9 - Hanya Berupa Pesan Teks.

Lee Damian tampak tersenyum lega sekaligus rindu setelah menghubungi Luna. Mendengar suara dari gadis yang pernah menjadi pengawal grup idolnya, membuat idol lelaki itu merasa senang sekaligus rindu karena hanya bisa mengobrol singkat dalam sambungan panggilan.

"Mungkin karena hari ini aku libur dari jadwal, aku jadi merasa lebih rindu pada Luna. Namun, kami baru akan bertemu lusa, aku masih harus menunggu lagi ... " batin Damian

"Besok aku masih harus bertemu manager-nim untuk membahas skandal. Kuharap pembicaraan itu tidak menjadi lebih rumit," gumam Damian yang berada seorang diri di dalam appartmen pribadi miliknya.

Keesokan harinya.

Lee Damian yang sudah menunggu pengabaran dari Luna pun merasa senang saat ponsel miliknya berbunyi, lelaki tampan itu segera meraih ponsel. Namun, ia merasa sedikit kecewa karena yang masuk hanya berupa pesan teks. Meski begitu, idol tampan itu langsung membuka pesan masuk dari Luna dan membacanya.

"Sudah terlalu lama bagiku menunggumu mengabariku, kukira kau akan menghubungiku lewat panggilan seperti yang kulakukan kemarin padahal aku sudah menantikan untuk mengobrol denganmu lagi. Ini sedikit disayangkan," gumam Damian

Lee Damian yabg hanya terpaku pada penantiannya mendapat kabar dari Luna pun tidak menyadari jika saat itu pesan lain yang masuk dan hanya membaca pesan dari Luna hingga mengabaikan pesan lainnya.

Tak lama setelah itu, ponsel miliknya berdering tanda panggilan masuk. Lee Damian meraih ponsel dengan cepat hanya bisa merasa kecewa saat ternyata mendapat panggilan dari manager-nya. Meski begitu, ia tetap menerima panggilan tersebut.

"Yeoboseyo, hyeong ...."

"Damian, aku sudah sampai di appartmen."

"Mwo? Kenapa tiba-tiba datang?"

"Aku sudah mengirim pesan padamu kalau aku akan datang. Kau tidak baca pesan dariku?"

"Mianhae, hyeong."

"Tidak masalah, yang penting sekarang kau ada di rumah, kan?"

"Ya, datang saja."

Lee Damian langsung mengakhiri sambungan panggilan saat mendengar suara bel berbunyi pada appartmen-nya. Setelah memastikan siapa yang datang, lelaki itu pun membuka pintu untuk manager-nya masuk.

"Damian, kau tahu alasanku datang ke sini, kan?"

"Tentu saja, kau mau membahas skandal itu, kan? Karena kemarin aku minta jadwal diliburkan, kau baru datang hari ini," jawab Damian

Lee Damian mengajak manager-nya untuk masuk ke dalam appartmen dan duduk di sofa.

"Tunggu sebentar, aku ambilkan minum dulu ... " kata Damian

"Tidak perlu, nanti saja ... aku juga bisa mengambilnya sendiri. Sekarang kita bicara dulu."

"Baiklah, bicara saja." Lee Damian pun ikut duduk di hadapan sang manager.

Sebut saja Manager Nam, kini sedang menekan dahinya karena merasa pusing dengan permasalahan idol tampan di hadapannya.

"Pihak agency ingin kau datang dan membahas soal skandal itu," kata Manager Nam

"Hari ini juga? Haruskah aku pergi?" tanya Damian yang tampak enggan.

"Pastinya sangat, itu harus. Hal seperti ini harus didiskusikan agar tidak berkepanjangan. Aku mengerti yang kau rasakan saat ini, tapi aku juga sudah membantumu untuk bisa libur kemarin agar bisa istirahat seharian penuh," jawab Manager Nam

"Apa harus pergi sekarang juga?" tanya Damian

"Ya, lebih cepat, maka jauh lebih baik ... " jawab Manager Nam

"Oke, aku akan bersiap dulu," kata Damian

"Itu bagus. Aku akan menunggu di sini," sahut Manager Nam

Lee Damian pun beralih untuk bersiap sebelum pergi menuju agency bersama Manager Nam.

