Bab 19. Sheila selingkuh?

Ketika Devan sedang bersama dengan Hilman, Pak Edwin dan Dito. Indira masih berada didalam mobil Juno, pria itu tidak mengizinkan Indira keluar dari mobilnya. Karena ia merasa bahwa pembicaraan mereka belum selesai.

Juno sedang berbicara dengan putrinya, Viola. Gadis kecil itu berkata bahwa dia merindukan papanya. Indira juga tanpa sengaja mendengar pembicaraan hangat antara Juno dan Viola. Hatinya berdenyut nyeri, karena selama ini Juno dan keluarga kecilnya bahagia. Tapi, lebih baik mereka memang tidak berhubungan lagi. Jadi, Indira sama sekali tidak merasa menyesal karena sudah pergi dari kehidupan Juno bertahun-tahun yang lalu.

"Papa kapan pulang Pa? Vio kangen Papa."

"Nanti papa pulang sama kakek buyut juga. Vio tunggu disana ya."

"Ya udah deh papa. Vio mau makan siang dulu, papa jangan lupa makan ya!" kata Viola dengan suara ceria. Gadis kecil itu jarang sekali menanyakan ibunya dan lebih sering menanyakan tentang Papanya. Karena Viola memang lebih dekat dengan Juno, dibandingkan dengan Sheila.

"Iya sayang. Makan yang banyak, jangan rewel sama Oma ya."

Setelah pembicaraan singkat yang penuh kasih sayang itu, Juno mengakhiri panggilan teleponnya. Lantas dia melihat pesan yang dikirimkan oleh temannya melalui DM bersama dengan foto di sana.

[Andi : Bro! Ini istri lo si Sheila kan?]

Mata Juno memicing melihat foto Sheila yang diambil dari belakang dan seorang pria yang tengah memeluk pinggangnya. Sayang sekali, Juno tidak bisa melihat wajah pria itu karena fotonya membelakangi.

[Andi : Gue tau si Sheila itu model. Tapi ini bisa disebut perselingkuhan nggak sih?]

Andi, teman Juno kembali mengirimkan foto Sheila yang sedang berciuman dengan seorang pria ditengah kegelapan. Sayang sekali, foto pria itu tidak terlihat karena berada di kegelapan. Namun Sheila terlihat jelas, karena wanita itu berada di sisi terang.

Rahang Juno mengetat, kala ia melihat foto yang dikirimkan temannya itu. Dadanya bergemuruh panas, garis gurat kemarahan dan cemburu terlihat jelas di wajahnya.

'Sheila? Apa Sheila selingkuh dariku? Nggak mungkin. Dia di Bali untuk bekerja.. Bukan untuk....tapi foto ini bukan editan'

Juno masih menatap foto itu, memperhatikannya dalam-dalam. Dia dapat melihat jelas, bahwa wanita yang memakai bikini di foto itu adalah Sheila dan istrinya itu sedang bersama pria lain, dia terlihat sangat intim di sana. Juno selalu ingin mempercayai Sheila, hingga dia tidak pernah mengawasi Sheila dan selalu membebaskannya melakukan apa saja. Bahkan Juno tidak membahas apapun tentang Indira dulu yang dinyatakan mati, mengabaikan fakta bahwa wanita itu kemungkinan masih hidup. Karena cintanya yang teramat besar kepada Sheila.

[Juno: Lo lihat dimana? Kapan?]

[Andi : Gue jelasin di telpon]

Pria itu pun membukakan pintu mobilnya untuk Indira, karena dia harus berbicara dengan Andi sekarang juga mengena istrinya.

"Kamu bisa keluar sekarang. Tapi jangan coba kabur dariku Indira. Apalagi bawa kabur Devan."

Indira tidak merespon, dia melangkah keluar dari mobil itu dengan wajah datar. Sementara Juno masih berada didalam mobilnya, dia menghubungi Andi yang tinggal di Bali.

