17. Apa kamu serius?

“Kita akan melakukan apa dengan bahan-bahan ini, boss?“ Tanya Deva bingung.

Pagi itu, Sam meminta Haris dan Deva pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan membuat kue, sementara Sam sendiri melanjutkan makan.

Semua bahan sudah diletakkan di meja panjang yang sudah bersih di dapur. Haris saat itu sudah pergi lagi untuk membeli gas elpiji disuruh oleh Sam.

”Hmm? Mumpung lagi nggak ada kerjaan nih, mau bikinin anak-anak panti asuhan kue. Aku ingat banget dulu pas kecil nungguin bapak pulang dari kenduri, ada banyak kue-kue yang dibawa. Anak-anak panti asuhan tidak mungkin dapat yang seperti itu, kan? Aku hanya ingin sedikit berbagi, mumpung bisa masak.“

Dave hanya terdiam melihat Sam mulai bekerja membuat kue entah apa, Deva tentu tidak paham sama sekali. Dia hanya bisa masak mie instan dan membuat kopi sachetan.

”Deva, tolong ambilkan piring disana.“

”Bisa kau tolong bantu mengaduk ini?”

Deva hanya melakukan apa yang Sam suruh tanpa protes.

Haris akhirnya datang juga, tapi dia dimarahi oleh Sam, karena membeli gas elpiji yang biru, harusnya yang hijau.

“Tapi yang punya toko memarahiku, katanya aku datang dengan mobil mewah, tapi malah membeli gas hijau, katanya yang hijau hanya untuk rakyat miskin, jadi aku membeli yang biru saja, tidak mungkin aku membiarkanmu memasak dengan gas elpiji untuk rakyat miskin,” ucap Haris.

Sam menepuk dahinya, tidak percaya jika ada kejadian seperti itu. Bukan masalah gas hijau atau birunya, tapi yang biru itu besar, Sam hanya mau gas yang lebih kecil seperti yang hijau biasa dia pakai. Sam baru tahu jika gas hijau untuk rakyat miskin… tapi, sebelum ini Sam kan masih miskin, jadi tidak masalah dong.

“Ya udahlah, bisa masang gas nggak?” tanya Sam.

Haris menggeleng, Deva juga menggeleng.

Mau tidak mau Sam yang memasangnya sendiri. Sekitar jam sepuluh siang, semua kue sudah siap. Ada berbagai kue yang Sam buat, seperti brownies, roti gulung dan risoles.

Sam menyuruh Haris saja yang pergi ke panti asuhan dan memberi kue-kue itu pada anak-anak.

“Aku tidak percaya kamu menjadikan Haris bawahan mu, kamu lebih muda dari aku dan Haris, kan?“ Tanya Deva, setelah Haris pergi dengan mobilnya, membawa semua kotak-kotak berisi kue.

Sam dan Deva tinggal di rumah, kini mereka nongkrong di beranda depan rumah, dinaungi pohon rambutan besar milik bibi Mirna.

”Yah, aku juga nggak nyangka, sebelumnya Haris memukuliku hanya untuk bersenang-senang saja, aku sudah menanyakan langsung padanya. Dia bilang, karena tekanan di keluarganya sangat besar, makanya dia suka mengganggu yang lebih lemah dari dia. Kau dan aku hanya korban pelampiasan. Waktu itu, aku membalas Haris, mempermalukan dia dan menginjaknya, benar-benar menginjaknya dalam artian yang sebenarnya. Dan keesokan paginya dia sudah tunduk denganku dan ingin bekerja padaku. Karena dia sangat berguna, jadi aku menerimanya saja. Lihat saja, dia mau disuruh-suruh seperti itu, memudahkan pekerjaanku.“

Semakin dilihat, bagi Deva, Sam semakin mengagumkan. Dia sederhana, suka membantu orang, dan juga tulus.

Meski begitu, Deva masih tidak bisa terlalu memercayai dia, karena dia baru saja bertemu dengan Sam.

Sam menoleh pada Deva yang diam saja sambil memperhatikan dia, raut wajahnya yang serius membuat Sam merasa canggung.

”ke—kenapa kau melihatku seperti itu?“ Tanya Sam.

