Bukan tidak mau, hanya saja bukan waktu yang tepat untuk memperkenalkan Raya dengan mom Yoona. Maka dari itu Derald menolak dengan cara halus agar Raya tidak tersinggung. Tapi bukan Raya namanya, jika ia hanya mendapat penolakan. Karena apapun yang ia ingikan harus ia dapatkan.
"Baiklah jika kau tidak mau. Maka aku sendiri yang akan memperkenalkan diriku pada keluargamu." Kata Raya dengan mantap. Ya, dalam perjalanan pulang, Raya sudah memberitahukan pada sang asisten melalui sambungan telpon agar segera menjeputnya. Dan benar saja, selesai berkata demikian suara mobil sang asisten pun terdengar dari luar.
"Aku akan pergi, kau cukup diam di sini." Kata Raya yang hendak melangkah namun dengan cepat Derald menarik tangan Raya.
"Baiklah aku akan membawamu. Tapi tidak malam ini." Kata Derald hingga membuat Raya tersenyum.
"Apa bedanya malam ini, besok atau lusa? Sama-sama hari kan? Jadi aku maunya sekarang." Kata Raya dan melepaskan genggaman tangan Derald.
"Baiklah. Tapi, aku yang akan membawamu." Ucap Derald membuat Raya menghentikan langkah kakinya.
...🌱🌱🌱🌱🌱...
Derald mematikan mesin mobilnya tepat di parkiran sebuah rumah mewah. Derald mengatur nafas sambil melihat ke arah Raya.
"Apapun yang mom ku katakan semoga kah bisa menerima." Kata Derald hingga membuat Raya beralih melihat wajah Derald.
Entah kenapa Raya pun menjadi gugup. Awalnya ia sangat menggebu-gebu ingin berkenalan dan bertemu langsung keluarga besar Derald, ingin melihat bagaimana kehidupan keluarga besar pria yang sudah menjadi suaminya itu. Namun sekarang semangat itu tiba-tiba pudar.
"Ayo." Ajak Derald saat membuka pintu mobil untuk Raya.
Derald melangkah, namun seketika langkah kakinya terhenti kala Raya menarik ujung jas miliknya.
"Ada apa?"
"Bisa di tunda? Maksudku, aku tidak membawa apa apapun untuk keluargamu. Nanti mereka mengira aku ini wanita misk*in padahal sebenarnya aku ini rich women." Ucapnya penuh dengan kata sanjungan untuk dirinya sendiri, agar menghilangkan rasa gugupnya.
Derald tersenyum lalu mengusap lembut rambut Raya.
"Omg. Apa ini? Kenapa dia tersenyum? Kenapa juga jantung ini berdebar. Manis sekali kau suamiku." Batin Raya yang matanya kini sudah bertabur bintang.
"Jangan gugup. Santai saja." Kata Derald lalu menggenggam tangan Raya dan berjalan masuk ke dalam rumah megah milik keluarga besar Derald.
Raya terus berjalan tepat di belakang tubuh Derald, ia berjalan sambil melihat ke sana kemari betapa megah rumah Derald yang jika di bandingkan dengan rumah orang tuanya mungkin empat atau lima kali lipatnya.
"Selamat datang tuan muda" sapa salah satu pelayan rumah.
"Di mana mom?" Tanya Derald
"Nyonya besar ada di kamar bersama dengan nyonya Jasmin."
Derald terdiam sejenak. Lalu kemudian melangkahkan kakinya menuju kamar mom Yoona yang berada di lantai satu. Saat Derald ingin membuka pintu, pintu kamar lebih dahulu terbuka. Jasmin sang kakak langsung keluar dan terdiam saat menyadari siapa yang saat ini sedang berdiri di belakang tubuh Derald.
"Aku ingin bertemu dengan mom." Kata Derald.
"Kembali lah besok. Saat ini mom sedang tidak sehat." Kata Jasmin yang tidak ingin sang momy kenapa-kenapa.
"Tapi.."
Jasmin langsung meraih tangan Derald dan mengajaknya untuk mengikuti langkah kakinya, namun tangan Derald yang satunya masih memegang erat tangan Raya sehingga Raya pun ikut.
"Bukan sekarang De, belum waktunya." Kata Jasmin tanpa menoleh sedikit pun.
Raya langsung menghentikan langkah kakinya sehingga Derald pun ikut menghentikan langkahnya.
"Derald." Kata Jasmin lalu menoleh dan melihat masih ada Raya.
"Apa aku tidak di inginkan jadi menantu?" Tanya Raya sambil menatap Jasmin dan Derald secara bergantian. "Perkenalkan aku Raya, tenang saja aku bukan wanita mis*kin. Aku selevel dengan keluarga anda. Tapi, jika anda tidak suka dengan kehadiran saya, tidak masalah." Kata Raya.
"Raya please jangan salah paham. Aku akan menjelaskan semuanya."
"Bukan begitu." Timpal Jasmin. "Hanya saja momy ku sedang sakit. Aku tidak ingin kesehatan momy semakin menurun jika Derald tiba-tiba pulang membawa istri."
Raya terdiam, ya dia bisa paham dengan kondisi orang tua Derald. Karena Raya pun pernah merasakan ada di posisi ini.
"Baiklah kalau begitu aku pulang." Kata Raya. Namun dengan cepat Derald menarik tangannya.
"Kita tinggal di sini malam ini." Ucap Derald yang tentu membuat Jasmin terdiam.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
🔵𝐀⃝🥀🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆🔰π¹¹™
wah wah depan kk ipar juga sombongnya masih aja di tonjolkan
tapi keren keren 🤣🤣
2024-06-06
0
🔵𝐀⃝🥀🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆🔰π¹¹™
lah baru nyadar dia, kalo suaminya manis
2024-06-06
0
🔵𝐀⃝🥀🍁⃟𐍹 𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆🔰π¹¹™
🤣🤣🤣sombongnya raya
bikin gak kuat nahan tawa
2024-06-06
0