14 - Menutupi Perasaan.

Saat yang lain setuju untuk ikut mendukung hubungan antara Luna dan Lee Damian, hanya Baek Jericho yang terdiam dalam rasa pahit dan sakit di hatinya karena sebenarnya lelaki itu sudah cukup lama menyukai Luna. Sebelum ini Baek Jericho tidak punya keberanian untuk mengungkapkannya hingga melewatkan kesempatan baik itu.

"Saya anggap kalian semua sudah mengerti hingga diskusi kali ini bisa berakhir lancar."

"Mohon maaf, Direktur-nim. Bagaimana dengan Roland, anggota kami yang saat sedang menjalani tugas wajib militer? Bukankah dia juga harus tahu soal ini?" tanya Jericho seolah berusaha mengulur waktu karena tidak terima dan tidak setuju dengan keputusan itu.

"Kalau soal Roland, saya yang akan mencari cara agar bisa menghubunginya untuk memberi tahukan padanya hal ini. Tidak perlu khawatir soal itu."

"Sepertinya Anda sudah membuat keputusan. Saya mengerti," kata Jericho yang akhirnya hanya bisa pasrah.

"Karena diskusi berjalan lancar, kalian sudah bisa menikmati waktu makan siang."

"Terima kasih, Direktur-nim," ucap Manager Nam

Setelah itu satu per satu dari mereka pun bangkit dan meninggalkan ruang Direktur agency tersebut.

"Manager Nam, bagaimana dengan masalah yang harus Anda periksa tadi?" tanya Luna

"Para penjaga sudah mengatasinya. Tidak perlu khawatir, Nona Luna," jawab Manager Nam

"Apa tidak ada yang bisa saya bantu?" tanya Luna

"Nona Luna, kontrak kerjamu sudah berlalu lama. Sekarang kau adalah tamu kami di sini, nikmati saja waktumu bersama yang lain. Kalian bisa makan siang bersama," jawab Manager Nam

"Baik, Manager Nam. Anda juga jangan terlalu sibuk bekerja hingga melupakan waktu makan," kata Luna

Setelah itu Manager Nam pun beralih pergi meninggalkan Luna bersama anggota grup AVIOR.

"Luna, ayo sekarang kau makan bersama kami. Sudah lama kita tidak berkumpul seperti ini," kata Yasha

"Anda semua saja yang makan. Saya tidak ingin mengganggu waktu kebersamaan Anda semua," sahut Luna

"Apa kau ada urusan lain setelah ini, Luna?" tanya Juan

"Tidak ada, Tuan Park. Kebetulan hari ini saya tidak ada jadwal pengawalan," jawab Luna

"Kalau begitu, ikut saja makan siang bersama kami," ujar Mavis

"Benar, Luna. Kita bisa bersantai sejenak dan mengobrol seperti itu. Itu pasti akan menyenangkan," kata Jericho

"Kami semua akan senang jika kau ikut makan bersama kami, Luna," sahut Damian

"Baiklah, terima kasih karena sudah mengundang saya untuk ikut makan siang bersama Anda semua," ucap Luna

"Kau masih saja kaku, sudah kubilang santai saja ... " sahut Jericho yang hanya disahuti dengan senyum tipis oleh Luna.

"Baiklah, ayo kita makan!" seru Yasha

Mereka semua pun beranjak menuju kafetaria bersama. Hingga kini mereka sudah berada di meja yang sama dengan makan siang di hadapan masing-masing.

Saat dulu masih menjadi pengawal AVIOR, terkadang Luna juga ikut bersama seperti saat ini. Namun, karena itu sudah berlalu lama, Luna merasa tidak terbiasa dan sangat canggung. Melihat yang lain memulai makannya, barulah gadis pengawal itu ikut makan bersama. Karena bagaimana pun juga Luna masih sangat menghormati mereka semua.

"Luna, saat acara malam itu, bagaimana bisa kau juga ada di sana?" tanya Juan

"Karena malam itu kebetulan saya juga ada di sana karena saat ini sedang bekerja untuk menjadi pengawal salah satu anggota grup idol," jelas Luna

"Siapa yang kali ini beruntung dapat pengawalan darimu? Dari grup idol yang mana?" tanya Yasha

"Ada salah satu anggota dari grup idol Navy yang saya kawal saat ini, namun beberapa hari ini jadwalnya sedang kosong hingga saya bisa datang ke sini hari ini," ungkap Luna

"Ya, Sofia juga sudah menceritakannya padaku kalau Luna saat ini menjadi pengawal anggota grupnya. Katanya, kemarin kalian juga sempat berkumpul bersama," ujar Jericho, Sofia adalah adiknya.

