5 - Sudah Ditunggu.

Keesokan harinya.

Saat Luna sedang bersiap sebelum pergi menemui atasannya, ponselnya berdering tanda panggilan masuk dan itu dari atasannya. Luna pun menggeser tombol hijau dengan nama kontak -Kepala Tim-

"Yeoboseyo, Pak Kepala Tim."

"Luna, kau ada di mana?"

"Saya masih di rumah, sedang bersiap untuk pergi."

"Kenapa kau tidak mengangkat telepon semalam, pesan pun tidak dibalas. Atasan ingin bertemu denganmu."

"Saya mengerti. Saya akan segera pergi ke perusahaan. Mohon maaf karena semalam saya tidak sadar dengan panggilan dan pesan yang masuk."

"Kau asik berkencan dengan seorang idola setelah acara besar berakhir, pantas saja kalau kau tidak sadar."

"Bukan seperti itu, Pak Kepala Tim. Saya juga bingung dengan situasi semalam, saya tidak mengerti atau tahu apa pun dan hanya langsung ditarik begitu saja."

"Jadi, itu bukan karena kau sudah tahu atau merencanakannya?"

"Tentu saja, saya tidak mungkin melakukan yang seperti itu. Tolong percayalah pada saya, Pak Kepala Tim."

"Aku bisa saja percaya padamu, tapi kau tetap harus menjelaskannya sendiri pada atasan."

"Saya mengerti, saya berangkat sekarang juga."

"Kau sudah ditunggu di perusahaan."

"Saya segera ke sana."

Panggilan berakhir dan Luna langsung ke luar rumah untuk pergi menuju perusahaan tempatnya bekerja.

Begitu sampai di perusahaan, Kepala tim yang menunggu Luna langsung menghampirinya.

"Anda menunggu saya, Pak Kepala Tim? Sekarang saya harus ke mana?" tanya Luna

"Sudah menjadi kekasih dan calon istri seorang idola, aku jadi harus menemani dan mengantarmu untuk menemui atasan."

"Jangan seperti itu, Pak Kepala Tim. Saya memang senang jika Anda bersedia menemani dan mengantar saya, tapi sudah saya bilang kalau saya tidak tahu apa pun tentang yang terjadi semalam," ujar Luna

"Baiklah, aku mengerti. Sekarang kau harus menemui atasan dan menjelaskan langsung padanya, kedatanganmu sudah ditunggu."

Ditemani oleh Kepala Tim, Luna pun beranjak menuju ke ruang kantor atasan perusahaannya. Bahkan Kepala Tim menemani Luna masuk ke ruang kantor atasan perusahaannya di sana meski pun hanya menunggu di dekat pintu.

"Selamat pagi, Tuan. Saya datang untuk memenuhi panggilan Anda," ucap Luna yang berdiri di hadapan meja kerja atasan perusahaannya itu.

"Kau orangnya, Luna?"

"Benar, Tuan. Saya, Luna Feronia ... " jawab Luna

"Kau sudah tahu kesalahanmu?"

"Ya, Tuan. Saya sudah lalai karena tidak mengawal target misi kontrak semalam," jawab Luna

"Kau mengakui kesalahanmu?"

"Tidak sepenuhnya. Jika kesalahan itu adalah tidak mengawal nona Kim, maka saya mengakuinya. Namun, selebih itu saya tidak melakukan kesalahan apa pun," jelas Luna

"Apa maksudmu adalah skandal dengan idol lelaki itu? Memiliki skandal dengan target misi adalah suatu pelanggaran, bahkan idol itu adalah target misi yang kontraknya sudah berakhir lama, tapi kau punya skandal dengannya. Kau bilang itu bukan kesalahan?"

"Saya tidak tahu menahu apa pun soal itu dan membantah skandal yang Anda sebutkan. Saya hanya ditarik saat tuan Lee menyebut soal skandal itu di depan para reporter, saya tidak ikut andil atau berperan dalam skandal tersebut," ungkap Luna

"Apa kau yakin itu bukan kesalahan yang kau rencanakan untuk sengaja diperbuat?"

"Tentu saja, saya masih ingin bekerja dengan tenang, jadi saya tidak mungkin merencanakan kesalahan dengan sengaja. Saya harap Anda bisa mempercayainya karena saya berkata dengan jujur tanpa sedikit pun kebohongan," jawab Luna

"Aku masih punya kesempatan untuk mempercayaimu kali ini mengingat kinerjamu yang sangat baik selama ini meski pun kau adalah pegawai baru kami di perusahaan ini. Aku harap skandal ini tidak berlanjut dengan adanya kesalahanmu di dalamnya."

