Raya kembali bekerja sama seperti hari hari sebelumnya. Bekerja dengan wajah yang dingin tanpa senyum sama sekali. Ia bekerja hingga tak terasa kini jarum jam di dinding menunjukkan pukul delapan malam.
"Nona, apa sebaiknya kita sudahi hari ini." Kata Andre mengingatkan.
Raya melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya. Lalu menatap berkas yang ada di hadapannya. "Pulanglah lebih dulu." Kata Raya tanpa menatap sama sekali wajah Andre.
"Permisi nona." Ucap Andre setengah mendundukkan badan lalu keluar dari ruangan kerja.
Kini Raya hanya seorang diri berteman dengan sepinya malam dan dengan tumpukan berkas yang harus ia eksekusi malam ini.
'Hufff' Hembusan nafas keluar dari bibir tipis yang jarang sekali mengukir senyum.
Lalu ponsel Raya terus saja berdering, panggilan dari nomor baru membuat Raya sama sekali enggan untuk menjawab. Namun, karena panggilan itu tak henti-hentinya berdering mengganggu konsentrasinya dalam bekerja, terpaksa Raya menjawab.
"Pulang jam berapa?" Tanya Derald sebelum Raya bertanya siapa yang menelpon. Raya sampai menaikkan satu alisnya, karena merasa tidak asing dengan suara yang baru saja berbicara dan bertanya jam berapa pulang. "Raya, kau dengar aku? Pulang jam berapa? Aku menunggumu untuk makan malam." Kata Derald. Sehingga membuat Raya sadar, ternyata pria yang menghubunginya ini adalah pria yang sudah menjadi suaminya. Suami tanpa ada perasaan cinta.
"Makan? Jangan harap! Lagian aku tidak akan pulang di rumah sempitmu itu." Kata Raya yang hendak mematikan ponselnya, namun urung setelah mendengar Derald berbicara.
"Aku sudah memasak, kau tidak perlu memasak untukku. Pulanglah dan makan agar tidak sakit, aku akan menunggumu."
Ucapan Derald mampu membuat Raya terdiam. Sedikit terharu dengan ucapan pria itu, pria yang sama sekali belum ia kenal latar belakangnya dan memberikan perhatian yang menurut Raya luar biasa. Karena selama ini, selama Raya memiliki kekasih tidak ada satupun yang memberikan Raya perhatian.
"Kau dengar? Aku akan menunggumu." Kata Derald dan langsung memutuskan sambungannya.
Raya menarik sudut bibirnya membuat seutas senyum tipis yang sulit untuk di lihat oleh siapapun. Raya tentu berpikir dengan sangat curiga kenapa ada pria yang langsung memberikan perhatian walau mereka sama sekali belum saling mengenal. Dan tebakan Raya kini tertuju, mungkin saja pria yang kini menjadi suami dadakannya itu adalah pria yang sama persis dengan yang dulu dekat dengan Raya. Pria yang hanya mengejar harta tanpa mau memberikan hati atau perasaannya pada Raya.
"Semua pria seperti lebah. Yang hanya mau menghisap atau menghabiskan uang dari wanita kaya." Gumam Raya, lalu mematinkan ponselnya agar Derald tidak lagi menghubungi.
Ya, Raya sudah tahu dan hapal persis. Jika pria mis*kin memiliki motif tersendiri jika mereka dekat dengan wanita kaya. Sama seperti mantan-mantannya sebelumnya. Yang hanya mau menikmati uang Raya saja.
...🍃🍃🍃🍃🍃...
"Kau! Apa yang kau lakukan disini?" Tanya Raya dengan tatapan memangsa sekaligus kaget melihat kehadiran Derald di depan perusahaan miliknya. Belum lagi, tampilah Derald yang hanya memakai baju kaos biasa dan juga celana levis panjang.
"Aku hanya ingin membawakanmu sarapan. Oh ya, semalam kau tidur di mana? Aku menunggumu pulang."
