12 - Seolah Tertangkap Basah.

Direktur agency mengatakan keputusan untuk mewujudkan pernikahan antara Lee Damian dan Luna dengan sangat mudah, sedangkan Lee Damian dan Manager Nam hanya diam. Meski pun Luna tampak tenang sebenarnya gadis itu merasa sangat terkejut dan bingung.

Kini tidak ada lagi perasaan bahagia saat dirinya membayangkan impiannya bisa menjadi kenyataan, bersama selamanya dengan sang idola dengan cara sakral seperti pernikahan, sungguh menakjubkan jika ada takdir istimewa seperti itu. Namun yang dirasakan oleh Luna saat ini hanya khawatir, cemas, resah, gelisah, gundah, gulana.

Pernikahan dengan Lee Damian yang ditawarkan oleh Direktur agency memang sangat menarik dan menggiurkan, ia juga memberikan waktu pada Luna untuk memikirkannya. Namun, Luna tetap merasa pilihan itu dipaksakan padanya saat Direktur agency mengatakan menanti pilihan terbaik darinya sebagai keputusan akhir. Itu seolah terdengar seperti memberikan waktu untuk tidak boleh menolak.

"Bagaimana menurut Nona Luna?" tanya Direktur agency

"Sepertinya saya memang butuh waktu untuk memikirkannya," jawab Luna

"Tidak masalah, sepertinya itu memang lebih baik. Namun, saya harap Nona Luna bisa memikirkan hal ini secara positif dan memilih keputusan terbaik."

"Tentu saja, saya mengerti ... " kata Luna yang merasa semakin terjebak dengan situasi ini.

"Kalau begitu, pembicaraan saat ini sudah selesai. Namun, bisakah Nona Luna datang ke sini lagi bersama Damian usai jam makan siang nanti?"

"Apa masih ada hal lain yang harus dibicarakan, Direktur-nim?" tanya Luna

"Tentu saja, ini baru sebagian dan belum sepenuhnya selesai. Saya harap Nona Luna bisa meluangkan waktu sekali lagi setelah jam makan siang. Atau Nona ingin kami mengatur waktu lain untuk pertemuan berikutnya?"

"Tidak perlu, saya akan kembali setelah makan siang," jawab Luna

"Luna, ada yang ingin kubicarakan denganmu," ucap Damian

"Baik, Tuan Lee ... " kata Luna

"Kalau begitu, saya juga permisi dulu, Direktur-nim," ujar Manager Nam

"Ya, silakan ... " sahut Direktur agency

Kedua lelaki itu akhirnya mengeluarkan suara setelah pembicaraan penting antara Direktur agency dan Luna kali ini usai.

Luna, Lee Damian, dan Manager Nam pun bangkit dari posisi duduk dan beranjak meninggalkan ruangan Direktur agency tersebut.

"Damian, aku mau bertanya. Saat kalian berdua datang bersama tadi, apa situasi di luar aman dan baik-baik saja? Yang kumaksud, tidak ada reporter atau paparazi di luar gedung, kan?" tanya Manager Nam

"Saat aku datang bersama Luna tadi, kami berdua langsung berjalan masuk ke dalam gedung dengan cepat hingga aku tidak terlalu memerhatikan. Mianhae, Hyeong ... " jelas Damian

"Tidak masalah, aku akan memeriksanya. Kau bicara saja dengan Nona Luna seperti yang kau mau," kata Manager Nam

Setelah Manager Nam beralih pergi, Lee Damian mengajak Luna mencari tempat nyaman untuk bicara berdua. Akhirnya idol tampan itu membawa gadis pengawal itu ke ruang latihan yang sedang kosong untuk bicara di sana. Keduanya pun duduk di kursi panjang yang bersandaran dengan dinding di dalam ruang latihan tersebut.

"Apa tidak masalah kalau aku mengajakmu bicara di sini, Luna?" tanya Damian

"Tentu, tidak masalah. Di sini tempat yang nyaman untuk bicara. Saya jadi teringat saat dulu sesekali masuk ke ruang ini saat AVIOR sedang latihan bersama," jawab Luna saat mengingat masa lalu ketika dirinya masih menjadi pengawal AVIOR.

