Pertengkaran

...****************...

"Sampai sini saja Van!"Bella menghentikan Evan yang ingin mengantarkannya pulang sampai rumah.

"Loh kenapa Bella? Bukannya rumahmu masih jauh dari sini?" Ucap Evan sedikit kecewa. padahal ia sudah sangat berharap bisa mengantar Bella sampai rumahnya!!

Bella menatap Evan dengan sangat aneh, ia berfikir bagaimana bisa Evan tau jika rumahnya sudah tidak jauh dari sana? Padahal Evan baru saja pindah ke kota itu dan baru saja kembali bertemu dengannya. Sungguh aneh bukan?

"Bagaimana kau tau Van? Perasaan aku tidak pernah bicara soal rumahku! Kamu tau dari mana?"Tanya Bella yang masih penasaran.

"Oh itu, tentu saja aku tau bell. aku ini atasanmu, pastinya aku tau dari CV kerjamu lah, dari mana lagi? masak Begitu saja kamu bingung sih bell!"Ucap Evan dengan berbohong.

"Ohh iya aku lupa!"Ucap Bella sembari menyengir kuda.

"Yaudah Van, terimakasih tumpangannya. Dan traktiran nya hari ini ya? Kau memang bos yang baik, sering-sering sajalah mentraktir ku!" Ucap Bella bermaksud bercanda. lalu ia membuka sabuk pengamannya dan memutuskan untuk turun dengan melambaikan tangannya ke arah mobil Evan yang berjalan menjauh dari tempatnya berdiri saat ini.

Bella berjalan tertatih karena masih merasakan sakit di area tumitnya. Namun saat bersama Evan tadi ia berlagak baik-baik saja agar pria itu tidak terlalu berlebihan khawatir kepada dirinya."Ya ampun ternyata berdrama tidak apa-apa itu melelahkan juga ya?

"Ucap Bella menggerutu sendiri. sesekali ia meringis karena rasa perih di kakinya agaknya luka di kaki Bella kembali berdarah atau malah bertambah lagi lukanya??, mengingat wanita itu terus saja memaksakan diri untuk berjalan sejak tadi."Gila sih ini, masak dokter bisa terluka tapi tidak bisa mengobati dirinya sendiri? Menggelikan!"Ucap Bella kesal pada dirinya sendiri.

Sesampainya di rumah,nyatanya Bella sudah di sambut oleh Tatapan tajam yang di berikan oleh Anton padanya.

Glek

Dari jauh Bella sudah melihat tatapan tajam sang suami untuknya!! Entah kenapa Bella merasakan hal yang tidak enak di dalam hatinya. dengan perlahan ia mendekati sang suami dengan tersenyum canggung."Mas Anton kenapa? Kok kayak lagi marah begitu ya? Apa dia ada masalah?"Bella hanya bisa menduga-duga di dalam hati. Sementara Anton baru saja melangkah ke arahnya dengan tidak sabaran Anton langsung mencekal pergelangan tangan Bella hingga membuat istrinya itu kesakitan.

"Au Au AU Sakit mas, apa yang kamu lakukan?"Pekik Bella dengan meringis menahan sakit, sudah sakit kakinya kini sakit pula tangannya.

Bella nampak memukuli tangan Anton yang masih terus mencengkeram Tangannya dengan sangat kuat. Bahkan semakin kuat saja saat Bella memberontak dengan memukuli tangannya minta di lepaskan. "Mas, sebenarnya kamu ini kenapa? Lepasin mas, kamu kesurupan ya?" Ucap Bella dengan meringis menahan tangis.

" Dari mana saja kamu?"Anton tiba-tiba saja mengeluarkan suaranya dengan raut wajah dingin, ia terus menatap Bella dengan sorot mata tajam seakan ingin menguliti istrinya yang baru saja pulang.

"Apa maksudmu mas? Jelas-jelas aku baru saja pulang bekerja, kamu ini kenapa? Kenapa kau seperti mencurigai ku?" Pekik Bella setelah dapat lepas dari cengkeraman tangan Anton yang mengendur.

Bella nampak menggosok-gosok lengannya yang memerah akibat ulah Anton. Ia ingin melanjutkan langkahnya masuk ke dalam rumah untuk mandi karena tubuhnya terasa sangat lengket saat ini.

