Haris tidak percaya jika dia baru saja dipecat dari perusahaan padahal dia belum naik menjadi pegawai tetap. Keluarganya akan memberinya cap sebagai orang yang tidak berkompeten, meski kenyataannya memang seperti itu.
Ada tradisi di dalam keluarganya, setiap anak dari keluarga itu, setelah selesai kuliah harus bisa mencari pekerjaan sendiri tanpa bantuan keluarga. Kakak sepupu Haris semuanya berhasil melakukannya, entah dengan cara licik seperti Haris, atau dengan cara normal. Bahkan ada sepupu yang langsung membuka usaha sendiri dan membuat keluarga kagum, meski usahanya kecil-kecilan.
Jika sudah berhasil bekerja atau membuka usaha, mereka akan diberikan kartu hitam yang berisi banyak uang untuk digunakan.
Haris yang belum menjadi pegawai tetap, tentu saja memiliki budget yang terbatas. Dia terpaksa harus mengatakan tentang keluarganya pada manager bodoh itu agar memasukkannya dengan mudah ke perusahaan tapi kenapa tiba-tiba dia dipecat? Ini tidak masuk akal!
Dia segera keluar dari warteg, agar bisa menelfon managernya.
Pacarnya yang menunggu di mobil pun senang saat Haris keluar, dia pikir, Haris telah mendapatkan smartphone yang dia inginkan.
“Halo, manager, apa-apaan ini, kenapa saya bisa dipecat? Sialan!“ Teriak Haris pada pria tua bodoh yang membantunya masuk ke perusahaan dengan mudah.
'Kau yang sialan! Aku juga dipecat dan ini semua gara-gara dirimu! Ternyata Sam adalah pemegang 10% saham dan pemimpin perusahaan sangat marah karena kita membuat dia dipecat. Jangan hubungi aku lagi, kau orang kaya generasi ketiga yang tidak berguna!'
Sialan, Haris yang ingin mengumpati manager malah balik diumpat. Jika terus seperti ini, dia tidak akan bisa mendapatkan akses untuk menghabiskan uang keluarga.
”Keluarga sialan tidak berguna!“ Umpat Haris sambil mengantongi smartphonenya.
”Sayang! Bagaimana? Apa kau mendapatkan smartphone yang ku inginkan?“ Tanya wanita cantik yang sekarang hanya membuat emosi Haris naik saja.
Haris menoleh pada wanita itu dengan tatapan sinis, ”jangan panggil aku pacarmu lagi, sekarang kau pergi! Kau hanya membuat masalah untukku!“
Wanita itu membelalakkan matanya tidak percaya, ”tapi…“
”Tidak ada tapi-tapian, kita putus!“
Sambil berderai air mata, wanita itu pun pergi berlari entah kemana, Haris tidak peduli.
”Bagaimana? Masih mau memukuliku?“
Haris terperanjat melihat Sam yang tiba-tiba saja muncul di dekatnya.
”Hahaha, halo boss Sam, ini ada kesalahpahaman, saya tidak berniat memukuli anda, saya hanya bercanda.“
Sam menaikkan alisnya, ”bercanda? Sekarang berlutut di hadapanku!“
Haris mengumpat dalam hati, dia merasa sangat dipermalukan, tapi Sam adalah pemilik 10% saham Gekron. Jelas Sam memiliki banyak uang. Haris tidak menyangka Sam bisa berada jauh diatasnya hanya dalam kurun waktu sehari saja.
Haris pun harus membuang harga dirinya dan berlutut di depan Sam.
Sam tersenyum lebar melihat Haris yang berlutut ketakutan terhadapnya. Memang Haris itu hanya pengecut yang berlindung dibalik uangnya.
Kemudian Sam menendang Haris, lalu menginjaknya.
Sam hanya mengembalikan apa yang pernah Haris lakukan padanya.
Memang Sam itu orang baik, tapi dendam tetaplah dendam. Sam bukan malaikat atau nabi yang memiliki sifat pemaaf tiada akhir.
Sam memiliki rasa kesal, rasa dendam, terutama karena Haris sering membullynya selama dua bulan menjadi pegawai magang.
”Bagaimana rasanya berada dibawah, Haris? Kamu harus terus mengingat penghinaan dari ku padamu hari ini, abadikan dalam benakmu, agar kau tahu, pria yang sering kau hina dan kau hajar, padahal tidak memiliki kesalahan padamu, suatu saat bisa melakukan hal serupa padamu. Jika kau punya akal, harusnya kau tidak melakukan hal seperti itu lagi.“
Haris berteriak dan memohon ampun saat Sam kembali menginjak perutnya dengan keras.
Padahal, apa yang Sam lakukan hanya sebagian kecil dari apa yang telah Haris lakukan padanya.
