Sudah sebulan lamanya Arga tak pernah menemui Airin. Bahkan nomor telponnya diblokir oleh Airin. Arga merasa kesepian, Semenjak tidak bertemu dengan Airin. Tapi apa boleh buat, Mami menentangku untuk menemuinya atau pun menghubunginya. Dia sangat merasa bersalah karena telah meninggalkan Airin dihari pernikahannya.
Bagaimana pun dia sangat ingin menikahinya. Tapi Mami tidak mengijinkannya, karna Mami tidak ingin pernikahanku gagal sepertinya.
Dulu, Mami menikah muda dengan Daddy. Mereka berdua sangat saling mencintai. Walau pun orang tua mereka tidak merestui mereka menikah karena masih sangat muda. Tapi mereka tetap nekat untuk menikah.
Karena mereka pikir cinta adalah segalanya.
Maka apa pun itu, pasti mereka bisa melewatinya.
Tapi pada akhirnya berpisah juga, Itulah sebabnya Mami Arga tidak ingin anaknya seperti dirinya.
Ia ingin Arga sukses dahulu dan memang siap secara lahir dan batin. Bukan terburu-buru seperti dirinya dahulu. Mami tidak ingin Arga menyesalinya nanti apalagi Arga hanya lulusan SMA. Apa dia bisa menafkahi istrinya dan juga anaknya kelak?
Mencari pekerjaan dengan Bermodalkan ijazah SMA pasti akan sangat sulit. Dia juga yakin, Arga belum siap mental untuk mengarungi bahtera rumah tangga. Apalagi egonya masih belum bisa dia kendalikan. Begitulah kira-kira alasan Mami Arga.
Tak lama Mami pun pulang dari bekerja dan masuk kedalam rumah.
"Mami udah pulang, tumben mami pulangnya cepet, biasanya'kan sore?" Tanya Arga dengan berjalan mendekati Maminya.
"Mami lagi ngak enak badan sayang. Makanya Mami pulang lebih awal, Kuliah kamu gimana, lancarkan?" Jawab Mami Arga dengan Wajah pucat.
"Lancar kok Mi, Alhamdulillah."
"Ia udah Mami ke kamar dulu yah sayang, Mami mau istirahat." Arga hanya berdehem, kemudian Mami masuk kedalam kamarnya. Arga pun ikut masuk kamar kemudian.
Huffttt. Jadi kangen sama kecerewetan Airin. Sedang apa dia yah? Sambil membayangkan wajah Airin dengan berbagai ekspresi kemudian Arga tersenyum setelahnya.
Maafin aku ia Rin, Aku janji setelah lulus kuliah dan sudah mempunyai pekerjaan yang layak Aku akan pulang untuk menikahimu. Semoga kamu masih mencintai aku Rin dan memaafkan aku, Serta menerimaku kembali. Aku sangat mencintaimu Rin, tunggu aku. Aku akan berjuang mendapatkanmu lagi. Gumam Arga sambil terus memikirkan Airin.
Dikediaman Daddy Arga.
Hari ini Airin ingin keluar bersama para sahabat somplaknya. Saat ingin keluar dari rumah, tiba-tiba. "Mau kemana kamu?"
"Mau keluar nongkrong Dad,"
"Sama siapa?" Tanyanya lagi.
"Sisil sama Siska" jawab Airin dengan malas.
"Berdua aja atau mau sekalian ngajakin cowok yang kemarin itu,"
"Gak Dad apaan sih, Aku bertiga doang sama sahabatku Dad"
"Baiklah. Tapi lain kali kalau ingin keluar Airin ijin dulu sama daddy yah, Airin harus ingat! Kalau sekarang Airin udah nikah." Ujar Daddy sambil mengelus rambutku.
"Siap Dad" ujar Airin hormat seperti sedang upacara.
"Airin harus ingat, Airin udah gak bisa terus-menerus nongkrong sama temen-temen kamu sayang. Kamu udah punya tanggung jawab sekarang, ada suami yang harus kamu urus juga,"
"Daddy gak ngelarang kamu jalan-jalan sama temen-temen kamu sayang. Tapi kamu harus tau waktu. Kamu harus tau yang mana harus diprioritaskan sekarang sayang. Karna kamu udah berkeluarga." Sambung Daddy lagi dengan lembut.
"Daddy gak akan mengekang kamu sayang. Tapi Daddy akan selalu mengingatkan kamu karena Daddy gak mau gagal lagi. Kamu mengertikan maksud Daddy sayang?" Daddy menatap Airin dengan intens.
"Ia Dad maafin Airin yah, tolong ingatkan Airin jika Airin salah. Airin akan belajar menjadi istri yang baik buat Daddy," sambil mencium bibirnya dan tersenyum sangat manis kearah Daddy.
"Kamu nakal yah cium-cium bibir." Ujar Daddy sambil memelukku dan dia hanya nyegir aja.
"Udah sana kalau Airin mau berangkat, berangkat gih sekarang sayang, takut telat Sayang?" Ujar Daddy bikin aku meleleh aja. Ngomong sayang mulu. Hehe, ketawaku dalam hati.
"Gak jadi deh Dad. Aku dirumah aja sama Daddy" Airin sambil bergelayut manja dilengannya.
"Bener nih. Gak mau pergi, entar kamu nyesel lo,"
"Ngak jadi Dad, Tiba-tiba Airin malas pergi." ujar Airin dengan tersenyum.
"Ia udah, tolong bikinin Daddy teh dan bawah kekamar yah sayang. Bisakan bikin tehnya?"
"Sip Daddy."
"Ia udah Daddy tunggu dikamar tehnya sayang." Daddy beranjak dari tempatnya menuju kamar tidurnya.
"Oke!" kataku. Setelah Daddy ke kamar aku pun beranjak kedapur untuk membuatkan teh.
"Non mau bikin apa?"
"Sini bibi aja yang bikinin," ujar bibi yang melihatku sedang mengambil cangkir.
"Mau bikin teh Bi buat Daddy,"
"Aku aja yang bikin. Bibi kasih tau aja takeran gulanya!"
"Udah Non, segitu cukup ko," Ujar Bibi sambil memperhatikanku mengambil gula.
"Sudah jadi tehnya. Aku masuk kamar lagi yah Bi, Makasih udah diajarin." Ujar Airin dengan tersenyum dan berjalan ke arah kamar.
"Ia sama-sama Non." sambil berjalan kekamar Daddy, Setelah sampai didepan kamar dia membuka pintu kamar.
"Daddy." ujar Airin dengan terkejut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 62 Episodes
Comments
guntur 1609
sedang berduaan sm bapakmu. rasakan kau. mantanmu jadi mama tiri loe
2024-05-12
2
dewidewie
Airin sudah berani ya 🤭😂😂😂
2024-03-24
1
Rey
satu mawar 🌹 dan 1 iklan untuk kakak author 😍
2024-03-20
1