Karena masih merasa pusing Alice langsung meminum obat di atas mejanya, lalu setelah itu dia merapikan sofa yang di tidurinya, mandi dan berganti pakaian cadangan yang disediakaannya sebelumnnya.
Dia tidak memakai yang ada di paper bag dan hanya mengesernya kesudut ruangan dengan brankasnya.
"Aneh, apa semalam ada orang lain datang kesini?, tapi siapa?"
"Selamat pagi Al kenapa degan wajahmu,apa kau masih pusing?, ini teh bungamu "
"Aku tidak pusing, tapi hanya merasa aneh aja karena seingatku akau hanya sendiri di sini"
"Aneh kenapa"
"Kemarin aku gak sanggup pulang jadi tidur dikantor, waktu aku bangun tiba-tiba ada obat dan air mineral di atas meja, aku make selimut sepatuku juga tersusun rapi dekat sofa, yang paling anehnya lagi ada paper bag berisi baju disana"
"Tuhkan seharusnya aku antar kerumah bukan ke kantor"
"Aku gapapa, aku gamau kau repot"
"Tapi Al kau yakin gada orang lain?, ga mungkin kan ada setan yang ngantar baju kemari, atau kau yang suruh ngantar baju?"
"Ya ampun aku ga pernah nyuruh orang ngantar baju, kecuali kau,hehehe"
"Ya ada benarnya, aku keluar dulu, aku sibuk, pikirin aja sendiri mereka datang dari mana, yang jelasnya bukan dari aku"
"Makasih untuk tehnya"
Alice yang tidak mau ambil pusing hanya melanjutkan pekerjaannya, dia lebih memilik ke ruang monitor saat makan siang nanti.
---------
Jam dinding sudah menunjukkan makan siang dan Alice langsung pergi ke ruang monitor untuk melihat siapa yang masuk ke ruangannya kemarin malam.
"Permisi pak Tim, maaf mengganggu tapi saya butuh bantuan bapak sekarang"
"Iya silahkan bu, apa yang bisa kami bantu"
"Saya butuh rekaman cctv di sekitar ruangan saya kemarin malam,dan rekaman di ruang rapat saat pimpinan datang"
"Baik bu, apa ibu kehilangan sesuatu?"
"Engga pak, hanya mau memeriksa sesuatu aja pak,"
"Rekamannya mau dikirim atau dibuat dalam bentuk cd?"
"Langsung kirim ke e-mail saya aja pak,maaf ya pak merepotkan"
"Gapapa bu, ga masalah ini udah jadi tugas kami"
"Kalau begitu saya permisi pak"
---------
Saat kembali keruangannya Alice menemukan kotak makan siang dimejanya dan ada notes untuknya disana
"Jangan lupa makan siang mu bu Direktur......Dinda"
"Terimakasih untuk makan siangnya Dinda"
Alice langsung membuka rekaman cctv di komputernya mulai dari saat rapat dan kemarin malam, dia sangat kaget melihat siapa orang itu.
"Astaga, ga munkin... itu ga mungkin Sean, mustahil...ngapain dia ada disini" (kaget berat)
"Kalau yang kemarin itu Dia, itu artinya paper bag dan obat itu dari dia, dan yang dimaksut Dinda itu dia..."
"Astaga.....!, tapi kenapa, kenapa dia datang?"
Alice memakan isi kotak makan siang dari Dinda dengan banyak pertanyaan tentang Sean di pikirannya. di masih belum percaya jika itu semua terjadi,dan apa alasanya.
"Lupakan, lagi pula itu gak penting, kalaupun itu memang Sean tetap aja dia gak perlu di pikirkan, dia gak penting, ga ada gunanya juga aku mikirin dia"
Alice melanjutkan pekerjaannya dan melupakan apa yang terjadi kemarin malam begitu aja, gimana nasib paper bag dari Sean?, pastinya dianggurin di pojokan dan gak di perhatikan.
--------------------
Waktu berlalu begitu saja dan sudah sebulan berlalu dari kunjungan pimpinan utama perusahaan dan tidak ada yang berubah di kantor, suasananya tetap sama, yang berbeda hanyalah pekerjaan Alice yang semakin lama semakin banyak dan melelahkan.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments