Mati rasa

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

Ibu Dona buru-buru bersembunyi setelah melihat Bella berjalan ke arahnya. ia memilih bersembunyi di belakang Sofa agar bella tidak mengetahui keberadaan dirinya di sana. "Ck. Sial, tidak seru. kenapa Anton tidak menghajar Bella saja agar tidak sok kecantikan! Sok di kejar-kejar oleh pria tampan. Dasar menyebalkan!" Batin ibu Dona bergemuruh kesal.

Bella baru saja masuk ke dalam rumah, lalu masuk ke dalam kamarnya lalu menutup pintu dengan sangat kasar.

Brak

Ibu Dona sampai terjungkal kaget akibat mendengar gebrakan pintu yang di lakukan Oleh Bella. "Ck. Sialan, dasar wanita barbar tidak sopan. Dia pikir ini hutan bisa menutup pintu sembarangan!"semakin kesal saja hari ibu Dona hari ini.

Lalu ia memilih keluar dari persembunyiannya untuk menemui putra tirinya yang lucunya sangat ia cintai."Sayang kamu tidak apa-apa kan? Sudahlah jangan marah-marah lagi! Kasihan Bella baru saja datang. lebih baik kita masuk, aku akan buatkan kamu minum dulu bagaimana?"Ucap Dona berusaha merayu.

"Menjauhkan dariku!" Bentak Anton untuk pertama kalinya ke pada Dona.

Dona tersentak kaget, baru kali ini Anton bersikap kasar seperti itu padanya."Kenapa kau malah marah padaku hah?"Dona tidak mau kalah, ia terus berusaha mendapatkan perhatian dari Anton.

"Aku bilang menjauh lah Dona, apa kau mau Bella curiga melihat kita dekat seperti ini? Sikapmu itu bisa membuat semua orang curiga!"Ucap Anton dengan lirih, ia berucap dengan suara tertahan agar Bella tidak bisa mendengar apa yang di ucapkan nya barusan. Anton tau jika saat ini Bella sedang mengintipnya dari celah korden kamar, karena sejak tadi Anton menatap ke arah kamarnya dan juga Bella. Tidak mau membuang waktu, Anton memilih masuk kedalam rumah lebih dulu untuk menemui sang istri. meninggalkan Ibu Dona yang nampak murka karena rencananya gagal untuk menjauhkan Bella dengan Anton.

Sementara Bella yang tadi sempat mengintip dari balik korden jendela, kini menutup kembali kain itu dengan hati yang sangat kesal. Awalnya niatnya ingin mandi malah tidak jadi dan memilih menjatuhkan tubuhnya ke atas ranjang guna menenangkan diri. Bella membalik tubuhnya menjadi tengkurap lalu menutup seluruh tubuhnya menggunakan selimut tebal.

"Sial aku gagal lagi!"Batin Dona bergemuruh.

Anton sudah sampai di depan pintu dan berniat untuk membukanya, namun yang terjadi bukannya terbuka! pintu itu malah tetap kokoh berdiri di hadapannya. Sial benar-benar sial, ternyata pintunya di kunci dari dalam oleh Bella. Hal itu membuat Anton semakin frustasi hingga mengusap wajahnya beberapa kali dengan sangat kasar. Ia sampai memukul angin guna menetralkan suasana hatinya yang sedang kacau karena merasa sangat cemburu dengan Bella, belum lagi dengan kejadian barusan yang membuatnya ingin memukul Bella jika saja ia tidak segera sadar dari emosinya. "Sial, kenapa jadi begini?"Umpat Anton menyesali segala yang sudah terjadi.

Tok Tok Tok

''Bell, sayang buka pintunya Mas mau masuk Bella!"Ucap Anton dengan berteriak. Ia terus saja membujuk bela agar membuka pintunya dan mengijinkannya masuk.

Namun nampaknya Bella tak bergeming sedikitpun, ia tetap kekeh pada pendiriannya yang akan tetap diam tidak akan membuka pintu sebelum hatinya tenang.

"Ton ada apa?"Tiba-tiba Ibu Dona nyelonong masuk dan memeluknya dari belakang.

