Part 20. Perdebatan tidak penting

“Haish, siapa sih yang punya Signature ini, nggak ada sambutan hangat, malah dihina sama mbak-mbak penerima tamu, padahal mbaknya juga mirip orang kampung.” Sam yang sudah sampai di depan pintu apartemennya masih saja mendumel.

“Harusnya tadi aku hajar aja dia,” sahut Haris.

“Nggak boleh kasar sama cewek,” timpal Raihan.

“Cewek cowok kan sama aja brengseknya, kenapa cewek harus dipersiapkan? Bukannya kita harus memperlakukan orang sama rata? Kan para perempuan memperjuangkan hak yang sama.” ucap Deva.

Haris mengangguk setuju, “bener tuh.”

“Meski perempuan memperjuangkan hak gituan, tetep aja laki perempuan beda banget, mereka nggak bisa dikasari, ya bayangin aja ibu kalian dihajar laki, pasti marah kan?” sahut Raihan.

Haris dan Deva yang tidak memiliki ibu yang baik hanya diam, kurang relate dengan ucapan Raihan yang memiliki ibu super baik dan lemah lembut di dunia.

“Bener kata Raihan, udah kebuka nih, yok masuk!“ Ucap Sam.

Sam berdecak kagum segera setelah memasuki apartemennya sendiri. Semuanya serba mewah, dia sampai heboh sendiri.

”Balkonnya luas banget! Bisa pesta disini kita!“ Teriak Sam dari balkon yang memang cukup luas dan didesain agar bisa digunakan untuk berpesta.

”Sam! Woy, ada orang nyariin!“ teriak Raihan dari ruang tamu.

Sam pun segera masuk kembali, sambil mendumel dalam hati, 'emang siapa sih yang nyariin dia?'

”Selamat sore, apa anda benar pemilik apartemen ini?“ tanya seorang pria yang mengenakan setelan jas lengkap, di kanan kiri dia terdapat dua bodyguard berbadan besar-besar seperti Haris.

”Apalagi ini? Anda siapa?“ Tanya Sam dengan nada malas, karena dia tidak ada mood lagi untuk berdebat, dia ingin segera beres-beres dan istirahat. Ayolah.

Lama-lama jika dia diganggu terus, akan dia beli Signature, lalu dia pecat semua pegawai dan diganti yang baru.

Memangnya dosa besar jika pindahan memakai kardus Indomie? Sam kan belum sempat membeli tas besar atau koper, dia hanya ingin cepat pindah saja.

”Saya adalah orang yang bertanggung jawab di apartemen ini, dan menurut pegawai saya, anda sangat mencurigakan.“ ucap pria itu.

Sam mendekat pada pria itu, ”mencurigakan? Cepat periksa kalo gitu, lihat wajahku, mencurigakan apa enggak? Haris, ambilin dokumen yang tadi cepat, biar dia tahu aku bohong atau enggak!“

Pria itu hanya terdiam setelah menatap wajah Sam, dia tidak melihat kecurigaan di wajah Sam, yang ada hanya wajah lelah dan ingin semuanya segera selesai.

”Tuh Bang, lihat dokumennya dengan jelas, atas nama Samuel kan? Itu namaku, harusnya kalian seneng apartemen kalian dibeli, malah mencurigai orang seenaknya, pasti Abang ini dikasih tahu mbak-mbak yang di depan kan? Ya ampun, emang kalian selalu mencurigai orang meski udah jelas orang itu yang punya apartemen?“

Pria itu mengembalikan dokumen milik Sam, lalu membungkuk bersama dua yang lain.

”Maafkan kami tuan karena telah mengganggu, kami akan menegur pegawai kami.“

”Iya iya nggak apa-apa, nggak perlu ditegur juga, dipecat aja, dia udah ngatain aku kampungan juga— meskipun emang orang kampung sih, tapi ya nggak etis banget lah— hmmp!“

Raihan buru-buru membekap mulut Sam sebelum mengoceh banyak hal dan memutus rejeki orang.

”Hahaha, maafkan teman saya, anda sekalian boleh pergi.“

Sam melepas tangan Raihan setelah orang-orang itu pergi begitu saja, ”apa-apaan sih Han!“

”Ya kamu apa-apaan! Kalo mbak yang tadi dipecat gimana?“ Tanya Raihan.

”Ya bukan urusanku Han.“

”Kamu nggak inget apa kalo nyari kerjaan itu susah? Kan kasihan dia, kalo dia kerja buat keluarga dia gimana?“ Raihan masih bersikeras terhadap pendiriannya.

