10 - Menjemput.

Dahi Lee Damian tampak berkerut usai berdiskusi dengan pihak agency-nya, Manager Nam menepuk pundaknya berusaha untuk memberinya semangat meski pun berada dalam masalah.

"Damian, kita harus bertindak seperti hasil diskusi tadi, kurasa itu memang yang terbaik untukmu saat ini. Jadi, apa kau yang akan menghubunginya atau aku saja yang melakukannya?" tanya Manager Nam

"Biar aku saja," jawab Damian dengan cepat.

"Oke, sekarang biar aku antar kau pulang. Atau kau mau ke tempat lain dulu?" tanya Manager Nam

"Aku mau langsung pulang saja, Hyeong ... " jawab Damian

Saat itu Manager Nam pun langsung mengantar Lee Damian pulang menuju ke appartmen. Saat berada dalam perjalan di dalam mobil, Lee Damian mengeluarkan ponsel miliknya untuk mengetik pesan.

Lee Damian langsung mengirim pesan teks tersebut pada kontak Luna yang selalu tersimpan.

"Padahal aku ingin mendengar suaranya lagi, tapi aku sudah tidak sanggup karena merasa lelah setelah diskusi panjang tadi. Saat tiba di rumah nanti pun rasanya aku ingin langsung istirahat saja," batin Damian

Menyadari suasana hati Lee Damian yang tidak begitu baik, Manager Nam memilih untuk tidak mengusiknya bahkan setelah sampai di appartmen.

"Damian, kau langsung istirahat saja. Aku tidak akan mengganggumu lagi hari ini," ucap Manager Nam

"Kau tidak ingin masuk dulu dan bersantai di dalam, Hyeong?" tanya Damian

"Tidak perlu, tidak masalah ... " jawab Manager Nam

"Baiklah. Terima kasih sudah mengantarku, Hyeong," ucap Damian

"Tentu, baik-baiklah ... " kata Manager Nam

Setelah itu Manager Nam pergi meninggalkan Lee Damian di appartmen agar bisa istirahat dengan baik dan tidak mengganggunya lagi.

Keesokan harinya.

Hari ini Luna bersiap jauh lebih awal sebelum waktu janji temu. Gadis itu memilih pakaian yang cocok agar terkesan baik. Bukan untuk menarik perhatian Lee Damian yang akan ditemuinya hari ini, namun ia ingin tetap terlihat sopan meski pun bukan waktu untuk bekerja.

Luna tidak terlalu memerhatikan penampilan kecuali saat bekerja hingga tidak punya banyak pakaian lainnya, apa lagi ia tidak membawa banyak pakaian saat pindah ke negeri orang asing tersebut dan membeli pakaian baru di sana rasanya sangat disayangkan saat dirinya masih punya pakaian yang nyaman baginya karena uangnya lebih baik dipakai untuk keperluan lain yang jauh lebih penting karena biaya hidup tentunya tidak sedikit terlebih itu adalah negara asing.

Pada akhirnya setelah sibuk memilih pakaian, Luna tetap memilih setelan yang biasa dipakai saat bekerja karena tampak sopan dan yang paling penting adalah nyaman. Seperti biasa, itu adalah setelan kemeja putih dengan jas dan celana bahan berwarna hitam. Gadis itu juga menata rambutnya seperti biasa saat bekerja, yaitu ikat kepang satu.

"Sebenarnya untuk apa aku repot-repot memilih pakaian lain jika seperti inilah yang terbaik bagiku? Harusnya aku ingat dan sadar kalau tujuan pertemuan kali ini bukan kencan. Seperti ini pun sudah sangat baik, aku terlihat sopan dan merasa nyaman ... " gumam Luna

"Masih ada waktu sebelum waktu janjian, harusnya aku bisa tepat waktu untuk datang. Namun, kenapa Lee Damian masih belum mengabari tempat kami harus bertemu?" sambung Luna setelah melirik jam.

Saat Luna meraih ponsel miliknya untuk memeriksa kemungkinan ada pesan lain yang masuk tanpa di sadari olehnya, ponsel itu berdering dengan panggilan masuk dari Lee Damian. Gadis itu pun langsung menerima panggilan tersebut.

"Yeoboseyo, tuan Lee."

"Luna, maaf jika aku baru sempat menghubungimu sekarang saat waktu janji sudah dekat. Sebenarnya aku ingin bilang kalau pihak agency-ku ingin berdiskusi denganmu soal masalah kali ini. Aku minta maaf sebesarnya karena jadi melibatkanmu terlalu jauh hingga harus merepotkanmu. Kuharap kau tidak marah."

"Tidak masalah, tuan Lee. Saya mengerti dengan situasinya saat ini. Jadi, saya hanya harus datang ke agency anda. Benar begitu, kan?"

"Aku yang akan menjemputmu, Luna."

"Tidak perlu merepotkan anda sampai seperti itu, tuan Lee. Saya bisa datang sendiri."

