Kekesalan Raya yang belum redah kini semakin memuncak, kala melihat Derald yang baru saja pulang bekerja.
"Kau ini. Siapa yang menyuruhmu untuk bekerja?" Tanya Raya dengan kesal sambil menatap Derald dengan tatapan tajam namun juga dengan tatapan kasihan.
"Aku..." kalimat Derald menggantung.
"Kau pikir aku siapa? Kau pikir aku tidak punya uang untuk memberimu makanan?" Tanya Raya dengan kesal. Derald hanya diam "aku Raya, rich women. Dan kau beruntung bisa menikah dengan perempuan seperti diriku." Ucapnya dengan penuh kebanggaan yang membuat Derald tentu hanya bisa tersenyum melihat tingkah sang istri yang selalu membanggakan dirinya sendiri.
"Selama seminggu ke depan kau hanya perlu ber istirahat. Jangan melakukan apapun. Karena jika sesuatu terjadi padamu, mau di simpan di mana wajahku yang cantik ini. Orang akan berkata kalau aku mengeksploitasi dirimu mencari uang padahal aku sendiri memiliki banyak uang." Ucapnya dengan kecepatan seperti kerera api. "Dan satu lagi, kau hanya perlu memasak mie untukku."
Derald hanya bisa memasang wajah tampannya sambil tersenyum, melihat tingkah random dan tingkah kepedean Raya. Yang selalu saja membanggakan dirinya sendiri di setiap sela ucapannya.
"Sungguh unik." Gumam Derald.
...🌱🌱🌱🌱🌱...
Sabrina semakin curiga pada Raya yang memilih untuk berpindah ke apartemen. Untuk memastikan kecurigaannya, Sabrina pun memutuskan untuk mendatangi apartemen di mana Raya tinggal.
Sudah lebih dari stengah jam Sabrina mengetuk pintu dan menekan bel, namun sama sekali tidak ada jawaban hingga membuat Sabrina semakin bertambah curiga. Ya, bagaimana tidak curiga, karena selama ini, segala cara di tempuh Sabrina agar Raya bisa keluar dari rumah, namun tetap usahanya sama sekali tidak berhasil dan ini tiba-tiba saja dengan tanpa di minta pun Raya pamit keluar untuk tinggal selama kurang lebih dua bulan.
"Ada yang tidak beres." Gumam Sabrina lalu meraih ponsel di tasnya dan menghubungi seseorang untuk mematai-matai Raya.
"Lihat saja, apapun kau sembunyikan pasti akan aku ketahui." Ucap Sabrina dengan wajah liciknya.
...🌱🌱🌱🌱🌱...
"Derald ini bagaimana caranya?" Tanya Raya saat melihat udang di westafel.
Derald menghampiri lalu berdiri tepat di samping Raya.
"Begini." Kata Derald sambil menggunting ujung kepala udang, dan mengiris punggung udang agar di keluarkan urat hitamnya. "Silahkan di coba." Kata Derald saat sudah memberikan contoh pada Raya.
Namun, tetap saja. Raya sama sekali tidak mengerti. Udang yang hanya di potong di ujung kepala, justru menjadi buntung. Punggu yang seharusnya di bela sedikit justru terbela menjadi dua. Intinya udang itu sudah tidak berbentuk seperti udang utuh melainkan utang yang sudah di mutilasi.
"Ah, sebel. Kenapa udang ini tidak mau menurut. Aku sudah memotong ujungnya, tapi dia justru bergerak yang ada jadi seperti ini. Udah sial*an." Omel Raya yang tentu seperti biasa tidak pernah ingin di salahkan tentang apapun itu.
Lalu dengan wajah yang cemberut ia memilih duduk di kursi sambil meraih ponselnya.
"Aku akan memesan makanan. Jadi udang itu di buang saja. Aku tidak ingin makan makanan yang tidak layak makan." Katanya.
Lalu Derald melihat udang yang berada di westafel, sungguh hasilnya benar-benar sangat hancur.
"Biar aku yang masak."
"Tidak usah. Kau lupa jika aku punya banyak uang. Aku bisa beli apapun. Katakan, kau ingin makan apa?"
"Apapun yang kau pesan aku akan makan."
••••
Kedua pasangan itu kini berada di atas tempat tidur. Derald kini menatap punggu Raya. Dan Raya yang memang belum tidur langsung membalikkan badannya sehingga kedua mata mereka saling bertemu. Diam, hening, saling bertatapan satu sama lainnya. Hingga beberapa saat kemudian.
"Kenapa menatapku? Kau pasti ingin memuji wajah cantikku?" Tanya Raya dan Derald hanya diam. "Hey, jangan berpikir mesum. Jangan mencoba untuk menyentuhku. Awas saja kalau berani."
Lagi, Derald hanya diam. Hingga Raya menatap Derald dengan tatapan membunuh.
"Ya aku memang cantik. Tapi setidaknya jangan melihatku seperti itu. Sana, balik badamu. Aku tidak suka dengan tatapanmu."
"Bagaimana aku bisa membalikkan badanku jika kakimu saja sudah berada di atas tubuhku." Jawab Derald, yang hingga membuat Raya langsung segera menurunkan kakinya dari tubuh Derald. Raya langsung membelakangi tubuh Derald sambil merutuki dirinya yang begitu ceroboh. Ya, tadi saat ia membalikkan tubuhnya ia merasa nyaman dan merasa seperti memeluk guling makanya ia tidak sadar jika ternyata yang ia peluk adalah tubuh Derald.
"Bod*oh kau Raya." Batinnya. Lalu Raya menolehkan kepalanya. "Hapus ingatanmu yang tadi."
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Comments
꧁♥𝑨𝒇𝒚𝒂~𝑻𝒂𝒏™✯꧂
ya ampun Raya lagaknya sombong bgt... buat aku ngakak...
2024-05-09
0
🏘⃝Aⁿᵘ3⃣🔰π¹¹™🍒⃞⃟🦅🔵
wah matir nya curiga.. ketahuan lah si derrald orkay..
lanjut kak.
makin seru
2024-05-07
0
🟢⏤͟͟͞R🔰π¹¹™𝕮𝖎ҋ𝖙𝖆❤
boleh gak sich aku ketawa ngakak/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
untung Derald orang yg sabar🤣🤣🤣🤣
2024-05-07
2