"Itu benar, Luna. Kau yang hanya sesekali datang ke ruang latihan ini bahkan sudah tidak lagi memberi pengawalan pada AVIOR dan terus bersama kami seperti sebelumnya," ucap Damian

"Karena bagaimana pun juga kontrak kerja untuk itu sudah berakhir dan anggota grup AVIOR kini sedang menikmati waktu debut secara terpisah," ujar Luna

"Meski begitu, kami masih tergabung dalam grup AVIOR dan merupakan kesatuan yang utuh. Setelah waktu debut secara terpisah ini usai, kami akan kembali menjadi satu seperti dulu karena kami tak terpisahkan," sahut Damian

"Saya sangat mengerti hal tersebut. Jadi, apa yang ingin Anda bicarakan dengan saya, Tuan Lee?" tanya Luna

"Sebelumnya aku ingin minta maaf karena semua ini pasti terasa begitu mendadak bagimu dan kami bahkan seolah mendesakmu untuk membuat keputusan yang sulit meski pun akhirnya kau diberi waktu untuk memikirkannya," jelas Damian

"Tuan Lee, Direktur-nim tadi mengatakan keputusan yang ditawarkan pada saya itu adalah hasil keputusan yang telah didiskusikan bersama sebelumnya. Jadi, Anda sudah tahu tentang keputusan itu?" tanya Luna

"Itu benar, aku memang sudah mengetahuinya lebih dulu. Itulah sebabnya saat aku ingin menjelaskan alasan dari situasi yang terjadi pada acara malam itu, sebenarnya aku juga ingin sedikit memberi tahu padamu soal keputusan besar pihak agency kami. Namun, kau bilang aku harus fokus menyetir. Aku tidak bermaksud menyalahkanmu, ini memang salahku yang tidak bisa langsung bicara dengan jelas," jelas Damian

"Saya mengerti, tidak masalah bagi saya mendengar hal ini dari siapa. Entah itu dari Tuan Lee atau Direktur-nim, pada akhirnya sama saja saya juga akan mendengarnya dan harus membuat keputusan. Ini bukan salah Anda, situasinya saja yang sedang tidak begitu baik. Namun, apa menurut Anda keputusan ini adalah yang terbaik, Tuan Lee?" tanya Luna

"Tentu saja, akulah yang membuat keputusan itu dan meminta manager Nam dan direktur-nim untuk percaya dan setuju dengan keputusan ini hingga akhirnya memintamu bergabung untuk mendiskusikannya karena ini menyangkut dirimu dan pilihanmu untuk membuat keputusan akhir," ungkap Damian

"Kami memang memberikan waktu untukmu memikirkannya, namun kuharap kau tidak merasa terbebani atau terpaksa dengan semua ini. Pikirkanlah baik-baik, Luna ... " sambung Damian

"Apa maksudnya saat Damian bilang dia yang membuat keputusan ini dan meminta manager Nam dan direktur-nim untuk percaya dan setuju dengan keputusan itu? Apa itu artinya pernikahan yang ditawarkan padaku itu adalah permintaan langsung darinya? Damian memang punya niat untuk menikahiku? Jadi, pernyataannya saat sesi wawancara hingga ia menarikku ke hadapan para reporter pada akhir acara malam itu adalah kebenaran yang sesungguhnya? Bagaimana aku harus merespon hal ini?" batin Luna bertanya-tanya dengan perasaan menggelitik yang membuat hatinya tersentuh.

"Luna, kenapa kau tidak menunjukkan reaksi apa pun? Bagaimana aku harus bersikap padamu setelah ini jika kau tetap terlihat biasa saja?" batin Damian yang ikut merasa bingung.

Saat kedua sejoli ini larut dalam lamunannya masing-masing, Luna dan Lee Damian sama-sama mendengar suara langkah kaki beberapa orang yamg terus mendekat ke ruangan tersebut. Suara mereka yang terdengar pun terasa familiar. Begitu pintu ruang latihan dibuka dari luar, Luna dan Lee Damian langsung bangkit dari posisi duduknya.

