Paman Andy adalah adik dari Ayah Luna yang memberanikan diri untuk merantau di negeri asing bersama istri dan ketiga anaknya, tak hanya itu. Luna pun ikut diajak olehnya untuk merantau di negeri para idola tersebut. Awalnya hal ini menjadi perdebatan antara Paman dan Ayah Luna. Namun, karena Luna pun merasa tertarik dengan tawaran yang diberikan oleh Paman Andy, akhirnya Ayah dan Ibu Luna hanya bisa setuju dan mendukung keinginan dan keputusan putrinya.
"Luna, maaf karena kami hanya bisa mendengarkanmu tanpa bisa membantu masalah kali ini," ucap Paman Andy
"Tidak apa-apa, Paman. Aku memang butuh teman bicara soal masalah ini, setidaknya perasaanku sedikit lega setelah bercerita pada Paman dan Bibi. Lagi pula, Paman juga akan menghubungi ayah untuk nenceritakan masalah ini. Bagiku itu sudah sangat membantu karena aku takut mendengar respon ayah dan ibu jika aku yang menghubungi mereka secara langsung," ujar Luna
"Paman pasti bicara baik-baik dengan ayahmu sampai ayah dan ibumu mengerti dan tidak salah paham," kata Paman Andy
"Terima kasih banyak. Paman selalu membantuku," ucap Luna
"Luna, istirahat dan santailah sejenak setelah pembicaraan tadi. Bibi akan masak sesuatu dulu untuk kita makan bersama," ujar Bibi Inez
"Saat tadi kau menghubungi Paman dan bilang akan datang, kami kira kau baru akan bersiap sebelum pergi dari rumahmu. Jadi, Bibimu belum masak karena tadi pagi hanya masak sedikit untuk sarapan," ucap Paman Andy
"Maaf, Paman. Harusnya tadi aku bilang kalau sudah berada di perjalanan menuju ke sini, tapi tidak apa-apa. Aku akan membantu Bibi memasak," ujar Luna yang sudah langsung bangkit dari duduknya.
"Kau duduk saja di sini, Luna. Tidak perlu repot-repot membantu Bibi masak di dapur," kata Bibi Inez
"Tidak apa-apa, Bibi. Sekalian aku mau minta tips resep makanan dari Bibi," sahut Luna
Luna dan Bibi Inez pun akhirnya beranjak bersama menuju dapur. Tak hanya dua perempuan saja, rupanya Paman Andy ikut untuk memberi sedikit bantuan. Mereka masak bersama sambil sesekali mengobrol, Luna juga meminta beberapa resep masakan karena Paman Andy dan Bibi Inez memang memiliki kios makan sederhana.
Saat masakan sedang dihidangkan oleh Bibi Inez, Luna mendekati Paman Andy untuk memberikan sesuatu.
"Paman, aku mau memberikan ini," kata Luna sambil memberi amplop cokelat yang sudah pasti berisi uang.
"Apa ini, Luna? Kau tidak perlu sampai seperti ini. Simpan saja lagi untuk dirimu sendiri," ujar Paman Andy
"Jumlahnya hanya sedikit kok, Paman. Ini tidak seberapa, jadi terima saja ... " sahut Luna
"Tinggal sendiri di negara asing itu tidak mudah, lebih baik kau jadikan ini simpananmu atau untuk membayar sewa rumahmu. Atau kirimkan pada orangtuamu saja," ucap Paman Andy
"Aku masih punya uang simpanan dan bulan ini juga sudah mengirim sejumlah uang pada orangtuaku, sewa rumah bulan ini juga sudah kubayar. Jadi, ini memang untuk Paman atau anggap saja aku titip untuk uang saku anak-anak Paman. Jumlahnya tidak banyak jadi kuharap Paman terima saja," ujar Luna
"Terima kasih, Luna. Jadi, merepotkanmu seperti ini," ucap Bibi Inez yang ikut mendengarnya.
"Baiklah, Paman akan menerima ini ... " kata Paman Andy
"Omong-omong, kapan anak-anak Paman akan pulang?" tanya Luna
"Mungkin sekitar 2 jam lagi," jawab Bibi Inez
"Kalau begitu, aku pulang saja. Rasanya tidak enak saat makan di rumah Paman tanpa anak-anak Paman," ujar Luna
"Makan saja dulu sebentar, kan ini kau juga yang masak ... " kata Bibi Inez
"Tidak apa-apa, Bibi. Biar untuk anak-anak saja," sahut Luna
"Kalau menunggu anak-anak pulang masih lama, ini lebih enak dimakan selagi hangat," kata Paman Andy
"Kalau begitu, biar Bibi masukkan makanannya ke dalam kotak makan agar bisa kau bawa pulang. Tunggu sebentar sebelum pulang," ujar Bibi Inez yang langsung menyiapkan kotak makanan besar.