Deva menggeleng, ”nggak, aku cuma ingin tahu banyak tentangmu. Oh iya, apa aku diterima kerja? Tanpa kontrak?“

”Nanti kontrak akan dibuatkan setelah perusahaan selesai, ada seseorang yang membantuku, namanya Angel. Katakan saja berapa gaji yang kau inginkan.“

”Emang boleh request gaji?“ Tanya Deva tidak percaya.

Sam mengangguk, ”bukannya emang harusnya gitu, ya? Aku punya temen yang pinter banget, perusahaan dia nanyain berapa gaji yang dia mau, dan benar-benar dikasih segitu. Tapi dia — ah, seharusnya aku nggak cerita.“

Teman yang dimaksud adalah teman Sam yang mencuri televisi.

Padahal dia lebih dulu mendapatkan kerjaan bagus dengan gaji sesuai yang dia inginkan. Tapi karena judi slot gila itu, berapapun uang tidak pernah memuaskan dia.

Sam bersyukur dia sudah pergi dari kehidupannya.

”Apa temanmu itu mengkhianati mu?“ Tanya Deva.

Sam menghela nafas berat, ”yah begitulah, ayo kita ngomongin pekerjaan aja Deva. Apa perusahaan yang memecatmu?“

”Hmm, sebenarnya perusahaan itu sangat besar dan bagus. Fasilitas sangat bagus, kami diberi makan siang gratis yang enak-enak. Tapi aku kebetulan berada dibawah atasan yang buruk saja. Orang itu katanya sudah sering diperingati oleh petinggi perusahaan, tapi tetap saja tidak berubah. Kamu tahu The Royalty? Perusahaan besar yang memiliki berbagai bisnis dibawahnya, termasuk Destiny entertainment yang baru-baru ini terkenal, dan masih banyak lagi.“

Sam tentu saja mengetahui The Royalty, pemilik Gekron itu, Alycia Adhitama, masih bagian keluarga The Royalty.

Sam yang tidak ada kerjaan iseng mencari tahu tentang supir kaya raya itu, ayahnya Alycia, Farelino, ternyata dia masih menantu keluarga pemilik The Royalty.

”Boss? Apa anda masih mendengarkan saya?“ Deva melambaikan tangannya di depan hidung Sam, karena Sam tiba-tiba terdiam seakan sedang melakukan sesuatu.

”Hmm? Oh, maaf… aku mendengarmu. Aku hanya berpikir, kalau kita membeli saham The Royalty, butuh uang berapa?“ Tanya Sam.

Deva berpikir sejenak, ”mungkin sekitar ratusan miliar hanya untuk satu persen saja, itu perusahaan yang sangat besar dan anak cabangnya ada dimana-mana.“

Sam tersenyum lebar, membuat Deva semakin heran. Dan ucapan Sam selanjutnya hampir saja membuat Deva jantungan.

”Ayo kita beli sahamnya! Lima persen aja deh, jangan banyak-banyak.“

”Boss, jangan ngawur ah… bukannya anda ingin membuka perusahaan investasi? Anda butuh banyak modal dan—“

Sam menyimpan mulut Deva dengan risoles, ”jangan banyak bicara, aku tahu apa yang aku lakukan, dan bahkan jika mengeluarkan uang satu triliun, aku masih bisa.“

Deva hanya diam dan mengunyah risolesnya, dia agak tidak percaya, karena jika Sam punya uang sebanyak itu, tidak mungkin kan jika dia masih saja tinggal di rumah sewaan yang kecil di perumahan kecil pula.

Tapi, Deva memilih untuk mengalah saja.

”Baiklah, akan ku bantu… tunggu sebentar.“

Sam menunggu Deva sambil memakan kue buatannya, dan juga minum es kelapa muda yang segar.

”Boss! Ada orang yang menjual saham The Royalty, tiga persen saja, tapi harganya 310 miliar boss, gimana?“

Sam langsung duduk dengan tegak, ”beneran? Kalo gitu sikat aja!“

”Tapi menurutku ini harganya terlalu mahal boss.“

Sam tersenyum lebar sambil menepuk bahu Deva, ”semakin banyak uang dikeluarkan, itu semakin baik Deva, jangan khawatirkan tentang uang.“

”Anda ini sedang serius?“

”Tidak, aku sedang melawak, tentu saja aku serius! Cepat beli sebelum keduluan orang lain!“