---

Di rumahnya, Luna merasa gugup saat memikirkan akan bertemu dengan Lee Damian besok. Pasalnya gadis itu menduga itu tidak semudah bicara santai mendengar penjelasan dari Lee Damian atas alasannya menarik Luna ke hadapan para reporter hingga menyatakan gadis itu sebagai pasangannya di malam acara besar sebelumnya.

Saat Luna sedang fokus untuk menenangkan diri, ada bunyi yang terdengar dari ponsel miliknya menandakan panggilan masuk. Dilihatnya pada layar ponsel tertera nama dan nomor kontak Kepala Tim Ban dan Luna langsung menerima panggilan tersebut.

"Yeoboseyo. Ada apa, kepala tim?"

"Luna, kau baik-baik saja, kan?"

"Tentu, saya baik-baik saja. Kenapa anda bertanya soal itu?"

"Aku ingat kemarin aku pergi dari agency nona Kim dan saat itu kau harus bertemu dengannya karena dia meminta seperti itu langsung padamu. Kau tidak ada masalah dengannya, kan?"

"Tidak, kami baik-baik saja. Justru kemarin kami bermain bersama dengan anggota grup Navy lainnya karena mereka semua sedang tidak ada jadwal. Nona Kim juga bilang kalau jadwal masih kosong sampai 4 hari ke depan."

"Jadi, saat ini kau sedang luang? Apa sekarang kau ada di rumah?"

"Benar, kepala tim. Namun, kemarin tuan Lee menghubungi saya dan mengajak bertemu besok, lalu saya menyetujuinya."

"Apa yang kau maksud adalah Lee Damian? Untuk apa dia mengajakmu bertemu?"

"Tuan Lee bilang kalau ia akan menjelaskan alasan dari situasi pada saat malam acara sebelumnya dan mungkin kami akan membahas hal lain juga. Saya masih belum tahu pasti karena kami baru akan bertemu besok."

"Kapan pastinya besok kalian akan bertemu? Apa aku harus ikut untuk menemanimu?"

"Entahlah, mungkin tuan Lee akan mengabari saya lagi nanti. Anda tidak perlu repot-repot untuk ikut menemani saya, kepala tim. Saya rasa masih bisa menanganinya sendiri soal ini."

"Bagiku itu tidak merepotkan. Luna, kau masih termasuk dalam anggota timku. Jika ada masalah denganmu, itu akan lebih merepotkan. Besok jika kau merasa ada masalah saat bertemu dengan Lee Damian, segera hubungi aku agar aku bisa datang untuk membantumu. Kau harus ingat itu."

"Saya mengerti, kepala tim. Saya sangat menghargai niat baik anda, saya pasti akan langsung menghubungi anda jika terjadi masalah besok."

"Itu bagus, selalu beri kabar padaku tentang apa pun itu."

"Baik, kepala tim."

Setelah bicara dengan Kepala Tim Ban, Luna merasa sedikit lebih lega meski pun itu hanya dalam sambungan panggilan.

Saat ini Lee Damian sedang berada di mobil bersama Manager Nam dan sudah hampir tiba di agency dalam perjalanan menuju ke sana.

