Makan malam keluarga bersar Raya yang di hadiri oleh sang ayah, ibu tiri, dan juga adik tirinya. Raya, makan penuh dengan keanggunan, berbeda dengan sang adik tiri yang terus saja berbicara sambil tertawa di sela makan hingga membuat Raya merasa kesal.
BRANGKKKKK....
Raya meletakkan sendok dan garpunya secara serantak dengan sangat keras sehingga membuat semua yang berada di meja makan langsung keget.
"Raya." Tegur sang ayah. "Kau ingin ayah mati karena serangan jantung." Adatama
"Kau!" Raya menatap tajam pada Kelvin, tanpa menghiraukan ucapan sang ayah. "Dasar, tidak punya sopan santun." Cibir Raya dengan mata yang melotot tajam pada Kelvin sehingga membuat Kelvin diam menciut.
"Apa yang kau lakukan pada adikmu? Dia hanya berusaha menghibur ayahmu." Tegur Sabrina, ibu tiri Raya.
Raya hanya bisa tersenyum tipis mendengar ibu tirinya yang terus saja membuat tentang Kelvin. "Aku anak tunggal, dan tidak pernah memiliki adik." Ucapnya dengan sangat tegas lalu berdiri dan tidak ingin melanjutkan makan malamnya lagi.
"Raya..." Teriak sang ayah. "Duduk!" Titah Aditama. "Ayah bilang duduk!"
"Raya tidak selera makan dengan orang-orang muna*fik." Ucapnya dan berlalu dari sana.
Sabrina mengepal tangannya dengan erat. Ia sungguh sangat tidak suka dengan Raya yang selalu saja bersikap seenak jidat pada anaknya. Sabrina sangat-sangat membenci Raya, sebab Raya menghambat Kevin dalam mencapai mimpinya.
"Mom." Lirih Kevin, pria yang berbeda satu tahun dengan Raya.
"Sayang tenanglah. Jangan hiraukan Raya. Dia hanya sedang stres karena di tinggal pacarnya." Ucap Sabrina.
Berita tentang Raya sudah di ketahui oleh seluruh keluarga. Dan tentunya Sabrina merasa bahagia karena Raya kembali gagal menikah.
Adatama hanya diam, dan itulah yang membuat Raya semakin tidak suka dengan ayahnya. Yang selalu membela anak dan istri tirinya tanpa ingin tahu tentang diri Raya.
...🥀🥀🥀🥀🥀...
Malam harinya.
Di sinilah Raya berada, di samping pusaran sang ibu, duduk sambil menyandarkan kepalanya di atas tumpukan tanah
"Ibu." Lirihnya.
Walau Raya terkenal sebagai wanita yang dingin, tapi Raya juga memiliki sifat yang begitu rapuh. Tidak ada lagi tempat untuk bertukar cerita selain di pusaran sang ibu.
Tertidur lebih dari dua jam lamanya, akhirnya Raya terbangun dalam keadaan kepala yang terasa pusing, akibat tadi menangis sebelum tertidur. Raya berjalan tertatih hingga ia terjatuh tepat di dalam lokasi pemakanan.
Sebuah mobil sedan mewah yang juga kebetulan lewat, tanpa segaja sang pemilik yang duduk di kursi belakang menatap ke arah kuburan dan melihat sosok wanita berambut panjang terbaring di atas tanah.
"Stop!" Ucap pria yang bernama Derald Adam.
Sang supir langsung menginjak rem secara mendadak..
"Yakin? Ini kuburan Derald, kenapa harus berhenti di sini?" Tanya Cican sabahat sekaligus asisten Derald yang memiliki tubuh berisi.
"Lihat." Kata Derald sambil melihat kembali ke arah kaca jendela mobil, Cican yang juga ikut melihat spontan langsung teriak histeris. "Jangan teriak, tapi hampiri." Titah Derald.
"Tidak!" Tolak Cican dan langsung menancap gas, namun lagi lagi Derald menyuruhnya untuk menghentikan mobil.
"Penakut" Kata Derald dan keluar dari mobil menghampiri Raya yang kini sedang pingsang.