"Tuan, saya adalah pribadi yang ikut terseret tanpa saya mau, tapi skandal itu bukan dan berada di luar kendali saya, saya tidak tahu apa akan terseret lagi atau tidak meski pun saya mengharapkan hal yang sama seperti Anda. Mohon kemakluman dan kepercayaan dari Anda," ucap Luna

"Baiklah, aku mengerti posisimu."

"Terima kasih banyak atas pengertian Anda, Tuan," kata Luna

"Setelah ini kau harus langsung pergi ke agency nona Kim, selesaikan masalahmu di sana dan jadi bertanggung jawablah."

"Saya mengerti, Tuan. Sekali lagi terima kasih," ucap Luna

"Kau sudah boleh pergi sekarang."

Luna memberi salam dan berbalik pergi dari sana. Kepala tim ikut ke luar menemani Luna.

"Aku akan menemanimu ke agency Kim Hanina," kata Kepala Tim

"Anda tidak sibuk, Pak Kepala Tim?" tanya Luna

"Urusanmu saat ini adalah kesibukanku," jawab Kepala tim

"Maaf karena saya sudah menyebabkan masalah dan merepotkan Anda, Pak Kepala Tim," kata Luna

"Kau bilang itu bukan ulahmu?" tanya Pak Kepala Tim

"Tentu saja, meski begitu saya telah jadi beban Anda," jawab Luna

"Ini sudah tugasku, kau adalah anggota timku. Ayo, kita pergi sekarang," kata Kepala Tim

"Baik," sahut Luna

Bersama Kepala Tim, Luna menuju ke mobil perusahaan yang telah diserahkan untuk digunakan oleh Kepala Tim. Keduanya masuk ke dalam mobil dan mesin mulai dinyalakan.

"Luna, kapan kau akan punya mobilmu sendiri?" tanya Kepala tim

"Setelah saya melunasi cicilan rumah dan menjadikannya milik pribadi, saya akan mempertimbangkan untuk mengambil cicilan mobil. Saya baru merintis kerja di negara asing bagi saya itu tidak mudah, saya akan melakukannya secara bertahap dan perlahan," jelas Luna

"Tidak masalah, mobil ini bahkan dipinjamkan oleh perusahaan untukku. Namun, aku memperkirakan kau bahkan bisa menikah di negara yang asing bagimu ini," ujar Kepala tim saat mulai menjalankan mobil meninggalkan perusahaan menuju agency naungan Kim Hanina.

"Anda berlebihan, Kepala tim. Setidaknya saat saya punya mobil nanti, Anda adalah orang yang akan saya mintai untuk mengajari saya mengendarainya dan menemani saya untuk mendapatkan lisensi berkendara. Saat itu tiba, katakan saja jika Anda butuh pinjaman mobil atau semacamnya," ucap Luna

"Aku bahkan menantikan untuk menjadi wali nikahmu, sayangnya kau punya wali di sini. Setidaknya aku bisa menjadi saksi." Kepala tim melontarkan beberapa topik santai agar suasana tidak terlalu tegang saat masalah sedang terjadi.

"Harus ada kesempatan untuk itu," kata Luna

"Kesempatannya pasti ada dan datang padamu, Luna," sahut Kepala tim

Begitu tiba dan masuk di agency tempat naungan Kim Hanina sebagai idol, Luna yang datang bersama Kepala Tim langsung bertemu dengan Kim Hanina yang juga datang ke agency tersebut.

"Luna Eonni, aku dengar kau dipanggil ke agency kami. Jadi, aku datang menemuimu di sini," ujar Kim Hanina

"Benar, Hanina. Aku datang bersama Kepala Timku," kata Luna. Kepala tim dan Kim Hanina pun saling menyapa dan memberi salam.

"Eonni, aku ingin mengembalikan jas dan tas milikmu." Kim Hanina menyerahkan jas dan tas pada Luna

"Gomawo, Hanina. Maaf karena aku masih ada urusan dan harus meninggalkanmu," ucap Luna

"Tidak masalah, Eonni. Aku sudah menjelaskan apa yang terjadi semalam pada direktur, jadi kau tidak perlu terlalu khawatir. Lalu, aku akan menunggumu di ruang latihan, jadi datanglah setelah urusanmu selesai," ujar Kim Hanina

"Aku akan menemuimu di ruang latihan nanti, sekarang aku permisi dulu ... " kata Luna

"Tetap semangat, Luna Eonni," sahut Kim Hanina

Luna tersenyum sambil mengangguk kecil, lalu beralih pergi bersama Kepala tim menuju ruangan Direktur agency tersebut.

