Seminggu berlalu. Sikap dingin Raya sama sekali tidak memudar yang ada dia justru bertambah dingin dan hemat berbicara, bahkan menjaga jarak dari Derald agar dirinya atau lebih tepatnya jantungnya bisa aman.
"Bagaimana harimu? Apa ada yang menghalangimu dalam bekerja?" Tanya Derald dan Raya hanya diam sambil duduk di sofa minimalis dengan kedua kaki yang naik di atas sofa.
Derald kembali diam. Lalu ia membuka tas dan mengeluarkan laptop yang berlogo buah yang di gigit sedikit. Mata Raya mencuri curi pandang melihat Derald.
"Paling punya kantor." Batin Raya, namun sesaar kemudian Raya kembali menatap tajam pada merk dan spesifikasi laptop yang sedang di pakai oleh Derald. Bahkan, Raya pun langsung mendekat dan menarik laptop tersebut ke arahnya.
"Dari mana kau dapat benda ini?" Tanya Raya, sambil melihat Derald dan laptop secara bergantian.
"Dari kantor. Kenapa?"
Raya kembali meletakkan laptop di posisi semula. "Sudah aku bilang pasti punya kantor, mana bisa dia beli barang yang aku saja belum punya." Batin Raya.
Lalu Raya berdiri, dan tidak menanggapi sama sekali ucapan Derald.
"Sudah mau tidur?"
Tetap tidak menjawab ia pergi masuk ke dalam kamar.
"Ada apa dengannya?" Gumam Derald, dan kembali melanjutkan pekerjaannya.
Karema sibuk berkutat di depan laptop, membuat Derald lupa waktu. Dan juga membuat perut Derald berbunyi minta untuk di isi. Derald lalu membereskan pekerjaannya dan masuk ke dalam dapur membuat makanan yang bisa menggajal perut agar nanti bisa tertidur pulas. Dan tanpa Derald sadari, kini Raya sudah berdiri tepat di belakangnya. Hingga Derald kaget saat ia membalikkan tubuhnya.
"Raya.." Ucap Derald. "Belum tidur? Kenapa?"
Raya lantas duduk dengan bibir yang sedikit mancung ke depan, sehingga membuat Derald tersenyum tipis. Lantas Derald meletakkan semangkuk mir dengan irisan sayur sawih dan sosis hingga membuat mata Raya berbinar binar.
"Mau?" Tanya Derald dan Raya langsung menganggukkan kepala dengan senyum yang menggembang di wajah.
"Wah. Ini makanan apa? Kenapa enak sekali? Bagaimana cara membuatnya?" Tanya Raya di sela makannya.
"Serius belum pernah makan mie?" Tanya Derald dan Raya menganggukkan kepala sambil terus menyantap makannya.
Derald terus menatap bahkan kini lapar yang ia rasakan sudah tidak terasa. Kini Derald bisa merasa kenyang hanya dengan melihat wanita yang ia cintai bahagia. Sangat luar biasa dahsyatnya cinta.
"Wahh luar biasa. Makanan ini akan menjadi makanan favorit ku." Kata Raya.
Lalu Derald meraih tisue di atas meja dan menghapus bekas tetesa mie yang berada di ujung bibir Raya. Keduanya saling terdiam membeku saling menatap satu sama lainnya.
DAK. DIK. DUK.
Jantung Raya kembali berdetak lebih cepat dari biasanya. Hingga membuat Raya menepis tangan Derald.
"Sudah aku katakan, jangan pernah berani menyentuhku." Kata Raya dengan tegas dan berlalu dari sana.
...🌱🌱🌱🌱🌱...
Mom Yoona, selaku orang tua Derald. Sejak tadi sudah menunggu kedatangan sang anak. Ya, hari ini. Hari yang di janjikan oleh Cican jika Derald akan berkunjung. Mom Yoona terus saja berjalan mondar mandir di depan teras menunggu mobil sang anak datang. Hingga beberapa saat kemudian, mata mom Yoona membelalak sempurna saat melihat motor metic masuk ke dalam pekarangan. Dan yang lebih membuat mom Yoona kembali membelalak yaitu, pengendaranya adalah sang anak yang sejak lama ia rindukan.
"Derald." Panggil mom Yoona.
Derald langsung menghampiri mom Yoona saat sudah memarkirkan motornya.
"Apa yang terjadi? Di mana mobilmu? Kenapa kau memakai motor seperti ini?" Tanya mom Yoona sambil menggenggam kedua pipi Derald. "Katakan, apa perlu mom memberikan mu mobil?"
"Mom." Ucap Derald.
Mom Yoona langsung memeluk tubuh Derald. "Tetaplah tinggal di mension ini."
"Mom, aku sudah menikah." Kata Derald yang langsung membuat mom Yoona melepaskan pelukannya.
Yoona langsung menatap wajah sang anak. Mencari kebenaran melalui tatapan wajah Derald. Namun, ternyata sama sekali tidak ada kebohongan di mata Derald.
"Serius? Siapa wanita itu?"
"Jika sudah waktunya maka aku akan mengenalkan istriku."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
Ririn Nursisminingsih
sekali2 raya merasakan hidup sederhana
2024-10-18
0
Mariana Riana
km gk tau aja raya..klu derald itu sebenarnya sultan..
2024-04-25
1
Rifa Endro
wow !!!
2024-04-24
0