Sam sendiri orangnya cukup kerjas kepala, ”ya kalo dia tahu nyari kerjaan susah, harusnya lebih hati-hati dalam bersikap, nggak boleh seenaknya sendiri, nuduh orang dengan tuduhan nggak jelas, setiap pekerjaan ada konsekuensinya, kalo dimanja terus hidupnya, nanti dia yang ada makin sombong dan nggak tahu apa salahnya.“

”Tapi ya udah dong, jangan diungkit terus, kasihan.“

”Kasihan? Dia udah jelas-jelas salah, masih kamu kasihani?“

Akhirnya Haris dan Deva melerai Sam dan Raihan.

Deva susah payah menarik tubuh Sam yang meski kurus ternyata kuat juga.

”Udah dong debatnya, lagian mbak tadi dipecat atau enggak itu keputusan perusahaan, bukan keputusan kita. Menurutku Raihan juga nggak boleh gitu, jangan mentang-mentang dia wanita, yang lemah, kita harus tutup mata akan kesalahannya, karena manusia brengsek nggak pandang gender, kalo didiemin emang bakal ngelunjak. Tapi sekali lagi ku tekankan, kita nggak berhak atas dia, semuanya urusan perusahaan yang bisa memutuskan dia dipecat atau enggaknya, jadi udahan ya debatnya,“ ucap Deva, berharap Sam dan Raihan berhenti membicarakan hal tidak berguna.

”Iya deh, maaf ya Sam, aku salah.“

”Iya, aku juga salah. Maaf Han.“

Deva tersenyum, ”nah gitu dong… ayo kita beres-beres dulu, biar cepat selesai.“

Tanpa mereka ketahui, mbak resepsionis sudah dipecat karena pria yang tadi mendatangi Sam adalah putra dari pemilik Signature. Setelah melihat nama Sam, yang dia tahu memiliki saham di The Royalty, dia marah besar dan merasa bodoh telah mengikuti ucapan resepsionis. Untung saja dia belum melakukan hal yang tidak diinginkan pada Sam.

Namanya Carl Zein, dia masih berada di jajaran atas pemuda yang memiliki aset miliaran di negara itu. Meski dia belum pernah melihat nama Samuel berada di daftar itu, dia yakin sekali Sam memiliki aset yang jauh lebih banyak dari dirinya.

”Samuel Anggoro, coba cari tahu apa saja tentang dia, siapa saja orang yang bersama dengannya, cepat!“ Perintah Carl pada salah satu anak buahnya.

”Saya akan segera melakukannya, tuan muda!“

Setelah anak buahnya pergi mencaritahu, Carl menyeringai, ”Samuel Anggoro… dia mungkin bisa membantuku, dia harus ku dapatkan.“ desisnya, sambil mengangkat salah satu bidak catur berwarna emas yang ada di hadapannya.

Dia mengangkat bidak raja, lalu memutar-mutar bidak itu ditangannya. Kemudian dia menyenggol bidak raja perak dan meletakkan raja emas disana.

”The Royalty harus menjadi milikku, bagaimana pun caranya.“ gumamnya.

”KAKAK!“

Carl mendongak, menatap adiknya yang sedang berjalan ke arahnya. Adiknya yang cantik seperti peri, sangat bersinar di tengah ruangan yang mewah tersebut. Dia seperti peri kecil berambut pirang panjang, wajah cantiknya begitu luar biasa dengan atau tanpa make-up.

”Felicia, apa yang kau lakukan disini? Kau bilang akan pergi bersama Angel untuk melihat anak-anak panti asuhan?“

Felicia mengangguk semangat, ”iya! Aku sudah melihatnya, mereka semua sangat lucu dan manis, aku bilang, aku akan membantu lima miliar dan Angel sangat senang. Aku juga senang melihat anak-anak itu bahagia, karena anak-anak tidak bersalah.“

Selain cantik, adiknya ini memiliki hati yang sangat baik.