"Sepertinya kau akrab dengan target misimu," kata Kepala Tim

"Benar, Pak Kepala Tim. Nona Kim lebih dulu yang meminta saya untuk bicara santai," ujar Luna

"Itu memang bagus di salah satu sisi, tapi berhati-hatilah karena kedekatan rekan kerja dari dua pihak berbeda seperti ini lebih sering tidak diperlukan dan terkadang menjadi racun. Jangan sampai terjadi hal yang tidak menyenangkan seperti yang sedang terjadi antara kau dan mantan target misimu sebelumnya," ucap Kepala tim yang merujuk pada masalah skandal dengan Lee Damian yang sedang dialami oleh Luna.

"Saya mengerti, Pak Kepala Tim. Saya akan lebih berhati-hati," kata Luna

"Untungnya aku melihat kau punya kemampuan meneliti antara baik dan buruknya sesuatu," sahut Kepala tim

"Terima kasih atas penilaian baik Anda, Pak Kepala Tim," ucap Luna

"Seperti kata nona Kim, tetaplah semangat untukmu," kata Kepala Tim

"Saya baik-baik saja, Pak Kepala Tim. Anda yang menemani sayalah yang sepertinya harus lebih tenang dan tidak tegang atau gugup," ujar Luna

Bersama dengan Kepala tim, Luna yang memiliki janji temu dengan Direktur agency tersebut pun memasuki suatu ruangan bersamaan.

Terpopuler

Comments

Aerik_chan

Aerik_chan

Semangat Luna...semangat author

2024-03-08

1

Terra Chi

Terra Chi

Episode berikutnya sudah terbit, ya

2024-03-07

0

icaica

icaica

bagus, luna ... mantap /Good/

2024-03-06

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Beruntung.
2 1 - Skandal.
3 2 - Kisah Princess Cinderella dan Prince Charming Abad Ini.
4 3 - Membeku Bukan Karena Kedinginan.
5 4 - Kacau.
6 5 - Sudah Ditunggu.
7 6 - Menghabiskan Waktu bersama Sesama Para Gadis.
8 7 - Bergosip Ria.
9 8 - Lagi-Lagi, Penyangkalan.
10 9 - Hanya Berupa Pesan Teks.
11 10 - Menjemput.
12 11 - Langsung pada Intinya.
13 12 - Seolah Tertangkap Basah.
14 13 - Mendukung Hubungan.
15 14 - Menutupi Perasaan.
16 15 - Berbunga-Bunga.
17 16 - Seolah Hanya Pernikahan Bisnis.
18 17 - Sedikit Tertarik.
19 18 - Mengunjungi Rumah Paman.
20 19 - Meminta Izin.
21 20 - Ibu dan Ayah.
22 21 - Memberi Salam.
23 22 - The Reason (Alasan).
24 23 - Menembus Media Internasional.
25 24 - Merayu.
26 25 - Senior dan Junior.
27 26 - Mabuk Parah.
28 27 - Saling Bersentuhan.
29 28 - Pereda Mabuk.
30 29 - Menyimpan Informasi
31 30 - Melanggar Janji.
32 31 - Datang Bersamaan.
33 32 - Khawatir.
34 33 - Sudah Ditentukan dan Semakin Dekat.
35 34 - Bahagia itu Sederhana.
36 35 - Calon Menantu.
37 36 - Mengubah Panggilan.
38 37 - Mewarisi Gen.
39 38 - Calon Kakak Ipar.
40 39 - Calon Keluarga Besan.
41 40 - Tipe Ideal.
42 41 - Foto Masa Kecil.
43 42 - Lelah Setelah Kesepian.
44 43 - Menunggu.
45 44 - Membuang-Buang Makanan.
46 45 - Memo Note.
47 46 - Demam.
48 47 - Menyuapi Bubur.
49 48 - Menyeka Keringat.
50 49 - Hidangan Buah.
51 50 - Merasa Heran.
52 51 - Merawat dengan Baik.
53 52 - Tak Terduga.
54 53 - Tiket Konser.
55 54 - Konser Comeback.
56 55 - kartu Belakang Panggung.
57 56 - Lagu Ballad.
58 57 - Bias.
59 58 - Melacak.
60 59 - Mengikuti.
61 60 - Gedung Terbengkalai.
62 61 - Sasaeng.
63 62 - Kantor Polisi.
64 63 - Motif.
65 64 - Menuruti Kata Suami.
66 65 - Duo Koki Tampan.
67 66 - Makan Malam di Luar.
68 67 - Seperti De Javu.
69 68 - Tidak Pulang.
70 69 - Harus Jujur.
71 70 - Manusia Kutub.
72 71 - Taman Bermain.
73 72 - Hujan.
74 73 - Terdengar Berbeda.
75 74 - Selimut.
76 75 - Perih dan Panas.
77 76 - Impas.
78 77 - Menginap.
79 78 - Jadwal Piket.
80 79 - Anniversarry.
81 80 - Wajah Masam.
82 81 - Makan Siang.
83 82 - Gym.
84 83 - Diapit oleh Dua Idola Tampan.
85 84 - Ingin Mempermalukan justru Dipermalukan.
Episodes

