......................
Bella Keluar dari Tempatnya bekerja Sekitar pukul 5 sore lebih. hari ini dirinya tidak ada niatan untuk menghubungi Suaminya untuk sekedar menjemput dirinya seperti biasa, entah kenapa akhir-akhir ini Bella merasa malas untuk berdekatan dengan suaminya!! Apalagi sejak kejadian beberapa hari yang lalu, Bella Sudah sangat jarang mau disentuh oleh Anton. Walau pasti terkadang suaminya itu akan memaksa dirinya seperti biasa.
"Taksi"Bella berusaha melambaikan tangannya namun lagi-lagi usahanya gagal karena taksi itu sudah berpenumpang."CK. kenapa hari ini padat sekali sih?Gumam Bella kesal.Karena sejak tadi tidak mendapatkan Taksi, Bella langsung memutuskan untuk jalan saja!! toh jaraknya juga tidak terlalu jauh pikir Bella. Namun nyatanya sudah 10 menit ia berjalan tapi tak kunjung sampai juga ke tempat tujuan!!
"HOS HOS HOS " Nafas Bella nampak memburu. "Ya Tuhan kenapa jadi sejauh ini?"Gerutu Bella sembari berjongkok memegang lututnya yang nyeri.
Tin Tin
Tiba-tiba terdengar bunyi klakson membuyarkan pikiran Bella, hingga dengan terpaksa membuatnya menoleh untuk melihat siapa yang sudah berani mengusiknya dengan membunyikan klakson seperti itu.
Namun Bella nampak mengerutkan keningnya karena menyadari siapa yang tengah mengusiknya."Bukannya itu mobil Evan? Ya itu mobil Dokter Evan, lah tumben sekali dia lewat jalan ini?"Batin Bella penuh tanya.
Ternyata benar apa isi pikiran Bella. Evan menepikan mobilnya dan langsung saja turun dari mobilnya dengan menggunakan kaca mata hitam yang bertengger manis di kedua matanya yang hazel. Evan berjalan menghampiri Bella dengan senyum yang menghiasai wajahnya yang tampan.
''Halo cantik, sedang apa kamu di sini?"Sapa Evan sembari celingak-celinguk seperti sedang mencari sesuatu.
"Kamu kenapa?"Tanya Bella yang ikutan bingung melihat tingkah Evan yang seperti sedang mencari sesuatu.
"Kamu sendiri?"Evan memulai obrolan.
"Iya, memangnya kamu lihat ada orang lain di sini?"Jawab Bella sedikit kesal dengan memutar bola matanya malas."Kamu tumben lewat sini? Memangnya mau kemana?"Tanya Bella.
"Enggak tadi aku kebetulan mau beli Cctv buat rumah baru aku, eh lihat kamu di sini makanya aku turun buat nemuin kamu! Kamu mau pulang ya?"Ucap Evan dengan tersenyum lembut.
"Ahh ya aku mau pulang!! tapi sebelum itu aku mau mampir dulu ke toko elektronik sana!"Tunjuk Bella pada salah satu Toko elektronik terbesar di kotanya saat ini.
"Oh kebetulan sekali bel, aku juga mau kesana! Gimana kalau kita bareng saja? Itu sih jika kamu mau!"Ucap Evan memberi penawaran.
"Oke kebetulan sekali aku juga sudah lelah, kakiku juga sakit!" Ucap Bella sembari menunjukkan jempol kakinya yang lecet.
"Ya ampun Bella, kamu ini seorang dokter Lo. Kenapa kamu pakai sepatu seperti itu saat kerja, itu tidak nyaman Bella! Apalagi jika harus di pakai berlari dan jalan jauh, benar-benar tidak safety atau rekomendasi sekali!!." Tutur Evan sembari mengubah posisi dengan berjongkok guna melihat kaki Bella yang sempat di tunjukkan padanya tadi.
"Ehh mau apa?" Bella sampai melangkah mundur karena merasa tidak enak melihat atasannya malah berjongkok di hadapannya.
"Tenang saja Bella, aku hanya ingin melihat kakimu saja!"Ucap Evan sembari melepaskan kembali sepatu hak tinggi Bella, lalu ia melihat dengan teliti seperti apa luka yang Bella alami."Tunggu di sini ya bell, aku ambil kotak P3K dulu!"Ucap Evan sembari berlari menuju mobilnya!! Setelah mendapatkan apa yang ia butuhkan, Evan langsung saja menuju ke arah Bella kembali guna mengobati luka di kaki rekan kerjanya itu.
