Sedikit menemukan titik terang.

...🔥🔥🔥🔥🔥...

"Wah kamu sudah pulang bel, Katanya pulang jam 7 malam! Ini saja baru jam 6 kok sudah pulang?"Ucap Wanita yang lebih tua 12 tahun dariku itu seperti tidak suka melihatku.

Aku langsung menghentikan langkahku saat baru mengingat jika aku sama sekali tidak mengatakan apapun pada Ibu Dona, seingatku tadi aku hanya mengatakan itu kepada suamiku saja!! lalu dari mana Ibu mertuaku itu tau jika aku akan pulang terlambat pikirku semakin curiga. Saat Ibu Dona berjalan melewati ku, tak sengaja Ku lihat ibu Dona nampak seperti kegerahan karena saat ini ia tengah berjalan sembari mengepang rambutnya tinggi-tinggi.

Deg

Lagi-lagi aku di buat tercengang tak percaya dengan apa yang baru saja aku lihat, di Tengkuk leher mertuaku terdapat beberapa bekas cupang yang jelas sekali terpampang nyata di depan mataku. Buru-buru aku kucek mataku guna memastikan apa yang baru saja aku lihat itu benar, Semakin bergemuruh lah batinku. "Masak iya ibu memiliki pacar baru? Tapi kenapa tidak berbicara padaku atau mas Anton? Apalagi hubungan mereka sudah sejauh itu, atau jangan-jangan dugaanmu benar jika tadi ibu membawa pria masuk ke dalam rumah? "Batinku. Aku celingak-celinguk mencari di mana keberadaan pria asing itu, tapi nihil tidak ada siapa-siapa.

tak pantang menyerah Saat sampai di depan kamar ibu yang nampak terbuka.aku memberanikan diri masuk ke dalam kamar itu dengan perlahan!! ku tatap seluruh isi kamar Ibu dengan seksama, namun aku hanya mendapati spray ranjang ibu berantakan dan terdapat noda seperti basah di atas kasur. Aku yang masih penasaran berjalan masuk guna mengecek cairan yang nampak masih baru yang tercetak jelas di atas kasur ibu. Namun belum juga sampai, keburu ibu sudah mengetahui Keberadaan ku yang masuk ke dalam kamarnya tanpa ijin.

"Bell. Sedang apa?"Ucapan ibu Dona menyentakku hingga kaget!! Aku sampai harus mengelus dada karena sudah ketauan ingin memata-matai mertuaku sendiri."Eh maaf Bu. tadi aku kayak lihat ada yang gerak-gerik di kasur ibu! Aku pikir ada tikus di kamar ibu?"Ucapku.Batinku meruntuki diriku sendiri, "kenapa bisa seceroboh itu sampai bisa ketauan ibu. Bagaimana kalau ibu sampai curiga padaku?" Batinku sangat resah saat ini.

Ibu Dona terus saja memantauku dari luar pintu, semantara aku yang kepalang malu memutuskan untuk langsung keluar dari kamar itu agar ibu tidak menyadari bahwa aku mengetahui sesuatu! Aku berjalan terburu-buru melewati ibu yang nampak terus menatapku aneh, bergegas aku membuka pintu kamarku dan masuk kedalamnya sebelum ibu bertanya sesuatu lagi padaku.

Brak

Ku tutup pintu dengan sangat kencang guna menutupi rasa kecewaku. Aku yakin sekali jika tadi aku melihat seseorang sedang bercumbu bersama ibu di dalam kamarnya, apalagi dugaanku itu di perkuat dengan adanya bekas-bekas khas Percintaan di atas kasur ibu."Ya Tuhan tolong aku memecahkan masalah ini! Jujur saja aku tidak sanggup jika harus bekerja sendiri Tuhan."Batinku bermonolog.

"Kamu sudah pulang Bella?" Ucap Mas Anton yang sejak tadi menatap ke arahku aneh

Deg

Jantungku seakan berhenti berdetak saat aku mendapati suamiku nyatanya sudah ada di kamar. "M__mas Anton, Mas sudah pulang? Bukannya mas bilang akan lembur?"Ucapku berusaha bersikap setenang mungkin. Padahal kemunculan suamiku secara tiba-tiba sudah menguatkan firasatku tentang kecurigaan ku selama ini.