"Derald." Teriak Cican dengan kaki yang sudah gemetar dan pikiran sudah kemana-mana. Cican sudah berpikir jika wanita itu adalah kuntilanak yang sedang mencari mangsa. "Aku belum makan pizza buatan nyonya, aku belum mau mati, aku masih mau hidup, jadi ayo pulang." Kata Cican berbicara sambil menutu mata dengan kedua tangan, namun masih dapat melihat dari sela-sela jarinya.
"Dia masih hidup." Kata Derlad saat sudah memeriksa nafas Raya. Dan tanpa aba-aba Derald langsung menganggkat tubub Raya naik ke atas mobil miliknya.
Sepanjang perjalanan, Cican tak henti-hentinya mengomel, tentang hantu, hantu dan hantu. Bagaimana jika wanita yang saat ini sedang berada di dalam mobil langsung berubah menjadi kuntilanak. Bagaimana jika perempuan cantik ini, langsung berubah menjadi wanita yang menyeramkan dengan wajah yang berlumur darah dan kuku yang panjang.
"Derald, aku masih mau hidup. Jika wanita ini berubah menjadi kunti, kau harus yang pertama menjadi korbannya." Kata Cican sambil mengendari mobil.
"Setan suka orang yang penakut dan gemuk." Goda Derald sehingga membuat Cican kembali teriak.
"Derald.."
"Auhh." Ringis Raya sesaat lalu kembali memejamkan matanya.
"Hantunya sadar. Bagaimana ini, apa dia meminta darah segar?" Tanya Cican dengan panik.
"Diamlah Cican. Jika terus berbicara maka kau akan menjadi sasaran empuk."
Cican berhenti berbicara.
Derald, lalu menatap wajah wanita yang belum ia kenal siapa namanya. Derald mengusap rambut Raya dengan lembit dan menyelipkan di belakang telinga. Wajah cantik, yang mampu membuat Derald tersenyum tipis.
...🥀🥀🥀🥀🥀...
Pagi harinya.
"Aaaahhhhhh." Teriak Raya hingga membuat Derald kaget dan langsung masuk ke dalam kamar Raya.
"Ada apa?" Tanya Derald.
"Siapa kau? Apa yang kau lakukan dengan tubuhku? Dimana bajuku? Kenapa bisa terganti." Banyak sekali pertanyaan yang di lontarkan oleh Raya yang belum sempat Derald jawab, namun tamparan sudah berhasil mendarat di pipi Derald.
PLAK...
"Dasar pria mesum. Apa yang kau lakukan?" Tanya Raya dengan suara yang meninggi dan menatap tajam pada Derald. "Jangan bilang.."
"Aku sudah mengambil kesucianmu. Kenapa? Mau marah? Mau teriak? Silahkan, tidak akan ada yang mau menolongmu." Ucap Derald.
Dan lagi, tangan Raya melayang ingin menampar Derald namun dengan cepat Derald menahan tangan Raya.
"Lepaskan." Teriak Raya,
"Sekarang kita menikah. Aku akan tanggung jawab kepadamu."
Derald lalu menghubungi Cican.
"Segera bawa penghulu, hari ini aku akan bertanggung jawab kepada wanita yang sudah aku rebut kesuciannya." Kata Derald dan langsung memutuskan sambungan.
••••
Di tempat lain, tepatnya di sebuah pasar tradisional, Cican sedang berkulineran mencicipi kue khas, namun ia langsung menghamburkan semua makanan yang berada di dalam mulutnya kala mendapat panggilan telpon dari Derald.
"Pasti bercanda." Ucapnya. "Tidak! Derald tidak pernah bercanda."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Rifa Endro
hey , menikah. manusia konyol
2024-04-24
0
🟢⏤͟͟͞R🔰π¹¹™𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆❤
cie.. jatuh cinta pada pandangan pertama nich ceritanya 🤣🤣
2024-04-22
0
🏘⃝Aⁿᵘ3⃣🔰π¹¹™🍒⃞⃟🦅🔵
seru kak. aku suka
2024-04-22
0