"Tidak masalah, Luna. Justru aku yang telah merepotkanmu dengan meminta pertemuan kali ini padamu, lagi pula aku sudah dalam perjalanan. Aku akan menjemputmu di tempat saat aku dan manager Nam mengantarmu setelah acara malam itu."

"Saya mengerti, tuan Lee. Berhati-hatilah dalam perjalanan anda. Terima kasih karena sudah bersedia menjemput saya. Saya akan langsung tutup panggilannya."

"Oke, Luna. Sampai jumpa sebentar lagi."

"Sampai jumpa, tuan Lee."

Setelah mengakhiri panggilan tersebut, Luna langsung bergegas menuju ke sebuah taman. Di mana taman itu adalah tempat saat Lee Damian bersama Manager Nam mengantarnya setelah acara pada malam itu.

Luna duduk di bangku taman. Sambil menunggu dengan perasaan gugup sampai Lee Damian menjemputnya, Luna mengirim pesan untuk mengabari Kepala Tim Ban yang sangat peduli padanya.

Rupanya Kepala Tim Ban merespon cepat pesan Luna hingga langsung mengirim pesan balasan beberapa saat setelah pesan Luna terkirim.

Luna pun langsung mengirim pesan balasan lagi.

Luna menunggu di sana sambil duduk bersantai dan menenangkan diri dari rasa gugupnya yang semakin besar. Saat itulah tak lama kemudian sebuah mobil berhenti tak jauh dari sana. Itu adalah mobil yang berbeda dari mobil yang sering digunakan Manager Nam untuk keperluan pekerjaan Lee Damian, namun mobil tersebut menyalakan lampu dan menyorot ke tempat Luna menunggu di sana seolah memberi isyarat.

Hingga Luna pun langsung bangkit dan menghampiri mobil tersebut, saat itulah ia melihat Lee Damian di dalamnya saat jendela kaca mobil diturunkan.

"Ternyata memang Anda, Tuan Lee," kata Luna

"Langsung masuk saja, Luna," sahut Damian

"Terima kasih sudah menjemput saya ke sini, Tuan Lee," ucap Luna setelah masuk dan duduk di dalam mobil tersebut.

"Tidak masalah, Luna. Sudah seharusnya aku melakukan ini," ujar Lee Damian

"Kita akan langsung menuju agency, ya ... " sambung Damian

"Baik, Tuan Lee," kata Luna

"Ya ampun, rasanya saat ini aku sangat gugup. Kupikir saat Lee Damian bilang akan menjemputku, dia akan datang dengan Manager Nam seperti sebelumnya, tapi rupanya dia hanya seorang diri. Aku hanya berdua dengan idolaku di dalam mobil, semoga rasa gugupku tidak terlihat terlalu jelas ... " sambung Luna yang bergumam di dalam hati.

Lee Damian memang menyetir sendiri dengan menggunakan mobil pribadi miliknya. Saat itu juga idol tampan itu melajukan mobil menuju agency bersama Luna.

Terpopuler

Comments

Aerik_chan

Aerik_chan

lun..posisi lu tu mimpi para kpopers macam gua. its my dream

2024-03-17

1

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

like plus iklan 👍

2024-03-12

1

Terra Chi

Terra Chi

Episode berikutnya sudah terbit, yaa

2024-03-11

0

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Beruntung.
2 1 - Skandal.
3 2 - Kisah Princess Cinderella dan Prince Charming Abad Ini.
4 3 - Membeku Bukan Karena Kedinginan.
5 4 - Kacau.
6 5 - Sudah Ditunggu.
7 6 - Menghabiskan Waktu bersama Sesama Para Gadis.
8 7 - Bergosip Ria.
9 8 - Lagi-Lagi, Penyangkalan.
10 9 - Hanya Berupa Pesan Teks.
11 10 - Menjemput.
12 11 - Langsung pada Intinya.
13 12 - Seolah Tertangkap Basah.
14 13 - Mendukung Hubungan.
15 14 - Menutupi Perasaan.
16 15 - Berbunga-Bunga.
17 16 - Seolah Hanya Pernikahan Bisnis.
18 17 - Sedikit Tertarik.
19 18 - Mengunjungi Rumah Paman.
20 19 - Meminta Izin.
21 20 - Ibu dan Ayah.
22 21 - Memberi Salam.
23 22 - The Reason (Alasan).
24 23 - Menembus Media Internasional.
25 24 - Merayu.
26 25 - Senior dan Junior.
27 26 - Mabuk Parah.
28 27 - Saling Bersentuhan.
29 28 - Pereda Mabuk.
30 29 - Menyimpan Informasi
31 30 - Melanggar Janji.
32 31 - Datang Bersamaan.
33 32 - Khawatir.
34 33 - Sudah Ditentukan dan Semakin Dekat.
35 34 - Bahagia itu Sederhana.
36 35 - Calon Menantu.
37 36 - Mengubah Panggilan.
38 37 - Mewarisi Gen.
39 38 - Calon Kakak Ipar.
40 39 - Calon Keluarga Besan.
41 40 - Tipe Ideal.
42 41 - Foto Masa Kecil.
43 42 - Lelah Setelah Kesepian.
44 43 - Menunggu.
45 44 - Membuang-Buang Makanan.
46 45 - Memo Note.
47 46 - Demam.
48 47 - Menyuapi Bubur.
49 48 - Menyeka Keringat.
50 49 - Hidangan Buah.
51 50 - Merasa Heran.
52 51 - Merawat dengan Baik.
53 52 - Tak Terduga.
54 53 - Tiket Konser.
55 54 - Konser Comeback.
56 55 - kartu Belakang Panggung.
57 56 - Lagu Ballad.
58 57 - Bias.
59 58 - Melacak.
60 59 - Mengikuti.
61 60 - Gedung Terbengkalai.
62 61 - Sasaeng.
63 62 - Kantor Polisi.
64 63 - Motif.
65 64 - Menuruti Kata Suami.
66 65 - Duo Koki Tampan.
67 66 - Makan Malam di Luar.
68 67 - Seperti De Javu.
69 68 - Tidak Pulang.
70 69 - Harus Jujur.
71 70 - Manusia Kutub.
72 71 - Taman Bermain.
73 72 - Hujan.
74 73 - Terdengar Berbeda.
75 74 - Selimut.
76 75 - Perih dan Panas.
77 76 - Impas.
78 77 - Menginap.
79 78 - Jadwal Piket.
80 79 - Anniversarry.
81 80 - Wajah Masam.
82 81 - Makan Siang.
83 82 - Gym.
84 83 - Diapit oleh Dua Idola Tampan.
85 84 - Ingin Mempermalukan justru Dipermalukan.
Episodes