"Bisa lo jelasin apa yang lo lihat? Apa lo bener-bener lihat istri gue main sama cowok lain?" tanya Juno dengan tangan yang meremas setir kemudinya. Membayangkan Sheila berdekatan dengan pria lain saja sudah membuatnya menderita. Apalagi kalau sampai benar Sheila berselingkuh darinya.

"Okey, gue bakal jelasin."

Juno memasang kupingnya baik-baik, dia bersiap mendengar informasi dari Andi. Andi menceritakan apa yang dia lihat di sana, dan dia sengaja memotret Sheila secara diam-diam. Sheila dan pria itu terlihat seperti pasangan yang sedang berbulan madu. Walaupun Sheila menyamar, tapi Andi bisa mengenali istri dari sahabat baiknya itu.

"Saran gue, lo mending selidikin istri lo. Gue udah bilang dari dulu, kalau si Sheila nggak benar-benar cinta sama lo Jun. Beda sama istri lo yang dulu."

Pria itu tertegun mendengar omelan dari Andi, ya selama ini Andi memang salah satu orang yang mengatakan bahwa Indira adalah istri yang baik dan Sheila adalah wanita yang tidak beres. Hanya saja Juno sama sekali tidak mendengarkannya. Tapi Juno membenarkan, bahwa Indira memang selalu berusaha menjadi istri yang baik untuknya, tidak seperti Sheila, dia lah yang harus selalu mengalah pada wanita itu.

"Jun? Lo masih ada di sana kan? Kalau lo masih ada di sana, dengerin gue baik-baik. Lo itu CEO perusahaan gede, lo pinter, lo jangan mau dibodohi sama istri lo. Selidikin dia, jangan bego karena cinta Jun. Apalagi bego sama cewek modelan kayak dia. Okay sih dia emang cantik, bodynya juga perfect. Tapi buat apa semua itu kalau dia nggak bisa jadi istri yang baik?"

"Stop! Gue nggak mau denger omongan lo Di."

Tut...tut...

Juno menutup telponnya begitu saja secara sepihak, dia kesal dikatai bodoh oleh temannya. Tapi ucapan Andi cukup mempengaruhinya. "Apa benar Sheila selingkuh dari aku? Setelah aku memberikan segalanya buat dia?"

Pria itu pun lalu meraih ponselnya lagi dan menelpon seseorang. "Halo. Benarkah ini dengan asisten Sheila model iklan G-Phone?" Pertama kalnya Juno menghubungi nomor asisten Sheila.

"Iya Pak benar."

"Apa Sheila ada pemotretan di Bali hari ini sampai tanggal 22?" tanya Juno dengan nada datar.

"Maaf, anda siapa ya? Anda tidak berhak bertanya hal privasi-"

"Saya suaminya Sheila. Apa saya masih kurang berhak?" potong Juno yang membuat sang asisten diseberang sana tercengang.

"Maafkan saya Pak Juno."

"Jawab pertanyaan saya. Apa istri saya ada pemotretan di Bali sampai tanggal 22?" tanya Juno yang tak mau berbasa-basi.

"Tidak ada Pak. Bu Sheila tidak ada jadwal pemotretan sampai awal bulan depan."

Pria itu tercengang mendengar jawaban dari asisten Sheila. Rupanya Sheila berbohong padanya. Juno tak percaya ini.

****

Setelah keluar dari mobil Juno, Indira mencari keberadaan putranya, dia masuk kembali ke dalam pesta dan dia melihat Devan sedang duduk dipangkuan pak Edwin. Melihat pak Edwin, dia tidak bisa mengelak lagi bahwa Devan adalah cicitnya.

"Mama! Devan punya Opa buyut sekarang, Ma." Devan tersenyum lebar dan memberitahukan kepada mamanya, kalau dia punya kakek buyut. Dia terlihat sangat senang.

"Iya Sayang." Indira tersenyum, lalu dia mengusap kepala Devan dengan lembut.