Tentu saja Anton merasa risih kali ini, jiwanya sedang tidak baik-baik saja. Maka dari itu usaha rayuan dari ibu Dona nampak tidak berdampak apa-apa kepadanya, karena yang ada di dalam otak Anton saat ini hanya ingin merayu Bella agar memaafkan dirinya.

lagi-lagi Anton menolak dirinya, tentu saja hal itu membuat hati ibu doan terluka. usahanya untuk merayu pria itu harus gagal total karena Bella yang bisa membuat Anton yakin jika dirinya tidak melakukan apapun tadi."Sial kalau begini terus bisa-bisa Anton mengabaikanku dan lebih memilih Bella. tidak bisa di biarkan, pokoknya aku harus melakukan sesuatu!"Setelah itu m buru-buru Ibu Dona keluar entah kemana, yang jelas ia saat ini ingin membeli sesuatu yang bisa melancarkan aksi balas dendamnya ke pada Bella.

Sementara Anton tampak menyenderkan tubuhnya di depan pintu, tubuhnya melorot perlahan hingga terduduk di lantai. Agaknya saat ini ia sedang memikirkan sesuatu hingga membuatnya sampai menundukkan kepala, dan mengangkat kedua kakinya sebagai penyangga tubuhnya agar seimbang. "Kau bodoh Anton, bodoh! Bagaimana bisa kau begitu mempercayai wanita seperti Dona yang pernah menghancurkan hatimu dulu! Dia yang sudah Mengkhianati mu dengan ayahmu, lalu kenapa dengan mudahnya kau begitu percaya dengan ucapan wanita rubah seperti Dona?"Ucap Anton menyesali tindakannya, "Hahhh"Ia sampai berteriak sembari mencengkeram kuat Rambutnya, guna menetralisir rasa gundah di hatinya.

Sementara Bella langsung bangkit dari tidurnya karena kaget dengan suara teriakan Anton dari balik pintu. Buru-buru ia turun dan memakai alas kakinya untuk melihat keadaan sang suami, mau bagaimanapun Bella sangat khawatir dengan suaminya saat ini.

Clek

Setelah membuka pintu, Bella nampak melihat punggung suaminya nampak bergetar hebat. Anton tak bergeming dari tempat saat ini walau terdengar jika Bella sudah membuka pintu untuknya. perlahan Bella mendekat dan menyentuh punggung Anton yang masih nampak bergetar.

Seketika itu pula Anton menghentikan tangisnya, ia mengangkat kepala dan melihat siapa yang menyentuh punggungnya saat ini."Bella, Ucap Anton sembari mengulurkan tangannya untuk memeluk sang istri.

Bella nampak bergeming, dia hanya diam saja tidak membalas pelukan dari suaminya. Sejujurnya Bella belum sepenuhnya memaafkan tindakan Anton tadi, tapi karena rasa khawatir nya lebih tinggi ia memutuskan untuk keluar mengecek keadaan suaminya sendiri. Ada perasaan bersalah di hati Bella dan Anton, seharusnya mereka membicarakan kesalah pahaman ini lebih dulu. Namun karena sudah terlanjur emosi, Anton tidak bisa menahan rasa cemburunya kepada Bella setelah melihat vidio yang tadi di perlihatkan Dona padanya.

"Maafkan aku sayang, aku mengaku aku salah. Aku yang tidak pernah mengerti perasaanmu, aku yang selalu saja mengabaikan mu. tapi seharusnya kau menghubungi ku lebih dulu jika kau ingin pulang, kenapa kau malah memilih di antar oleh pria lain. Aku cemburu Bella, tidak kah kau mengerti sakit hatiku ini?"Ucap Anton di sela-sela tangisnya.

Hati Bella Bella mencelos, bukannya dia tidak mau menghubungi suaminya itu. "Apa mas lupa? Jika setiap aku menghubungi mu untuk menjemput ku, apakah mas pernah mau? Mas selalu beralasan lembur, jadi aku pikir kau akan pulang sendiri saja hari ini!" Bella menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi, tanpa di tambahi atau di kurangi. entah mengapa kali ini hatinya terasa mati, tidak bergetar seperti biasanya saat bersama sang suami.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!