Sudah lama Sam menginginkan daging sapi Wagyu, dia ingin merasakan bagaimana cita rasa daging sapi yang berkualitas tinggi. Jika dulu saat miskin, dia akan mencibir orang yang membeli makanan mahal, lebih baik beli di warung. Sudah dapat rasa yang enak, porsinya banyak pula.
Tapi setelah uang di dalam rekening pribadinya sudah mencapai seratus jutaan, tentu saja pemikiran dia sudah berbeda.
Dia mampu, dia beli, tidak ada istilah mahal. Lagipula, uang bisa didapatkan lagi nanti, tinggal buang-buang uang lagi saja.
[120 juta berhasil dikeluarkan untuk membeli setelan jas dan smartphone]
[24.000.000 telah masuk ke rekening pribadi anda]
Oh? Sepertinya Haris sudah membelikan setelan dan smartphone yang Sam pesan. Tapi setelan jas macam apa yang seharga ratusan juta?
“Apakah anda ingin membeli dagingnya, tuan?“ Tanya pegawai supermarket yang menjaga daging.
Sam menoleh padanya, ”oh, iya, saya ingin daging Wagyu dengan kualitas terbaik.“
”Kebetulan kami sedang ada promo! Daging sapi Wagyu A5 kami sedang ada diskon 10%, sekarang anda bisa membeli daging tersebut dengan harga lima juta untuk satu kilo.“
”Oh…“ Sam pikir, setelah diskon harganya bisa ratusan ribu, tapi ternyata lima juta.
”Saya tidak butuh banyak, hanya butuh seperempat kilo saja, bisa kan?“
”Tentu saja bisa tuan!“ pegawai itu mengambilkan daging yang dikemas dalam kotak yang bagus dengan berat 250gr. Itupun harganya 1.250.000 tapi Sam sudah senang dengan daging segitu. Dagingnya sendiri sudah dipotong tipis-tipis, jadi tinggal diolah saja.
”Apa anda menginginkan daging yang lain?“ Tanya pegawai.
Sam berpikir sejenak, melihat-lihat berbagai daging yang ada di tempat itu. Ada macam-macam daging berkualitas bagus disana, bahkan daging babi, rusa dan beruang pun ada.
Memangnya siapa yang beli daging beruang? Sam langsung bergidik mengeri saat seorang pria tinggi yang terlihat seperti chef terkenal di televisi membeli daging beruang itu.
”Saya akan membeli daging ayam satu kilo, apa disini menjual ceker juga? Dimana saya bisa membeli udang?“ Tanya Sam, dia ingin mengalihkan perhatiannya dari chef yang membeli daging beruang di sampingnya, karena pikiran liar Sam menari-nari dan membuatnya tidak nyaman sendiri.
Memang sulit membayangkan untuk memakan sesuatu yang tidak biasa, apalagi itu beruang.
Tapi Sam pernah melihat anime masak-masak yang mengolah beruang, dia tidak menyangka akan menemukan di kehidupan nyata.
Setelah membayar semua belanjaan bahan-bahan masakan, Sam malah melihat Haris kembali berdebat dengan Tante dan sepupunya.
Sam pun mendekati mereka, lalu dia bertanya, ”ada apa ini?“ Pada Haris.
Haris menoleh pada Sam, dia memasang raut wajah antara kesal dan juga muak.
”Mereka bilang tidak membawa dompet dan ingin aku yang membayarkan mereka—“
”Bukankah kau sudah bekerja pada boss besar? Tadi kau sangat sombong! Ini hanya lima belas juta, mana mungkin kau tidak bisa membayarkan dengan gaji besar mu!“ Sahut tantenya Haris.
Sekarang Sam paham kenapa tingkah laku Haris itu sangat menyebalkan, mental pembully, itu pasti karena lingkungan keluarganya juga seperti itu.
Hah, mereka hanya orang-orang kaya yang perlu bantuan.
Sam mendekati tantenya Haris, ”haha, bayarkan saja Haris, tidak apa-apa.“ ucap Sam, sambil menepuk bahu Haris.