Terpopuler

Comments

S H 10

S H 10

hehehe langsung sikat dehh..
/Joyful//Joyful//Joyful//Joyful/

2025-01-20

0

Gabutdramon

Gabutdramon

hadeh, bau baunya itu dari mc novel lain 😒

2024-10-17

0

Gabutdramon

Gabutdramon

ehlah sudah kayak masih mau yang hijau

2024-10-17

0

lihat semua
Episodes
1 Part 1. Uang 888 triliun
2 Part 2. Menghabiskan uang dan mendapatkan uang
3 Part 3. Membeli saham perusahaan
4 Part 4. Membalas dendam
5 Part 5. Berada di level atas
6 Part 6. Panggilan dari pemilik perusahaan
7 Part 7. Pemilik perusahaan Gekron
8 Part 8. Keluarin banyak duit, please?
9 Part 9. Anak buah yang dapat dipercaya
10 Part 10. Hanya lima puluh juta?
11 Part 11. Membuat perusahaan
12 Part 12. Perusahaan yang sudah bangkrut
13 Part 13. Duit, duit dan duit!
14 Part 14. Naik dua level
15 Part 15. first kiss ever
16 Part 16. Jalur orang dalam
17 17. Apa kamu serius?
18 Part 18. Naik tiga level
19 Part 19. Pindah ke apartemen
20 Part 20. Perdebatan tidak penting
21 Part 21. Carl dan Felicia
22 Part 22. Sisi lain Felicia
23 Part 23. Ada apa ini?
24 Part 24. Ada yang aneh
25 Part 25. Fashion style untuk Sam
26 Part 26. Tidak bisa dipercaya
27 Part 27. Terlalu percaya diri
28 Part 28. Memberi pelajaran
29 Part 29. Ikut campur
30 Part 30. Hanya teman biasa
31 Part 31. Kemampuan langka
32 Part 32. Tidak tahu diri
33 33. Menemui Orang gila
34 Part 34. Gila dan menyimpang
35 Part 35. Sifat buruk orang kaya
36 Part 36. Tiba-tiba punya adik
37 Part 37. Kakak yang terlalu baik
38 Part 38. Atap gedung
39 Part 39. Tidak punya sopan santun
40 Part 40. Bisa segalanya
41 Part 41. Sesuatu yang tidak mungkin
42 Part 42. Roda berputar
43 Part 43. Diusir dari rumah
44 Part 44. Boss sudah gila
45 Part 45. Masih jomblo
46 Part 46. Di perkemahan
47 Part 47. Berputar-putar
48 Part 48. Surat rahasia
49 Part 49. Rahasia dari ibu
50 Part 50. Ada yang aneh
51 Part 51. Apa yang kau pikirkan?
52 Part 52. Oh, ternyata...
53 Part 53. Bukankah kau suka uang?
54 Part 54. Memanfaatkan dan dimanfaatkan
55 Part 55. Bertemu Alycia
56 Part 56. Obrolan malam
57 Part 57. Mending rebahan aja
58 Part 58. Cara menghabiskan uang
59 Part 59. Bocah entah darimana
60 Part 60. Habiskan semua uang!
61 Part 61. Sangat sembrono.
62 Part 62. Keberuntungan diluar nalar
63 Part 63. Menampung anak-anak remaja
64 Part 64. Ketulusan dan hadiah
65 Part 65. Memang keterlaluan
66 Part 66. Sombong dan angkuh
67 Part 67. Sam itu miskin!
68 Part 68. Mansion baru
69 Part 69. Menjaga hubungan baik
70 Part 70. Sam yang aneh
71 Part 71. Perasaan tidak nyaman
72 Part 72. Bunglon nakal
73 Part 73. Mengurus anak-anak
74 Part 74. Hanya bohong
75 Part 75. Upgrade sistem
76 Part 76. Ayah tiri brengsek
77 Part 77. Sebuah rencana
78 78. Pertarungan pewaris
79 Part 79. Cerita yang rumit
80 Part 80. Pergi ke desa
81 Part 81. Kerabat jauh yang sombong
82 Part 82. Tidak kuat pedas
83 Part 83. Darimana semua itu?
84 Part 84. Harta itu bukan milikmu
85 Part 85. Memutuskan perasaan
86 Part 86. Anti romantic
87 Part 87. Datang dan pergi
88 Part 88. Curiga lah sedikit
89 Part 89. Melepaskan untuk bahagia
90 Part 90. Bersalah
91 Part 91. Karaoke
92 Part 92. Bakat tersembunyi
93 Part 93. Datang saat sukses
94 Part 94. Keluarga
95 Part 95. Tamat.
Episodes