"Indira, bisa kita bicara nak? Banyak yang kakek mau bicarakan sama kamu." Pria tua itu menatap Indira dengan memohon. Pak Edwin tidak mau melewatkan kesempatan ini, apalagi tujuannya ke Singapore, memang ingin berbicara dengan Indira, menemui Devan dan juga menanyakan kejadian 6 tahun yang lalu.

"Ayo Kek. Tapi kita sebaiknya bicara di rumah saya saja!" saran Indira yang langsung disetujui oleh Pak Edwin.

"Iya Nak."

****

Mau double up? Yuk kasih komen, gift atau votenya hehe

Terpopuler

Comments

Endang Werdiningsih

Endang Werdiningsih

egois bgt lho juno memaksa mengakui devan anak lu,menjilat ludah sendiri apalagi sekarang tahu kalo sheila selingkuh,pasti dgn enteng'a minta balikan sama indira dgn alasan demi devan...

2025-03-16

1

Ninik Srikatmini

Ninik Srikatmini

rasain luuh juno jd bodoh gara cinta..

2025-03-18

0

Sri Wahyuni

Sri Wahyuni

semakin seru ceritanya

2025-03-09

0

lihat semua
Episodes
1 Bab 1. Hamil dan Harapan
2 Bab 2. Selingkuhan Juno
3 Bab 3. Mana suamimu?
4 Bab 4. Aku hamil
5 Bab 5. Istri Sah rasa orang ketiga
6 Bab 6. Indira Kabur?
7 Bab 7. Habisi dia!
8 Bab 8. Sakit yang akan membekas
9 Bab 9. Masih hidup
10 Bab 10. Memulai Hidup Baru
11 Bab 11. Setelah 5 tahun..
12 Bab 12. Perjalanan Bisnis
13 Bab 13. Pertemuan Juno dan Devan
14 Bab 14. Tidak punya papa
15 Bab 15. Mas Juno?
16 Bab 16. Pertemuan mencengangkan
17 Bab 17. Devan Anakku?
18 Bab 18. Perdebatan panas!
19 Bab 19. Sheila selingkuh?
20 Bab 20. Punya dua istri?
21 Bab 21. Jangan usir Papa!
22 Bab 22. Kamu akan menyesal!
23 Bab 23. Mantan suami?
24 Bab 24. Kembali Rumah Papa!
25 Bab 25. Devan nggak butuh Papa
26 Bab 26. Kecurigaan Indira
27 Bab 27. Setan Pelakor!
28 Bab 28. Rencana Indira
29 Bab 29. Pengakuan Juno
30 Bab 30. Pulang ke Jakarta?
31 Bab 31. Bukti nyata perselingkuhan
32 Bab 32. Kamu sudah sadar Juno?
33 Bab 33. Sedikit penyesalan
34 Bab 34. Tercengang!
35 Bab 35. TALAK
36 Bab 36. Kehancuran Pelakor
37 Bab 37. Indira Dikta
38 Bab 38. Semudah itu menyesal?
39 Bab 39. Kita sudah selesai, Mas!
40 Bab 40. Penyesalan
41 Bab 41. Kambuh
42 Bab 42. Tak mau cerai
43 Bab 43. Tetap bercerai!
44 Bab 44. Niat baik Bu Lusi dan Jenny
45 Bab 45. Usaha Juno
46 Bab 46. Ingat masa lalu
47 Bab 47. Mereka siapa?
48 Bab 48. Berkas-berkas perceraian?
49 Bab 49. Maling teriak maling!
50 Bab 50. Mempermalukan Pelakor
51 Bab 51. Keceplosan
52 Bab 52. Surat Cerai
53 Bab 53. Kehilangan hak untuk cemburu
54 Bab 54. Cerai
55 Bab 55. Hidup Baru
56 Bab 56. Dikta CEO
57 Bab 57. Mengejar Indira
58 Bab 58. Insiden Vio dan Devan
59 Bab 59. Kekecewaan Devan
60 Bab 60. Vio anak siapa?
61 Bab 61. Aku bukan ayahnya
62 Bab 62. Devan Tantrum
63 Bab 63. Kamu nggak nanyain aku?
64 Bab 64. Akhir si Pelakor
65 Bab 65. Sheila bundir?
66 Bab 66. Jatuh ke pelukannya
67 Bab 67. Kasus pembunuhan
68 Bab 68. Sabar satu bulan lagi
69 Bab 69. Akhir
70 Bab 70. Membujuk Juno
71 Bab 71. Aku harap kamu bahagia
72 Ektra Chapter 1
Episodes

