“Senang bekerjasama dengan anda, Tuan Anggoro!”
Sam tersenyum lebar sambil menjabat tangan pria pemilik perusahaan bangkrut yang sedang Sam beli.
Segera saja suara-suara indah muncul di kepalanya.
[Anda berhasil membeli suatu perusahaan beserta gedungnya dengan harga lima puluh miliar]
[Anda telah menghabiskan dua puluh miliar, anda naik level tiga!]
[Anda telah menghabiskan tiga puluh miliar, anda telah naik level empat!]
[Karena anda berhasil naik dua level dalam sekali pembelian, kami memberi bonus hanya untuk kali ini]
[50% dari uang yang dikeluarkan akan masuk rekening pribadi anda]
[Uang 25 miliar masuk ke rekening pribadi anda]
[Semua status bertambah satu tingkat]
[Semua status bertambah satu tingkat]
[Anda berhak memilih dua kemampuan baru dari empat pilihan random]
[1. Kemampuan menyelam ke dalam air tawar atau air laut level B]
[2. Kemampuan berkuda level C]
[3. Kemampuan bernyanyi level A]
[4. Kemampuan membersihkan rumah level B]
[Apa anda ingin melihat status anda?]
Untu status nanti saja dilihat, Sam masih berbincang dengan tuan Cakra, pemilik perusahaan sebelumnya.
Dia bilang, dia menjual murah perusahaan dan gedungnya pada Sam. Sebenarnya tuan Cakra menghabiskan lebih banyak uang hanya untuk membangun gedung tersebut.
Dia menjual pada Sam karena Sam ingin meneruskan perusahaan itu, meski akan mengganti namanya dengan nama baru.
Sam sendiri terkejut karena pria itu memercayainya dengan mudah. Padahal, dia pikir, orang tua tidak terlalu memercayai anak muda seperti dia, apalagi jika tentang perusahaan.
Setelah selesai, Sam segera pergi bersama Angel untuk melihat anak-anak panti asuhan.
Mereka semua telah Angel pindahkan ke tempat yang lebih baik. Dengan uang yang Sam berikan pada Angel, Angel membeli hak penuh atas panti asuhan, dia bahkan menuntut pemilik panti asuhan lama karena telah menelantarkan mereka.
“Kak Angel!“ Anak-anak segera berhamburan menyambut Angel, yang sudah seperti malaikat karena telah memberikan mereka tempat tinggal yang layak, hangat dan nyaman.
Angel kembali mengenalkan Sam pada mereka semua, juga pada pegawai di panti asuhan yang baru.
Sam sangat senang karena pegawai baru terlihat sangat ramah dan menyukai anak-anak.
Tidak ada dari anak-anak itu yang terlihat level sedikitpun.
”Aku sudah mendatangkan dokter untuk memeriksa keadaan mereka, beberapa dari mereka kekurangan gizi, aku sangat sedih. Karena itu aku mempekerjakan koki yang paham tentang gizi dan juga sayang anak-anak. Aku sangat hati-hati memilih pekerja, karena tidak ingin anak-anak ini terlantar lagi. Oh iya, nama panti asuhan ini akan menggunakan nama belakangmu, karena kamulah yang paling berjasa pada panti asuhan ini,“ ucap Angel. Dia dan Sam sedang melihat anak-anak bermain dengan riang di taman bermain yang ada di samping panti asuhan.
”Kamu ngomong apa, yang ngurusin semuanya sampai sedetail itu kan kamu, aku bersyukur karena mempercayaimu, lihatlah, mereka sangat menyukaimu.“ Sam menoleh pada anak-anak yang melambaikan tangan mereka pada Angel, lalu Angel membalas lambaian tangan mereka.
”Yah, mereka sangat manis dan lucu. Oh iya! Aku juga mengatur perpustakaan bagi mereka di dalam, agar mereka mau membaca. Kamu jangan khawatir, ada banyak donatur yang akan menyumbang banyak untuk mereka. Kemarin ada beberapa bayi yang datang ke panti asuhan ini, berasal dari —“
”Tunggu dulu Angel, ada banyak donatur?“ tanya Sam.
