Setelah perjanjian itu, satu hari telah berlalu. Kini Shuvin berada di balai desa yang tidak memiliki kepala desa itu.
Selama ini Green Village diatur oleh tangan kanan Evan yakni Gray dan dibawah kontrol Tristan.
Shuvin berada di balai desa dengan seluruh buku keuangan yang terkumpul di sana. Dia menemukan kejanggalan besar dan korupsi besar yang telah dilakukan seseorang.
"Baiklah, kalian semua sudah tahu bukan apa yang menyebabkan desa ini hancur?" Ucap Shuvin.
"Korupsi, pajak tinggi dan penutupan jalan!" Para warga membalas ucapan Shuvin degan kompak.
Wanita itu mengangguk sambil menatap mereka serius, "ketiga masalah itu akan selesai setelah Duke kembali, berdoa saja Duke percaya padaku, mungkin akan butuh waktu lama, tapi aku akan mengusahakannya,"
"Lalu tugas kita selanjutnya adalah mengubah desa ini menjadi kota perdagangan dan kota pariwisata!" Ucapnya.
"Tapi bagaimana caranya? Jalan ke desa ditutup oleh perbatasan juga gunung besar itu!" Ucap para warga.
"Ini adalah PR besar bagi kita, ahh- maksudku tugas besar, aku butuh bantuan kalian semua untuk mewujudkan kemakmuran kita!" Ucap Shuvin.
" Apa kalian setuju membantu ku?" Tanya Shuvin.
Mereka mengangguk setuju," setuju, kami akan melakukan apapun nona butler!" Seru mereka.
Yap, Shuvin memperkenalkan dirinya sebagai butler kerajaan Lala Land, bukan sebagai Duchess agar rakyat tidak takut padanya.
Mendengar semua orang tampaknya setuju, Shuvin tersenyum manis.
" Baiklah, kalau begitu yang pertama kita lakukan adalah mengubah jalanan di desa dan mengecat ulang seluruh rumah dengan desain yang telah kuberikan,"
"Desa ini dipenuhi dengan pengrajin dan pelukis, maka kupikir hal ini tidak akan sulit dilakukan,"
"Kita akan lakukan pembukaan besar untuk pasar besar dari negara tetangga," terangnya.
" Tapi nona, mereka itu musuh!" Teriak mereka tak yakin.
"Tidak, seminggu lagi, mereka bukan lagi musuh bagi kota kita, saat itu kalian semua akan melihat dunia baru terbuka untuk green village!" Ucap Shuvin.
"Tapi bagaimana caranya?"
"Benar, kami butuh bukti bukan omong kosong!"
Shuvin benar-benar harus ekstra sabar menghadapi para warga yang sudah dipenuhi trauma akibat perang yang tidak kunjung berhenti dari tahun ke tahun. Padahal kedua wilayah saling membutuhkan, tetapi mereka saling menyerang karena provokasi tak berarti.
Shuvin mengangkat pedangnya," beberapa hari ke depan, di area perbatasan akan diadakan duel antara ksatria Green Village dengan ksatria Dataran Kiros, jika kesepakatan terbentuk maka desa kita akan terbuka bagi pelancong asing, " ucapnya.
"Lalu bagaimana kalau tidak terjadi sesuai harapan kita nyonya!" Teriak Lera dari barisan, lagi-lagi wanita itu berkata sesuka hatinya.
Shuvin terdiam menatap Lera kesal," wanita ini, kalau bisa mulutnya ku jahit saja, grrhhh dasar bodoh!" Umpat ya dalam hati.
Penduduk memiliki pemikiran yang sama, mereka saling menatap satu sama lain dan lahirnya melemparkan pertanyaan yang sama pada Shuvin. Bagaimana jika rencana itu gagal, apa yang akan terjadi pada Green Village?
Shuvin tersenyum," Jika gagal, maka aku akan menerima hukuman dan digantung di balai desa, " ucapnya sambil tersenyum.
" Sial sial sial, bagaimana bisa mulutku begitu berani mengatakan hal itu saat aku belum tahu kalau aku akan menang atau tidak!!" Batinnya panik.
" Nona jangan gegabah!" Peringat Kim dan Juan. Nyawa Duchess dipertaruhkan di sini.
"Tak apa, bukankah ini juga keinginan seseorang," ucapnya dengan senyuman getir saat mengingat keinginan Evan agar dirinya menghilang dari muka bumi ini.
"Tapi nyonya.... Anda..."
"Sudah Michelle, aku sudah memutuskan!"
"Kalian semua ingat ucapanku, aku akan digantung jika rencana itu gagal dan kalian bisa melanjutkan kehidupan kalian yang damai,"
"oleh karena itu, kumohon dukung dan bantu aku mewujudkan semuanya bersama!" Ucap Shuvin.
Penduduk terdiam ditempat. Warga korban perang yang setiap hari mengalami ketakutan terjadinya perang tidak bisa mempercayai siapapun.