”Karena sudah selesai, aku ingin kamu menemaniku untuk menyapa seseorang, salah satu pegawai kita membuatnya tidak nyaman, kamu kan?“

”Apa kita akan minta maaf padanya?“

Carl mengangguk, ”benar, dia kelihatan marah karena sudah dihina pegawai kita, pegawainya sudah dipecat sih.“

”Kalau begitu, aku akan menemani kakak!“

Carl tersenyum lebar, ”terimakasih, kita berangkat nanti malam.“

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

Tegas amat Sam.. memang benar kata sam tu.. semakin manja semakin tinggi angkuhnya nanti..
/Panic//Panic//Panic//Panic//Panic/

2025-01-20

0

Rest Area

Rest Area

BIKIN PINTER DIKIT DONG... JANGAN BODOH BODOH BANGET... TAIK

2024-10-30

0

Gabutdramon

Gabutdramon

sudah kuduga kroni dari novel sebelumnya. dah ah aku stop baca karya dari author ini.

2024-10-17

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1. Uang 888 triliun
2 Part 2. Menghabiskan uang dan mendapatkan uang
3 Part 3. Membeli saham perusahaan
4 Part 4. Membalas dendam
5 Part 5. Berada di level atas
6 Part 6. Panggilan dari pemilik perusahaan
7 Part 7. Pemilik perusahaan Gekron
8 Part 8. Keluarin banyak duit, please?
9 Part 9. Anak buah yang dapat dipercaya
10 Part 10. Hanya lima puluh juta?
11 Part 11. Membuat perusahaan
12 Part 12. Perusahaan yang sudah bangkrut
13 Part 13. Duit, duit dan duit!
14 Part 14. Naik dua level
15 Part 15. first kiss ever
16 Part 16. Jalur orang dalam
17 17. Apa kamu serius?
18 Part 18. Naik tiga level
19 Part 19. Pindah ke apartemen
20 Part 20. Perdebatan tidak penting
21 Part 21. Carl dan Felicia
22 Part 22. Sisi lain Felicia
23 Part 23. Ada apa ini?
24 Part 24. Ada yang aneh
25 Part 25. Fashion style untuk Sam
26 Part 26. Tidak bisa dipercaya
27 Part 27. Terlalu percaya diri
28 Part 28. Memberi pelajaran
29 Part 29. Ikut campur
30 Part 30. Hanya teman biasa
31 Part 31. Kemampuan langka
32 Part 32. Tidak tahu diri
33 33. Menemui Orang gila
34 Part 34. Gila dan menyimpang
35 Part 35. Sifat buruk orang kaya
36 Part 36. Tiba-tiba punya adik
37 Part 37. Kakak yang terlalu baik
38 Part 38. Atap gedung
39 Part 39. Tidak punya sopan santun
40 Part 40. Bisa segalanya
41 Part 41. Sesuatu yang tidak mungkin
42 Part 42. Roda berputar
43 Part 43. Diusir dari rumah
44 Part 44. Boss sudah gila
45 Part 45. Masih jomblo
46 Part 46. Di perkemahan
47 Part 47. Berputar-putar
48 Part 48. Surat rahasia
49 Part 49. Rahasia dari ibu
50 Part 50. Ada yang aneh
51 Part 51. Apa yang kau pikirkan?
52 Part 52. Oh, ternyata...
53 Part 53. Bukankah kau suka uang?
54 Part 54. Memanfaatkan dan dimanfaatkan
55 Part 55. Bertemu Alycia
56 Part 56. Obrolan malam
57 Part 57. Mending rebahan aja
58 Part 58. Cara menghabiskan uang
59 Part 59. Bocah entah darimana
60 Part 60. Habiskan semua uang!
61 Part 61. Sangat sembrono.
62 Part 62. Keberuntungan diluar nalar
63 Part 63. Menampung anak-anak remaja
64 Part 64. Ketulusan dan hadiah
65 Part 65. Memang keterlaluan
66 Part 66. Sombong dan angkuh
67 Part 67. Sam itu miskin!
68 Part 68. Mansion baru
69 Part 69. Menjaga hubungan baik
70 Part 70. Sam yang aneh
71 Part 71. Perasaan tidak nyaman
72 Part 72. Bunglon nakal
73 Part 73. Mengurus anak-anak
74 Part 74. Hanya bohong
75 Part 75. Upgrade sistem
76 Part 76. Ayah tiri brengsek
77 Part 77. Sebuah rencana
78 78. Pertarungan pewaris
79 Part 79. Cerita yang rumit
80 Part 80. Pergi ke desa
81 Part 81. Kerabat jauh yang sombong
82 Part 82. Tidak kuat pedas