”Iy—iya, kenapa?“
Sam menepuk dahinya, ”astaga Angel! Aku kan sudah bilang, aku saja yang membiayai mereka, berapapun akan aku berikan!“
Angel menatap Sam aneh, ”tapi kau baru saja membeli perusahaan! Aku hanya tidak ingin menyusahkan mu…“
Sam tersenyum, lalu dia mengulurkan tangannya, menyentuh pipi Angel dengan lembut.
Angel yang diperlakukan seperti itu berdebar-debar tidak karuan.
Entah hanya perasaan Angel atau apa, sekarang Sam menjadi beberapa kali lebih tampan dari sebelumnya, dia juga terlihat lebih gagah dan kuat.
Apa Angel saja yang sedang melantur? Tidak mungkin orang menjadi lebih tampan secepat itu.
”Angel, ingat kata-kata ku, tidak perlu merasa tidak enak jika tentang uang, katakan saja berapapun yang kamu butuhkan padaku. Bahkan jika kamu butuh banyak uang untuk dirimu sendiri, aku bisa memberikannya. Kau ingin tas mewah? Aku akan belikan satu toko untukmu. Kamu ingin makan enak, aku bisa membelikan restorannya.“
Angel tidak paham dengan maksud dari ucapan Sam, karena dia terfokus dengan detak jantungnya sendiri yang tidak karuan, dan juga… dia pikir ucapan Sam hanya bualan belaka yang manis dan terdengar indah.
Tentu saja Angel merasa baper.
Padahal, Sam serius saat mengatakannya. Berapapun yang Angel mau, semakin banyak, itu semakin bagus.
”Baiklah…“ ucap Angel.
”Ciyeeee ciyeee!“
Teriakan para bocil membuat Sam sadar jika dia dan Angel sangat dekat, dia menurunkan tangannya dari pipi Angel. Canggung pun segera menyelimuti mereka.
”Apa kalian pacaran?“
”Kalian sangat cocok!“
”Kak Sam dan Angel menikah aja!“
”Pasti romantis…“
Ucap anak-anak itu, membuat Sam dan Angel makin canggung saja.
”Hush, anak-anak nggak boleh gitu! Mereka kan jadi malu,“ ujar salah satu pengurus panti asuhan yang menemani mereka.
Meski berkata seperti itu, ekspresi lnya juga ikut menggoda seperti anak-anak.
Kemudian teriakan pengurus lain jika makan siang telah siap, menyelamatkan Sam dan Angel dari kecanggungan itu.
Mereka pun pamit pulang.
Menaiki mobil baru Angel, yang didapat dari Haris.
”Maaf ya Angel, aku belum bisa mengemudikan mobil, aku nggak enak kalo kamu yang nyupir,“ ucap Sam.
Dia tidak duduk dibelakang seperti para boss yang lain, dia duduk di sebelah Angel.
”Memangnya kenapa? Sekarang kamu boss ku, jadi itu normal saja. Kamu itu boss sekarang, Sam, jadi jangan nggak enakan sama aku. Aku kan bawahan mu.“
”Haha, aku cuma belum terbiasa. Nggak mungkin aku bisa merubah kebiasaan hanya dalam waktu singkat, oh iya… kenapa kamu waktu itu nyium pipi—“
Ciiiiiiitttttt!
Sam berdebar-debar tak karuan saat Angel tiba-tiba menghentikan mobilnya.
Terlintas lagi dalam pikirannya kejadian dia hampir membuat mobil yang dia kemudikan kecelakaan.
Trauma itu masih belum bisa hilang dari kepalanya.
”Angel! Apa yang kamu lakukan!“ Teriak Sam.
Angel menoleh pada Sam, melihat wajah Sam yang putih pucat karena ketakutan.
”Sam, maaf… aku hanya terkejut.“
Sam mengusap wajahnya dengan kasar, ”tidak… tidak apa, aku baik-baik saja. Maaf, aku akan diam sekarang.“
Setelah itu, tidak ada pembicaraan lagi diantara mereka.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Nani Andriani
hohoho perusahaan discond hhhh
2025-02-22
0
S H 10
hahaha..
/Grimace//Grimace//Grimace//Grimace/
2025-01-20
0
Sang M
dasar sistem goblok. kemampuan beladiri gak masuk pilihan. Igu penting untuk bela diri secara fisik..
2024-10-27
1