Mas Anton tersenyum kepadaku, seraya bangkit dari tidurnya dan berjalan ke arahku."Maaf ya sayang, mas tadi tidak tau kamu telpon. Mas keenakan tidur!" Ucapnya memberi alasan.

Aku tersenyum kaku menanggapi kebohongan dari suamiku."Tidur apa mati?"Batinku geram. Tapi aku berusaha menutupi rasa kesalku demi memuluskan rencanaku untuk menyelidiki ada apa hubungan Ibu mertuaku dan juga suamiku? Bukanya aku lancang berpikir buruk pada mereka! Tapi entah kenapa firasatku mengatakan, ada sesuatu yang tidak aku ketahui selama ini.

"Kamu kenapa Bella? Kok datang-datang seperti ketakutan seperti itu? Maafin mas ya gak bisa jemput kamu!" Ucap Mas Anton dengan Nada menyesal.

Aku memilih menarik nafasku panjang ketimbang meluapkan emosiku. Ku sentuh dada suamiku, lalu ku dorong pelan, karena aku lihat dia ingin menciumku. Jujur entah kenapa aku merasa sedikit mual dekat dengan suamiku."Tidak masalah mas, aku ngerti kok. Mas kan sedang lembut tadi!" Ucapku menyindir.

Mas Anton nampak melotot tajam, Ia seperti orang bingung bagaimana menyikapi sikapku yang tidak seperti biasanya."Sayang kamu marah?"Tepat seperti dugaanku, suamiku adalah orang yang sangat peka. Ia tau jika aku sedang marah saat itu. ia menggenggam tanganku dengan sangat kuat, agaknya ia tau jika aku meragukan Ucapnya saat ini."Mas mohon maafkan mas yank, mas janji besok mas tidak akan lupa menjemputmu. Masa akan pulang lebih cepat."Ucap Mas Anton sembari beralih mengelus wajah ku.

Aku tersenyum kecut menyikapi sikap suamiku. Ku lepaskan pegangan tangan mas Anton dari wajahku. Aku beranjak dari hadapannya untuk mengambil baju ganti, setelah itu aku langsung keluar dari kamar kami menuju Kamar mandi tanpa menatapnya lagi. Tapi sekilas aku lihat dari ekor mataku, mas Anton terlihat mengelus tengkuknya entah kenapa.

Saat aku keluar dan berjalan menuju Pintu kamar mandi, Aku berpapasan dengan ibu mertuaku yang sedang menata makanan di meja. Aku berlagak tidak tau saja dan melewatinya begitu saja tanpa menyapa. Namun aku terpaksa menghentikan langkah kakiku karena ibu mertuaku nampak memanggil namaku!

"Bell, ayo makan dulu nak!"Ucap Ibu Dona padaku.

mau tidak mau Aku berbalik menatap ke arah mertuaku yang sedang berdiri di samping meja makan dengan menatapku.Karena rasa penasaran ku yang amat tinggi dan ingin di puaskan dengan jawaban yang di berikan ibu, maka ku beranikan diri untuk bertanya langsung padanya saat ini juga."Maa Bu, apa ibu tadi di kamar bersama seseorang?''Tanyaku.

"Deg"

Ibu Dona nampak salah tingkah saat mendengar pertanyaanku. Ia terlihat menggigit bibir bawahnya lalu menyelipkan rambutnya ke belakang telinga sebelum menjawab pertanyaan dariku."Maksudmu apa bel? Ibu gak ngerti, sejak tadi ibu ada di dapur Lo bel. Apa kamu curiga sama ibu? Maaf ya bell, kamu kan tau sendiri di luar hujan. Jadi wajar saja jika ibu tidak dengar saat kamu ngetuk pintu, Lawong suara genteng saja berisik seperti ini!"Jawabnya panjang kali lebar. Hingga membuatku pusing sendiri mendengarnya.

Ku putra bola mataku malas kala menyadari mungkin saja apa yang aku lihat tadi hanyalah pengaruh otakku saja yang lelah, atau angan-anganku. lagi pula tadi kan kamar ibu gelap gulita jadi bisa saja aku salah duga.

"Baiklah Bu kalau begitu, aku mandi dulu!"Ucapku pada akhirnya.

Download

Suka karya ini? Unduh App, riwayat baca tak akan hilang
Download

Bonus

Pengguna baru dapat mengunduh App untuk membuka 10 bab secara gratis

Ambil
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!