"Itu benar. Saat ini saya sedang menjadi pengawal dari nona Kim dari grup Navy, Kim Hanina ... " sahut Luna

"Ternyata grup idol wanita, untunglah karena setidaknya kau bisa merasa nyaman saat menjadi pengawalnya karena sama-sama perempuan," ujar Mavis

"Benar, bahkan nona Kim sangat santai saat bersama saya hingga kami sudah seperti teman dekat. Sama seperti saat saya diajak bergabung dengan anggota grup Navy lainnya. Sebenarnya siapa pun yang saya kawal, saya akan merasa nyaman karena ini memang sudah jadi pekerjaan yang saya suka. Saat saya menjadi pengawal AVIOR juga seperti itu, saya tidak pernah membeda-bedakannya siapa pun," ucap Luna

"Lalu, kenapa kau menjadi sangat formal dan kaku dengan kami sedangkan dengan grup Navy tidak seperti itu? Apa karena mereka adalah perempuan sama sepertimu?" tanya Yasha

"Anggap saja seperti itu. Awalnya saya hanya santai dengan nona Kim karena ia yang selalu memintanya, jadi saat saya bergabung dengan anggota grup Navy lainnya mereka meminta agar saya santai juga hingga saya hanya bisa bisa setuju. Dan alasannya karena anggota grup Navy sebagian besar lebih muda dari saya, tidak seperti Anda semua yang lebih dewasa dari saya," jelas Luna

"Namun, saat ini kau masih menyebutnya nona Kim?" tanya Damian

"Sebenarnya saya sudah terbiasa bicara formal demi kepentingan pekerjaan. Untuk kali ini saja jadi berbeda, itu pun saat sedang bersama nona Kim saja. Di luar itu, saya tetap bicara formal. Ini sudah seperti jadi tuntutan peran dalam tugas dan pekerjaan saya," ungkap Luna

"Karena inilah kami suka dan percaya padamu, Luna. Kalau seperti ini, kami pun percaya kau akan baik-baik saja dengan Damian. Tolong jaga dia ntuk kami," ujar Mavis

"Anda berlebihan, Tuan Kim. Saya rasa semua yang jadi pengawal pun akan bersikap sama seperti saya," kata Luna

"Hyeong, apa maksudmu? Tentu saja, aku yang akan menjaga Luna," sahut Damian

"Damian Hyeong, sangat gentle-man!" seru Yasha

"Kalian jangan menggoda Luna. Apa kalian tidak lihat kalau Luna jadi canggung? Bisa saja Luna jadi makan dengan tidak nyaman," ujar Jericho

"Mianhae, Luna. Mereka jadi menggodamu karena sudah lama tak bertemu dan terlalu terbawa suasana," kata Juan

"Mohon maaf karena jadi membebanimu dengan hal ini, Luna," ucap Damian

"Tidak masalah, saya bisa memakluminya ... " sahut Luna

"Luna, memang baik hati seperti biasa," puji Mavis

"Lebih baik kita menganggap Luna sebagai teman seperti biasa, jangan menggoda atau membebaninya," ujar Jericho

"Mianhae karena aku tidak setuju sepenuhnya dengan hubungan Luna dan Damian, itu karena aku mencintainya. Namun, kalau pada akhirnya Luna memilih Damian dan bahagia bersamanya, aku pasti akan merelakannya ... " batin Jericho

Saat Luna fokus menahan rasa canggungnya, Baek Jericho justru sibuk menahan rasa cemburu dan sakit hatinya. Keduanya sama-sama tersenyum tipis untuk menutupi perasaan tidak nyaman di dalam hati.

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

like plus iklan 👍

2024-03-15

1

Terra Chi

Terra Chi

Episode berikutnya sudah terbit, yaa

2024-03-11

0

icaica

icaica

sm dlm artian perasaan yg brbda

2024-03-11

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Beruntung.
2 1 - Skandal.
3 2 - Kisah Princess Cinderella dan Prince Charming Abad Ini.
4 3 - Membeku Bukan Karena Kedinginan.
5 4 - Kacau.
6 5 - Sudah Ditunggu.
7 6 - Menghabiskan Waktu bersama Sesama Para Gadis.
8 7 - Bergosip Ria.
9 8 - Lagi-Lagi, Penyangkalan.
10 9 - Hanya Berupa Pesan Teks.
11 10 - Menjemput.
12 11 - Langsung pada Intinya.
13 12 - Seolah Tertangkap Basah.
14 13 - Mendukung Hubungan.
15 14 - Menutupi Perasaan.
16 15 - Berbunga-Bunga.
17 16 - Seolah Hanya Pernikahan Bisnis.
18 17 - Sedikit Tertarik.
19 18 - Mengunjungi Rumah Paman.
20 19 - Meminta Izin.
21 20 - Ibu dan Ayah.
22 21 - Memberi Salam.
23 22 - The Reason (Alasan).
24 23 - Menembus Media Internasional.
25 24 - Merayu.
26 25 - Senior dan Junior.
27 26 - Mabuk Parah.
28 27 - Saling Bersentuhan.
29 28 - Pereda Mabuk.
30 29 - Menyimpan Informasi
31 30 - Melanggar Janji.
32 31 - Datang Bersamaan.
33 32 - Khawatir.
34 33 - Sudah Ditentukan dan Semakin Dekat.
35 34 - Bahagia itu Sederhana.
36 35 - Calon Menantu.
37 36 - Mengubah Panggilan.
38 37 - Mewarisi Gen.
39 38 - Calon Kakak Ipar.
40 39 - Calon Keluarga Besan.
41 40 - Tipe Ideal.
42 41 - Foto Masa Kecil.
43 42 - Lelah Setelah Kesepian.
44 43 - Menunggu.
45 44 - Membuang-Buang Makanan.
46 45 - Memo Note.
47 46 - Demam.
48 47 - Menyuapi Bubur.
49 48 - Menyeka Keringat.
50 49 - Hidangan Buah.
51 50 - Merasa Heran.
52 51 - Merawat dengan Baik.
53 52 - Tak Terduga.
54 53 - Tiket Konser.
55 54 - Konser Comeback.
56 55 - kartu Belakang Panggung.
57 56 - Lagu Ballad.
58 57 - Bias.
59 58 - Melacak.
60 59 - Mengikuti.
61 60 - Gedung Terbengkalai.
62 61 - Sasaeng.
63 62 - Kantor Polisi.
64 63 - Motif.
65 64 - Menuruti Kata Suami.
66 65 - Duo Koki Tampan.
67 66 - Makan Malam di Luar.
68 67 - Seperti De Javu.
69 68 - Tidak Pulang.
70 69 - Harus Jujur.
71 70 - Manusia Kutub.
72 71 - Taman Bermain.
73 72 - Hujan.
74 73 - Terdengar Berbeda.
75 74 - Selimut.
76 75 - Perih dan Panas.
77 76 - Impas.
78 77 - Menginap.
79 78 - Jadwal Piket.
80 79 - Anniversarry.
81 80 - Wajah Masam.
82 81 - Makan Siang.
83 82 - Gym.
84 83 - Diapit oleh Dua Idola Tampan.
85 84 - Ingin Mempermalukan justru Dipermalukan.
Episodes