"Kita ke mobilku saja Bella, kita obati di sana!"Ucap Evan sembari mengandeng tangan Bella.
Tanpa keduanya sadari, ternyata gerak gerik keduanya di awasi oleh seseorang yang tidak sengaja melihat keduanya bergandengan tangan dengan sangat mesra! padahal sebenarnya yang terjadi adalah Evan yang membatu Bella untuk berjalan, agar tidak merasa kesakitan. "Duduk di sini bell!"Ucap Evan setelah membuka pintu mobilnya, Bela menurut saja lantas langsung duduk di jok depan dengan kaki yang di keluarkan hingga mempermudah Evan untuk mengobati lukanya.
"Apa ini sakit?"Ucap Evan dengan usil memencet luka di kaki Bella hingga membuat wanita itu berteriak kencang.
"Ahhh sakit tau."Pekik Bella sembari memukul lengan Evan yang tadi sempat memencet lukanya! Evan nampak tersenyum senang, agaknya usahanya untuk lebih dekat dengan Bella akan segara tercapai. Walau Evan tau jika Bella nyatanya sudah bersuami, tapi cintanya pada perempuan itu tidak lah pudar. Malah semakin besar saja!! Evan sendiri tidak tau apakah itu cinta atau obsesi? Yang jelas Evan sangat ingin memiliki Bella, itulah tekatnya hingga membuatnya rela pindah ke kota ini.
Nyatanya semua yang terjadi mulai dari Evan menggandeng Bella berjalan ke arah mobil, hingga Evan mengobati luka Bella semua terekam jelas di kamera ponsel milik seorang wanita paruh baya. Siapa lagi jika bukan Ibu Dona, ibu mertua sekaligus ibu tiri dari suami sah Bella. "Amazing, indah sekali. Aku tidak menyangka jika kelinci kecil itu pintar sekali mendapatkan pria! Bagus dengan begini aku bisa membuat Anton membenci Bella dan menjauhkan mereka berdua!"Ucap Ibu Dona dengan semangat. lalu ia buru-buru berlari mencari ojek untuk pulang menemui Anton yang sudah sejak tadi siang berada di rumah menunggu kepulangan Bella.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
"Kamu mau cari apa bell?"Ucap Evan penuh selidik, biasanya jarang sekali seorang wanita mau meluncur sendiri mencari barang elektronik. Apalagi Bella, colokin listrik aja dia tidak berani.
"Ah kamu tadi ngomong apa Van?"Ucap Bella yang tadi melamun.bukannya menjawab pertanyaan Evan, dia malah balik bertanya.
"Sudahlah lupakan!"Evan lebih memilih untuk tidak banya bicara, agaknya Evan menyadari jika Bella sedang banyak pikiran saat ini. Sesampainya di toko itu, Evan meminta Bella untuk segera turun guna mencari apa yang dia butuhkan."Turunlah bel, kita sudah sampai!"Ucap Evan dengan lembut.
Bella mengangguk patuh, ia turun dan berjalan masuk beriringan dengan Evan yang juga mencari barang yang sama dengan dirinya. Saat asik memilih, Evan memutuskan untuk bertanya karena ada yang aneh dengan sikap Bella yang membuatnya jadi curiga.
"Untuk apa CCtV sekecil itu bell? Kamu sudah kayak mata-mata saja!"Sindir Evan sembari terkikik geli, ia ingat betul jika masa kecil mereka senang sekali bermain agen mata-mata. Dan dirinya selalu saja di paksa mengalah oleh Bella jika tidak mau membuat gadis kecil itu menangis.
"Oh ini, aku memang ingin jadi agen mata-mata kok!"Ucap Bella asal.
"Apa? jangan bercanda Bella, agen mata-mata seperti apa yang ingin kau praktekkan? Sudahlah, jadilah dokter yang baik saja. Tidak usah banyak tingkah Bella!"Ucap Evan menasehati.
Bella hanya menanggapi ucapan atasannya itu dengan senyuman, Bella tidak mungkin berbicara menyoal rumah tangganya. Mau bagaimanapun Evan adalah orang asing bagi dirinya dan tidak sepantasnya Evan mengetahui urusannya terlalu jauh.
***Download NovelToon untuk nikmati pengalaman membaca lebih baik!***
Updated 58 Episodes
Comments
Myra Myra
niey mesti ada salahpaham
2024-03-08
0