Saat menunggu Kim Hanina yang sedang berada di atas panggung, Luna kembali bersitatap dengan pandangan mata Lee Damian yang juga ada di sana untuk menunggu giliran naik ke atas panggung. Luna pun langsung mengalihkan pandangan karena seketika saja merasa gugup saat bertemu pandang dengan idolanya.
Saat itu Luna memilih melihat ke arah penonton untuk memastikan tidak ada penonton yang membahayakan Kim Hanina yang sedang berada di atas panggung dari segala arah. Saat turun dari panggung, Kim Hanina langsung menyapa Lee Damian yang merupakan seniornya dalam ranah idola yang sedang bersiap naik ke atas panggung. Begitu Kim Hanina turun, Luna langsung menghampirinya.
"Luna Eonni, apa kau tidak merasa sesak terus memakai masker seperti itu? Padahal tadi Lee Damian Sunbae juga ada di sini, tapi bisa saja dia tidak mengenalimu karena masker itu," ujar Kim Hanina
"Aku merasa lebih nyaman seperti ini saat bekerja. Lagi pula untuk bisa dikenali, aku selalu memakai kartu identitas hingga tidak perlu merasa khawatir," kata Luna
"Tidak masalah jika Lee Damian tidak mengenaliku, yang penting aku bisa mengenalinya dengan mudah. Itu sudah cukup," sambung Luna yang bergumam di dalam hati.
Acara terus berlangsung dengan meriah dan lancar hingga berakhir dengan baik. Begitu acara usai, satu per satu orang mulai ke luar dari gedung. Termasuk Luna yang terus mendampingi dan menjaga Kim Hanina dari jarak aman dengan orang lain agar tidak terhimpit atau terdorong atau bahkan tersengggol.
Saat karpet merah mulai terlihat, ternyata sudah ada Lee Damian dan rombongan reporter di sana. Kim Hanina langsung berhenti di jarak aman agar tidak dikira sedang menonton atau menguping.
"Luna Eonni, ayo kita lihat sesi wawancaranya dulu," kata Kim Hanina
"Hanina, apa kita tidak langsung kembali ke mobil dan pulang saja?" tanya Luna
"Sebentar saja, Eonni ... " pinta Kim Hanina
"Baiklah. Pakai jas ini agar kau tidak merasa kedinginan," kata Luna yang melepas jas yang dipakainya dan langsung menyampirkannya di pundak Kim Hanina untuk membuatnya hangat di malam yang dingin itu.
"Gomawo, Eonni ... " ucap Kim Hanina
"Tidak masalah, jangan sampai kau sakit. Itu yang paling utama," sahut Luna
"Aku akan menemanimu melihat sesi wawancaranya dari sini, Hanina. Karena sebenarnya aku pun ingin tahu dan mendengar jawaban Lee Damian tentang skandal atas dirinya dan aktris Han Hera itu. Meski pun aku memang tidak mempercayainya, aku ingin tahu apa alasan yang membuat Lee Damian ingin menjawab pertanyaan itu setelah terus diam dalam waktu yang terbilang lama," sambung Luna yang bergumam di dalam hati.
Para reporter sudah kembali mengerubungi Lee Damian dengan sorotan lampu kamera dan sodoran mikrofon untuk sesi wawancara.
"Sekarang sudah berada di akhir acara, Lee Damian. Anda berkata akan menjawab pertanyaan kami sebelumnya."
"Lee Damian, apa hubungan Anda dengan Han Hera?"
"Bagaimana respon Anda atas skandal Anda dengan aktris Han Hera yang bahkan sudah menikah, Lee Damian?"
"Lee Damian, apa benar kalau Anda sudah berselingkuh dengan Han Hera?"
"Berapa lama Anda sudah menjadi selingkuhan dari aktris Han Hera?"
"Kami butuh penjelasan dan klarifikasi Anda, Lee Damian!"
"Sudah lama sejak saya membintangi drama dan iklan bersama aktris Han Hera dan kami mulai menjadi teman baik. Namun, tidak ada hubungan apa pun di antara kami berdua selain hanya berteman dengan baik," ucap Lee Damian
"Apa saat ini Anda sedang menyangkal skandal tersebut, Lee Damian? Apa itu karena Anda sudah memiliki pasangan sendiri?"
"Apa Anda akan menyusul Han Hera ke tahap pernikahan dengan pasangan Anda? Kapan Anda akan menikah, Lee Damian?"
"Ya ampun, Lee Damian bukan sedang melakukan penyangkalan, tapi memang benar dia tidak punya hubungan apa pun dengan Han Hera. Skandal itulah yang salah. Lalu, apa hubungannya skandal yang tidak benar dengan Lee Damian punya pasangan atau tidak? Apa Lee Damian memang harus punya pasangan dulu, baru semua orang akan percaya kalau skandal itu palsu?" batin Luna bertanya-tanya.
"Bukankah nantinya kalian para reporter juga akan menentang kabar soal pasangannya dan malah membanding-bandingkan dengan Han Hera? Atau justru menambah topik hangat palsu yang baru dengan mengatakan pasangan Kee Damian yng palsu dan hubungannya dengan Han Hera yang asli? Kalian para reporter hanya bisa mencari-cari kesalahan seseorang dengan topik yang salah pula, benar-benar tidak ada kejujuran. Bukannya mengungkap kebenaran malah mengangkat tinggi-tinggi skandal palsu. Aku tidak habis pikir," sambung Luna yang bergumam di dalam hati.
Banyak reporter yang menanyakan hal krusial itu hingga Lee Damian tampak kurang nyaman dan berusaha menahannya. Saat lelaki berparas rupawan itu tampak bingung harus menjawab, sesuatu mulai terdengar dari mikrofon yang disodorkan padanya.