Updated 85 Episodes

1
PROLOG - Beruntung.
2
1 - Skandal.
3
2 - Kisah Princess Cinderella dan Prince Charming Abad Ini.
4
3 - Membeku Bukan Karena Kedinginan.
5
4 - Kacau.
6
5 - Sudah Ditunggu.
7
6 - Menghabiskan Waktu bersama Sesama Para Gadis.
8
7 - Bergosip Ria.
9
8 - Lagi-Lagi, Penyangkalan.
10
9 - Hanya Berupa Pesan Teks.
11
10 - Menjemput.
12
11 - Langsung pada Intinya.
13
12 - Seolah Tertangkap Basah.
14
13 - Mendukung Hubungan.
15
14 - Menutupi Perasaan.
16
15 - Berbunga-Bunga.
17
16 - Seolah Hanya Pernikahan Bisnis.
18
17 - Sedikit Tertarik.
19
18 - Mengunjungi Rumah Paman.
20
19 - Meminta Izin.
21
20 - Ibu dan Ayah.
22
21 - Memberi Salam.
23
22 - The Reason (Alasan).
24
23 - Menembus Media Internasional.
25
24 - Merayu.
26
25 - Senior dan Junior.
27
26 - Mabuk Parah.
28
27 - Saling Bersentuhan.
29
28 - Pereda Mabuk.
30
29 - Menyimpan Informasi
31
30 - Melanggar Janji.
32
31 - Datang Bersamaan.
33
32 - Khawatir.
34
33 - Sudah Ditentukan dan Semakin Dekat.
35
34 - Bahagia itu Sederhana.
36
35 - Calon Menantu.
37
36 - Mengubah Panggilan.
38
37 - Mewarisi Gen.
39
38 - Calon Kakak Ipar.
40
39 - Calon Keluarga Besan.
41
40 - Tipe Ideal.
42
41 - Foto Masa Kecil.
43
42 - Lelah Setelah Kesepian.
44
43 - Menunggu.
45
44 - Membuang-Buang Makanan.
46
45 - Memo Note.
47
46 - Demam.
48
47 - Menyuapi Bubur.
49
48 - Menyeka Keringat.
50
49 - Hidangan Buah.
51
50 - Merasa Heran.
52
51 - Merawat dengan Baik.
53
52 - Tak Terduga.
54
53 - Tiket Konser.
55
54 - Konser Comeback.
56
55 - kartu Belakang Panggung.
57
56 - Lagu Ballad.
58
57 - Bias.
59
58 - Melacak.
60
59 - Mengikuti.
61
60 - Gedung Terbengkalai.
62
61 - Sasaeng.
63
62 - Kantor Polisi.
64
63 - Motif.
65
64 - Menuruti Kata Suami.
66
65 - Duo Koki Tampan.
67
66 - Makan Malam di Luar.
68
67 - Seperti De Javu.
69
68 - Tidak Pulang.
70
69 - Harus Jujur.
71
70 - Manusia Kutub.
72
71 - Taman Bermain.
73
72 - Hujan.
74
73 - Terdengar Berbeda.
75
74 - Selimut.
76
75 - Perih dan Panas.
77
76 - Impas.
78
77 - Menginap.
79
78 - Jadwal Piket.
80
79 - Anniversarry.
81
80 - Wajah Masam.
82
81 - Makan Siang.
83
82 - Gym.
84
83 - Diapit oleh Dua Idola Tampan.
85
84 - Ingin Mempermalukan justru Dipermalukan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!