Ternyata mereka yang masuk ke dalam ruangan latihan tersebut adalah anggota AVIOR lainnya, yaitu Kim Mavis, Park Juan, Baek Jericho, dan Han Yasha. Dengan adanya Lee Damian di sana, grup AVIOR hanya kurang satu anggota. Yaitu, Min Roland, yang saat ini sedang menjalankan tugas wajib militernya.

Lee Damian yang sudah lebih dulu bersama Luna di sana seolah sedang tertangkap basah sedang melakukan kencan tersembunyi. Melihat keduanya di sana membuat keempat anggota grup AVIOR itu terkejut, begitu pula dengan Luna dan Lee Damian.

Terpopuler

Comments

Elisabeth Ratna Susanti

Elisabeth Ratna Susanti

suka 😍

2024-03-14

1

Terra Chi

Terra Chi

Episode berikutnya sudah terbit, ya

2024-03-11

0

icaica

icaica

tercyduk deh

2024-03-11

1

lihat semua
Episodes
1 PROLOG - Beruntung.
2 1 - Skandal.
3 2 - Kisah Princess Cinderella dan Prince Charming Abad Ini.
4 3 - Membeku Bukan Karena Kedinginan.
5 4 - Kacau.
6 5 - Sudah Ditunggu.
7 6 - Menghabiskan Waktu bersama Sesama Para Gadis.
8 7 - Bergosip Ria.
9 8 - Lagi-Lagi, Penyangkalan.
10 9 - Hanya Berupa Pesan Teks.
11 10 - Menjemput.
12 11 - Langsung pada Intinya.
13 12 - Seolah Tertangkap Basah.
14 13 - Mendukung Hubungan.
15 14 - Menutupi Perasaan.
16 15 - Berbunga-Bunga.
17 16 - Seolah Hanya Pernikahan Bisnis.
18 17 - Sedikit Tertarik.
19 18 - Mengunjungi Rumah Paman.
20 19 - Meminta Izin.
21 20 - Ibu dan Ayah.
22 21 - Memberi Salam.
23 22 - The Reason (Alasan).
24 23 - Menembus Media Internasional.
25 24 - Merayu.
26 25 - Senior dan Junior.
27 26 - Mabuk Parah.
28 27 - Saling Bersentuhan.
29 28 - Pereda Mabuk.
30 29 - Menyimpan Informasi
31 30 - Melanggar Janji.
32 31 - Datang Bersamaan.
33 32 - Khawatir.
34 33 - Sudah Ditentukan dan Semakin Dekat.
35 34 - Bahagia itu Sederhana.
36 35 - Calon Menantu.
37 36 - Mengubah Panggilan.
38 37 - Mewarisi Gen.
39 38 - Calon Kakak Ipar.
40 39 - Calon Keluarga Besan.
41 40 - Tipe Ideal.
42 41 - Foto Masa Kecil.
43 42 - Lelah Setelah Kesepian.
44 43 - Menunggu.
45 44 - Membuang-Buang Makanan.
46 45 - Memo Note.
47 46 - Demam.
48 47 - Menyuapi Bubur.
49 48 - Menyeka Keringat.
50 49 - Hidangan Buah.
51 50 - Merasa Heran.
52 51 - Merawat dengan Baik.
53 52 - Tak Terduga.
54 53 - Tiket Konser.
55 54 - Konser Comeback.
56 55 - kartu Belakang Panggung.
57 56 - Lagu Ballad.
58 57 - Bias.
59 58 - Melacak.
60 59 - Mengikuti.
61 60 - Gedung Terbengkalai.
62 61 - Sasaeng.
63 62 - Kantor Polisi.
64 63 - Motif.
65 64 - Menuruti Kata Suami.
66 65 - Duo Koki Tampan.
67 66 - Makan Malam di Luar.
68 67 - Seperti De Javu.
69 68 - Tidak Pulang.
70 69 - Harus Jujur.
71 70 - Manusia Kutub.
72 71 - Taman Bermain.
73 72 - Hujan.
74 73 - Terdengar Berbeda.
75 74 - Selimut.
76 75 - Perih dan Panas.
77 76 - Impas.
78 77 - Menginap.
79 78 - Jadwal Piket.
80 79 - Anniversarry.
81 80 - Wajah Masam.
82 81 - Makan Siang.
83 82 - Gym.
84 83 - Diapit oleh Dua Idola Tampan.
85 84 - Ingin Mempermalukan justru Dipermalukan.
Episodes