"Damian, gadis pengawal itu ... siapa namanya dan mana kontaknya? Kau bilang akan memberi tahu padaku soal itu," ujar Manager Nam

"Namanya Luna dan aku akan mengirim kontaknya ke ponselmu sekarang, tapi Hyeong ... jangan berikan kontaknya pada siapa pun. Aku sudah berjanji akan bertemu dengannya besok untuk menjelaskan alasan situasi pada malam acara sebelumnya karena kupikir dia akan merasa bingung dan berhak tahu soal itu, jadi berjanjilah padaku untuk tidak menghubunginya tanpa memberi tahukannya padaku," ungkap Damian

"Kita harus mendiskusikan semuanya pada pihak agency lebih dulu sebelum kau bertemu dengannya besok karena kau masih dalam naungan agency, maka kau harus berkompromi pada pihak agency untuk membuat keputusan dan jangan bertindak gegabah," ucap Manager Nam

"Aku mengerti, Hyeong. Makanya, aku janji akan bertemu dengannya besok karena aku tahu kalau hari ini harus berdiskusi lebih dulu," kata Damian

"Itu bagus," sahut Manager Nam

Begitu tiba di agency, Lee Damian langsung berjalan masuk bersama Manager Nam dan kemungkinan besar akan melakukan diskusi panjang tentang skandal yang saat ini sedang menimpa idol tampan itu.

Terpopuler

Comments

Terra Chi

Terra Chi

Episode berikutnya sudah terbit, yaa

2024-03-10

0

icaica

icaica

smga gk mkin rumit

2024-03-08

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Beruntung.
2 1 - Skandal.
3 2 - Kisah Princess Cinderella dan Prince Charming Abad Ini.
4 3 - Membeku Bukan Karena Kedinginan.
5 4 - Kacau.
6 5 - Sudah Ditunggu.
7 6 - Menghabiskan Waktu bersama Sesama Para Gadis.
8 7 - Bergosip Ria.
9 8 - Lagi-Lagi, Penyangkalan.
10 9 - Hanya Berupa Pesan Teks.
11 10 - Menjemput.
12 11 - Langsung pada Intinya.
13 12 - Seolah Tertangkap Basah.
14 13 - Mendukung Hubungan.
15 14 - Menutupi Perasaan.
16 15 - Berbunga-Bunga.
17 16 - Seolah Hanya Pernikahan Bisnis.
18 17 - Sedikit Tertarik.
19 18 - Mengunjungi Rumah Paman.
20 19 - Meminta Izin.
21 20 - Ibu dan Ayah.
22 21 - Memberi Salam.
23 22 - The Reason (Alasan).
24 23 - Menembus Media Internasional.
25 24 - Merayu.
26 25 - Senior dan Junior.
27 26 - Mabuk Parah.
28 27 - Saling Bersentuhan.
29 28 - Pereda Mabuk.
30 29 - Menyimpan Informasi
31 30 - Melanggar Janji.
32 31 - Datang Bersamaan.
33 32 - Khawatir.
34 33 - Sudah Ditentukan dan Semakin Dekat.
35 34 - Bahagia itu Sederhana.
36 35 - Calon Menantu.
37 36 - Mengubah Panggilan.
38 37 - Mewarisi Gen.
39 38 - Calon Kakak Ipar.
40 39 - Calon Keluarga Besan.
41 40 - Tipe Ideal.
42 41 - Foto Masa Kecil.
43 42 - Lelah Setelah Kesepian.
44 43 - Menunggu.
45 44 - Membuang-Buang Makanan.
46 45 - Memo Note.
47 46 - Demam.
48 47 - Menyuapi Bubur.
49 48 - Menyeka Keringat.
50 49 - Hidangan Buah.
51 50 - Merasa Heran.
52 51 - Merawat dengan Baik.
53 52 - Tak Terduga.
54 53 - Tiket Konser.
55 54 - Konser Comeback.
56 55 - kartu Belakang Panggung.
57 56 - Lagu Ballad.
58 57 - Bias.
59 58 - Melacak.
60 59 - Mengikuti.
61 60 - Gedung Terbengkalai.
62 61 - Sasaeng.
63 62 - Kantor Polisi.
64 63 - Motif.
65 64 - Menuruti Kata Suami.
66 65 - Duo Koki Tampan.
67 66 - Makan Malam di Luar.
68 67 - Seperti De Javu.
69 68 - Tidak Pulang.
70 69 - Harus Jujur.
71 70 - Manusia Kutub.
72 71 - Taman Bermain.
73 72 - Hujan.
74 73 - Terdengar Berbeda.
75 74 - Selimut.
76 75 - Perih dan Panas.
77 76 - Impas.
78 77 - Menginap.
79 78 - Jadwal Piket.
80 79 - Anniversarry.
81 80 - Wajah Masam.
82 81 - Makan Siang.
83 82 - Gym.
84 83 - Diapit oleh Dua Idola Tampan.
85 84 - Ingin Mempermalukan justru Dipermalukan.
Episodes