"Mau kemana?"Tanya Anton sembari merentangkan sebelah tangannya di depan tubuh Bella. Ia tidak akan melepaskan Bella sebelum istrinya itu mengakui seluruh perbuatannya di belakangnya selama ini.

Pok Pok Pok

"Wah wah wah, tuan putri Bella ternyata sudah pandai berbohong rupanya!"Ucap Anton sembari memutari tubuh Bella dengan bertepuk tangan."Katakan padaku dari mana kau tadi nyonya Bella? Kenapa baru pulang jam segini? Apa kau sudah lupa jika statusmu sudah memiliki suami hingga kau berani membohongi ku dengan pergi bersama pria lain di belakangku?"Ucap Anton penuh aura intimidasi.

Deg

Bella Terjingkat kaget karena apa yang baru saja ia dengar, Suaminya Anton menuduhnya jalan dengan pria lain di belakang suaminya?."Mas Anton tau dari mana aku tadi jalan dengan Pria?"Tanya Bella memberanikan diri.

Anton berbalik mencengkeram dagu Bella sebelum menjawab pertanyaan darinya,"Kau ingin tau aku tau dari mana? Kau takut jika aku mengetahui dosa-dosa mu selama ini telah berani membohongi ku selama ini?"Ucap Anton yang sejak tadi sudah berusaha menahan emosi dan rasa cemburu di hatinya.

"Apa maksudmu mas?Oke aku minta maaf jika aku tidak jujur padamu, benar jika tadi aku bersama pria lain tapi pria itu adalah atasanku. Dia berusaha mengantarkan ku pulang karena melihatku jalan kaki tadi!"Jawab Bella jujur

"Apa katamu tadi, jalan kaki? Lalu kenapa kau tidak menghubungi ku hah?"Pekik Anton yang berteriak tepat di depan Bella. jujur saja Anton sudah tidak bisa mengendalikan emosinya hingga hampir mengangkat tangannya untuk memukul Bella, jika saja ia tidak segera menguasai emosi nya pasti sudah terjadi KDRT kepada Bella.

Bella nampak memejamkan mata dan mengangkat kedua tangannya untuk menjadi tameng tubuhnya dari pukulan Anton.

Ternyata perdebatan keduanya di pantau terus oleh ibu Dona yang mengawasi keduanya dari balik Pintu."Rasakan, aku harap setelah ini Anton akan menceraikan mu dan menikahiku!"Gumam Dona tersenyum girang. Ia tidak sabar ingin menyandang gelar sebagai seorang Istri dari Anton.

Merasa tidak merasakan sesuatu, bela mulai membuka kembali kedua matanya dan menurunkan tangannya seperti semula."Kamu ini kenapa sih mas? Memangnya apa yang salah? Aku tidak melakukan apapun dengan atasanku, ia hanya ingin mengantar kan aku pulang karena kasih padaku. Kakiku lecet mas, aku salah memakai sepatu. Jika kau tidak percaya lihat ini!" Ucap Bella sembari menaikkan satu kakinya demi membuka sepatu yang ia pakai. Lalu ia dengan sengaja menarik plaster yang menempel di atas tumitnya agar Anton melihat luka di kakinya dengan jelas. Ia tidak mau di tuduh berbohong lagi oleh suaminya."Lihat ini lihat!"Bella sampai meneteskan air matanya karena merasa sakit hati dan perih di kakinya yang kembali terluka.

Anton terbelalak, luka di kaki Bella kembali mengeluarkan darah. Agaknya luka di kaki Bella semakin parah karena di paksa di tarik begitu saja oleh Bella tadi. Anton beralih menatap wajah istrinya yang nampak menangis. Ada rasa sakit di hatinya karena tidak mempercayai istrinya dan malah terhasut oleh ucapan ibu tirinya yang memang jelas terang-terangan tidak menyukai Bella menjadi istrinya.

"Sayang maafkan aku!"Ucap Anton dengan lembut, ia berusaha menyentuh pipi Bella dan ingin sekali memeluk tubuh istrinya.

Melihat itu, Bella berusaha menghindar dan berjalan tertatih masuk ke dalam rumah meninggalkan Anton dengan segala penyesalan yang menggerogoti hatinya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!