"Ada apa?" Tanya Raya, saat menyadari mobilnya berhenti tepat di depan kediamannya.
"Nona, itu ada pria yang tadi menemui nona." Kata supir yang saat ini sedang duduk di balik kemudi.
Raya menyimpan ponselnya di dalam tas lalu menatap ke arah depan. Raya bisa melihat dengan jelas, jika saat ini Derald sudah berdiri tepat di depan pagar rumah yang menjulang tinggi. "Dia lagi." Gumam Raya sambil menghembuskan napasnya secara kasar. "Usir dia." Titah Raya sambil menutup mata dan bersandar di kaca mobil. Raya terlalu lelah untuk berurusan dengan pria yang kini sudah resmi menjadi suaminya.
Sang supir pun menekan klakson mobil, tapi tidak membuat Derald minggir atau menepikan motornya. Hingga membuat sang supir keluar dari mobil dan menghampiri Derald. "Maaf, tapi mobil mau lewat."
Tanpa menjawab ucapan sang supir Derald langsung berjalan menghampiri mobil dan berdiri tepat di samping mobil. Derald lalu mengetuk kaca mobil sehingga membuat Raya membuka kaca.
"Apa sudah pergi." Tanya Raya tanpa membuka mata.
"Ayo kita pulang." Ajak Derald yang kini sedang membungkukkan sedikit badannya agar bisa melihat Raya yang kini ada di dapan mobil. Raya sampai kaget mendengar suara pria yang sudah berhasil membuat dirinya semakin pusing sehari ini.
"Apa yang kau inginkan dariku." Tanya Raya lalu membuka pintu mobil. Dan berdiri di depan Derald sambil menyilang kedua tangannya di depan tubuhnya. "Katakan!" Sentak Raya dengan tajam.
Sang supir datang menghampiri. "Maaf nona, tapi tuan ini tidak ingin pergi."
Raya memberikan kode agar sang supir diam dan pergi. Sehingga kini hanya ada Raya dan Derald.
"Katakan!" Ulang Raya sambil mencebir cemooh ke arah Derald.
Dan tentu, hingga sampai saat ini Raya belum mempercayai laki-laki setelah apa yang telah terjadi pada dirinya. Yang sudah di khianati beberapa kali.
"Ayo kita pulang." Ajak Derald dan langsung menarik tangan Raya, sehingga membuat Raya mau tidak mau mengikuti langkah kaki Derald. Hingga langkah kaki terhenti kala mereka sudah berada di samping motor metic. "Naik." Kata Derald dan di sambut tawa oleh Raya.
Bagaimana Raya tidak tertawa. Dia lahir dari keluarga old money, dan belum pernah merasakan naik motor sejak lahir. Dan pria yang ada di hadapannya kini, justru dengan percaya dirinya mengajak pulang dan menjemput dengan motor matic.
"Kenapa tertawa, ayo kita pulang."
"Kau yakin!" Tanya Raya. "Bagaimana bisa orang kaya seperti diriku bisa naik kendaraan seperti ini." Raya menatap mengejek dan tentu tidak suka dengan kendaraan Derald. "Setidaknya kalau kau ingin menjemputku, jemput pakai mobil sport. Jangan yang buntut seperti ini." Ucap Raya tajam sehingga membuat Derald hanya bisa diam. "Kenapa? Kenapa diam? Tidak sanggupkan? Makanya, kalau mau mengajak wanita nikah itu harus mikir dulu. Kau sanggup atau tidak memenuhi keinginan wanita itu. Jangan asal nikah saja."
Derald kembali diam. Benar apa yang wanita ini katakan, jika ingin menikah harusnya bukan hanya fisik yang di siapkan, tapi juga harus ada materi yang bisa membuat kebutuhan keluarga terpenuhi.
"Jangan pernah muncul di hadapanku dengan motor buntutmu itu." Kata Raya lalu membalikkan badannya dan berjalan menjauh, namun langkah kaki Raya terhenti.
"Dua bulan." Ucap Derald. "Beri aku waktu dua bulan agar aku bisa memberimu mobil sport yang kau mau."
Raya tentu tersenyum tipis mendengar ucapan pria yang menurutnya sangat lucu. Bagaimana mungkin pria mis*kin bisa memberikan dirinya mobil sport yang harganya bisa mencapai di milyar.
"Tinggallah denganku, jika dua bulan aku tidak bisa memberikan apa yang kau minta maka aku siap berpisah denganmu." Ucap Derald lalu Raya menghampiri Derald.
Ya, mungkin ini tawaran yang bagus untuk Raya agar bisa terputus ikatan pernikahan dengan pria yang ada di hadapannya. Dan tentu saja Raya sudah pastikan jika Derald tidak akan sanggup memberikan apa yang ia minta.
"Mobil ini." Kata Rata sambil memperlihatkan gambar mobil di layar ponselnya. "Dalam waktu dua bulan, jika mobil itu tidak ada maka aku akan menuntutmu dan juga memenjarakanmu karena sudah menikahiku secara mendadak dan juga membuat waktuku yang berharga."
"Baik. Tapi kita harus tinggal bersama." Ucap Derald, namun Raya diam dan menatap Derald dengan tanda tanya. "Kau cukup jadi istriku saja, aku tidak akan menjadikan mu pembantuku."
Raya lalu menghubungi Andre. "Andre, buat surat perjanjian sekarang. Dan bawa ke alamat xxx. Ingat, sekarang!" Titah Raya, yang memberikan perintah agar Andre membuat surat perjanjian yang akan menuntut Derald jika semua yang Derald katakan adalah kebohongan.
"Naiklah, kita pulang." Ajak Derald namun Raya enggan naik dan memilih di antar oleh supir pribadinya.
...🌱🌱🌱🌱🌱...
Kini Derald dan Raya duduk saling berhadapan. Raya duduk dengan posisi kaki yang saling bertumpuk sambil memperhatikan kuku-kuku jarinya. Sedangkan Derald, ia sibuk membaca surat perjanjian yang kini ada di hadapannya.
"Jika setuju maka tanda tangan secepatnya." Kata Andre yang saat ini berdiri di samping Raya.
"Aku akan menambahkan poin di sini." Kata Derald sehingga membuat Raya langsung menatap ke arahnya. "Jika aku berhasil memberikan apa yang Raya inginkan maka aku dan Raya tidak akan berpisah." Ucap Derald sehingga membuat Raya dan Andre saling bertatapan. "Aku tidak mau menjadi pihak yang di rugikan di sini." Lanjur Derald.
Ya, semua isi dari perjanjian menguntungkan Raya, Derald setuju semua hanya saja ia ingin menambahkan poin saja.
"Baik." Kata Raya dan tentu membuat Andre membulatkan mata.
"Satu lagi." Kata Derald. "Kita harus tidur bersama di dalam kamar."
"Kau!" Andre ingin sekali menghajar pria yang ada di hadapannya ini.
"Baik." Raya kembali menyanggupi. "Tapi kembali ke poin ke tiga, kau tidak boleh menyentuh diriku. Apapun itu alasannya, jangan pernah!" Raya memperingati.
"Setuju."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Rifa Endro
katanya rich woman. tapi dihadapan derald, suaminya. Anda tetap tulang rusuknya yang bengkok. nurut aja bukan ?
2024-04-24
0
🟢⏤͟͟͞R🔰π¹¹™𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆❤
sabar ya Derald, semoga dalam 2bulan nanti, Raya bisa melihat ketulusanmu..
2024-04-23
0
🏘⃝Aⁿᵘ3⃣🔰π¹¹™🍒⃞⃟🦅🔵
nanti juga cinta
2024-04-22
0