Updated 72 Episodes

1
Bab 1. Hamil dan Harapan
2
Bab 2. Selingkuhan Juno
3
Bab 3. Mana suamimu?
4
Bab 4. Aku hamil
5
Bab 5. Istri Sah rasa orang ketiga
6
Bab 6. Indira Kabur?
7
Bab 7. Habisi dia!
8
Bab 8. Sakit yang akan membekas
9
Bab 9. Masih hidup
10
Bab 10. Memulai Hidup Baru
11
Bab 11. Setelah 5 tahun..
12
Bab 12. Perjalanan Bisnis
13
Bab 13. Pertemuan Juno dan Devan
14
Bab 14. Tidak punya papa
15
Bab 15. Mas Juno?
16
Bab 16. Pertemuan mencengangkan
17
Bab 17. Devan Anakku?
18
Bab 18. Perdebatan panas!
19
Bab 19. Sheila selingkuh?
20
Bab 20. Punya dua istri?
21
Bab 21. Jangan usir Papa!
22
Bab 22. Kamu akan menyesal!
23
Bab 23. Mantan suami?
24
Bab 24. Kembali Rumah Papa!
25
Bab 25. Devan nggak butuh Papa
26
Bab 26. Kecurigaan Indira
27
Bab 27. Setan Pelakor!
28
Bab 28. Rencana Indira
29
Bab 29. Pengakuan Juno
30
Bab 30. Pulang ke Jakarta?
31
Bab 31. Bukti nyata perselingkuhan
32
Bab 32. Kamu sudah sadar Juno?
33
Bab 33. Sedikit penyesalan
34
Bab 34. Tercengang!
35
Bab 35. TALAK
36
Bab 36. Kehancuran Pelakor
37
Bab 37. Indira Dikta
38
Bab 38. Semudah itu menyesal?
39
Bab 39. Kita sudah selesai, Mas!
40
Bab 40. Penyesalan
41
Bab 41. Kambuh
42
Bab 42. Tak mau cerai
43
Bab 43. Tetap bercerai!
44
Bab 44. Niat baik Bu Lusi dan Jenny
45
Bab 45. Usaha Juno
46
Bab 46. Ingat masa lalu
47
Bab 47. Mereka siapa?
48
Bab 48. Berkas-berkas perceraian?
49
Bab 49. Maling teriak maling!
50
Bab 50. Mempermalukan Pelakor
51
Bab 51. Keceplosan
52
Bab 52. Surat Cerai
53
Bab 53. Kehilangan hak untuk cemburu
54
Bab 54. Cerai
55
Bab 55. Hidup Baru
56
Bab 56. Dikta CEO
57
Bab 57. Mengejar Indira
58
Bab 58. Insiden Vio dan Devan
59
Bab 59. Kekecewaan Devan
60
Bab 60. Vio anak siapa?
61
Bab 61. Aku bukan ayahnya
62
Bab 62. Devan Tantrum
63
Bab 63. Kamu nggak nanyain aku?
64
Bab 64. Akhir si Pelakor
65
Bab 65. Sheila bundir?
66
Bab 66. Jatuh ke pelukannya
67
Bab 67. Kasus pembunuhan
68
Bab 68. Sabar satu bulan lagi
69
Bab 69. Akhir
70
Bab 70. Membujuk Juno
71
Bab 71. Aku harap kamu bahagia
72
Ektra Chapter 1

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!