"STOP!" Tegur Raya. " Pergi dari sini dan jangan pernah tampakkan wajahmu di perusahaanku. Aku malu melihatmu." Usir Raya dengan tatapan tajam, dan berlalu dari sana dan menginggalkan Derald yang terus menatap punggung belakang Raya.
"Aneh! Dari mana dia tahu aku bekerja di perusahaan ini." Gumam Raya. "Tunggu, apa dia bermaksud memberitahukan semua orang jika aku sudah menikah dengannya?"
Raya langsung menghubungi ponsel Derald namun tidak ada jawaban sama sekali sehingga membuat Raya begitu emosi.
"Si*al" Umpat Raya.
Raya kemudian memanggil Andre dan memberitahukan pada Andre agar mencegah pria masuk ke dalam perusahaannya, namun Andre masih bingung pria mana yang Raya maksud karena Andre sudah meminta foto tapi Raya tidak bisa menunjukkan foto Derald.
Beberapa jam berlalu.
Bunyi notif pesan masuk ke ponsel Raya, nomor yang sama yang menghubunginya semalam. Ya, Raya masih tidak menyimpan nomor tersebut dengan nama, karena Raya tidak ingin menyimpan nomor ponsel seseorang yang ia rasa tidak penting baginya dan bagi hidupnya.
"Maaf tidak menjawab panggilanmu. Tadi aku sibuk bekerja." Isi pesan dari Derald yang membuat Raya menerka-nerka. Pekerjaan apa yang di lakoni pria yang sudah menjadi suaminya itu.
"Paling cuman driver ojol" Gumamnya karena tadi mengingat jika Derald menggendarai motor metic.
"Terserah dia mau kerja apa. Itu bukan urusanku." Batin Raya, dan kembali fokus dengan tumpukan map yang tersusun rapi di atas meja kerjanya.
Beberapa jam kemudian, ponsel Raya kembali berdering, Raya menaikkan satu alis menatap nomor yang mungkin sudah Raya hapal siapa pemilik nomornya.
"Ada apa lagi?" Tanya Raya dengan ketus.
"Jangan lupa makan siang. Bekal yang aku bawa jangan di buang, kasihan." Ucap Derald.
"Kau ini, kau ingin apa? Uang? Bilang berapa yang kau butuhkan asal jangan menghubungiku lagi. Dan jangan ganggu aku lagi." Ucap tegas Raya lalu memutuskan sambungannya.
...🍃🍃🍃🍃🍃...
"Tuan Derald." Sapa Cican dengan begitu formal jika berada di dalam perusahaan.
"Ada apa?"
"Nyonya besar bertanya, kenapa nomor ponsel tuan tidak aktif. Dan juga kenapa tuan tidak pulang ke mension utama." Ucap Cican sambil berdiri di depan Derald.
"Jangan panggil tuan jika kita hanya berdua." Kata Derald tanpa menjawab pertanyaan Cican.
"Baiklah Der, lalu apa yang harus aku katakan pada nyonya?"
"Bilang saja aku sibuk. Mungkin minggu aku baru mampir."
Cican terdiam sesaat memandang Derald yang hari ini lebih banyak diamnya. Ya, walau memang sejak dulu Derald terkenal sebagai pria yang hemat berbicara kepada semua orang kecuali kepada dirinya dan juga keluarganya.
"Bagaimana pernikahanmu dengan wanita kunti itu?" Tanya Cican dan langsung mendapatkan tatapn tajam dari Derald. "Sory, sory. Baiklah aku tidak akan memanggilnya kunti lagi." Cican langsung meralat ucapanya karena takut dengan tatapan mematikan yang Derald berikan padanya.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
🔵⏤͟͟͞𝐑𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆🔰π¹¹™𒈒⃟ʟʙᴄ❤
hahahaha wanita kuntiiiii
bisa bisanya kamu ngatain Raya wanita kuntiiiii
2024-04-23
0
Mariana Riana
kok setiap ada cican aku pasti ingat cincan yg flem kartun ya😂😂
2024-04-17
1
dian Ningsih
apa mungkin Raya cinta lama derald....
2024-04-17
0