Updated 85 Episodes

1
PROLOG - Beruntung.
2
1 - Skandal.
3
2 - Kisah Princess Cinderella dan Prince Charming Abad Ini.
4
3 - Membeku Bukan Karena Kedinginan.
5
4 - Kacau.
6
5 - Sudah Ditunggu.
7
6 - Menghabiskan Waktu bersama Sesama Para Gadis.
8
7 - Bergosip Ria.
9
8 - Lagi-Lagi, Penyangkalan.
10
9 - Hanya Berupa Pesan Teks.
11
10 - Menjemput.
12
11 - Langsung pada Intinya.
13
12 - Seolah Tertangkap Basah.
14
13 - Mendukung Hubungan.
15
14 - Menutupi Perasaan.
16
15 - Berbunga-Bunga.
17
16 - Seolah Hanya Pernikahan Bisnis.
18
17 - Sedikit Tertarik.
19
18 - Mengunjungi Rumah Paman.
20
19 - Meminta Izin.
21
20 - Ibu dan Ayah.
22
21 - Memberi Salam.
23
22 - The Reason (Alasan).
24
23 - Menembus Media Internasional.
25
24 - Merayu.
26
25 - Senior dan Junior.
27
26 - Mabuk Parah.
28
27 - Saling Bersentuhan.
29
28 - Pereda Mabuk.
30
29 - Menyimpan Informasi
31
30 - Melanggar Janji.
32
31 - Datang Bersamaan.
33
32 - Khawatir.
34
33 - Sudah Ditentukan dan Semakin Dekat.
35
34 - Bahagia itu Sederhana.
36
35 - Calon Menantu.
37
36 - Mengubah Panggilan.
38
37 - Mewarisi Gen.
39
38 - Calon Kakak Ipar.
40
39 - Calon Keluarga Besan.
41
40 - Tipe Ideal.
42
41 - Foto Masa Kecil.
43
42 - Lelah Setelah Kesepian.
44
43 - Menunggu.
45
44 - Membuang-Buang Makanan.
46
45 - Memo Note.
47
46 - Demam.
48
47 - Menyuapi Bubur.
49
48 - Menyeka Keringat.
50
49 - Hidangan Buah.
51
50 - Merasa Heran.
52
51 - Merawat dengan Baik.
53
52 - Tak Terduga.
54
53 - Tiket Konser.
55
54 - Konser Comeback.
56
55 - kartu Belakang Panggung.
57
56 - Lagu Ballad.
58
57 - Bias.
59
58 - Melacak.
60
59 - Mengikuti.
61
60 - Gedung Terbengkalai.
62
61 - Sasaeng.
63
62 - Kantor Polisi.
64
63 - Motif.
65
64 - Menuruti Kata Suami.
66
65 - Duo Koki Tampan.
67
66 - Makan Malam di Luar.
68
67 - Seperti De Javu.
69
68 - Tidak Pulang.
70
69 - Harus Jujur.
71
70 - Manusia Kutub.
72
71 - Taman Bermain.
73
72 - Hujan.
74
73 - Terdengar Berbeda.
75
74 - Selimut.
76
75 - Perih dan Panas.
77
76 - Impas.
78
77 - Menginap.
79
78 - Jadwal Piket.
80
79 - Anniversarry.
81
80 - Wajah Masam.
82
81 - Makan Siang.
83
82 - Gym.
84
83 - Diapit oleh Dua Idola Tampan.
85
84 - Ingin Mempermalukan justru Dipermalukan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!