"Masih dalam tahap rencana," jawab Lee Damian
"Apa Anda sudah punya pasangan menikah, Lee Damian?"
"Tadi kalian para reporter seolah menantikan kabar soal pasangan Lee Damian, tapi sekarang seolah justru tidak percaya saat Lee Damian dengan merencanakan pernikahan. Pernikahan tidak bisa direncanakan tanpa pasangan, kan? Kepalaku sakit mendengar topik yang diajukan para reporter itu sebagai pertanyaan untuk Lee Damian," batin Luna
"Rasanya aku tidak sanggup mendengar lagi. Bukan karena takut patah hati mendengar siapa pasangan tercinta dari idolaku, tapi karena para reporter itu terus menanyakan hal pribadi yang membuatku geram. Ya, memang sudah menjadi tugas reporter seperti itu. Aku pun hanya perlu fokus pada tugasku sebagai seorang pengawal," sambung Luna di dalam hati.
"Apa sudah cukup, Hanina? Sebaiknya kita kembali ke mobil dan pulang," ujar Luna
"Tunggu sebentar, Luna Eonni. Eh, Lee Damian Sunbae menuju ke sini. Apa kita ketahuan sedang menonton diam-diam?" tanya Kim Hanina
Saat itu yang Luna lihat hanya pengawal Kim Hanina yang lain mulai berjalan menghampiri keduanya di sana. Namun, rupanya memang benar. Dari arah lain yang tidak Luna lihat, Lee Damian berjalan mendekatinya dan Kim Hanina dan saat Luna menoleh, Lee Damian sudah berhenti tepat di dekatnya dan Kim Hanina.
"Lee Damian Sunbae, selamat malam. Mohon maafkan kami," ujar Kim Hanina
"Tidak, mianhae, Hanina. Aku butuh bantuan. Jadi, bolehkah pinjamkan pengawalmu padaku?" tanya Lee Damian
"Kalau begitu, silakan ... " kata Kim Hanina
"Tunggu sebentar, Hanina. Tuan Lee - "
Saat itu juga tangan Luna ditarik oleh idolanya sendiri untuk berdiri di depan para reporter dan tepat di sampingnya, Lee Damian.
"Ini adalah pasangan saya, saya sangat mencintainya. Calon istri yang akan menikah dengan saya," ungkap Lee Damian
Saat itu juga, Luna lebih tidak berdaya dari pada waktu lainnya. Biasanya Luna yang menjaga dan menghindari seseorang dari kejaran para reporter. Namun, kali ini justru berbeda. Luna tidak bisa menjaga, justru gadis itu yang tertangkap. Pengawal cantik itu sama sekali tidak bisa menghindar atau bicara sepatah kata pun.
"Tunggu, apa maksudnya ini? Kenapa aku berada di sini? Lee Damian yang menarikku ke sini, lalu apa katanya barusan? Dia bilang cinta, akan menikah ... apa ini pernyataan sekaligus lamaran? Oleh idolaku sendiri?" batin Luna bertanya-tanya dalam kebingungan.
Dalam situasi yang membingungkan, mendebarkan, mengejutkan, dan sekaligus membahagiakan. Luna tidak berkutik di samping idolanya sendiri dan di depan para reporter. Terasa seperti mimpi dan ingin membangunkan diri sendiri dari mimpi itu. Namun, cahaya lampu sorot kamera membuatnya sadar kalau ini adalah kenyataan. Sang idola menyatakan cinta dan seolah sedang melamar, rasanya Luna hampir pingsan saja.
"Siapa pasangan Anda ini, Lee Damian? Nona, siapa nama Anda?"
"Sudah berapa lama kalian berdua menjalin hubungan? Kapan kalian berdua akan menikah?"
"Apa Nona pasangan Anda adalah gadis dari kalangan biasa? Apa Anda sungguh mencintainya, Lee Damian?"
Saat itu Luna memang hanya memakai setelan kemeja putih dengan dasi hitam dan celana bahan hitam, karena jasnya sudah dipinjamkan pada Kim Hanina agar gadis idol itu tidak kedingingan. Itu memang cara pakaian pengawal resmi yang biasa dan para reporter langsung bisa menebak identitasnya yang berasal dari kalangan biasa karena tidak memakai pakaian ala acara pesta.
Namun, untung saja Luna sudah melepas kartu identitasnya dan menyimpannya di dalam saku hingga para reporter itu tidak mengetahui identitas asli dan namanya. Lalu, Luna juga memakai masker hingga wajahnya tidak mudah dikenali begitu saja.
Lee Damian pun melepas hiasan bunga di bagian dada pada jas yang dikenakannya dan langsung menyematkannya di rambut Luna. Idola tampan itu juga meraih tangan Luna dan mengecupnya dengan tampak mesra. Tentu saja, hal itu membuat para reporter semakin heboh.
"Apa ini cinta sejati? Apa ini adalah kisah Princess Cinderella dan Prince Charming abad ini?"
"Tolong katakan sesuatu, Nona, Lee Damian! Harap buat pengakuan dan klarifikasi segera!"
Seperti orang yang kehilangan kesadaran, daya pendengaran dan penglihatan milik Luna menurun karena terlalu banyak pertanyaan dan lampu sorot para reporter. Seketika saja Luna membeku!
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 85 Episodes
Comments
R.F
lanjut
2024-03-11
1
Aerik_chan
1 iklan buatmu kak...
2024-03-06
1
Elisabeth Ratna Susanti
maaf baru sempat mampir lagi di karya keren ini 👍
2024-03-06
1