”Tapi, boss! Mereka itu hanya orang tidak tahu diri, tidak mungkin mereka tidak membawa uang jika pergi kemari.“
”Sudahlah Haris, orangtuaku yang miskin itu pernah mengatakan, semiskin apapun kita, jangan sampai meminta-minta apalagi mencuri milik orang lain. Jika tantemu meminta padamu, berarti kamu jauh lebih mampu dari mereka.“ Sam mengambil kartu hitam berisi uang sistem dari tangan Haris lalu memberikan pada kasir yang menunggu belanjaan untuk dibayar.
”Aku akan membayarkan semua belanjaan kalian! Kau gadis cantik— mau dibayarin juga?“
Gadis SMA yang dari tadi menikmati perdebatan itu sambil makan popcorn, hampir tersedak saat Sam menawari untuk membayarkan belanjaannya.
”Mau!!“ teriak gadis itu, dia pun langsung berlari untuk mengambil barang-barang mahal yang dia inginkan, mumpung ada yang membayarkan.
Sebenarnya gadis itu tidak belanja, dia hanya mengantarkan temannya yang kaya raya untuk belanja. Tipe teman toxic yang suka pamer.
”Apa kau tidak mau membayarkan aku juga?“ Tanya teman gadis SMA itu, dia memang cantik, wajah dan tubuhnya mulus sekali karena perawatan jutaan rupiah yang rutin dia lakukan.
”Maaf ya adik manis, kau kelihatan sangat mampu, jangan suka meminta sebelum ditawari ya?“
Gadis cantik itu terlihat sangat kesal, lalu dia melirik iri temannya yang telah membawa banyak barang super mahal.
[15 juta telah dikeluarkan]
[50 juta telah dikeluarkan]
[3.000.000 berhasil masuk rekening pribadi anda]
[10.000.000 berhasil masuk rekening pribadi anda]
”Ah, kenapa kamu cuma belanja sampai lima puluh juta saja?“ keluh Sam dengan tulus.
Tapi keluhan Sam malah membuat gadis SMA yang dibayari menjadi tersipu, dia melihat Sam itu sangat keren.
Sementara teman gadis itu yang harus membayar sendiri belanjaannya sangat kesal, dia belanja lebih sedikit dari temannya yang tidak kaya itu.
”Bagaimana, kalian sudah puas? Apa kalian menyesal hanya belanja segitu? Hahaha, lucu sekali kalian tidak percaya jika Haris bekerja pada boss besar seperti aku.“ ucap Sam, kadang menjadi sombong itu sangat menyenangkan.
Karena malu dan kesal, Tante serta anaknya itupun segera pergi dari sana.
”Maaf boss, saya akan ganti semua uang itu dengan gaji saya.“
Eh, enak aja. Jika Haris tidak mengambil uang gajinya untuk mengganti belanjaan tantenya, Sam jadi tidak bisa mendapatkan uang banyak lagi.
”Tidak perlu Haris, aku senang membuat ekspresi tantemu dan sepupumu tadi, itu hanya uang kecil bagiku, jadi tidak perlu khawatir. Nah, ayo kita pergi, tolong bawa belanjaan ku.“ Sam memberikan belanjaannya pada Haris.
Jika dipikir lagi, itu sangat lucu melihat pembullynya menjadi pembantunya, dia bahkan membayarkan belanjaan Tante dari pembullynya.
Tapi Sam dengan senang hati mengeluarkan semua uang itu, karena dengan begitu dia akan mendapatkan uang untuknya sendiri.
”Tunggu dulu, kak! Boleh aku tahu siapa nama kakak?“ Tanya gadis SMA yang Sam bayarkan belanjaannya.
Sam tersenyum pada gadis itu, ”namaku Sam, kamu sendiri?“
”Iya kak, aku sendiri, gak punya pacar.“
”Maksudnya namamu lho, siapa?“ Sahut Haris tidak sabaran.
Sam hanya terkekeh mendengarnya.
”Oh, namaku Aileen!“
”Oke, Aileen, sampai jumpa lagi ya!“ ucap Sam, sebelum keluar dari supermarket tersebut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
S H 10
okee haris gak lari membawa card sam..
/Proud//Proud//Proud/
2025-01-20
0
Giantini
kasihan jga Haris...gk dikasi h apa"mcnya bener" pelit lh
2024-12-01
0
Mahrus Dzaky
shokugeki no souma
2025-02-08
0