Updated 85 Episodes

1
PROLOG - Beruntung.
2
1 - Skandal.
3
2 - Kisah Princess Cinderella dan Prince Charming Abad Ini.
4
3 - Membeku Bukan Karena Kedinginan.
5
4 - Kacau.
6
5 - Sudah Ditunggu.
7
6 - Menghabiskan Waktu bersama Sesama Para Gadis.
8
7 - Bergosip Ria.
9
8 - Lagi-Lagi, Penyangkalan.
10
9 - Hanya Berupa Pesan Teks.
11
10 - Menjemput.
12
11 - Langsung pada Intinya.
13
12 - Seolah Tertangkap Basah.
14
13 - Mendukung Hubungan.
15
14 - Menutupi Perasaan.
16
15 - Berbunga-Bunga.
17
16 - Seolah Hanya Pernikahan Bisnis.
18
17 - Sedikit Tertarik.
19
18 - Mengunjungi Rumah Paman.
20
19 - Meminta Izin.
21
20 - Ibu dan Ayah.
22
21 - Memberi Salam.
23
22 - The Reason (Alasan).
24
23 - Menembus Media Internasional.
25
24 - Merayu.
26
25 - Senior dan Junior.
27
26 - Mabuk Parah.
28
27 - Saling Bersentuhan.
29
28 - Pereda Mabuk.
30
29 - Menyimpan Informasi
31
30 - Melanggar Janji.
32
31 - Datang Bersamaan.
33
32 - Khawatir.
34
33 - Sudah Ditentukan dan Semakin Dekat.
35
34 - Bahagia itu Sederhana.
36
35 - Calon Menantu.
37
36 - Mengubah Panggilan.
38
37 - Mewarisi Gen.
39
38 - Calon Kakak Ipar.
40
39 - Calon Keluarga Besan.
41
40 - Tipe Ideal.
42
41 - Foto Masa Kecil.
43
42 - Lelah Setelah Kesepian.
44
43 - Menunggu.
45
44 - Membuang-Buang Makanan.
46
45 - Memo Note.
47
46 - Demam.
48
47 - Menyuapi Bubur.
49
48 - Menyeka Keringat.
50
49 - Hidangan Buah.
51
50 - Merasa Heran.
52
51 - Merawat dengan Baik.
53
52 - Tak Terduga.
54
53 - Tiket Konser.
55
54 - Konser Comeback.
56
55 - kartu Belakang Panggung.
57
56 - Lagu Ballad.
58
57 - Bias.
59
58 - Melacak.
60
59 - Mengikuti.
61
60 - Gedung Terbengkalai.
62
61 - Sasaeng.
63
62 - Kantor Polisi.
64
63 - Motif.
65
64 - Menuruti Kata Suami.
66
65 - Duo Koki Tampan.
67
66 - Makan Malam di Luar.
68
67 - Seperti De Javu.
69
68 - Tidak Pulang.
70
69 - Harus Jujur.
71
70 - Manusia Kutub.
72
71 - Taman Bermain.
73
72 - Hujan.
74
73 - Terdengar Berbeda.
75
74 - Selimut.
76
75 - Perih dan Panas.
77
76 - Impas.
78
77 - Menginap.
79
78 - Jadwal Piket.
80
79 - Anniversarry.
81
80 - Wajah Masam.
82
81 - Makan Siang.
83
82 - Gym.
84
83 - Diapit oleh Dua Idola Tampan.
85
84 - Ingin Mempermalukan justru Dipermalukan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!