Updated 95 Episodes

1
Part 1. Uang 888 triliun
2
Part 2. Menghabiskan uang dan mendapatkan uang
3
Part 3. Membeli saham perusahaan
4
Part 4. Membalas dendam
5
Part 5. Berada di level atas
6
Part 6. Panggilan dari pemilik perusahaan
7
Part 7. Pemilik perusahaan Gekron
8
Part 8. Keluarin banyak duit, please?
9
Part 9. Anak buah yang dapat dipercaya
10
Part 10. Hanya lima puluh juta?
11
Part 11. Membuat perusahaan
12
Part 12. Perusahaan yang sudah bangkrut
13
Part 13. Duit, duit dan duit!
14
Part 14. Naik dua level
15
Part 15. first kiss ever
16
Part 16. Jalur orang dalam
17
17. Apa kamu serius?
18
Part 18. Naik tiga level
19
Part 19. Pindah ke apartemen
20
Part 20. Perdebatan tidak penting
21
Part 21. Carl dan Felicia
22
Part 22. Sisi lain Felicia
23
Part 23. Ada apa ini?
24
Part 24. Ada yang aneh
25
Part 25. Fashion style untuk Sam
26
Part 26. Tidak bisa dipercaya
27
Part 27. Terlalu percaya diri
28
Part 28. Memberi pelajaran
29
Part 29. Ikut campur
30
Part 30. Hanya teman biasa
31
Part 31. Kemampuan langka
32
Part 32. Tidak tahu diri
33
33. Menemui Orang gila
34
Part 34. Gila dan menyimpang
35
Part 35. Sifat buruk orang kaya
36
Part 36. Tiba-tiba punya adik
37
Part 37. Kakak yang terlalu baik
38
Part 38. Atap gedung
39
Part 39. Tidak punya sopan santun
40
Part 40. Bisa segalanya
41
Part 41. Sesuatu yang tidak mungkin
42
Part 42. Roda berputar
43
Part 43. Diusir dari rumah
44
Part 44. Boss sudah gila
45
Part 45. Masih jomblo
46
Part 46. Di perkemahan
47
Part 47. Berputar-putar
48
Part 48. Surat rahasia
49
Part 49. Rahasia dari ibu
50
Part 50. Ada yang aneh
51
Part 51. Apa yang kau pikirkan?
52
Part 52. Oh, ternyata...
53
Part 53. Bukankah kau suka uang?
54
Part 54. Memanfaatkan dan dimanfaatkan
55
Part 55. Bertemu Alycia
56
Part 56. Obrolan malam
57
Part 57. Mending rebahan aja
58
Part 58. Cara menghabiskan uang
59
Part 59. Bocah entah darimana
60
Part 60. Habiskan semua uang!
61
Part 61. Sangat sembrono.
62
Part 62. Keberuntungan diluar nalar
63
Part 63. Menampung anak-anak remaja
64
Part 64. Ketulusan dan hadiah
65
Part 65. Memang keterlaluan
66
Part 66. Sombong dan angkuh
67
Part 67. Sam itu miskin!
68
Part 68. Mansion baru
69
Part 69. Menjaga hubungan baik
70
Part 70. Sam yang aneh
71
Part 71. Perasaan tidak nyaman
72
Part 72. Bunglon nakal
73
Part 73. Mengurus anak-anak
74
Part 74. Hanya bohong
75
Part 75. Upgrade sistem
76
Part 76. Ayah tiri brengsek
77
Part 77. Sebuah rencana
78
78. Pertarungan pewaris
79
Part 79. Cerita yang rumit
80
Part 80. Pergi ke desa
81
Part 81. Kerabat jauh yang sombong
82
Part 82. Tidak kuat pedas
83
Part 83. Darimana semua itu?
84
Part 84. Harta itu bukan milikmu
85
Part 85. Memutuskan perasaan
86
Part 86. Anti romantic
87
Part 87. Datang dan pergi
88
Part 88. Curiga lah sedikit
89
Part 89. Melepaskan untuk bahagia
90
Part 90. Bersalah
91
Part 91. Karaoke
92
Part 92. Bakat tersembunyi
93
Part 93. Datang saat sukses
94
Part 94. Keluarga
95
Part 95. Tamat.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!