Alice bisa menjadi Direktur karena usahanya selama ini, di awal dia masuk pertama kali ke perusahaan dia di perlukan senior-seniornya seperti pesuruh, tapi Alice tetap bertahan sampai dia bisa di promosikan jadi Direktur.
Setelah Alice menjadi direktur dia tidak pernah memperlakukan rekan-rekannya seperti pesuruh, muai dari awal mereka masuk dan bergabung dia memperlakukan mereka dengan setara, tidak ada istilah senioritas di bawh pimpinannya.
Alice juga sering membantu rekan-rekannya dalam pekerjaan dia tidak pernah mengeluh jika ada yang tidak sesuai dengan ekspetasinyatapi dia akan bekerja sama dengan mereka untuk mencapai tujuan yang memuaskan.
Alice sudah menjadi direktur selama 3 tahun dan dia selalu melakuan hal yang terbaik, jika ada kesempatan dia akan mengajak mereka semua makan bersama, mereka merasakan susah senang bersama.
Semua rekan-rekan kerja Alice merasa sedih karena Direktur cantik mereka ingin pergi, mereka mulai mengintropeksi diri sendiri dan mencoba merubah pikiran Alice untuk tidak jadi pergi.
--------------
Setelah Alice menyelesaikan pekerjaannya dia mulai menyusun barangnya sedikit demi sedikit. Saat merapikan lemari Dia melihat paper bag berisi pakaian yang disimpannya disana.
"Ini paper bag yang kemarin, berarti ini dari Dia" Alice memindahkan paper bag itu ke sofa
"Kalau itu dari Dia, gimana caranya dia bisa tau ukuran badanku?" Alice berhenti dari kegiatannya dan pergi memeriksa paper bag itu lagi
"Ini juga sesuai dengan seleraku, apa jangan-jangan dia itu stalker mesum ya?!"
Alice merasa kaget sendiri karena pemikirannya itu , dia langsung pergi ke meja kerjanya dan mencari informasi tentang stalker di gulugulu
* Search : STALKER
# Stalker adalah seseorang yang secara ilegal mengikuti dan mengawasi seseorang yang lain yang didasari dengan obsesi. Stalker biasanya mengobservasi dan berkontak dengan korban dengan tujuan untuk memiliki kedekatan dengan korban.#
"Sudah kuduga Dia bukan orang baik, tapi bisa-bisanya Ibu mau nikahin aku sama dia" Alice berbicara dengan nada yakin.
Alice langsung berdiri dari depan komputernya lalu kembali melanjutkan membereskan lemarinya dan beberapa barang pribadinya disana.
"Al, kamu ngapain keluarin barang?"
"Aku mau beres-beres Din biar nanti ga ribet "
"Pengen cepat-cepat pergi ninggalin kami ya" Dinda menundukkan kepalanya dan berbicara dengan suara pelan
Alice yang mendengar perkataan Dinda langsung menghentikan kegiatannya dan langsung datang memeluk Dinda yang akan menangis.
Mereka menangis bersama di ruangan itu, yang satu merasa bersalah dan satu lagu merasa akan di tingal jauh, padahal mereka masih bisa saling menghubungi dan mengunjungi. ^labay banget ga seeeeeee^
"Din kita mau nangis sampai kapan aku haus" Alice berbicara dengan nada mengejek
TUK
"Aww sakit din, ini kepala loh bukan meja"
"Iya tau, justru karna itu kepala makanya di getok"
"Ampun Buuuuuuuu"
"HAHAHAHHAHAHAH"
Mereka tertawa bersama dengan keras seolah-olah tidak terjadi apa-apa barusan.
"Oh iya aku datang mau bilang aku udah pesan tempat untuk malam ini, tapi agak sedikit jauh dari kantor ga masalahkan?"
"Kalau aku ga masalah si dimana aja, tapi kalau yang lainnya setuju ga?"
"Semua udah setuju, tadi mereka juga bantu cari tempat buat malam ini"
"Bagus kalau gitu, nanti ita berangkat bareng ya" Alice terseyum dan menggerakan alis matanya keatas dan kebawah
"Heh biar apa kaya gitu?, aku ini masih normal ya....aku mau nikah sama cowo bukan sama orang stress kaya kau"
"Yaelah siapa juga yang ga mau nikah, aku juga mau kali nikah sama cowo."
"Lah terus kenapa pindah kerja coba kalau ku pengen nikah, kau mu dinikahkan sama cewe?hahahahahaha"
Alice hanya menatap Dinda yang tertawa puas dengan malas, dia merasa jika tidak diakhiri maka akan terus berlanjut nantinya, dan ujung-ujungnya dia keceplosan dia mau di jodohkan dengan siapa.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 233 Episodes
Comments