuk anak kedua mereka. Karena uang yang dia miliki juga sudah cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup mereka. Malah harta yang dia miliki jauh lebih dari kata cukup.

"Sayang, ini bukan hanya soal uang. Tapi ini hobi aku, mimpi aku dari dulu. Bukannya aku mati-matian sekolah ke luar negeri, demi mewujudkan mimpi aku? Dan soal hamil lagi, maaf sayang... Kita kan sudah membicarakan ini sebelumnya. Aku belum siap hamil anak kedua, sekarang aja aku lagi diet buat pemotretan terbaruku dan ada tawaran main film. Kalau aku hamil, nanti gimana sama badanku?"

Jujur saja, sebenarnya Juno kecewa dengan keputusan Sheila yang lebih mementingkan karirnya dibandingkan keluarga. Bahkan ibunya sudah mendesak agar Sheila hamil lagi anak laki-laki, karena nantinya anak laki-laki bisa mewarisi perusahaan Pak Edwin.

"Ya sudah, terserah kamu."

Hanya itu jawaban yang diberikan oleh Juno untuk istrinya. Dia kecewa, jadi hanya itulah yang bisa dia katakan.

Juno tidak berbicara lagi karena dia malas untuk berdebat. Toh, dia juga akan pergi ke Singapore untuk perjalanan bisnis. Anak mereka akan dititipkan pada Bu Lusi atau Jeny dirumah besar keluarga Bastian.

"Jadi kami mau ke Singapura berapa hari, Jun?" tanya Bu Lusi kepada putranya itu.

"Sekitar 10 hari Ma. Aku titip Vio ya Ma," ucap Juno pada ibunya dan dengan senang hati ibunya akan merawat Viola.

"Kamu tenang saja Juno, Viola aman sama Mama."

"Vio, jangan nakal sama Oma ya? Nanti Papa video call Vio," kata Juno dengan lembut seraya mengecup kening putri kecilnya itu.

"Iya Papa, ciap!" Viola tersenyum lebar.

Juno pun berangkat ke Singapore saat itu juga untuk perjalanan bisnis, dia pergi bersama dengan asisten juga dan juga sekretarisnya.

****

Setelah menempuh perjalanan hampir 2 jam dengan pesawat, akhirnya Juno sampai di negeri singa itu. Dia dan dua orang kepercayaannya, langsung pergi menuju ke hotel tempat mereka akan menginap.

Hotel itu terlihat mewah dan berkelas, Juno dan kedua orang kepercayaannya berjalan memasuki hotel tersebut.

Saat dia akan memasuki lift, Juno terkejut melihat seorang wanita berhijab yang baru saja menekan tombol lift guna menutup pintu.

"Indira?"

****

Terpopuler

Comments

Ranny

Ranny

apa yg akan kau lakukan kalau kau tahu dia bukan putri kandung mu

2024-12-21

0

Siti Nurjanah

Siti Nurjanah

tuhkan bener bukan anaknya juno. ahhh kalau kamu tau juno kamu bakal menyesal. mukin alasan prmotretan di bali jg bukan sekedar pemotretan aj pasti ada unsur perselingkuhan

