Luna dan Kepala Tim Ban pun memutuskan untuk mulai makan agar bisa bicara sedikit lebih santai dan keduanya pun tidak bisa menyia-nyiakan dan mengabaikan makanan yang telah disajikan terlalu lama karena khawatir makanan akan menjadi dingin.
"Luna, kau tidak perlu khawatir meski pun sedang mengalami masalah seperti ini. Karena kau pasti bisa melewatinya dan kita bisa mencari solusinya bersama. Aku akan membantu dan mendukungmu, jadi kau tenang saja dan katakan saja yang sebenarnya kau rasakan," ucap Kepala Tim Ban
"Mohon maaf jika saya jadi seperti ini. Jika saya harus jujur, sebenarnya saya jadi sedikit tertarik dengan penawaran keputusan itu karena memang sudah lama saya menyukai tuan Lee dan mengaguminya. Saat saya bekerja untuk grup mereka, saya merasa senang ... " ungkap Luna
"Lalu, apa kau saat ini pun merasa senang?" tanya Kepala Tim Ban yang mencoba untuk tetap memahami perasaan Luna meski pun merasa terkejut.
"Jika dibandingkan perasaan kacau seperti, takut, ragu, dan bingung ... saya hanya merasa sedikit senang. Itu pun karena tuan Lee berkata kalau keputusan itu diambil karena permintaannya sendiri. Namun, saya merasa ini terlalu cepat san saya pun belum sepenuhnya memahami situasi dari masalah ini," jelas Luna
"Si Lee itu berkata langsung padamu seperti itu?" tanya Kepala Tim Ban
"Benar, Pak Kepala Tim. Namun, ia tidak mengatakan apa pun soal alasannya menginginkan pernikahan itu hingga saya masih merasa kalau ini sesuatu yang dipaksakan," jawab Luna
"Mungkin kau memang butuh lebih banyak waktu untuk memikirkannya baik-baik," kata Kepala Tim Ban
"Pihak mereka tidak menentukan secara pasti berapa lama waktu yang diberikan pada saya untuk memikirkan hal ini dan saya pun sama karena terlalu bingung dengan situasinya hingga tidak mengatakan berapa lama waktu yang diperlukan hingga akhirnya bisa mengambil keputusan. Saya khawatir jika terlalu lama, pihak mereka akan menganggap saya buruk dan mengira saya meremehkan mereka tentang hal ini," ucap Luna
"Kalau begitu, apa yang kau pikirkan saat ini?" tanya Kepala Tim Ban
"Mungkin saya akan membicarakan hal ini pada keluarga saya yang ada di sini lebih dulu dan saya akan meminta bantuan pada paman saya seperti saya meminta bantuan pada Anda, Pak Kepala Tim," jawab Luna
"Itu bagus, Luna. Mungkin pamanmu juga bisa membantu menghubungi dan mendiskusikannya pada orangtuamu yang ada di negara asalmu. Kau merasa masalah ini rumit karena sedang berada jauh dari orangtuamu, tapi semua pasti akan baik-baik saja," ujar Kepala Tim Ban
"Anda benar, Pak Kepala Tim. Terima kasih," ucap Luna
Kepala Tim Ban hanya mengangguk dan melanjutkan makannya bersama Luna di sela topik yang sedang dibahas oleh keduanya saat ini.