83 Part 83. Darimana semua itu?
84 Part 84. Harta itu bukan milikmu
85 Part 85. Memutuskan perasaan
86 Part 86. Anti romantic
87 Part 87. Datang dan pergi
88 Part 88. Curiga lah sedikit
89 Part 89. Melepaskan untuk bahagia
90 Part 90. Bersalah
91 Part 91. Karaoke
92 Part 92. Bakat tersembunyi
93 Part 93. Datang saat sukses
94 Part 94. Keluarga
95 Part 95. Tamat.
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Part 1. Uang 888 triliun
2
Part 2. Menghabiskan uang dan mendapatkan uang
3
Part 3. Membeli saham perusahaan
4
Part 4. Membalas dendam
5
Part 5. Berada di level atas
6
Part 6. Panggilan dari pemilik perusahaan
7
Part 7. Pemilik perusahaan Gekron
8
Part 8. Keluarin banyak duit, please?
9
Part 9. Anak buah yang dapat dipercaya
10
Part 10. Hanya lima puluh juta?
11
Part 11. Membuat perusahaan
12
Part 12. Perusahaan yang sudah bangkrut
13
Part 13. Duit, duit dan duit!
14
Part 14. Naik dua level
15
Part 15. first kiss ever
16
Part 16. Jalur orang dalam
17
17. Apa kamu serius?
18
Part 18. Naik tiga level
19
Part 19. Pindah ke apartemen
20
Part 20. Perdebatan tidak penting
21
Part 21. Carl dan Felicia
22
Part 22. Sisi lain Felicia
23
Part 23. Ada apa ini?
24
Part 24. Ada yang aneh
25
Part 25. Fashion style untuk Sam
26
Part 26. Tidak bisa dipercaya
27
Part 27. Terlalu percaya diri
28
Part 28. Memberi pelajaran
29
Part 29. Ikut campur
30
Part 30. Hanya teman biasa
31
Part 31. Kemampuan langka
32
Part 32. Tidak tahu diri
33
33. Menemui Orang gila
34
Part 34. Gila dan menyimpang
35
Part 35. Sifat buruk orang kaya
36
Part 36. Tiba-tiba punya adik
37
Part 37. Kakak yang terlalu baik
38
Part 38. Atap gedung
39
Part 39. Tidak punya sopan santun
40
Part 40. Bisa segalanya
41
Part 41. Sesuatu yang tidak mungkin
42
Part 42. Roda berputar
43
Part 43. Diusir dari rumah
44
Part 44. Boss sudah gila
45
Part 45. Masih jomblo
46
Part 46. Di perkemahan
47
Part 47. Berputar-putar
48
Part 48. Surat rahasia
49
Part 49. Rahasia dari ibu
50
Part 50. Ada yang aneh
51
Part 51. Apa yang kau pikirkan?
52
Part 52. Oh, ternyata...
53
Part 53. Bukankah kau suka uang?
54
Part 54. Memanfaatkan dan dimanfaatkan
55
Part 55. Bertemu Alycia
56
Part 56. Obrolan malam
57
Part 57. Mending rebahan aja
58
Part 58. Cara menghabiskan uang
59
Part 59. Bocah entah darimana
60
Part 60. Habiskan semua uang!
61
Part 61. Sangat sembrono.
62
Part 62. Keberuntungan diluar nalar
63
Part 63. Menampung anak-anak remaja
64
Part 64. Ketulusan dan hadiah
65
Part 65. Memang keterlaluan
66
Part 66. Sombong dan angkuh
67
Part 67. Sam itu miskin!
68
Part 68. Mansion baru
69
Part 69. Menjaga hubungan baik
70
Part 70. Sam yang aneh
71
Part 71. Perasaan tidak nyaman
72
Part 72. Bunglon nakal
73
Part 73. Mengurus anak-anak
74
Part 74. Hanya bohong
75
Part 75. Upgrade sistem
76
Part 76. Ayah tiri brengsek
77
Part 77. Sebuah rencana
78
78. Pertarungan pewaris
79
Part 79. Cerita yang rumit
80
Part 80. Pergi ke desa
81
Part 81. Kerabat jauh yang sombong
82
Part 82. Tidak kuat pedas
83
Part 83. Darimana semua itu?
84
Part 84. Harta itu bukan milikmu
85
Part 85. Memutuskan perasaan
86
Part 86. Anti romantic
87
Part 87. Datang dan pergi
88
Part 88. Curiga lah sedikit
89
Part 89. Melepaskan untuk bahagia
90
Part 90. Bersalah
91
Part 91. Karaoke
92
Part 92. Bakat tersembunyi
93
Part 93. Datang saat sukses
94
Part 94. Keluarga
95
Part 95. Tamat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!