2025-01-23

1

Yunerty Blessa

Yunerty Blessa

nah Juno hairan kerana Indira masih hidup

2024-08-05

1

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Hamil dan Harapan
2 Bab 2. Selingkuhan Juno
3 Bab 3. Mana suamimu?
4 Bab 4. Aku hamil
5 Bab 5. Istri Sah rasa orang ketiga
6 Bab 6. Indira Kabur?
7 Bab 7. Habisi dia!
8 Bab 8. Sakit yang akan membekas
9 Bab 9. Masih hidup
10 Bab 10. Memulai Hidup Baru
11 Bab 11. Setelah 5 tahun..
12 Bab 12. Perjalanan Bisnis
13 Bab 13. Pertemuan Juno dan Devan
14 Bab 14. Tidak punya papa
15 Bab 15. Mas Juno?
16 Bab 16. Pertemuan mencengangkan
17 Bab 17. Devan Anakku?
18 Bab 18. Perdebatan panas!
19 Bab 19. Sheila selingkuh?
20 Bab 20. Punya dua istri?
21 Bab 21. Jangan usir Papa!
22 Bab 22. Kamu akan menyesal!
23 Bab 23. Mantan suami?
24 Bab 24. Kembali Rumah Papa!
25 Bab 25. Devan nggak butuh Papa
26 Bab 26. Kecurigaan Indira
27 Bab 27. Setan Pelakor!
28 Bab 28. Rencana Indira
29 Bab 29. Pengakuan Juno
30 Bab 30. Pulang ke Jakarta?
31 Bab 31. Bukti nyata perselingkuhan
32 Bab 32. Kamu sudah sadar Juno?
33 Bab 33. Sedikit penyesalan
34 Bab 34. Tercengang!
35 Bab 35. TALAK
36 Bab 36. Kehancuran Pelakor
37 Bab 37. Indira Dikta
38 Bab 38. Semudah itu menyesal?
39 Bab 39. Kita sudah selesai, Mas!
40 Bab 40. Penyesalan
41 Bab 41. Kambuh
42 Bab 42. Tak mau cerai
43 Bab 43. Tetap bercerai!
44 Bab 44. Niat baik Bu Lusi dan Jenny
45 Bab 45. Usaha Juno
46 Bab 46. Ingat masa lalu
47 Bab 47. Mereka siapa?
48 Bab 48. Berkas-berkas perceraian?
49 Bab 49. Maling teriak maling!
50 Bab 50. Mempermalukan Pelakor
51 Bab 51. Keceplosan
52 Bab 52. Surat Cerai
53 Bab 53. Kehilangan hak untuk cemburu
54 Bab 54. Cerai
55 Bab 55. Hidup Baru
56 Bab 56. Dikta CEO
57 Bab 57. Mengejar Indira
58 Bab 58. Insiden Vio dan Devan
59 Bab 59. Kekecewaan Devan
60 Bab 60. Vio anak siapa?
61 Bab 61. Aku bukan ayahnya
62 Bab 62. Devan Tantrum
63 Bab 63. Kamu nggak nanyain aku?
64 Bab 64. Akhir si Pelakor
65 Bab 65. Sheila bundir?
66 Bab 66. Jatuh ke pelukannya
67 Bab 67. Kasus pembunuhan
68 Bab 68. Sabar satu bulan lagi
69 Bab 69. Akhir
70 Bab 70. Membujuk Juno
71 Bab 71. Aku harap kamu bahagia
72 Ektra Chapter 1
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Bab 1. Hamil dan Harapan
2
Bab 2. Selingkuhan Juno
3
Bab 3. Mana suamimu?
4
Bab 4. Aku hamil
5
Bab 5. Istri Sah rasa orang ketiga
6
Bab 6. Indira Kabur?
7
Bab 7. Habisi dia!
8
Bab 8. Sakit yang akan membekas
9
Bab 9. Masih hidup
10
Bab 10. Memulai Hidup Baru
11
Bab 11. Setelah 5 tahun..
12
Bab 12. Perjalanan Bisnis
13
Bab 13. Pertemuan Juno dan Devan
14
Bab 14. Tidak punya papa
15
Bab 15. Mas Juno?
16
Bab 16. Pertemuan mencengangkan
17
Bab 17. Devan Anakku?
18
Bab 18. Perdebatan panas!
19
Bab 19. Sheila selingkuh?
20
Bab 20. Punya dua istri?
21
Bab 21. Jangan usir Papa!
22
Bab 22. Kamu akan menyesal!
23
Bab 23. Mantan suami?
24
Bab 24. Kembali Rumah Papa!
25
Bab 25. Devan nggak butuh Papa
26
Bab 26. Kecurigaan Indira
27
Bab 27. Setan Pelakor!
28
Bab 28. Rencana Indira
29
Bab 29. Pengakuan Juno
30
Bab 30. Pulang ke Jakarta?
31
Bab 31. Bukti nyata perselingkuhan
32
Bab 32. Kamu sudah sadar Juno?
33
Bab 33. Sedikit penyesalan
34
Bab 34. Tercengang!
35
Bab 35. TALAK
36
Bab 36. Kehancuran Pelakor
37
Bab 37. Indira Dikta
38
Bab 38. Semudah itu menyesal?
39
Bab 39. Kita sudah selesai, Mas!
40
Bab 40. Penyesalan
41
Bab 41. Kambuh
42
Bab 42. Tak mau cerai
43
Bab 43. Tetap bercerai!
44
Bab 44. Niat baik Bu Lusi dan Jenny
45
Bab 45. Usaha Juno
46
Bab 46. Ingat masa lalu
47
Bab 47. Mereka siapa?
48
Bab 48. Berkas-berkas perceraian?
49
Bab 49. Maling teriak maling!
50
Bab 50. Mempermalukan Pelakor
51
Bab 51. Keceplosan
52
Bab 52. Surat Cerai
53
Bab 53. Kehilangan hak untuk cemburu
54
Bab 54. Cerai
55
Bab 55. Hidup Baru
56
Bab 56. Dikta CEO
57
Bab 57. Mengejar Indira
58
Bab 58. Insiden Vio dan Devan
59
Bab 59. Kekecewaan Devan
60
Bab 60. Vio anak siapa?
61
Bab 61. Aku bukan ayahnya
62
Bab 62. Devan Tantrum
63
Bab 63. Kamu nggak nanyain aku?
64
Bab 64. Akhir si Pelakor
65
Bab 65. Sheila bundir?
66
Bab 66. Jatuh ke pelukannya
67
Bab 67. Kasus pembunuhan
68
Bab 68. Sabar satu bulan lagi
69
Bab 69. Akhir
70
Bab 70. Membujuk Juno
71
Bab 71. Aku harap kamu bahagia
72
Ektra Chapter 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!