RW 11

Adatama selaku ayah kandung Raya sangag emosi saat mengetahui jika proyek besar yang saat ini di tangani langsung oleh Raya harus kandas. Adatama yang begitu emosi langsung menghubungi Raya meminta Raya agar segera menghadap ke dalam ruangannya.

SRETTT.....

Lembaran kertas melayang di udara dan jatuh berserakan di lantai.

"Raya!" Teriak Adatama dengan begitu tegas dengan rahang yang mengeras menunjukkan ekspresi wajah yang begitu emosi. "Katakan, kenapa proyek ini gagal?"

"Bukan salah ku. Itu salah Adam's company yang memutus kontrak secara sepihak."

BRANGKKKK...

Adatama menggebrak meja yang ada di hadapannya sehingga membuat Raya langsung terkejut. Raya tentu sangat takut namun ketakutannya ia sembunyikan di balik muka dinginnya.

"Kau memang tidak becus! Ayah memang salah memilih perempuan menjadi direktur perusahaan ini."

Raya langsung menatap wajah sang ayah.

"Harusnya Kelvin yang menjadi direktur. Ya, pria lebih bisa di andalkan dari pada perempuan."

"Ayah!" Sontak Raya menaikkan nada suaranya. Dan juga kedua tangannya sudah mengepal menahan amarah yang seakan siap untuk meledak.

"Sekarang juga kau keluar. Dan kau Kelvin," kata Adatama, lalu Kelvin yang memang sejak tadi berada di ruangan Adatama langsung menghampiri Adatama dan berdiri tepat di sampingnya. Adatama lalu menepuk pundak Kelvin. "Kau yang terbaik, jangan mengikuti apa yang Raya kerjakan."

Raya langsung keluar dari dalam ruangan Adatama dengan mata yang memerah menahan amarah dan juga tentunya menahan tangis. Ya, Raya tidak ingin menangis di hadapan siapapun. Karena Raya tidak ingin dianggap menjadi wanita lemah. Itulah sebabnya selama ini Raya menjadi wanita yang tegas, dingin, padahal hatinya sebenarnya sangat raput.

Saar berada di dalam lift. Satu buliran air mata berhasil keluar membasahi pipinya. Raya langsung mengusap wajahnya dengan ibu jari dan mengibas matanya agar air mata tak kembali jatuh menetes.

"Ayolah Raya, jangan cengeng seperti ini. Ini bukan dirimu. Ingat! Raya adalah wanita mandiri, pekerja keras dan tidak gampang untuk di tindas." Ucapnya, namun bukannya berhenti, air matanya justru semakin mengalir. "Ibu." Lirihnya.

Ya, satu-satunya sandaran Raya saat ini adalah ibu. Ibu yang sudah memiliki dunia lain. Walaupun begitu, tetap saja di saat seperti ini Raya pasti merindukan ibunya dan akan mendatangi makam sang ibu.

...🌱🌱🌱🌱🌱...

Pukul delapan malam. Raya yang sudah selesai mencurahkan semua isi hatinya di depan pusaran sang ibu. Raya yang sudah merasa lega memilih untuk kembali pulang, namum sayang saat Raya hendak menghampiri mobilnya, ia lupa jika ternyata tadi ia datang hanya memakai layanan taxi.

"Bagaimana ini?" Ucapnya lalu Raya mencari ponsel di saku celananya, dan tidak menemukan bendah pipih tersebut. "Astaga," Gumamnya saat menyadari jika ponselnya tertinggal di ruangannya. Karena buru-buru pergi ke makam sang ibu.

Lama Raya berdiri seorang diri, merinding? Tentu, namun Raya percaya jika tidak akan terjadi apapun. Terlebih ada ibunya yang selalu mengawasi dirinya dari atas sana.

Perlahan dari kejahuan lampu kendaraan semakin mendekat. Raya yang begitu sangat bahagia langsung mencoba menghentikan kendaraan tersebut.

Dua pria yang saat ini mengendarai motor berhenti tepat di pinggir jalan.

"Cantik. Mau kemana neng?" Tanya salah satu pria tersebut dengan lidah yang ia keluarkan sambil mengusap bibir.

"Boleh nih. Rejeki nomplok." Kata salah satu pria itu.

"Jangan macam-macam. Jangan berani menyentuhku." Kata Raya dengan tegas.

Namun kedua pria itu saling memberikan isyarat dan menghampiri Raya. Raya teriak sekencang mungkin namun sayang tidak ada yang mendengarkan teriakannya.

"Tolong. Siapapun tolong."

"Hahahaha."

"Jangan lakukan apapun. Tolong lepaskan aku." Kata Raya, namun percuma karena kedua pria itu membawa tubuh Raya ke dalam lokasi kuburan.

"Lepaskan! Berapa pun yang kalian inginkan akan kau bayar. Tapi tolong lepaskan saya." Pinta Raya memohon tapi tetap tidak di gubris. Kedua pria itu, sudah tidak bisa mengendalikan naf*sunya.

Salah satu pria merobek lengan baju Raya sehingga membuat bahu putih Raya terliha begitu menggoda.

"Lepaskan saya." Ucapnya dengan ketakuan yang luar biasa.

"Buka baju dan celananya." Kata pria yang satunya.

Raya menangis sambil memohon agari di lepaskan, namun sial, semua percuma karena pria itu sama sekali tidak mendengarkan apa yang Raya katakan. Raya yang sudah kehabisan tenanga hanya bisa menangis dan menutup mata. Hingga kemudiam Raya mendengarkan suara yang sangat ia hapal betul.

"Lepaskan!" Teriak Derald dengan lantang sambil menghampiri kedua pria itu dan memberikan pelajaran.

"Sial! Berani sekali kau menyentuh istriku dengan tangan kotormu ini." Tak tanggung-tanggung. Deradl bahkan mematahkan tulang pria yang sudah berani menyentuh istrinya.

"Derald." Teriak Raya dengan keras saat satu pria itu mengambil batu dan melayangkan tepat di kepala Derald.

Derald yang kebetulan berbalik langsung mendapatkan pukulan tepat di kepalanya, sehingga membuat tubuh Derald terjatuh.

"Derald." Teriak Raya dengan isak tangis.

Derald tidak ingin terlihat lemah. Di sisa tenanganya ia mencoba melawan pria itu. Hingga beberapa saat akhirnya Derald berhasil menang melawan dua pria yang kini sudah tersungkur di tanah dengan luka di sekujur tubuh.

"Derald. Sadarlah, jangan pejamkan matamu." Kata Raya dengan panik. Namun Derald hanya tersenyum dan mencoba untuk bangun lalu membuka jasnya dan memakaikan pada Raya.

Terpopuler

Comments

Mariana Riana

Mariana Riana

untung aja derald datang tepat waktu..ihh kesel juga sm ayahnya raya..sm anaknya sendiri gitu banget..km gk tau aja suami raya itu siapa..giliran tau siapa suami raya dan perusahaan km bangkrut d tangan Kevin baru km mohon sm anakmu raya..

2024-05-03

1

dian Ningsih

dian Ningsih

pengorbanan derald untuk menjaga marwah istrinya.. semoga raya sadar akn ketulusannya

2024-05-02

0

🏘⃝Aⁿᵘ3⃣🔰π¹¹™🍒⃞⃟🦅🔵

🏘⃝Aⁿᵘ3⃣🔰π¹¹™🍒⃞⃟🦅🔵

rawat derald rayya.. dan kau harus ikutin kata hatimu.. kau sudah jatuh cinta sama suamimu.. pacar halal mu

2024-05-01

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!