Wanita cantik kini berjalan masuk ke dalam ruangan sang pemilik perusahaan. Wanita yang membuat semua orang menundukkan kepala jika ia sudah masuk ke dalam perusahaan. Ya, dia adalah Jasmin, kakak perempuan Derald. Yang nota bene nya adalah orang kedua dari Derald. Dulu sebelum Derald memimpin Adam's company, Jasmin lah yang lebih dulu. Tapi setelah Jasmin fokus mengurus keluarganya maka Derald lah yang mengambil alih.
"Siapa wanita itu?" tanya Jasmin saat sudah masuk ke dalam ruangan Derald.
Derald langsung menatap wajah sang kakak yang saat ini sudah duduk tepat di hadapannya dengan meja yang menjadi penghalang mereka.
"Kenapa wanita itu tidak kau bawah ke rumah momy? Kenapa? Kau tahu sendiri kan momy sudah lama menantikan kau menikah."
"Kak."
"Oh ya, anak anakku sudah rindu padamu. Kapan kau akan berkunjung dan memperkenalkan istrimu padaku juga."
"Kak."
Jasmin menatap wajah sang adik. Wajah yang dulunya semasa kecil selalu ceria, meminta uang jajan dan selalu menjaga rahasia Jasmin dengan rapat asal di beri imbalan uang, kini menjadi pria dewasa yang memiliki ketampatan yang luar biasa.
"Ada apa? Apa sesutau terjadi? Apa ada masalah dalam pernikahan itu?" Ya, Jasmin dapat menebak jika terjadi sesuatu yang tidak semestinya di dalam pernikahan sang adik. "Apa ini pernikahan kontrak?" tebak Jasmin, karena ia tahu, dan ia sadar jika keluarganya selalu saja terlibat pernikahan kontrak. Dari oma mereka dan bahkan para sepupu-sepupu mereka pun hampir sama.
"Aku mencintainya." Kata Derald dengan penuh keyakinan.
"Terus?"
Derald lalu menceritakan masalah yang sesungguhnya, kenapa harus menyembunyikan dirinya dari Raya, dan kenapa tidak memberitahukan pernikahannya dengan momy Yoona.
"Derald kau!" Jasmin syok saat tahu ternyata Raya adalah anak dari Adatama yang nota bene nya adalah musuh bubuyutan dari Adam papi mereka. "Derald, kakak sungguh tidak tahu lagi harus berkata apa."
Keduanya pun saling diam dengan pemikiran mereka. Lalu beberapa saat kemudian ponsel Jasmin berdering. Jasmin langsung menjawab panggilan.
"Jika kau memang mencintainya. Bawa wanita itu dan perkenalkan pada momy. Jangan buang waktumu agar kau tidak menyesali semua." Ucap Jasmin setelah memutuskan sambungan telpon.
"Bagaimana dengan Raya. Apa dia mau?"
"Derald. Jika memang dia jodohmu sejauh apapun kamu pergi dia pasti akan tetap memilihku. Tapi! Jika dia bukan jodohmu, sedekat apapun kamu bersama maka tidak akan pernah bisa menjadi milikmu. Jadi cepat atau lambat kau harus bisa berkata yang sebenarnya."
...🌱🌱🌱🌱🌱...
Seminggu berlalu.
Sabrina menarik sudut bibirnya saat tahu kebenaran tentang Raya. Ia akhirnya semakin yakin jika Raya akan segera di keluarkan dari daftar ahli waris.
Adatama begitu geram saat Sabrina memberi tahukan kabar tetang pernikahan Raya dengan pria miskin. Bahkan tak tanggung-tanggung, Sabrina pun memberikan bukti berupa foto saat dimana Raya sedang naik motor pulang bekerja bersama dengan Derald.
PLAK.....
Satu tamparan keras berhasil mendarat di pipi mulus Raya.
"Ayah."
"Kau! Dasar anak tidak berguna." Adatama melemparkan foto tepat di wajah Raya, hingga foto tersebut jatuh berserakan di lantai. Raya langsung mengambil fotp tersebut dan melihat foto dirinya beserta Derald.
"Ayah, Raya bisa jelaskan semuanya."
"Kau anak satu-satunya ayah. Tapi justru kau pula yang membuat ayah malu. Apa kata rekan bisnin ayah, kalau tahu anak ayah menikah dengan pria miskin? Ha? Lihat Kelvin, dia anak yang bisa di banggakan tidak seperti kamu!"
"Cukup ayah! Cukup!" teriak Raya, yang sangat tidak suka di banding bandingkan dengan Kelvin.
"Raya.." Teriak sang ayah yang kembali ingin menampar Raya.
"Tampar aku ayah, tampar! Jika itu bisa membuat ayah bahagia dan senang. Tampar ayah!"
Sabrina yang mendengar dari balik pintu tentu tersenyum dengan sangat puas. Akhirnya, ia berhasil membuat dinding antara anak dan ayahnya. Ya, dari masuk di rumah ini Sabrina memang memiliki niat yang tidak bagus. Ia memang berniat ingin menyingkirkan Raya, agar Kelvin mendapatkan posisi nomor satu baik di perusahaan atau di hati Adatama.
"Keluar!" bentak Adatama hingga membuat Raya keluar dan Sabrina di luar sana langsung segera menjauh dari pintu.
Langkah kaki Raya terhenti kala ia melihat Sabrina yang berjalan menghampirinya.
"Sudah puas!" tanya Raya hingga membuat Sabrina tersenyum. "Lihat saja, sampai sejauh mana kau mampu mengusirku, wahai wanita lintah!" Kata Raya lalu berjalan dan menambarkan pundaknya ke pundak Sabrina.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Mariana Riana
ayah adatama sm Sabrina..kalian blm tau siapa sebenarnya pria miskin yg kalian bicarakan itu..ayah Tama km akan menyesal saat nnt istri dan anak sambungmu itu berhasil menyingkirkan km juga dr rumah dan perusahaanmu..baru lah km menyesal kenapa km begitu kejam sm raya anakmu sendiri Tama..tp penasaran juga ya🤔apa derald tau klu raya d perlakukan ayahnya seperti itu..derald segera tunjukan siapa dirimu..biar ayah raya malu sendiri sudah berlaku kasar sm raya Krn menikah sm km derald..
lanjut kak🥰🥰
2024-05-10
2
꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂
Pak Adatama jgn buru2 menilai seseorg, cuba selidiki siapa Derald sebenarnya... dasar Sabrina mata duitan...
2024-05-09
0
Ambar Novitasari
kok aku gemes sama authornya ya✌..dikit beutlah updatenya😂.
semangat ya thor, udah mulai kebawa nih suasana ceritanya.
2024-05-09
0