RW 6

Sesuai isi perjanjian di atas meterai. Kini Raya, akan tinggal seatap dengan Derald lelaki yang sudah ia nikahi beberapa hari lalu. Dan untuk izin dari ayahnya, Raya sama sekali tidak masalah, karena ada atau tidak adanya Raya di rumah utama, tidak ada yang berubah. Sang ayah sama sekali tidak mau tahu tentang apapun pada Raya.

Dan bagaikan angin segar. Ibu tiri Raya tentunya bahagia mendengar kabar jika Raya kini akan menetap selama dua bulan lamanya di apartemen. Tentu, selama dua bulan lamanya ini Sabrina akan hidup merasa tenang dan damai karena sudah tidak ada lagi Raya yang selalu menentang apapun tentang keputusannya. Dan Sabrina juga berharap semoga bisa selamanya Raya tidak usah balik lagi ke rumah utama ini.

"Jangan katakan pada siapapun dimana aku tinggal." Titah Raya pada sang supir saat mobil yang kini ia tumpangi telah tiba di perumahan milik Derald.

"Siap nona."

"Dan satu lagi, jangan katakan pada siapapun tentang apa yang sudah kau ketahui." Titah Raya. Karena sang supir dan Andre sang asisten sudah tahu tentang hubungan pernikahan antara dirinya dan Derald.

"Baik nona."

Supir lalu turun dari mobil dan membuka pintu, agar Raya segera keluar. Saat Raya sudah berdiri di depan pintu, supir pun langsung membawa turun barang Raya.

"Dimana dia?" Batin Raya, sambil melepaskan kaca mata hitam yang tertengker di hidung mancungnya.

"Nona, semua barang sudah aku letakkan di ruang tamu. Sekarang apa ada lagi yang ingin aku kerjakan?"

"Pulang sekarang. Dan tetap ingat apa yang aku katakan tadi."

"Baik nona. Kalau begitu saya permisi."

Raya masuk ke dalam rumah yang berukuran 3x6 dan tidak menemukan sang pemilik rumah. Raya lalu menatap tempat tidur yang akan menjadi saksi dirinya selama dua bulan lamanya berada di rumah ini.

"Lumayan." Gumamnya saat ia duduk di tepi tempat tidur. Lalu sesaat mata Raya menatap foto yang saat ini terletak di meja. Foto pernikahan dirinya dengan Derald yang hanya memakai pakaian biasa. Senyum tipis terukir di wajah Raya, bukan senyum kebahagiaan melainkan senyum tidak suka, karena seharunya pernikahan di lakukan atas dasar saling suka dan mamakai pakaian bagus dan mewah dengan polesan make up. Tapi ini, justru kebalikan dari semuanya. Lantas Raya kembali meletakkan foto tersebut dengan posisi tertutup agar matanya tidak sakit jika melihat foto yang menurutnya sangat tidak layak untuk di pandang.

"Kau sudah datang? Maaf tidak menyambutmu. Tadi aku dari pasar membeli bahan untuk kita makan." Ucap Derald saat membuka pintu gorden kamar. Ya, kamar mereka tidak memiliki daun pintu.

"Aku tidak akan memasak. Jangan harap!" Ketus Raya dan duduk di tepi tempat tidur.

Derald hanya tersenyum manis.

"Dia? Kenapa tersenyum?" Batin Raya. "Jangan berpikir mesum. Pergi!" Usir Raya sambil meletakkan kedua tanggan di pinggang yang siap menantang Derald.

"Ingin makan apa? Biar aku masakkan." Tanya Derald dan Raya hanya diam saja. "Baiklah, aku masak makanan kesukaanmu saja." Derald langsung keluar dan berjalan menuju dapur.

"Pria aneh! Mana mungkin dia tahu makanan kesukaanku." Batinnya.

...🌱🌱🌱🌱🌱...

Raya menatap takjub makanan yang saat ini di letakkan di meja makan yang berukuran kecil. Raya bahkan menelan salivanya secara kasar saat melihat sub jamur dan juga spageti keju yang saat ini sudah berada di hadapannya.

"Makanlah." Kata Derald. Lalu Raya menatap Derald penuh dengan tanda tanya. "Tenang saja, tidak ada racun atau obat perangsang seperti yang ada di novel-novel."

"Dari mana kau tahu ini makanan kesukaanku?"

"Sangat muda, tinggal buka google saja,. Maka semua tentang mu akan tampil."

Tatapan Raya semakin tajam. Ia semakin yakin jika pria yang ada di hadapannya ini memiliki tujuan tertentu.

"Berapa yang kau butuhkan? Katakan!"

"Tidak ada."

Raya masih menatap tidak percaya. Masa ia ada laki laki seperti ini. Dan kalaupun ada itu cuman di dunia halu yang terjadi di dunia per novelan.

"Makanlah." Titah Derald yang memulai melahap duluan makanan yang ada di hadapannya.

Dan karena merasa lapar. Raya pun ikut melahap dan sesekali mencuri pandang melirik pria yang tentu masih menjadi tanda tanya besar di dalam pikiran Raya.

Terpopuler

Comments

gegep 07

gegep 07

sabar derald ada masanya si Raya g cuek bebek lagi....semangat Thor..

2024-10-04

0

Tara

Tara

aku yakin derald itu suami yg kaya yg bersembunyi .dasar orang kaya emang aneh2...

2024-04-19

0

Tara

Tara

kalo Uda bucin baru nyaho

2024-04-19

0

lihat semua

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!