Setelah Raihan pergi dengan semangat yang membara, Sam pun pergi ke pemilik rumah yang dia sewa, kemudian membayarkan uang sewa yang sudah menunggak.
“Sepertinya kau sudah mendapatkan gaji setelah dua bulan bekerja rodi di perusahaan itu,” ucap bibi Mirna, pemilik rumah sewa.
Sam hanya tersenyum canggung dan mengusap belakang lehernya. Dia tidak mungkin mengatakan jika dia malah dipecat dari perusahaan itu tanpa mendapatkan gaji.
Tunggu, perusahaan?
Bibi Mirna mengernyitkan dahinya bingung saat tiba-tiba Sam tersenyum lebar kemudian cekikikan sendiri.
“Aku pergi dulu Bi!“
Bibi Mirna hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah laku Sam yang seenaknya sendiri.
”Dasar bocah kurang sopan.“
Sementara itu, Sam kembali ke rumahnya, dahi dan hidungnya mengernyit saat melihat keadaan rumahnya yang berantakan dan bau.
Mau tidak mau, dia pun membereskan rumahnya. Hingga satu jam berlalu, rumah itu baru bisa dikatakan layak huni.
”Gofood!“
Wajah Sam berubah sumringah saat mendengar makanan yang dia pesan sudah datang. Berhubung dia sekarang memiliki banyak uang, jadi dia mencoba untuk memesan sesuatu yang menurut dia sebelumnya sangat mahal.
Yaitu pizza.
Tidak lupa dengan minumannya, cofee latte yang dingin.
Sambil makan, Sam mencari informasi dari smartphone bututnya yang sebenarnya sudah ketinggalan jaman.
”Loadingnya lama sekali, apa lagi gak ada sinyal ya?“ gumam Sam.
[Saya rasa itu karena smartphone anda yang sudah jelek]
”Kau ini to the point banget ya? Tapi iya sih, udah jelek, nanti aja beli lagi.“
Yang ingin Sam beli saat itu adalah saham! Berinvestasi pada suatu perusahaan merupakan salah satu pekerjaan, jika berhasil akan mendapatkan income, tapi jika tidak berhasil, itu tidak ada masalah bagi Sam.
Dan saham yang ingin dia beli adalah saham Gekron, perusahaan yang kemarin memecat Sam.
Gekron merupakan perusahaan yang cukup menjanjikan dengan keuntungan miliaran tiap bulannya. Mereka adalah perusahaan game yang juga menjual merchandise dari game mereka sendiri. Banyak game dari sana yang sukses besar di pasaran Asia dan sekitarnya.
Tentu saja harga sahamnya pasti sangat mahal.
Sam cukup terkejut melihat harga satu persen saham Gekron adalah 600 juta, dan itupun sedang turun.
Tapi tidak masalah, Sam akan membeli 10% dan dia akan menunjukkan pada manager yang memecatnya dan Haris, jika dia memiliki banyak uang dan tidak bisa diremehkan!
[Enam miliar telah dikeluarkan dari rekening]
[Enam ratus juta ditambahkan ke dalam rekening pribadi anda]
[Anda telah membelanjakan lebih dari delapan miliar]
[Belanjakan sampai sepuluh miliar untuk mendapatkan kenaikan level]
Sam mengacak-acak rambutnya, dia bingung harus bagaimana lagi untuk menghabiskan uang itu agar levelnya bertambah.
Ditengah sibuk berpikir dan menimbang-nimbang, rentenir yang menghutangi orangtua Sam menelfon dan memberitahukan bahwa Sam harus segera melunasi hutangnya. Jika tidak mau, mereka akan menyerbu rumah Sam dan membakarnya.
Karena itu, Sam pun buru-buru mentransfer uang pada rentenir itu hingga hutangnya lunas.
[Saldo di dalam rekening pribadi anda saat ini tinggal 455.200.000]
Setelah mengeluarkan uang sebanyak itu dari rekening pribadi, Sam menjadi lemas. Antara bahagia karena dia tidak terlilit hutang lagi, dan juga tidak rela uang sebanyak itu harus dia relakan.
Tapi tidak masalah, Sam bisa mendapatkan kembali uang yang banyak.
Berhubung dia tidak punya kendaraan sendiri, jadi dia pun siap-siap untuk pergi membeli sepeda motor dan juga smartphone terbaru.
Sam pun berdiri dan tidak sengaja melihat pantulan tubuhnya di depan cermin yang sudah usang.
Dia masih mengenakan pakaian milik kakak laki-lakinya Angel. Gadis cantik itu sudah meminta maaf karena telah lancang membuka pakaiannya dan mengganti dengan yang baru.
Sam sudah menjelaskan jika dia tidak masalah, tapi Angel terlihat sangat malu.
Ugh, kenapa Sam jadi kepikiran Angel lagi?