Tetapi sejak kehadiran Shuvin di desa itu, mereka mulai percaya bahwa bangsawan pun ternyata punya hati dan mau membantu mereka.
Seorang anak kecil berjalan kejadian kerumunan itu sambil menggenggam tangan adik perempuannya dengan sebongkah roti di tangannya ditemani wanita penjual roti yang Shuvin pernah tolong.
" Kami akan membantu anda nona, kami akan membalas kebaikan anda pada kami selama ini," ucap wanita sambil tersenyum pada sang Duchess.
"Aku juga!!" Roger dan adiknya Juvel juga ayah dan ibunya melangkah ke depan sambil mengangkat jala mereka," kami akan membantu!" Seru mereka.
Dengan sebuah keberanian kecil dari anak lelaki berjiwa polos, semua orang yang mendapat bantuan Shuvin mengangkat tangan mereka setuju dan berniat membantu wanita itu.
"Kami semua akan membantu mu nona, ini juga demi masa depan desa ini!"
"ya, benar, kita pasti bisa!!" Seru mereka kompak.
"Dan lagi, anda tidak perlu menawarkan nyawa anda sebagai gantinya nyonya, kekalahan desa ini adalah kekalahan kita semua begitupun dengan kemenangan desa ini, juga akan jadi milik kita semua!* Ucap Greek dengan lantang.
" Tuan Baron Greek!!"
"Baron Greek kembali!!"
"Dia 'kan pemimpin kita dahulu, Baron telah kembali!!" Seru para warga dengan wajah berbinar binar saat melihat Greek berdiri di sana dengan menunjukkan identitas nya yang sebenarnya.
Shuvin tersenyum dengan wajah penuh haru, dia benar-benar yakin, perdamaian kali ini bisa mereka peroleh melalu perdamaian dengan negeri tetangga, meskipun resikonya teramat besar, Shuvin berharap akan terjadi perubahan bagi desa ini.
" Baiklah, saatnya kita berbagi tugas!!" Ucap Silva memimpin pembagian kelompok bersama Baroness Michelle dan Countess Lera.
Butler Juan bersama Kepala dapur Kim, mengatur lumbung penyimpanan dan mengelola keluar masuk barang. Penyimpanan barang juga telah diperbaharui oleh Shuvin.
Biji Cokelat yang awalnya muda membusuk dikeringkan sampai benar-benar kering lalu ditumbuk menjadi bubuk yang pada akhirnya akan dikelola menjadi bekal kakao.
Kenari juga mendapatkan perlakuan yang berbeda dengan pengelolaan sebelumnya, semua barang ditaburi dengan garam sebagai pengawet alami. Kantong rempah dimasukkan dalam tiap karung sebagai anti pengerat.
Semuanya bekerja sama mengubah desa yang suram itu menjadi desa yang indah.
Shuvin mengeluarkan banyak uang dari khas pribadinya sendiri, bahkan dia menggunakan uang mahar pernikahan nya untuk membantu warga. Dia tidak mengunakan sepeser pun dari khas kediaman, sebab ada tikus yang harus dia tangkap di kediaman itu.
"Nyonya, " Greek menghampiri Shuvin dengan informasi rahasia di tangannya.
"Sudah kau dapatkan?" Tanya Shuvin dengan suara berbisik. Greek mengangguk," sudah nyonya, sesuai dengan tebakan nyonya, seluruh dana desa dialihkan ke akun pribadi orang itu, sudah sejak dua tahun lalu, sejak dia diangkat menjadi tangan kanan Duke!" Terangnya.
" Pfthh... Si bodoh itu, bagaimana bisa dia terus menerus terlibat dengan pengkhianat? Apa dia tidak peka atau dia memang benar-benar bodoh?" Ucap Shuvin.
" Sepertinya tidak nyonya, saya tidak yakin Duke tidak tahu kalau tangan kanannya berbuat curang, masalah ini berhubungan dengan peredaran koin palsu di kekaisaran, menurut saya, Duke sengaja mengorbankan Green Village di perbatasan untuk membuat orang itu sibuk, sementara Duke mencaritahu aliran koin itu" ucap Greek.
" Koin palsu!? " Tanya Shuvin heran. Dia tidak mengetahui hal itu.
" Benar nyonya, koin emas palsu yang dicetak lebih ringan 10 gram dari koin asli, koin emas itu tidak murni, di bagian tengahnya hanyalah baja ringan yang dilapisi emas!" Ucap Greek.
" Sudah sampai mana penyebaran koin itu?" Tanya Shuvin.
" Tersebar luas di ibukota Betevia, sedang Green Village tidak tercemar karena penutupan jalan oleh Duke," terangnya.
"Hah... Kepalaku sakit, banyak sekali kekacauan dalam kekaisaran ini!" Kesal Shuvin merutuki keluarganya sendiri.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 77 Episodes
Comments