Updated 85 Episodes

1
PROLOG - Beruntung.
2
1 - Skandal.
3
2 - Kisah Princess Cinderella dan Prince Charming Abad Ini.
4
3 - Membeku Bukan Karena Kedinginan.
5
4 - Kacau.
6
5 - Sudah Ditunggu.
7
6 - Menghabiskan Waktu bersama Sesama Para Gadis.
8
7 - Bergosip Ria.
9
8 - Lagi-Lagi, Penyangkalan.
10
9 - Hanya Berupa Pesan Teks.
11
10 - Menjemput.
12
11 - Langsung pada Intinya.
13
12 - Seolah Tertangkap Basah.
14
13 - Mendukung Hubungan.
15
14 - Menutupi Perasaan.
16
15 - Berbunga-Bunga.
17
16 - Seolah Hanya Pernikahan Bisnis.
18
17 - Sedikit Tertarik.
19
18 - Mengunjungi Rumah Paman.
20
19 - Meminta Izin.
21
20 - Ibu dan Ayah.
22
21 - Memberi Salam.
23
22 - The Reason (Alasan).
24
23 - Menembus Media Internasional.
25
24 - Merayu.
26
25 - Senior dan Junior.
27
26 - Mabuk Parah.
28
27 - Saling Bersentuhan.
29
28 - Pereda Mabuk.
30
29 - Menyimpan Informasi
31
30 - Melanggar Janji.
32
31 - Datang Bersamaan.
33
32 - Khawatir.
34
33 - Sudah Ditentukan dan Semakin Dekat.
35
34 - Bahagia itu Sederhana.
36
35 - Calon Menantu.
37
36 - Mengubah Panggilan.
38
37 - Mewarisi Gen.
39
38 - Calon Kakak Ipar.
40
39 - Calon Keluarga Besan.
41
40 - Tipe Ideal.
42
41 - Foto Masa Kecil.
43
42 - Lelah Setelah Kesepian.
44
43 - Menunggu.
45
44 - Membuang-Buang Makanan.
46
45 - Memo Note.
47
46 - Demam.
48
47 - Menyuapi Bubur.
49
48 - Menyeka Keringat.
50
49 - Hidangan Buah.
51
50 - Merasa Heran.
52
51 - Merawat dengan Baik.
53
52 - Tak Terduga.
54
53 - Tiket Konser.
55
54 - Konser Comeback.
56
55 - kartu Belakang Panggung.
57
56 - Lagu Ballad.
58
57 - Bias.
59
58 - Melacak.
60
59 - Mengikuti.
61
60 - Gedung Terbengkalai.
62
61 - Sasaeng.
63
62 - Kantor Polisi.
64
63 - Motif.
65
64 - Menuruti Kata Suami.
66
65 - Duo Koki Tampan.
67
66 - Makan Malam di Luar.
68
67 - Seperti De Javu.
69
68 - Tidak Pulang.
70
69 - Harus Jujur.
71
70 - Manusia Kutub.
72
71 - Taman Bermain.
73
72 - Hujan.
74
73 - Terdengar Berbeda.
75
74 - Selimut.
76
75 - Perih dan Panas.
77
76 - Impas.
78
77 - Menginap.
79
78 - Jadwal Piket.
80
79 - Anniversarry.
81
80 - Wajah Masam.
82
81 - Makan Siang.
83
82 - Gym.
84
83 - Diapit oleh Dua Idola Tampan.
85
84 - Ingin Mempermalukan justru Dipermalukan.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!