"Luna, apa yang perlu kubantu dalam hal ini?" tanya Kepala Tim Ban
"Seandainya saya menerima penawaran keputusan itu, apa yang akan terjadi pada pekerjaan saya?" tanya balik Luna
"Itu terserah padamu. Kau bisa terus bekerja seperti biasa atau berhenti kerja setelah menjadi seorang nyonya," jawab Kepala Tim Ban
"Yang saya maksud adalah sebenarnya saya tidak mau berkata seperti ini, tapi jika seperti kata Anda bahwa ini hanya dianggap pernikahan bisnis atau bahkan secara kontrak ... apa harus membicarakannya juga pada pihak atasan perusahaan kita?" tanya Luna
"Kau buat saja keputusanmu dulu. Jika nantinya hal yang kau bilang tadi memang diperlukan, aku akan membantumu bicara pada pihak atasan perusahaan. Tidak perlu khawatir dan katakan saja padaku," jawab Kepala Tim Ban
"Saya mengerti, Pak Kepala Tim. Terima kasih banyak sekali lagi karena Anda sudah sangat peduli pada saya," ucap Luna
"Tidak masalah, Luna. Karena satu tim, aku sudah menganggapmu seperti keluarga," ujar Kepala Tim Ban
"Anda benar, saya juga berpikir seperti itu ... " kata Luna
"Luna, kau hanya perlu tahu dan ingat bahwa aku akan selalu membantu dan mendukungmu serta berada di pihakmu sepenuhnya. Aku percaya kalau kau bisa menentukan pilihan terbaik bagi dirimu sendiri," ucap Kepala Tim Ban
"Saya tidak tahu harus sebanya apa saya mengucap terima kasih pada Anda, Pak Kepala Tim. Saya sangat menghargai hal ini," sahut Luna
"Sepertinya aku memang akan jadi saksi pernikahanmu sebentar lagi seperti yang pernah kukatakan padamu sebelumnya. Aku jadi menantikannya," ujar Kepala Tim Ban
"Pak Kepala Tim, Anda menggoda saya soal ini. Tolong jangan seperti itu," kata Luna
"Aku hanya sekadar merasakan firasat soal ini," sahut Kepala Tim Ban
Luna dan Kepala Tim Ban pun meneruskan makan hingga menyelesaikannya setelah akhirnya bisa mengakhiri topik meski pun tidak sepenuhnya membuat masalah saat ini selesai begitu saja.
Setelah menghabiskan makanan dan membayar biaya makan, Luna dan Kepala Tim Ban pun beranjak ke luar dari rumah makan tersebut.
"Pak Kepala Tim, harusnya saya yang menraktir Anda makan kali ini, kenapa justru Anda yang membayar semua tagihan makanannya?" tanya Luna
"Sejak dulu memang sudah seharusnya yang lebih dewasa menraktir yang lebih muda," jawab Kepala Tim Ban
"Saya juga bukannya belum dewasa," kata Luna
"Aku tahu, tapi ya sudahlah. Bagaimana kalau kita lanjut ronde dua dan kau yang menraktirku kali ini?" tanya Kepala Tim Ban
"Ronde dua ... yang benar saja, Anda bicara seolah kita sedang minum-minum saja," ujar Luna
"Aku juga maunya mengajakmu minum, tapi sayang sekali karena kau tidak suka minum alkohol," kata Kepala Tim Ban
"Kalau seandainya pun saya minum alkohol seperti kebanyakan orang di sini memangnya Anda ingin mengajak saya minum pada siang hari terik seperti ini?" tanya Luna
"Tidak ada salahnya mencoba hal yang berbeda sesekali. Bagaimana kalau sekarang kita cari makanan pedas? Bukankah pada gadis biasanya suka makan pedas untuk melepas stress?" tanya balik Kepala Tim Ban
"Pak Kepala Tim, bukankah Anda pernah bilang sudah tidak kuat lagi makan makanan pedas? Lagi pula, sekali pun saya suka, saya sudah sempat makan sesuatu yang pedas yang diberikan oleh Lucca Hoobae yang datang untuk menemui saya kemarin sore. Saya pun tidak sanggup jika makan sesuatu yang pedas terlalu banyak," ujar Luna
"Dia meminta alamat rumahmu dariku dan menemuimu hanya dengan membawa makanan pedas? Yang benar saja si bocah itu," sahut Kepala Tim Ban
"Tidak masalah, Pak Kepala Tim. Saya cukup menikmati yang diberi oleh Lucca pada saya," kata Luna
"Padahal aku setuju memberi tahukan alamat rumahmu padanya karena kupikir dia bisa menjadi teman bicara yang baik untukmu dan menghiburmu," ujar Kepala Tim Ban
"Pak Kepala Tim, Lucca itu masih muda dan saya tidak mau membebani junior sepertinya dengan masalah saya yang rumit. Saya sudah cukup dan merasa beruntung dengan Anda yang bersedia membantu saya," ucap Luna
"Baiklah, terserah kau saja. Kau pasti punya pilihanmu sendiri yamg terbaik bagimu," kata Kepala Tim Ban
Setelah itu akhirnya Luna dan Kepala Tim Ban tetap beralih untuk ronde kedua dengan mencari hidangan manis dan segar sebagai pencuci mulut.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
Elisabeth Ratna Susanti
iklan 👍
2024-03-16
1
Terra Chi
Episode berikutnya sudah terbit, yaa
2024-03-13
0
icaica
akrab bgt luna sm kpla timny
2024-03-12
1