Sam banyak berhutang budi pada Angel, haruskah dia mengajak Angel makan malam?
Tanpa banyak berpikir, Sam pun mengajak Angel untuk makan malam lewat chat. Dia tidak menyangka jika gadis itu akan segera membalas dengan 'baiklah, mau makan malam dimana?'
Itu adalah bagian paling sulit, jadi Sam membalas lagi untuk menyerahkan tempatnya pada Angel saja.
Masalah membalas kebaikan Angel selesai, jadi Sam pun bergegas untuk pergi mencari motor dan juga smartphone di mall terdekat.
Baru saja dua bulan lalu dia bangga telah diterima menjadi pegawai magang di perusahaan besar, kini dia sekarang sudah menjadi pengangguran.
Tapi dia bukan pengangguran biasa, melainkan pengangguran dengan banyak uang.
Baru saja dia turun dari angkot, dia sudah melihat beberapa anak kecil berjajar untuk meminta sumbangan pada orang yang lewat. Namun banyak orang yang mengabaikan mereka.
Sam merogoh kantongnya untuk menemukan uang lima puluh ribu, lalu memberikan uang itu pada mereka.
Ternyata uang dari Sam adalah uang pertama yang mereka dapatkan.
”Terimakasih kak! Kami dari panti asuhan kasih ibu, sangat berterimakasih pada kakak yang mau bersedia menyisihkan uang untuk kami.“ kata salah satu anak yang terlihat paling besar, berusia sekitar sepuluh tahunan.
”Lho, kalian dari panti asuhan? Tapi kenapa bisa meminta sumbangan disini?“ tanya Sam bingung. Mana mungkin ada panti asuhan yang membiarkan anak-anaknya meminta sumbangan di jalanan.
Setelah mendengar pertanyaan Sam, mereka terlihat sangat sedih.
Anak yang tadi berucap pada Sam kembali mengangkat suara, ”sebenarnya sudah tidak ada pengurus panti asuhan di tempat kami, tidak ada yayasan yang biasanya membantu, hanya ada satu orang dewasa yang mengambil semua bantuan untuk kami dan menelantarkan kami. Jadi aku memberanikan diri mengajak teman-teman untuk kemari, agar kami bisa makan.“
Tentu saja Sam terenyuh mendengar ucapan anak itu. Bisa-bisanya dia ingin menghamburkan uang dan melupakan anak-anak kurang beruntung seperti mereka.
Sam pun pamit pada mereka untuk ke ATM, mengambil uang tunai yang sekiranya cukup untuk mereka makan hari itu bersama anak-anak lainnya.
Setelah selesai, dia pergi mencari smartphone yang paling bagus. Penjaga toko memanfaatkan Sam untuk membeli smartphone paling mahal, yaitu sekitar 25 jutaan.
”Baiklah, yang itu saja, cepat bungkus, bisa membayar dengan kartu, kan?“ tanya Sam.
”Tentu saja bisa tuan!“
Penjaga toko sangat senang saat pembayaran telah berhasil.
”Terimakasih tuan!“
Sam yang buru-buru agar tidak kehilangan bocah-bocah panti asuhan, tidak tahu jika ada Haris yang baru datang ke toko, juga mencari smartphone.
Haris melihat Sam, tapi dia pura-pura tidak kenal, karena dia sedang bersama wanita cantik yang baru saja menjadi pacarnya.
”Aku ingin membeli smartphone yang kemarin, yang harganya 25 juta,“ ujar wanita cantik itu, membuat Haris melotot dibuatnya. Dia pikir pacarnya hanya akan membeli yang 20 jutaan.
Ini namanya tekor diawal.
”Maaf nona, smartphone yang anda maksud telah dibeli oleh mas-mas yang baru saja keluar saat kalian masuk, jika anda mau, masih ada smartphone dari brand yang sama dengan harga 20 juta, bagaimana?“ Ucap penjaga toko.
”Aku maunya yang itu! Padahal aku sudah pamer pada teman-temanku jika pacarku yang kaya raya akan membelikannya untukku!“
Penjaga toko pun menciut melihat wanita itu sangat marah.
Haris tersenyum untuk menenangkan pacarnya.
”Tenang saja sayang, aku kenal orang yang tadi keluar, dia pasti mau memberikan barang itu untukmu secara cuma-cuma, lagipula pecundang sepertinya tidak mungkin mampu membeli barang mahal.“
Wanita itupun tersenyum, ”sungguh? Kau memang sangat baik.“
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 95 Episodes
Comments
muhadsa
kok bingung.. tinggal beli lagi saja sahamnya,kalau perlu 100% jadi 6 triliun..gampang kan..
2025-02-28
0
Gabutdramon
bahasa kerennya penggangguran sukses
2024-10-17
1
Gabutdramon
ini saldo 10% dari system atau saldo system yg 888 triliyun?
2024-10-17
0