Updated 85 Episodes

1
PROLOG - Beruntung.
2
1 - Skandal.
3
2 - Kisah Princess Cinderella dan Prince Charming Abad Ini.
4
3 - Membeku Bukan Karena Kedinginan.
5
4 - Kacau.
6
5 - Sudah Ditunggu.
7
6 - Menghabiskan Waktu bersama Sesama Para Gadis.
8
7 - Bergosip Ria.
9
8 - Lagi-Lagi, Penyangkalan.
10
9 - Hanya Berupa Pesan Teks.
11
10 - Menjemput.
12
11 - Langsung pada Intinya.
13
12 - Seolah Tertangkap Basah.
14
13 - Mendukung Hubungan.
15
14 - Menutupi Perasaan.
16
15 - Berbunga-Bunga.
17
16 - Seolah Hanya Pernikahan Bisnis.
18
17 - Sedikit Tertarik.
19
18 - Mengunjungi Rumah Paman.
20
19 - Meminta Izin.
21
20 - Ibu dan Ayah.
22
21 - Memberi Salam.
23
22 - The Reason (Alasan).
24
23 - Menembus Media Internasional.
25
24 - Merayu.
26
25 - Senior dan Junior.
27
26 - Mabuk Parah.
28
27 - Saling Bersentuhan.
29
28 - Pereda Mabuk.
30
29 - Menyimpan Informasi
31
30 - Melanggar Janji.
32
31 - Datang Bersamaan.
33
32 - Khawatir.
34
33 - Sudah Ditentukan dan Semakin Dekat.
35
34 - Bahagia itu Sederhana.
36
35 - Calon Menantu.
37
36 - Mengubah Panggilan.
38
37 - Mewarisi Gen.
39
38 - Calon Kakak Ipar.
40
39 - Calon Keluarga Besan.
41
40 - Tipe Ideal.
42
41 - Foto Masa Kecil.
43
42 - Lelah Setelah Kesepian.
44
43 - Menunggu.
45
44 - Membuang-Buang Makanan.
46
45 - Memo Note.
47
46 - Demam.
48
47 - Menyuapi Bubur.
49
48 - Menyeka Keringat.
50
49 - Hidangan Buah.
51
50 - Merasa Heran.
52
51 - Merawat dengan Baik.
53
52 - Tak Terduga.
54
53 - Tiket Konser.
55
54 - Konser Comeback.
56
55 - kartu Belakang Panggung.
57
56 - Lagu Ballad.
58
57 - Bias.
59
58 - Melacak.
60
59 - Mengikuti.
61
60 - Gedung Terbengkalai.
62
61 - Sasaeng.
63
62 - Kantor Polisi.
64
63 - Motif.
65
64 - Menuruti Kata Suami.
66
65 - Duo Koki Tampan.
67
66 - Makan Malam di Luar.
68
67 - Seperti De Javu.
69
68 - Tidak Pulang.
70
69 - Harus Jujur.
71
70 - Manusia Kutub.
72
71 - Taman Bermain.
73
72 - Hujan.
74
73 - Terdengar Berbeda.
75
74 - Selimut.
76
75 - Perih dan Panas.
77
76 - Impas.
78
77 - Menginap.
79
78 - Jadwal Piket.
80
79 - Anniversarry.
81
80 - Wajah Masam.
82
81 - Makan Siang.
83
82 - Gym.
84
83 - Diapit oleh Dua Idola Tampan.
85
84 - Ingin Mempermalukan justru Dipermalukan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!