”Ampuni saya, boss!“
”Ampun? Dulu saat aku memohon ampun padamu, kenapa kau masih terus menginjak dan menendangku?“
Angel yang keluar dari warteg hanya diam memperhatikan apa yang Sam lakukan pada Haris. Angel sebenarnya ingin menghentikan Sam, tapi Angel tahu, pasti Sam memiliki dendam yang besar pada Haris, mengingat Haris sudah sering keterlaluan padanya. Angel tidak mau ikut campur.
Sam berhenti menginjak Haris karena sudah bosan, pada dasarnya, dia memang orang yang baik.
”Aku akan biarkan kamu kali ini, tapi jika aku mengetahui kamu berulah lagi, aku tidak akan memberi ampun.“
Haris pun segera bangkit, sambil batuk-batuk. Kemudian dia menyerahkan kunci mobilnya pada Sam.
”Saya akan memberikan mobil baru saya pada anda, boss! Jadi saya mohon, maafkan saya!“ Ucap Haris.
Sam mengernyitkan dahinya, tapi dia menyambar kunci mobil yang diserahkan Haris.
”Enak saja! Kau harus minimal berbakti lima bulan penuh padaku dan menjadi berguna untukku, baru kemudian aku maafkan! Aku terima mobilmu, kirim surat-surat lengkapnya besok!“
Haris membungkuk berkali-kali dan mengatakan “baik, boss, saya akan mencoba berguna bagi anda!“
”Baiklah, sekarang pergi, hus hus!“ Sam menggerakkan tangannya seolah mengusir kucing pada Haris, baru kemudian berbalik dan tersenyum pada Angel.
”Apa kamu sudah merasa lega?“ Tanya Angel.
Sam mengangguk senang, ”iya, tentu saja, meski aku tidak merasa terlalu bahagia. Aku pikir jika sudah membalas Haris, aku akan merasa sangat senang, ternyata biasa saja.“
Angel terkikik mendengar ucapan Sam yang jujur sekali, ”tapi paling tidak, kau sudah membalasnya.“
”Yah, lupakan dia, sekarang ayo kita cari cara untuk membantu anak-anak panti asuhan itu.“
”Iya, aku akan melakukan yang terbaik.“
***
[Anda telah menghabiskan sepuluh miliar!]
[Anda telah naik level!]
[Semua status dinaikkan +1]
[Nama: Samuel Angoro]
[Umur: 22 tahun]
[Level: 2]
[Penampilan: 3]
[Kekuatan: 2]
[Kecerdasan: 2]
[Kelincahan: 2]
[Anda berhak memilih satu dari tiga kemampuan acak yang akan diberikan]
[1. Kemampuan berkebun level D]
[2. Kemampuan berlari level D]
[3. Kemampuan memasak level B]
Sam sangat bingung dengan semua informasi yang masuk. Pertama, dia telah memberikan dua miliar pada Angel untuk panti asuhan pagi ini. Karena itu dia sudah mengeluarkan lebih dari sepuluh miliar, jadi dia naik level.
Yang kedua, kemampuan apa yang harus dia pilih?
Kalau berkebun, Sam tidak punya lahan pribadi. Nanti malah menguntungkan bibi Mirna jika dia berhasil menanam sesuatu.
Kalau kemampuan berlari, itu cukup bagus, dia bisa menjadi atlet lari nasional. Tapi karena hanya tingkat D, dia tidak jadi melakukannya.
Kemampuan memasak… memangnya perlu ya? Selama ini Sam hanya membeli makanan untuknya. Kalau memasak ya hanya yang simple seperti mie instan.
Dia tidak ada niat menjadi koki, tapi tidak ada kemampuan yang bagus selain kemampuan memasak.
”Aku akan pilih kemampuan memasak level B!“
[Anda berhasil mendapatkan kemampuan memasak tingkat B]
”Haruskah aku mengikuti kompetisi memasak master chef?“
[Silahkan saja, master]
”Tsk, tapi itu akan merepotkan, lebih baik aku rebahan saja dan mendapatkan banyak uang dari saham. Biar orang-orang yang bekerja untukku!“ Ucap Sam dengan bangga.
[Saya menyukai pemikiran anda, anda memang triliuner sejati!]
“Ah, benarkah?“
[Tentu saja]
Sam yang sedang rebahan sambil main smartphone itu, kini harus duduk karena ada panggilan telfon dari pemimpin perusahaan Gekron.
”Halo? Apa — pertemuan?“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
Gabutdramon
minimal chindo/sekolah chef di luar negri walau gak berbakat. pasti menang master chef
2024-10-17
0
Gabutdramon
orang baik yang tidak pendendam hanya ada disinetron.
2024-10-17
0
Imam Sutoto Suro
good job
2024-10-12
0