"Tidak perlu terlalu banyak, Bibi. Nanti anak-anak jadi tidak dapat bagian," kata Luna
"Tidak apa-apa. Ini bisa kau simpan di kulkas untuk simpanan makanan beberapa hari ke depan. Tadi kita juga masak banyak bersama-sama, jadi ini pasti cukup untuk semua dan kau juga," sahut Bibi Inez
"Baiklah, Bibi. Terima kasih," ucap Luna
Setelah mengambil paper bag berisi makanan yang Bibi Inez masukkan ke dalam kotak makan, Luna pun langsung pamit untuk kembali pulang.
"Kapan Ayah akan menghubungi kakak ipar untuk memberi tahu soal masalah Luna?" tanya Bibi Inez pada sang suami setelah Luna pergi.
"Mungkin besok. Aku harus mempersiapkan diri dan kata-kata agar bisa bicara dengan baik saat menghubungi kak Tama nanti," jawab Paman Andy. Tama adalah Ayah Luna, kakak dari Paman Andy.
"Kasihan juga Luna. Mendapat hal baik seperti ini justru membuatnya bingung," kata Bibi Inez
"Karena itulah kita harus membantunya karena hanya kita keluarganya yang ia punya di negara asing ini," ujar Paman Andy
"Tentu saja," sahut Bibi Inez
Seminggu kemudian.
Saat Luna sedang dalam pekerjaannya mengawal Kim Hanina pada jadwal pemotretan di luar ruangan, ponsel miliknya berdering tanda panggilan masuk. Untung saja sesi pemotretan Kim Hanina sedang dalam waktu istirahat hingga Luna bisa langsung menerima panggilan tersebut.
"Hanina, apa aku boleh menerima panggilan sebentar saja?" tanya Luna
"Tentu saja, Luna Eonni ... " jawab Hanina
"Gomawo, Hanina," ucap Luna yang langsung sedikit beralih menjauh untuk menerima panggilan masuk pada ponsel miliknya dari Paman Andy.
"Halo, paman. Maaf jika aku lama menerima panggilannya."
"Tidak masalah. Luna, apa kau sedang sibuk?"
"Saat ini aku sedang ada jadwal pengawalan, paman. Ada apa?"
"Paman hanya mau memberi tahu padamu kalau ayah dan ibumu sekarang ada di rumah paman."
"Paman, apa ini sungguhan?"
"Tentu saja, setelah paman memghubungi ayah dan ibumu, keduanya langsung memutuskan untuk segera datang agar bisa lebih leluasa mengatasi masalahmu saat ini. Ayah dan ibumu sudah tiba sejak kemarin."
"Aku mengerti, paman. Namun, maaf karena aku tidak bisa langsung ke sana. Mungkin aku baru bisa ke sana saat sore atau bahkan malam nanti."
"Tidak apa-apa, Luna. Lanjutkan saja pekerjaanmu dengan tenang. Kau bisa datang ke sini setelah pekerjaanmu selesai nanti. Tidak perlu khawatir tentang apa pun."
"Baik, paman. Tolong sampaikan maafku pada ibu dan ayah juga. Aku akan menjemput ibu dan ayah ke rumah paman nanti setelah selesai bekerja."
"Santai saja, Luna. Ayah dan ibumu baik-baik saja di sini."
"Aku tahu, itu sudah pasti. Terima kasih sudah memberi tahukan ini padaku, paman."
Luna pun kembali fokus pada pekerjaannya setelah mengakhiri panggilan dengan Paman Andy. Gadis itu jadi terpikir tentang yang akan dibicarakan oleh Ibu dan Ayahnya soal tanggapan mereka terkait masalah yang sedang dialami olehnya saat ini. Satu hal yang pasti, kedua orangtuanya itu pasti akan mengomelinya hingga Luna harus mempersiapkan diri sejak saat ini juga.
"Ada apa, Eonni?" tanya Hanina
"Ibu dan ayahku datang dari negara asalku, sekarang keduanya sedang ada di rumah pamanku," jawab Luna
"Kalau begitu, kau harus cepat pulang untuk menemui orangtuamu, Luna Eonni," ujar Hanina
"Aku akan tetap menunggu hingga pemotretanmu hari ini selesai dan aku akan langsung pulang cepat setelah semua ini selesai," kata Luna
Setelah memastikan pemotretan Kim Hanina telah usai dan baik-baik saja hingga idol itu telah bersama manager-nya, Luna pun meminta izin untuk meninggalkannya lebih cepat hingga gadis pengawal itu bisa langsung bergegas menuju ke rumah Paman Andy.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
icaica
lgsg gercep deh
2024-03-19
1
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, ya
2024-03-17
1
Elisabeth Ratna Susanti
like plus iklan 👍
2024-03-17
1